<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308</id><updated>2011-10-22T22:00:08.457-07:00</updated><title type='text'>.¥ü$RØ Ç¥BÉR BLΦG        &gt;&gt;        يُسْرً</title><subtitle type='html'>فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا                                                               

Verily, with every difficulty, there is relief..</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>102</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-8776325849307913385</id><published>2010-11-15T03:29:00.000-08:00</published><updated>2010-11-15T03:32:24.097-08:00</updated><title type='text'>Tujuh Indikator Kebahagiaan Dunia</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Ibnu Abbas ra. adalah salah seorang sahabat Nabi SAW yang sangat telaten dalam menjaga dan melayani Rasulullah SAW, dimana ia pernah secara khusus didoakan Rasulullah SAW, selain itu pada usia 9 tahun Ibnu Abbas telah hafal Al-Quran dan telah menjadi imam di mesjid. Suatu hari ia ditanya oleh para Tabi'in (generasi sesudah wafatnya Rasulullah SAW) mengenai apa yang dimaksud dengan kebahagiaan dunia. Jawab Ibnu Abbas ada 7 (tujuh) indikator kebahagiaan dunia, yaitu :&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pertama,&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;Qalbun syakirun&lt;/em&gt; atau hati yang selalu bersyukur.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Memiliki jiwa syukur berarti selalu menerima apa adanya (qona'ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur. Seorang yang pandai bersyukur sangatlah cerdas memahami sifat-sifat Allah SWT, sehingga apapun yang diberikan Allah ia malah terpesona dengan pemberian dan keputusan Allah.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bila sedang kesulitan maka ia segera ingat sabda Rasulullah SAW yaitu :&lt;br /&gt;"Kalau kita sedang sulit perhatikanlah orang yang lebih sulit dari kita". Bila sedang diberi kemudahan, ia bersyukur dengan memperbanyak amal ibadahnya, kemudian Allah pun akan mengujinya dengan kemudahan yang lebih besar lagi. Bila ia tetap "bandel" dengan terus bersyukur maka Allah akan mengujinya lagi dengan kemudahan yang lebih besar lagi.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Maka berbahagialah orang yang pandai bersyukur!&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kedua.&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;Al azwaju shalihah,&lt;/em&gt; yaitu pasangan hidup yang sholeh.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yang sholeh pula. Di akhirat kelak seorang suami (sebagai imam keluarga) akan diminta pertanggungjawaban dalam mengajak istri dan anaknya kepada kesholehan. Berbahagialah menjadi seorang istri bila memiliki suami yang sholeh, yang pasti akan bekerja keras untuk mengajak istri dan anaknya menjadi muslim yang sholeh. Demikian pula seorang istri yang sholeh, akan memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luar biasa dalam melayani suaminya, walau seberapa buruknya kelakuan suaminya. Maka berbahagialah menjadi seorang suami yang memiliki seorang istri yang sholeh.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Ketiga, &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;al auladun abrar,&lt;/em&gt; yaitu anak yang soleh.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Saat Rasulullah SAW lagi thawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang anak muda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu : "Kenapa pundakmu itu ?" Jawab anak muda itu : "Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya". Lalu anak muda itu bertanya: " Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua ?"&lt;br /&gt;Nabi SAW sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan: "Sungguh Allah ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu". Dari hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita, namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang soleh, dimana doa anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah. Berbahagialah kita bila memiliki anak yang sholeh.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Keempat, &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;albiatu sholihah&lt;/em&gt;, yaitu lingkungan yang kondusif untuk iman kita.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Yang dimaksud dengan lingkungan yang kondusif ialah, kita boleh mengenal siapapun tetapi untuk menjadikannya sebagai sahabat karib kita, haruslah orang-orang yang mempunyai nilai tambah terhadap keimanan kita. Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang yang sholeh. Orang-orang yang sholeh akan selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan kita bila kita berbuat salah.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Orang-orang sholeh adalah orang-orang yang bahagia karena nikmat iman dan nikmat Islam yang selalu terpancar pada cahaya wajahnya. Insya Allah cahaya tersebut akan ikut menyinari orang-orang yang ada disekitarnya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Berbahagialah orang-orang yang selalu dikelilingi oleh orang-orang yang sholeh.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Kelima, &lt;/strong&gt;&lt;em&gt;al malul halal,&lt;/em&gt; atau harta yang halal.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Paradigma dalam Islam mengenai harta bukanlah banyaknya harta tetapi halalnya. Ini tidak berarti Islam tidak menyuruh umatnya untuk kaya.&lt;br /&gt;Dalam riwayat Imam Muslim di dalam bab sadaqoh, Rasulullah SAW pernah bertemu dengan seorang sahabat yang berdoa mengangkat tangan. "Kamu berdoa sudah bagus", kata Nabi SAW, "Namun sayang makanan, minuman dan pakaian dan tempat tinggalnya didapat secara haram, bagaimana doanya dikabulkan". Berbahagialah menjadi orang yang hartanya halal karena doanya sangat mudah dikabulkan Allah. Harta yang halal juga akan menjauhkan setan dari hatinya, maka hatinya semakin bersih, suci dan kokoh, sehingga memberi ketenangan dalam hidupnya. Maka berbahagialah orang-orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Keenam&lt;/strong&gt;, &lt;em&gt;Tafakuh fi dien,&lt;/em&gt; atau semangat untuk memahami agama.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Semangat memahami agama diwujudkan dalam semangat memahami ilmu-ilmu agama Islam. Semakin ia belajar, maka semakin ia terangsang untuk belajar lebih jauh lagi ilmu mengenai sifat-sifat Allah dan ciptaan-Nya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Allah menjanjikan nikmat bagi umat-Nya yang menuntut ilmu, semakin ia belajar semakin cinta ia kepada agamanya, semakin tinggi cintanya kepada Allah dan rasul-Nya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Semangat memahami agama akan meng "hidup" kan hatinya, hati yang "hidup" adalah hati yang selalu dipenuhi cahaya nikmat Islam dan nikmat iman. Maka berbahagialah orang yang penuh semangat memahami ilmu agama Islam.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Ketujuh,&lt;/strong&gt; yaitu umur yang baroqah.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Umur yang baroqah itu artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, yang setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Seseorang yang mengisi hidupnya untuk kebahagiaan dunia semata, maka hari tuanya akan diisi dengan banyak bernostalgia (berangan-angan) tentang masa mudanya, iapun cenderung kecewa dengan ketuaannya (post-power syndrome). Disamping itu pikirannya terfokus pada bagaimana caranya menikmati sisa hidupnya, maka iapun sibuk berangan-angan terhadap kenikmatan dunia yang belum ia sempat rasakan, hatinya kecewa bila ia tidak mampu menikmati kenikmatan yang diangankannya. Sedangkan orang yang mengisi umurnya dengan banyak mempersiapkan diri untuk akhirat (melalui amal ibadah) maka semakin tua semakin rindu ia untuk bertemu dengan Sang Penciptanya. Hari tuanya diisi dengan bermesraan dengan Sang Maha Pengasih. Tidak ada rasa takutnya untuk meninggalkan dunia ini, bahkan ia penuh harap untuk segera merasakan keindahan alam kehidupan berikutnya seperti yang dijanjikan Allah. Inilah semangat "hidup" orang-orang yang baroqah umurnya, maka berbahagialah orang-orang yang umurnya baroqah.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Demikianlah pesan-pesan dari Ibnu Abbas ra. mengenai 7 indikator kebahagiaan dunia.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bagaimana caranya agar kita dikaruniakan Allah ke tujuh buah indikator kebahagiaan dunia tersebut ? Selain usaha keras kita untuk memperbaiki diri, maka mohonlah kepada Allah SWT dengan sesering dan se-khusyu' mungkin membaca doa `sapu jagat' , yaitu doa yang paling sering dibaca oleh Rasulullah SAW. Dimana baris pertama doa tersebut "Rabbanaa aatina fid dun-yaa hasanaw" (yang artinya "Ya Allah karuniakanlah aku kebahagiaan dunia "), mempunyai makna bahwa kita sedang meminta kepada Allah ke tujuh indikator kebahagiaan dunia yang disebutkan Ibnu Abbas ra, yaitu hati yang selalu syukur, pasangan hidup yang soleh, anak yang soleh, teman-teman atau lingkungan yang soleh, harta yang halal, semangat untuk memahami ajaran agama, dan umur yang baroqah.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Walaupun kita akui sulit mendapatkan ketujuh hal itu ada di dalam genggaman kita, setidak-tidaknya kalau kita mendapat sebagian saja sudah patut kita syukuri.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sedangkan mengenai kelanjutan doa sapu jagat tersebut yaitu "wa fil aakhirati hasanaw" (yang artinya "dan juga kebahagiaan akhirat"), untuk memperolehnya hanyalah dengan rahmat Allah. Kebahagiaan akhirat itu bukan surga tetapi rahmat Allah, kasih sayang Allah. Surga itu hanyalah sebagian kecil dari rahmat Allah, kita masuk surga bukan karena amal soleh kita, tetapi karena rahmat Allah.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Amal soleh yang kita lakukan sepanjang hidup kita (walau setiap hari puasa dan sholat malam) tidaklah cukup untuk mendapatkan tiket masuk surga. Amal soleh sesempurna apapun yang kita lakukan seumur hidup kita tidaklah sebanding dengan nikmat surga yang dijanjikan Allah.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kata Nabi SAW, "Amal soleh yang kalian lakukan tidak bisa memasukkan kalian ke surga". Lalu para sahabat bertanya: "Bagaimana dengan Engkau ya Rasulullah ?". Jawab Rasulullah SAW : "Amal soleh saya pun juga tidak cukup". Lalu para sahabat kembali bertanya : "Kalau begitu dengan apa kita masuk surga?". Nabi SAW kembali menjawab : "Kita dapat masuk surga hanya karena rahmat dan kebaikan Allah semata".&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Jadi sholat kita, puasa kita, taqarub kita kepada Allah sebenarnya bukan untuk surga tetapi untuk mendapatkan rahmat Allah. Dengan rahmat Allah itulah kita mendapatkan surga Allah (Insya Allah, Amiin).&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;---------&lt;br /&gt;  Sumber tulisan: ceramah Ustad Aam Aminudin, Lc. di Sapporo, Jepang,&lt;br /&gt;disarikan secara bebas oleh Sdr. Asep Tata Permana&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-8776325849307913385?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/8776325849307913385/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2010/11/tujuh-indikator-kebahagiaan-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/8776325849307913385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/8776325849307913385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2010/11/tujuh-indikator-kebahagiaan-dunia.html' title='Tujuh Indikator Kebahagiaan Dunia'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-1267488386018896818</id><published>2010-08-19T05:19:00.000-07:00</published><updated>2010-08-19T05:24:17.653-07:00</updated><title type='text'>KECIL YANG DISYUKURI, MENJADI BESAR YANG MEMULIAKAN</title><content type='html'>&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;by Mario Teguh&lt;/span&gt; on Thursday, August 19, 2010 at 4:13pm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mario Teguh Super Note.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Sahabat Indonesia yang super,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;yang sedang menjadikan dirinya sebagai modal utama penghebatan kehidupannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adik-adik dan anak-anak saya yang sangat dikasihi oleh orangtua,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;yang menjadi harapan penerus keindahan kehidupan para orangtua.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mudah-mudahan  sapa saya di sore yang penuh kemungkinan ini menemui Anda dalam  kedamaian dan kegembiraan bersama rekan dan keluarga terkasih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya  menerima sebuah pertanyaan dari seorang sahabat Super Fan yang menulis  di ruang keluarga MTSC yang ramah dan santun ini, mengenai  kemungkinannya untuk mencapai kehidupan yang baik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ini adalah pesan asli beliau:&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Salam  super Pak Mario! Perkenalkan nama saya Irmawanto, umur saya 22 tahun,  saya bekerja di sebuah madrasah sanawiyah sebagai staff tata usaha.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Saya cuma seorang lulusan SMA, saya agak pesimis dengan hidup saya Pak.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Apakah pekerjaan saya ini dapat saya jadikan pegangan hidup saya nanti dengan gaji yang hanya Rp. 250.000/bulan?&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Tolong dijawab ya pak! Terima kasih.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Irmawanto&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan  berikut adalah Super Note yang saya susunkan sebagai penduga bagi  jawaban yang baik bagi pertanyaan Pak Irmawanto yang hatinya penuh doa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Please kindly enjoy, absorb, and apply.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;...........&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;MARIO TEGUH SUPER NOTE&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;KECIL YANG DISYUKURI, MENJADI BESAR YANG MEMULIAKAN&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apakah yang bisa kau lakukan dengan Rp. 250,000.- per bulan?&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;...........&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Adikku yang baik hatinya,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;yang  sebetulnya – kebaikan hatinya menandakan kebaikan rezeki yang sedang  menanti kesungguhan kerjanya untuk merentangkan tangan dan kakinya ke  seluruh penjuru bumi yang tersebar di atasnya rezeki Tuhan yang tak  terkirakan keindahan dan jumlahnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apakah yang bisa kau lakukan dengan Rp. 250,000.- per bulan?&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengarlah ini ya?&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sebenarnya ..., banyak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Yang pertama&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mulailah dengan merasa stress, sedih, dan mengeluh tentang kecilnya pendapatanmu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Yang kedua&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rajin-rajinlah  duduk di hadapan Tuhan, dalam waktu-waktu ibadahmu yang teratur, atau  di malam-malam saat kau merasa bahwa menangis akan lebih indah daripada  tidur.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Duduk dan diamlah engkau di hadapan Dzat Yang Maha  Mengetahui, Yang Maha Kaya, dan Yang Maha Pengasih itu. Jika sulit  bagimu tuk bicara, tak usah kau ucapkan apapun. Diamlah, dan ijinkan air  matamu menjadi juru lapor, juru keluh, dan juru bicara bagimu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan  jika hatimu memang sudah kau ikhlaskan seutuhnya sebagai penghubung  antara diri baikmu dengan Tuhanmu, hatimu akan bergetar dengan  pengertian-pengertian yang membuatmu damai dan seolah bisa melihat jelas  ke masa depan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan mudah-mudahan masih kau ingat pesanku dulu, bahwa&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;PENGERTIAN ADALAH ILMUNYA KEHIDUPAN.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Yang ketiga&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gunakanlah  rasa stress mu dan pengertian-pengertian baru yang kau dapat dalam  pertemuan-pertemuanmu dengan Tuhan, sebagai tenaga untuk melakukan  pekerjaanmu yang sudah ada sekarang, dengan sebaik-baiknya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Yang keempat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;PASTI  ada kemampuan dalam dirimu yang BELUM kau gunakan untuk melakukan  sesuatu yang menjadikanmu dibayar lebih baik di tempat ini dan terutama  di tempat lain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Yang kelima&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika ada keinginanmu untuk menangis, teruslah menangis dalam hati tanpa mengurangi kejujuran, keramahan, dan kebaikan kerjamu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Yang keenam&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gunakanlah  doa orang tua dan keluarga sebagai penambah kesungguhan, dan nasehat  orang alim dan bijak sebagai perapih langkah harianmu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Yang ketujuh&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rendahkanlah hatimu dalam kesyukuran yang syahdu saat rezeki tambahan yang kecil-kecil mulai menghampirimu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Yang kedelapan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Teruskanlah  menjadi pribadi yang santun dan ramah kepada setiap jiwa yang kau  layani, dan janganlah engkau memboroskan rezeki yang sudah mulai  dilebihkan bagimu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Yang kesembilan sampai yang ke-seribu sembilan ratus limapuluh lima&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetapkanlah  dirimu sebagai pribadi yang jujur dan ikhlas bekerja keras dengan penuh  kesyukuran, bagi kebaikan kehidupan sesamamu – sebagai cara untuk  membaikkan kehidupanmu bersama keluargamu yang terkasih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Keseribu sembilan ratus lima puluh enam&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peliharalah  perasaan stress karena kemiskinan itu tetap ada di dalam dirimu, agar  engkau tak mampu berlaku sombong kepada siapa pun, mengutamakan kasih  sayang dalam membantu mengentaskan saudaramu yang belum beruntung, dan  agar engkau mampu meneladankan sikap-sikap utama dari seorang pelayan  bagi kebaikan sesama - kepada para pemimpin dan pejabat pelayanan  masyarakat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ke-berapa pun setelah itu,&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;sampai engkau diundang oleh Tuhan untuk memasuki rumahmu yang baru selesai dibangun di surga,&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tetaplah kau ijinkan dadamu bergetar dan matamu menggenang dengan air mata setiap kali kau dengar nama Tuhan mu disebut,&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;berdoalah bagi pemulihan saudaramu yang sakit tubuh dan pedih hatinya,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dampingi dan tolonglah saudaramu yang terbakar dan tercabik saat memasak,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tetaplah ijinkan hatimu tersayat melihat pengemis miskin dihukum karena mengemis,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;atau janda pejuang yang tua dan renta yang diusir dari rumah suami terkasihnya yang gugur memerdekakan bangsa,&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;selalu peliharalah keindahan dan kasih sayang di hatimu,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tetap pusatkanlah tujuan kerja-kerasmu bagi kebaikan hidup sesamamu,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tetaplah menjadi jiwa yang hidup ikhlas dalam kebaikan,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan sampai kapan pun&lt;/p&gt;&lt;p&gt;tetaplah mengkekasihkan dirimu kepadaTuhan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dan selama itu semua kau hidupi dengan tabah dan penuh keikhlasan,&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;engkau akan mensyukuri penderitaan dan penyelamatan,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kepedihan dan pembahagiaan,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kekurangan dan pelebihan,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kesulitan dan pemudahan,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;rezeki kecil yang berkah dan pengayaan yang memuliakan,&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;dan akan sangat dalam kesyukuranmu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;karena telah dirahmatkan kepadamu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;kekayaan pertama dan utama dalam penciptaan alam ini bagimu,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;yaitu &lt;strong&gt;iman.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wahai jiwa yang tenteram,&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Apakah ada rahmat di alam ini yang lebih indah daripada iman?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berbahagialah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Semua kemuliaan hidup dibangun dengan landasan iman, berdinding iman, dan beratap iman.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Maha Besar Tuhan dan tiada berbanding dalam segala Ke-Maha-an-Nya,&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang menjadikan Rp. 250,000.- per bulan yang disyukuri, sebagai dasar bagi kehidupan baik yang memuliakan sesama.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;...........&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sahabat saya yang baik hatinya,&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Begitu dulu ya?&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mudah-mudahan  Super Note yang sudah lama tidak saya sampaikan bagi penikmatan Anda  ini, dapat menjadi pendamping bagi kerja keras Anda dalam membangun  kehidupan yang baik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mudah-mudahan Tuhan segera menjawab  semua doa dan harapan Anda, dengan kedamaian, kesejahteraan, dan  kemuliaan bagi Anda dan keluarga terkasih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sampai kita  bertemu suatu ketika nanti ya?, untuk berbincang ke sana dan ke sini  tentang ini dan itu yang mendamaikan dan mengindahkan kehidupan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mohon disampaikan salam sayang dari Ibu Linna dan saya, untuk keluarga Anda terkasih.&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Loving you all as always,&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Mario Teguh﻿&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Founder | MTSuperClub | 081-211-56900 | For The Happiness Of Others | Jakarta﻿&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-1267488386018896818?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/1267488386018896818/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2010/08/kecil-yang-disyukuri-menjadi-besar-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/1267488386018896818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/1267488386018896818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2010/08/kecil-yang-disyukuri-menjadi-besar-yang.html' title='KECIL YANG DISYUKURI, MENJADI BESAR YANG MEMULIAKAN'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-3443352633044474737</id><published>2010-08-14T21:15:00.000-07:00</published><updated>2010-08-14T21:20:48.239-07:00</updated><title type='text'>Dialog Nabi Muhammad s.a.w dengan Iblis</title><content type='html'>Diriwayatkan dari Mu’adz r.a. yang berkisah: &lt;br /&gt;Kami bersama Rasulullah saw. di rumah salah seorang sahabat Anshar, di mana saat itu kami berada di tengah-tengah jemaah. Lalu ada suara orang memanggil dari luar, “Wahai para penghuni rumah, apakah kalian mengizinkanku masuk, sementara kalian butuh kepadaku?”&lt;br /&gt;Rasulullah bertanya kepada para jamaah, “Apakah kalian tahu, siapa yang memanggil dari luar itu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menjawab: “Tentu Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.”&lt;br /&gt;Lalu Rasulullah saw. menjelaskan, “Itu adalah iblis yang terkutuk, semoga Allah senantiasa melaknatnya.”&lt;br /&gt;Kemudian Umar r.a meminta izin kepada Rasulullah sembari berkata, “Ya Rasulullah, apakah engkau mengizinkanku untuk membunuhnya?”&lt;br /&gt;Beliau menjawab, “Bersabarlah wahai Umar, apakah engkau tidak tahu bahwa ia termasuk mahluk yang tertunda kematiannya sampai batas waktu yang telah diketahui (hari kiamat)? Akan tetapi sekarang silahkan kalian membukakan pintu untuknya. Sebab ia diperintah untuk datang ke sini, maka pahamilah apa yang ia ucapkan dan dengarkan apa yang bakal ia ceritakan kepada kalian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abas berkata:&lt;br /&gt;“Kemudian dibukakan pintu, lalu ia masuk di tengah-tengah kami. Ternyata ia berupa orang yang sudah tua bangka dan buta sebelah mata. Ia berjenggot sebanyak tujuh helai rambut yang panjangnya seperti rambut kuda. Kedua kelopak matanya terbelah ke atas (tidak ke samping). Sedangkan kepalanya seperti kepala gajah yang sangat besar, gigi taringnya memanjang keluar seperti taring babi. Sementara kedua bibirnya seperti bibir kerbau. Ia datang sambil memberi salam. ‘Assalamu’alaika ya Muhammad.&lt;br /&gt;Assalamu’alaikum ya Jamaa’atal muslimin,’ kata iblis.”&lt;br /&gt;Nabi menjawab, Assalamulillah ya la’iin (keselamatan hanya milik Allah wahai mahluk yang tekutuk). Saya mendengar engkau punya keperluan kepada kami. Apa keperluanmu tersebut wahai iblis?”&lt;br /&gt;“Wahai Muhammad, saya datang ke sini bukan karena kemauanku sendiri, tapi karena terpaksa,” tutur iblis.&lt;br /&gt;“Apa yang membuatmu terpaksa harus datang ke sini wahai mahluk tekutuk?” Tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;Iblis menjawab,”Telah datang kepadaku seorang malaikat yang diutus oleh Tuhan Yang Mahaagung, di mana utusan itu berkata kepadaku, “Sesungguhnya Allah swt. Memerintahmu untuk datang kepada Muhammad saw. sementara engkau adalah mahluk yang rendah dan hina. Engkau harus memberi tahu kepadanya, bagaimana engkau menggoda dan merekayasa anak-cucu Adam, bagaimana engkau membujuk dan merayu mereka. Lalu engkau harus menjawab segala apa yang ditanyakan Muhammad dengan jujur. Maka demi kebesaran dan Keagungan Allah, jika engkau menjawabnya dengan bohong, sekalipun hanya sekali, sungguh engkau akan Allah jadikan debu yang bakal dihempas oleh angin kencang, dan musuh-musuhmu akan merasa senang. ‘Wahai Muhammad, maka sekarang saya datang kepadamu sebagaimana yang diperintahkan kepadaku. Maka tanyakanlah apa saja yang engkau inginkan. Kalau sampai saya tidak menjawabnya dengan jujur, maka musuh-musuhku akan merasa senang atas musibah yang bakal saya terima. Sementara tidak ada beban yang lebih berat bagku daripada bersenangnya musuh-musuhku atas musibah yang menimpa diriku.&lt;br /&gt;Rasulullah mulai melemparkan pertanyaan kepada iblis, “Jika engkau bisa menjawab dengan jujur, maka coba ceritakan kepadaku, siapa orang yang paling engkau benci?”&lt;br /&gt;Iblis menjawab dengan jujur, ”Engkau, wahai Muhammad, adalah orang yang paling aku benci dan kemudian orang-orang yang mengikuti agamamu.”&lt;br /&gt;“Lalu siapa lagi yang paling engkau benci?” Tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;“Seorang pemuda yang bertakwa di mana ia mencurahkan dirinya hanya kepada Allah swt.” Jawab iblis.&lt;br /&gt;“Siapa lagi?” Tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;“Orang alim yang wara’ (menjaga diri dari syubhat) lagi sabar,” jawab iblis.&lt;br /&gt;“Siapa lagi?” Tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;“Orang yang senantiasa melanggengkan kesucian dari tiga kotoran (hadast besar, kecil dan najis) tutur iblis.&lt;br /&gt;“Siapa lagi?” Tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;“Orang fakir yang senantiasa bersabar, yang tidak pernah menuturkan kefakirannya kepada siapa pun dan juga tidak pernah mengeluhkan penderitaan yang dialaminya,” jawab iblis.&lt;br /&gt;“Lalu dari mana engkau tahu kalau ia bersabar?” Tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;“Wahai Muhammad, bila ia masih dan pernah mengeluhkan penderitaannya kepada mahluk yang sama dengannya selama tiga hari, maka Allah tidak akan mencatat perbuatannya dalam kelompok orang-orang yang bersabar,” jelas iblis.&lt;br /&gt;Lalu siapa lagi, wahai iblis?” Tanya Rasul.&lt;br /&gt;“Orang kaya yang bersyukur.” Tutur iblis.&lt;br /&gt;Lalu apa yang bisa memberi tahu kepadamu bahwa ia bersyukur?” Tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;“Bila saya melihatnya ia mengambil kekayaannya dari apa saja yang dihalalkan, dan kemudian disalurkan pada tempatnya,” tutur iblis.&lt;br /&gt;“Bagaimana kondisimu apabila ummatku menjalankan shalat?” Tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;“Wahai Muhammad, saya langsung merasa gelisah, dan gemetar,” jawab iblis.&lt;br /&gt;“Mengapa wahai mahluk yang terkutuk?” Tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;“Sesungguhnya apabila seorang hamba bersujud kepada Allah sekali sujud, maka Allah akan mengangkat satu derajat (tingkat). Apabila mereka berpuasa, maka saya terikat sampai mereka berbuka kembali. Apabila mereka menunaikan manasik haji, maka saya jadi gila. Apabila membaca Al Qur’an, maka saya akan meleleh (mencair) seperti timah yang dipanaskan dengan api. Apabila bersedekah maka seakan-akan orang yang bersedekah tersebut mengambil kapak lalu memotong saya menjadi dua,” jawab iblis.&lt;br /&gt;“Mengapa demikian wahai Abu Murrah (julukan iblis)?” Tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;“Sebab dalam sedekah ada empat perkara yang perlu diperhatikan: Dengan besedekah itu, Allah akan menurunkan keberkahan dalam hartanya, menjadikan ia disenangi di kalangan mahluk-Nya, dengan sedekah itu pula Allah akan menjadikan suatu penghalang antara neraka dengannya dan akan menghindarkan segala bencana dan penyakit,” tutur iblis menjelaskan.&lt;br /&gt;“Lalu bagaimana pendapatmu tentang Abu bakar?” Tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;“Ia sewaktu jahiliyyah saja tidak pernah taat kepadaku, apalagi waktu dalam Islam,” tutur iblis.&lt;br /&gt;“Bagaimana dengan Umar bin Khatthab?” Tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;“Demi Allah, setiap kali saya bertemu dengannya, mesti akan lari darinya,” jawab iblis.&lt;br /&gt;“Bagaimana dengan Utsman?”Tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;“Saya merasa malu terhadap orang yang para malaikat saja malu kepadanya,” jawab iblis.&lt;br /&gt;“Lalu bagaimana dengan Ali bin Abi Thalib?”Tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;“Andaikan saya bisa selamat darinya dan tidak pernah bertemu dengannya, ia meninggalkanku dan saya pun meninggalkannya. Akan tetapi ia tidak pernah melakukan hal itu sama sekali.” Tutur iblis.&lt;br /&gt;“Segala puji bagi Allah Yang telah menjadikan ummatku bahagia dan mencelakakanmu sampai pada waktu yang ditentukan,” tutur Rasulullah.&lt;br /&gt;“Tidak dan tidak mungkin, dimana ummatmu bisa bahagia, sementara saya senantiasa hidup dan tidak akan mati sampai pada waktu yang telah ditntukan.Lalu bagaimana engkau bisa bahagia terhadap ummatmu, sementara saya bisa masuk kepada mereka melalui aliran darah dan daging, sedangkan mereka tidak bisa melihatku. Demi Tuhan Yang telah menciptakanku dan telah menunda kematianku sampai pada hari mereka dibangkitkan kembali (Kiamat), sungguh saya akan menyesatkan mereka seluruhnya, baik yang bodoh maupun yang alim, yang awam maupun yang bisa membaca al Qur’an, yang nakal maupun yang rajin beribadah, kecuali hamba-hamba Allah yang mukhlas (sangat-sangat ikhlas),” tutur iblis.&lt;br /&gt;“Siapa menurut engkau hamba-hamba Allah yang mukhlas itu?” Tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;Ibis menjawab dengan panjang lebar, “&lt;br /&gt;“Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa orang yang masih suka dirham dan dinar (harta) adalah belum bisa murni karena Allah swt. Apabila saya melihat seseorang sudah tidak menyukai dirham dan dinar, serta tidak suka dipuji, maka saya tahu bahwa ia adalah seorang yang mukhlis karena Allah, lalu saya tinggalkan. Sesungguhnya seorang hamba selagi masih suka harta dan pujian, sedangkan hatinya selalu bergantung pada kesenangan-kesenangan duniawi, maka ia akan lebih taat kepadaku dari pada orang-orang yang telah saya jelaskan kepadamu.&lt;br /&gt;Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa cinta harta itu dosa yang paling besar? Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa cinta kedudukan adalah termasuk dosa yang paling besar? Apakah engkau tidak tahu, saya memiliki tujuh puluh ribu anak, sedangkan setiap anak dari jumlah tersebut memiliki tujuh puluh ribu setan. Di antara mereka ada yang sudah saya tugaskan untuk menggoda ulama, ada yang saya tugaskan untuk menggoda para pemuda, ada yang saya tugaskan menggoda orang-orang yang sudah tua. Anak-anak muda bagi kami tidak ada masalah, sedangkan-anak-anak kecil lebih mudah kami permainkan sekehendak saya.&lt;br /&gt;Di antara mereka ada juga yang saya tugaskan untuk menggoda orang-orang yang tekun beribadah, dan ada juga yang saya tugaskan untuk menggoda orang-orang yang zuhud. Mereka keluar masuk dari kondisi ke kondisi lain, dari satu pintu ke pintu lain, sehingga mereka berhasil menggunakan cara apa pun. Saya ambil dari mereka nilai keikhlasan dalam hatinya, sehingga mereka beribadah kepada Allah dengan tidak ikhlas, sementara mereka tidak merasakan hal itu.&lt;br /&gt;Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa Barshih seorang rahib (pendeta) yang berbuat ikhlas karena Allah selama tujuh puluh tahun, sehingga dengan do’anya ia sanggup menyelamatkan orang-orang yang sakit. Akan tetapi saya tidak berhenti menggodanya sehingga ia sempat berbuat zina dengan seorang perempuan, membunuh orang, dan mati dalam kondisi kafir? Inilah yang disebutkan oleh Allah dalam kitab-Nya dengan firman-Nya:&lt;br /&gt;“(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) setan ketika dia berkata kepada manusia: Kafirlah kamu maka tatkala manusia itu telah kafir, ia berkata,&lt;br /&gt;“Sesungguhnya aku cuci tangan darimu, karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam.” (Q.S. al Hasyr: 16).&lt;br /&gt;Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa kebohongan itu dari saya, saya adalah orang yang berbohong pertama kali. Orang yang berbohong adalah temanku. Barangsiapa bersumpah atas Nama Allah dengan berbohong maka ia adalah kekasihku.&lt;br /&gt;Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa saya pernah bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan atas Nama Allah, ‘Bahwa saya akan memberi nasihat kepada kalian berdua.’ Maka sumpah bohong itu menyenangkan hatiku. Sedangkan menggunjing dan mengadu domba adalah buah santapan dan kesukaanku. Kesaksian dusta adalah penyejuk mataku dan kesenanganku.&lt;br /&gt;Barang siapa bersumpah dengan menceraikan istrinya (talak) maka hampir tidak akan bisa selamat, sekalipun hanya sekali. Andaikan itu benar, yang karenanya orang membiasakan lidahnya mengucapkan kata-kata tersebut, istrinya akan menjadi haram. Kemudian dari pasangan tersebut dihasilkan keturunan sampai hari Kiamat nanti yang semuanya hasil dari anak-anak zina. Sehingga seluruhnya masuk neraka hanya gara-gara satu ucapan.&lt;br /&gt;Wahai Muhammad, sesungguhnya di antara ummatmu ada orang yang menunda-nunda shalatnya dari waktu ke waktu. Ketika ia hendak menjalankan shalat, maka saya selalu berada padanya dan mengganggu sembari berkata kepadanya, ‘masih ada waktu, teruskan engkau sibuk dengan urusan dan pekerjaan yang engkau lakukan.’ Sehingga ia menunda shalatnya, dan kemudian shalat di luar waktunya. Akibatnya dengan shalat yang dikerjakan di luar waktunya itu ia akan dipukul di kepalanya. Kalau saya merasa kalah, maka saya mengirim kepadanya salah seorang dari setan-setan manusia yang akan menyibukkan waktunya. Kalau dengan usaha itu saya masih kalah, maka saya tinggalkan sampai ia menjalankan shalat. Ketika dalam shalatnya saya berkata kepadanya, ‘ Lihatlah ke kanan dan ke kiri!’ Akhirnya ia melihat. Maka pada saat itu wajahnya saya usap dengan tangan saya, kemudian saya menghadap di depan matanya sembari berkata, ‘Engkau telah melakukan apa yang tidak akan menjadi baik selamanya.’&lt;br /&gt;Wahai Muhammad, engkau tahu, bahwa orang yang banyak menoleh dalam shalatnya, Allah akan memukul kepalanya dengan shalat tersebut. Kalau dalam shalat ia sanggup mengalahkan saya, sementara ia shalat sendirian, maka saya perintahkan untuk tergesa-gesa. Maka ia mengerjakan shalat seperti ayam yang mencocok benih-benih untuk dimakan dan segera meninggalkannya. Kalau ia sanggup mengalahkan saya, dan shalat berjamaah, maka saya kalungkan rantai di lehernya. Ketika ia sedang ruku’ saya tarik kepalanya ke atas sebelum imam bangun dari ruku’ dan saya turunkan sebelum imam turun.&lt;br /&gt;Wahai Muhammad, engkau tahu bahwa orang yang melakukan shalat seperti itu, maka batal shalatnya, dan di hari Kiamat nanti Allah akan menyalin kepalanya dengan kepala keledai. Kalau dengan cara tersebut saya masih kalah, maka saya perintahkan meremas-remas jari jemarinya sehingga bersuara, sedangkan ia sedang shalat, karenanya ia termasuk orang-orang yang bertasbih kepadaku padahal ia sedang shalat. Kalau dengan cara tersebut masih juga tidak mempan, maka saya tiup hidungnya sehingga ia menguap, sementara ia sedang shalat. Kalau ia tidak menutup mulutnya dengan tangannya maka setan masuk ke dalam perutnya, sehingga ia semakin rakus dengan dunia dan berbagai perangkapnya. Ia akan selalu mendengar dan taat kepadaku.&lt;br /&gt;Bagaimana ummatmu bisa bahagia wahai Muhammad, sementara saya memerintah orang-orang miskin untuk meninggalkan shalat, dan saya berkata kepadanya, ‘Shalat bukanlah kewajiban kalian, shalat hanya kewajiban orang-orang yang diberi nikmat oleh Allah.’ Saya pun berkata kepada orang yang sakit, ‘Tinggalkan shalat, karena shalat bukanlah kewajibanmu. Shalat hanyalah kewajiban orang-orang yang diberi nikmat kesehatan. Sebab Allah sudah berfirman, ‘…dan tidak apa-apa bagi orang yang sedang sakit…,’ (Q.S an Nur:61). Kalau engkau sudah sembuh, baru melakukan shalat.’ Akhirnya ia mati dalam kondisi kafir. Apabila ia mati dengan meninggalkan shalat ketika sedang sakit, maka ia akan bertemu Allah dengan dimurkai.&lt;br /&gt;Wahai Muhammad, jika saya menyimpang dan berdusta kepadamu, maka hendaknya engkau memohon kepada Allah agar saya dijadikan debu yang lembut. Wahai Muhammad, apakah engkau masih juga gembira terhadap ummatmu, sementara saya bisa memurtadkan seperenam dari ummatmu untuk keluar dari Islam?”&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah meneruskan pertanyaannya,&lt;br /&gt;“Wahai mahluk yang terkutuk, siapa teman dudukmu?”&lt;br /&gt;“Orang yang suka makan riba,” jawab iblis.&lt;br /&gt;“lalu siapa teman dekatmu?” Tanya Rasulullah kembali.&lt;br /&gt;“ Orang yang berzina,” jawabnya.&lt;br /&gt;“Siapa teman tidurmu?” Tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;“Orang yang mabuk.” Jawabnya.&lt;br /&gt;“Siapa tamumu?” Tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;“Pencuri,” jawabnya.&lt;br /&gt;“Siapa utusanmu?” Tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;“Tukang sihir,” jawabnya.&lt;br /&gt;“Apa yang menyenangkan pandangan matamu?” Tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;“Orang yang bersumpah dengan talak,” jawab iblis.&lt;br /&gt;“Siapa kekasihmu?” Tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;“Orang yang meninggalkan shalat jum’at,” jawabnya.&lt;br /&gt;“Wahai mahluk yang terkutuk, apa yang mengakibatkan punggungmu patah?” Tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;“Suara ringkik kuda untuk berperang membela agama Allah,” jawabnya.&lt;br /&gt;“Apa yang menjadikan tubuhmu meleleh?” Tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;“Tobatnya orang yang bertobat,” jawabnya.&lt;br /&gt;“Apa yang membuat hatimu panas?” Tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;“Banyaknya istigfar kepada Allah, baik di malam atau siang hari,” jawabnya.&lt;br /&gt;“Apa yang membuatmu malu dan hina?” Tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;“Sedekah secara rahasia,” jawabnya.&lt;br /&gt;“Apa yang menjadikan matamu buta?” Tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;“Shalat di waktu sahur,” jawabnya.&lt;br /&gt;“Apa yang dapat mengendalikan kepalamu?” Tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;“Memperbanyak shalat berjamaah,” tuturnya.&lt;br /&gt;“Siapa orang yang paling bisa membahagiakanmu?” Tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;“Orang yang sengaja meninggalkan shalat,” tuturnya.&lt;br /&gt;“Siapa orang yang paling celaka menurut engkau?” Tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;“Orang-orang yang kikir,” jawabnya.&lt;br /&gt;“Apa yang menyita pekerjaanmu?” Tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;“Majelis orang-orang alim,” jawabnya.&lt;br /&gt;“Bagaimana cara engkau makan?” Tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;“Dengan tangan kiriku dan jari jemariku,” jawabnya.&lt;br /&gt;“Di mana engkau mencari tempat berteduh untuk anak-anakmu di waktu panas?” Tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;“Di bawah kuku manusia,” jawab iblis.&lt;br /&gt;“Berapa kebutuhan yang pernah engkau minta kepada Tuhanmu? Tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;“Sepuluh macam,” jawabnya.&lt;br /&gt;“Apa saja itu wahai mahluk terkutuk?” Tanya Rasulullah.&lt;br /&gt;Iblis pun menjawabnya, “Saya meminta-Nya agar bisa berserikat dengan anak cucu Adam dalam harta kekayaan dan anak-anak mereka. Akhirnya Tuhan mengizinkanku berserikat dalam kelompok mereka. Itulah maksud firman Allah: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka melainkan tipuan belaka.”&lt;/span&gt; (Q.S. Al Isra’: 64).&lt;br /&gt;Setiap harta yang tidak dikeluarkan zakatnya, maka saya ikut memakannya. Saya juga ikut makan makanan yang bercampur riba dan haram, segala harta yang tidak dimohonkan perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. Setiap orang yang tidak memohon perlindungan kepada Allah dari setan ketika besetubuh dengan istrinya, maka setan akan ikut bersetubuh. Akhirnya melahirkan anak yang mendengar dan taat kepadaku. Begitu pula orang yang naik kendaraan dengan maksud mencari penghasilan yang tidak dihalalkan, maka saya adalah temannya. Itulah maksud firmanAllah:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki,” &lt;/span&gt;(Q.S. al Isra’: 64).&lt;br /&gt;Saya memohon kepada-Nya agar saya punya rumah, maka rumahku adalah kamar mandi. Saya memohon agar saya punya masjid, akhirnya pasar menjadi masjidku. Saya memohon agar saya punya kitab, maka syair adalah kitabku. Saya memohon agar saya punya adzan, maka terompet adalah panggilan adzanku. Saya memohon kepada-Nya agar saya punya tempat tidur, maka orang-orang mabuk adalah tempat tidurku. Saya memohon agar saya memiliki teman-teman yang menolongku, maka kelompok al Qadariyyah menjadi teman-teman yang membantuku. Dan saya memohon agar saya mendapatkan teman-teman dekat, maka orang-orang yang menginfakkan harta kekayaannya untuk kemaksiatan adalah teman dekatku. Ia kemudian membaca firman Allah, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya&lt;/span&gt;. (Q.S.al Isra’: 27).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=”fullpost”&gt;Rasululah saw. berkata kepadanya, “Andaikan tidak setiap apa yang engkau ucapkan itu didukung oleh ayat-ayat dari Kitab Allah tentu aku tidak akan membenarkanmu.”&lt;br /&gt;Lalu Iblis berkata lagi, Wahai Muhammad, saya memohon kepada Allah agar saya bisa melihat anak-cucu Adam, sementara mereka tidak bisa melihatku. Kemudian Allah menjadikan aku bisa mengalir melalui peredaran darah mereka. Diriku bisa berjalan ke mana pun sesuai kemauan diriku dan dengan cara bagaimana pun. Kalau saya mau dalam sesaat pun bisa. Kemudian Allah berfirman kepadaku, ‘Engkau bisa melakukan apa saja yang kau minta.’ Akhirnya saya merasa senang dan bangga sampai hari Kiamat. Sesungguhnya orang yang mengikutiku lebih banyak dari pada orang yang mengikutimu. Sebagian besar anak-cucu Adam akan mengikutiku sampai hari Kiamat.&lt;br /&gt;Saya memiliki anak yang saya beri nama Aramah. Ia akan kencing di telinga seorang hamba ketika ia tidur meninggalkan shalat Atamah (Isya’).&lt;br /&gt;Andaikan tidak karenanya tentu manusia tidak akan tidur lebih dahulu sebelum menjalankan shalat.&lt;br /&gt;Saya juga punya anak yang saya beri nama Mutaqadhi. Apabila ada seorang hamba melakukan ketaatan (ibadah) dengan rahasia dan ingin menutupinya, maka anak saya tersebut senantiasa membatalkannya dan dipamerkan di tengah-tengah manusia. Sehingga semua manusia tahu. Akhirnya Allah membatalkan sembilan puluh sembilan dari seratus pahalanya. Sehingga yang tersisa hanya satu pahala. Sebab setiap ketaatan yang dilakukan secara rahasia akan diberi seratus pahala.&lt;br /&gt;Saya punya anak lagi yang bernama Kuhyal, dimana ia bertugas mengusapi celak mata semua orang yang sedang berada di majlis pengajian dan ketika khatib sedang berkhutbah. Sehingga mereka terkantuk dan akhirnya tidur, tidak bisa mendengarkan apa yang dibicarakan para ulama. Mereka yang tetidur tidak akan ditulis pahala sedikit pun untuk selamanya.&lt;br /&gt;Setiap kali ada perempuan yang keluar mesti ada setan yang duduk di pinggulnya, ada pula yang duduk di daging yang mengelilingi kukunya. Dimana mereka akan menghiasi kepada orang-orang yang melihatnya. Kedua setan itu kemudian berkata kepadanya, “Keluarkan tanganmu.’ Akhirnya ia mengeluarkantangannya, kemudian kukunya tampak, lalu kelihatan nodanya.&lt;br /&gt;“Wahai Muhammad, sebenarnya saya tidak bisa menyesatkan sedikit pun. Akan tetapi saya hanya akan mengganggu dan menghiasi. Andaikan saya memiliki hak dan kemampuan untuk menyesatkan, tentu saya tidak membiarkan segelintir manusia pun di muka bumi ini yang masih sempat mengucapkan dua kalimat syahadat. ‘Tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya.’ Tidak akan ada lagi orang yang shalat dan berpuasa. Sebagaimana engkau wahai Muhammad, tidak berhak untuk memberikan hidayah sedikit pun kepada siapa saja. Akan tetapi engkau adalah seorang utusan dan penyampai amanat dari Tuhan. Andaikan engkau memiliki hak dan kemampuan untuk memberi hidayah, tentu engkau tidak akan membiarkan segelintir orang kafir pun di muka bumi ini. Engkau hanyalah sebagai argumentasi (hujjah) Tuhan terhadap mahluk-Nya. Sementara saya hanyalah menjadi sebab celakanya orang yang sebelumnya sudah dicap oleh Allah menjadi orang celaka. Orang yang bahagia dan beruntung adalah orang yang dijadikan bahagia oleh Allah sejak dalam perut ibunya, sedangkan orang yang celaka adalah orang yang dijadikan celaka oleh Allah sejak dalam perut ibunya.”&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah membacakan firman Allah:&lt;br /&gt;“jikalau Tuhammu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia ummat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat. Kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu.” (Q.S. Hud: 118).&lt;br /&gt;Kemudian beliau melanjutkan dengan firman Allah yang lain:&lt;br /&gt;“Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku.” (Q.S. Al Ahzab: 38).&lt;br /&gt;Lantas Rasulullah saw. berkata lagi kepada iblis, “Wahai Abu Murrah (iblis), apakah engkau masih mungkin bertobat dan kembali kepada Allah, sementara saya akan menjaminmu masuk surga?”&lt;br /&gt;Ia menjawab, “Wahai Rasulullah, ketentuan telah memutuskan dan Qalam pun telah kering dengan apa yang terjadi seperti ini hingga hari Kiamat nanti. Maka Mahasuci Tuhan Yang telah menjadikanmu tuan para Nabi dan khatib para penduduk surga. Dia telah memilih dan mengkhususkan dirimu. Sementara Dia telah menjadikan saya sebagai tuan orang-orang celaka dan khatib para penduduk neraka. Saya adalah mahluk yang celaka lagi terusir. Ini adalah akhir dari apa yang saya beritahukan kepadamu, dan saya mengatakan sejujurnya.”&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, awal dan akhir, dhahir dan bathin. Dan semoga shalawat dan salam sejahtera tetap diberikan kepada seorang Nabi yang Ummi dan kepada para sahabatnya serta para Utusan dan para Nabi.***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-3443352633044474737?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/3443352633044474737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2010/08/dialog-nabi-muhammad-saw-dengan-iblis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/3443352633044474737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/3443352633044474737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2010/08/dialog-nabi-muhammad-saw-dengan-iblis.html' title='Dialog Nabi Muhammad s.a.w dengan Iblis'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-6078739787132672947</id><published>2010-08-14T00:14:00.000-07:00</published><updated>2010-08-14T00:24:30.647-07:00</updated><title type='text'>HUKUM PUASA RAMADHAN</title><content type='html'>Puasa pada bulan Ramadhan adalah merupakan salah satu rukun Islam, Allah Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”(QS.Al Baqarah:183)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka barangsiapa diantara kamu melihat bulan itu (Ramadhan), hendaklah ia berpuasa.” (QS. Al Baqarah:185)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Abdirrahman Abdullah ibnu Umar Ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhuma berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Islam dibangun diatas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat, menunaikan haji dan puasa pada bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari , Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat Muslim:..”puasa pada bulan Ramadhan dan menunaikan haji.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Muslimin telah berijma’ (bersepakat) bahwa puasa pada bulan Ramadhan hukumnya adalah wajib dan barangsiapa mengingkarinya maka ia kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa Ramadhan ini diwajibkan pada tahun kedua Hijriyyah, maka Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam berpuasa selama sembilan kali Ramadhan. (Majalis Syarh Ramadhan, karya Syaikh Utsaimin hal 21 dan setelahnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang Islam yang telah baligh lagi berakal maka wajib atasnya berpuasa pada bulan Ramadhan. (Fushul Fi Ash Shiyam wa At Tarawih wa Az Zakah, Ibnu Utsaimin hal 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TARGHIB (DORONGAN) UNTUK BERPUASA RAMADHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pengampunan Dosa-Dosa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan pengharapan maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Shalat yang lima waktu, Jum’at ke Jum’at, Ramadhan ke Ramadhan adalah penghapus dosa yang terjadi diantara masa tersebut apabila dosa-dosa besar dijauhinya.” (HR.Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam pernah naik mimbar lalu berkata: “Amien, Amien, Amien”. Beliau ditanya:”Ya Rasulullah, anda naik mimbar kemudian mengucapkan:Amien, Amien, Amien?” Beliau bersabda:”Sesungguhnya Jubril ‘Alaihis Salam datang kepadaku lalu berkata: ‘Barangsiapa yang mendapati bulan Ramadhan tetapi tidak diampuni dosanya lalu dia masuk neraka maka Allah akan jauhkan dia. Katakan : Amien’. Maka akupun mengucapkan:Amien”…dst. (HR. Ibnu Khuzaimah dan Ahmad dan Al Baihaqi. hadits ini shahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dikabulkannya Do’a dan Dibebaskan dari Api Neraka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Sesungguhnya Allah memiliki hamba-hamba yang dibebaskan dari neraka setiap siang dan malam bulan Ramadhan, dan semua orang muslim yang berdo’a akan dikabulkan do’anya.” (HR. Al Bazzar, Ahmad. Hadits ini shahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Orang yang Berpuasa termasuk Shiddiqin dan Syuhada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Amr bin Murrah Al Juhani radhiallahu ‘anhu berkata: “Datang seorang laki-laki kepada Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam lalu berkata:’Ya Rasulullah! Apa pendapatmu jika aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang haq untuk diibadahi kecuali Allah. Engkau adalah Rasulullah, aku shalat lima waktu, aku tunaikan zakat, aku lakukan puasa Ramadhan dan shalat tarawih di malam harinya, termasuk orang yang manakah aku?’. Beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam menjawab: “Termasuk dari Shiddiqin dan Syuhada.” (HR. Ibnu Hibban. Sanadnya shahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANCAMAN BAGI ORANG YANG MEMBATALKAN PUASA RAMADHAN DENGAN SENGAJA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Umamah Al Bahiliy radhiallahu ‘anhu berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Ketika aku sedang tidur, datanglah dua orang laki-laki lalu memegang dua lenganku membawaku ke satu gunung yang kasar (tidak rata), keduanya berkata:’Naiklah’. Aku jawab:’Aku tidak mampu’. Lalu keduanya berkata:’Kami akan memudahkannya untukmu’. Lalu akupun naik hingga ketika aku sampai di puncak gunung, ketika itulah aku mendengar suara yang keras. Akupun bertanya:’Suara apakah ini?’. Mereka menjawab:’Ini adalah teriakan penghuni neraka.’ Kemudian keduanya membawaku, maka ketika aku melihat orang-orang yang digantung dengan kaki diatas, mulut mereka rusak/robek, darah mengalir dari mulut mereka, aku bertanya:’ Siapakah mereka?’ Dia menjawab:’Mereka adalah orang-orang yang berbuka sebelum halal puasa mereka (sebelum tiba waktunya).’” (HR. An Nasa’i, Ibnu Hibban dan Al hakim. Hadits ini Shahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MENJELANG BULAN RAMADHAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menghitung Hari Bulan Sya’ban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Puasalah kamu karena melihat hilal (bulan) dan berbukalah karena melihat hilal. Jika kamu terhalangi awan, sempurnakanlah bulan Sya’ban tiga puluh hari.” (HR.Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Janganlah kamu puasa hingga melihat hilal, jangan pula kamu berbuka hingga melihatnya, jika kamu terhalangi awan hitunglah bulan Sya’ban.” (HR.Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ‘Adiy bin Hatim radhiallahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Jka datang bulan Ramadhan puasalah tiga puluh hari, kecuali kamu melihat hilal sebelum itu (hari ketiga puluh).” (HR. At Thahawi, Ahmad, At Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Larangan Berpuasa Pada Hari yang Diragukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam pernah bersabda: “Janganlah kamu mendahului Ramadhan dengan melakukan puasa satu atau dua hari sebelumnya kecuali seseorang yang telah rutin berpuasa maka berpuasalah.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shilah bin Zufar meriwayatkan dari Ammar berkata: “Barangsiapa yang berpuasa pada hari yang diragukan berarti telah durhaka kepada Abul Qosim (Rasulullah).” (HR.Bukhari secara ta’liq)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraji’:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab Fiqih Ramadhan, oleh Ustadz Abdullah Sholeh Al Hadrami, penerbit Majelis Taklim dan Dakwah Husnul Khatimah, Malang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-6078739787132672947?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/6078739787132672947/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2010/08/hukum-puasa-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/6078739787132672947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/6078739787132672947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2010/08/hukum-puasa-ramadhan.html' title='HUKUM PUASA RAMADHAN'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-4003665653755215402</id><published>2010-01-21T15:06:00.001-08:00</published><updated>2010-04-03T21:26:38.612-07:00</updated><title type='text'>Wasiat Rasulullah Shallalllahu alaihi wa sallam untuk Wanita</title><content type='html'>Aisyah r.’a meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda “Hai Aisyah, aku berwasiat kepada engkau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Hendaklah engkau senantiasa mengingat wasiatku ini. Sesungguhnya engkau akan senantiasa di dalam kebajikan selama engkau mengingat wasiatku ini…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intisari wasiat Rasulullah s.a.w tersebut dirumuskan seperti berikut: Hai, Aisyah, peliharalah diri engkau. Ketahuilah bahwa sebagian besar daripada kaum engkau (kaum wanita) adalah menjadi kayu api di dalam neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara sebab-sebabnya ialah mereka itu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tidak dapat menahan sabar dalam menghadapi kesakitan (kesusahan), tidak sabar apabila ditimpa musibah&lt;br /&gt;2. Tidak memuji Allah Ta’ala atas kemurahan-Nya, apabila dikaruniakan nikmat dan rahmat tidak bersyukur.&lt;br /&gt;3. Mengkufurkan nikmat; menganggap nikmat bukan dari Allah&lt;br /&gt;4. Membanyakkan kata-kata yang sia-sia, banyak bicara Yang tidak bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai, Aisyah, ketahuilah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(a) Bahwa wanita yang mengingkari kebajikan (kebaikan) yang diberikan oleh suaminya maka amalannya akan digugurkan oleh Allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(b) Bahwa wanita yang menyakiti hati suaminya dengan lidahnya, maka pada hari kiamat, Allah menjadikan lidahnya tujuh puluh hasta dan dibelitkan di tengkuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(c) Bahwa isteri yang memandang jahat (menuduh atau menaruh sangkaan buruk terhadap suaminya), Allah akan menghapuskan muka dan tubuhnya Pada hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(d) Bahwa isteri yang tidak memenuhi kemauan suami-nya di tempat tidur atau menyusah-kan urusan ini atau mengkhiananti suaminya, akan dibangkitkan Allah pada hari kiamat dengan muka yang hitam, matanya kelabu, ubun-ubunnya terikat kepada dua kakinya di dalam neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(e) Bahwa wanita yang mengerjakan sholat dan berdoa untuk dirinya tetapi tidak untuk suaminya, akan dipukul mukanya dengan sholatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(f ) Bahwa wanita yang dikenakan musibah ke atasnya lalu dia menampar-nampar mukanya atau merobek-robek pakaiannya, dia akan dimasukkan ke dalam neraka bersama dengan Isteri nabi Nuh dan isteri nabi Luth dan tiada harapan mendapat kebajikan syafaat dari siapa pun;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(g) Bahwa wanita yang berzina akan dicambuk dihadapan semua makhluk didepan neraka pada hari kiamat, tiap-tiap perbuatan zina dengan depalan puluh cambuk dari api.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(h) Bahwa isteri yang mengandung ( hamil ) baginya pahala seperti berpuasa pada siang harinya dan mengerjakan qiamul-lail pada malamnya serta pahala berjuang fi sabilillah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(i) Bahwa isteri yang bersalin ( melahirkan ), bagi tiap-tiap kesakitan yang dideritainya diberi pahala memerdekakan seorang budak. Demikian juga pahalanya setiap kali menyusukan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(j) Bahwa wanita apabila bersuami dan bersabar dari menyakiti suaminya, maka diumpamakan dengan titik-titik darah dalam perjuangan fisabilillah. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-4003665653755215402?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/4003665653755215402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2010/01/wasiat-rasulullah-shallalllahu-alaihi_21.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/4003665653755215402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/4003665653755215402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2010/01/wasiat-rasulullah-shallalllahu-alaihi_21.html' title='Wasiat Rasulullah Shallalllahu alaihi wa sallam untuk Wanita'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-8924570143622927722</id><published>2009-12-06T15:19:00.000-08:00</published><updated>2009-12-06T15:28:00.439-08:00</updated><title type='text'>Hindari Bencana, Waspadai Sikap Thagha!</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kehancuran bangsa-bangsa yang pernah jaya pada zaman dahulu pemicunya adalah melestarikan sikap thagha &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Oleh: &lt;b&gt;Sholih Hasyim&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Hidayatullah.com--&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;Salah satu proses dan persiapan spiritual yang wajib dilalui bagi santri baru di pesantren Hidayatullah pada awal perintisannya, adalah menepis dan mengikis sikap &lt;i&gt;tagha. &lt;/i&gt;Tidak pandang bulu baik santri yang memiliki latar belakang akademis umum, ataupun pesantren, keturunan orang yang hidupnya pas-pasan ataupun berlebih, mereka harus melewati masa orientasi yang sama dengan penuh kesadaran dan kesabaran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Tujuan utamanya adalah &lt;i&gt;An yurawwidhahum awwalan wa yuhadzdzibahum bil ta’dib&lt;/i&gt; (dijinakkan dan disucikan hatinya terlebih dahulu melalui &lt;i&gt;ta’dib &lt;/i&gt;– latihan kesopanan lahir dan batin -), meminjam istilah Syed Naquib Al-Attas. Para santri ditempatkan pada posisi yang kontradiktif dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman sebelumnya. Santri dilatih &lt;i&gt;sepi ing pamrih rame ing gawe&lt;/i&gt; (berorientasi pada amal shalih tanpa hiruk pikuk, bukan jabatan). Mengisi bak wudhu dan bak mandi, membajak sawah, menggali empang, membantu tukang, mencari dan mengambil donatur, mengasuh dan mencarikan dana anak asuh, kepala dapur umum, kepala kampus, dll. &lt;i&gt;Qaddimil khidmah qablal ‘ilm&lt;/i&gt; (dahulukan pengabdian sebelum mencari ilmu), meminjam ucapan ahli hikmah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Semua proses itu dilakukan agar hati santri disterilkan dari pengaruh kontaminasi &lt;i&gt;Tagha. &lt;/i&gt;Menepis (membuang) dan mengikis (melenyapkan) sikap tidak tahu diri tersebut. Sebab virus itu menurunkan tiga induk perbuatan dosa yang menjadi pemicu perbuatan maksiat sepanjang masa. Yakni, serakah yang diwariskan oleh Adam as, sombong yang ditularkan oleh iblis, dan dengki yang diperagakan oleh Qabil terhadap adiknya Habil karena berebut wanita. Dengan mengosongkan hati dari berbagai virus tersebut, memperlancar memperoleh ilmu (hidayah) yang bermanfaat, yang membela pemiliknya pada hari kiamat (hujjatun lahu). Sedangkan ilmu yang dijauhkan dari adab akan menghujat pemiliknya pada Mahkamah Ilahi kelak (&lt;i&gt;hujjatun ‘alaih&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;Tagha &lt;/i&gt;adalah sikap melampaui batas. Memiliki ilmu sedikit merasa sudah paling ahli, sementara orang lain dianggap bodoh. Menduduki jabatan tertentu merasa diri lebih unggul derajatnya dari orang lain. Mempersepsikan bahwa harta yang dimilikinya efek dari penguasaannya dalam teori-teori ekonomi. Bukan karunia dari Allah Swt, seperti perilaku Qarun. Yang menjadi standar penilaian orang yang &lt;i&gt;thagha &lt;/i&gt;adalah asesoris (atribut) lahiriyah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Sikap &lt;i&gt;tagha &lt;/i&gt;menjadi kewaspadaan tingkat tinggi bagi pesantren itu karena dinilai sebagai batu sandungan utama kesuksesan seseorang di dunia dan keselamatannya di akhirat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;“Sesungguhnya neraka Jahannam itu (padanya) ada tempat pengintai.  Lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas.” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;(QS. An-Naba (78) : 21-22).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Air yang sudah meluber disebut &lt;i&gt;thaghal maa’ &lt;/i&gt;seperti diisyaratkan dalam Al-Quran Surat Al-Haqqah (69) ayat 11. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;“Sesungguhnya kami, tatkala air telah naik (sampai ke gunung) kami bawa (nenek moyang) kamu, ke dalam bahtera (yang dibawa dalam bahtera Nabi Nuh untuk diselamatkan ialah keluarga Nabi Nuh dan orang-orang yang beriman selain anaknya yang durhaka).” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;“Ketahuilah, sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas. Karena dia melihat dirinya serba cukup.” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;(QS. Al-‘Alaq (96) : 6-7).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Sikap &lt;i&gt;tagha &lt;/i&gt;sesungguhnya mewarisi karakter asli Fir’aun, dan indikator orang yang menutup diri dari kebenaran (kafir). Orang yang terjangkit virus rohani yang ganas tersebut  akan mengalami stagnasi, berjiwa kerdil, sehingga lambat dalam merespon perubahan. Karena merasa cukup, tidak memberi peluang yang luas untuk pengembangan dirinya. Efeknya ia merasa tidak perlu banyak mencari tahu dan belajar.&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;“Berkatalah mereka berdua: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami khawatir bahwa ia (Fir’aun) segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas." &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;(QS. Thaha (20 ) : 45).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Kehancuran bangsa-bangsa yang pernah jaya pada zaman dahulu pemicunya adalah melestarikan sikap thagha.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;“Dan kaum Tsamud maka tidak seorang pun yang ditinggalkannya (hidup). Dan kaum Nuh sebelum itu, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang paling zalim dan paling durhaka.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; (QS. An Najm (53) : 51-52).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Sikap thagha menutup pintu masuknya hidayah. Sehingga kehidupan pelakunya tidak terarah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;“Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; (QS. Al Baqarah (15).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Banyak macam dan model &lt;i&gt;thagha &lt;/i&gt;atau sombong. Ada &lt;i&gt;thagha &lt;/i&gt;karena ilmu, prestasi, kekuasaan atau kekayaan yang digenggamannya. Tetapi sombong yang tidak beralasan, lebih dimurkai oleh Allah Swt. Misalnya, miskin berpenampilan kaya &lt;i&gt;(‘aa-ilun mistakbar&lt;/i&gt;), bodoh yang berperilaku pandai (&lt;i&gt;jahilun murakkab&lt;/i&gt;), rakyat berlagak elit (&lt;i&gt;kementhus&lt;/i&gt;, red), berwajah biasa-biasa bergaya seperti orang yang terkenal ketampanannya (&lt;i&gt;kemagus, &lt;/i&gt;red). Mengakui prestasi orang lain, yang bukan hasil karyanya. Orang tua yang senang main perempuan (&lt;i&gt;syaikhun zan&lt;/i&gt;). Tua-tua keladi, makin tua semakin menjadi-jadi dorongan libidio seksualnya. Padahal pada umumnya semakin bertambah usia, berkurang umurnya. Dorongan untuk berbuat baik lebih kuat dibandingkan dorongan untuk berbuat jahat. Tua-tua berbudi, makin tua makin mengabdi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Thagha Hanya Milik Allah Swt&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Keagungan adalah sarung-KU, kesombongan adalah pakaian-KU, maka siapa yang merebutnya dari-KU niscaya Aku akan menyiksanya.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; (HR. Muslim).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://www.hidayatullah.com/images/stories/sujud_thumb.jpg" mce_src="/images/stories/sujud_thumb.jpg" align="right" width="300" height="191" /&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Sikap &lt;i&gt;thagha &lt;/i&gt;adalah mengundang siksa Allah Swt, itulah makna tersirat dalam hadits Qudsi di atas. Pembuktian bahwa sikap &lt;i&gt;thagha &lt;/i&gt;mengundang azab Allah terkuak dalam kisah-kisah yang tersurat dalam Al-Quran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Sebut saja kisah Fir’aun. Raja sombong dan jago &lt;i&gt;thagha &lt;/i&gt;yang memproklamasikan dirinya sebagai tuhan yang paling tinggi ini dibinasakan Allah Swt di bumi milik-Nya dengan cara diombang-ambingkan oleh ombak setinggi gunung bagaikan bola ping-pong saat mengejar pengikut Nabi Musa as. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;i&gt;Thagha &lt;/i&gt;merupakan virus yang mematikan hati. Seseorang yang mengidap virus ini, sekalipun hanya setitik, dijamin masuk neraka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-indent: 0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span dir="rtl" style="font-size: 10pt; font-family: Arial;" lang="AR-SA"&gt;لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كاَنَ فِي قَلْبِهِ مِثْقاَلُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبَرٍ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;“Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat sifat sombong meski hanya sebesar biji sawi.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; (HR. Abu Dawud).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Kita mewaspadai sikap &lt;i&gt;thagha, &lt;/i&gt;karena pada prinsipnya yang berhak memiliki sikap unggul, paling suci hanyalah Allah Swt. Karena Dia memiliki segala sifat kesempurnaan, kemuliaan. Jauh dari segala sifat kelemahan dan kekurangan. Sedangkan manusia tidak layak untuk bersikap &lt;i&gt;thagha, &lt;/i&gt;karena dirinya adalah tempat salah dan lupa (&lt;i&gt;mahallul khatha’i wan Nisyan&lt;/i&gt;). Lubang &lt;i&gt;qubul &lt;/i&gt;(muka), dubur (belakang), mata, telinga, hidung dan mulut, semuanya mengeluarkan kotoran. Manusia itu pada asalnya hina, miskin, lemah, bodoh. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Virus &lt;i&gt;thagha &lt;/i&gt;juga dapat merusak tatanan kehidupan sosial. Sebab, salah satu karakter dasar sombong adalah menganggap dirinya lebih baik dan mulia dan meremehkan orang lain (&lt;i&gt;al-Kibr batharul haq wa ghamthun Nas&lt;/i&gt;). Selalu merendahkan orang lain, meremehkan, membelakangi, dan menjauhinya. Bila ada yang memberikan kritik (nasihat) dipandang sebagai intrik (politik menjatuhkan). Dari sifat ini umumnya menjelma menjadi perilaku yang berpotensi melahirkan kedengkian, dendam, dan permusuhan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Dalam konteks kekinian betapa banyak masyarakat yang terjangkiti penyakit yang diwariskan oleh iblis ini. Alangkah banyaknya yang berbangga dengan etnis, golongan dan kelompok serta partainya. Yang benar adalah &lt;i&gt;islamiyah qabla hizbiyyah &lt;/i&gt;(mengedepankan atribut keislaman sebelum simbol kepartaian) .  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Al-Quran mengkritik orang-orang Yahudi dan Nasrani yang menganggap dirinya suci dan makhluk pilihan Allah Swt.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;“Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih?Sebenarnya Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya dan mereka tidak aniaya sedikit pun.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; (QS. An Nisa (4) : 49).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;“Dan mereka berkata: "Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja." Katakanlah: "Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?" &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;(QS. Al Baqarah (2) : 80). &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;“Dan mereka (Yahudi dan Nasrani) berkata: "Sekali-kali tidak akan masuk surga kecuali orang-orang (yang beragama) Yahudi atau Nasrani". demikian itu (hanya) angan-angan mereka yang kosong belaka. Katakanlah: "Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar." &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;(QS. Al Baqarah (2) : 111).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;“Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: "Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya". Katakanlah: "Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?" (kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia (biasa) di antara orang-orang yang diciptakan-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. dan kepunyaan Allah-lah kerajaan antara keduanya. dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu).” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;(QS. Al Maidah (5) : 18).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Tidak masalah kita menyebut amal yang selesai kita lakukan dalam kerangka &lt;i&gt;at-Tahadduts bin Nikmah &lt;/i&gt;(mensyukuri nikmat). Karena kenikmatan itu kita kembalikan kepada-Nya, bukan semata-mata hasil kerja keras kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;“Dan terhadap nikmat Tuhanmu, maka hendaklah kamu siarkan.” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;(QS. Adh Dhuha (93) : 11).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Atau menceritakan kebaikan untuk memotivasi orang lain agar mengikutinya, bukan minta sanjungan dan pujian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;“Barangsiapa mempelopori kebiasaan (tradisi) yang baik, maka dia akan mendapatkan pahalanya dan pahala orang yang mengamalkan sesudahnya.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; (HR. Muslim).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Meneladani Pendahulu Kita&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Semestinya kita malu dengan Rasulullah Saw, para &lt;i&gt;shiddiqun &lt;/i&gt;(orang-orang yang benar), &lt;i&gt;syuhada &lt;/i&gt;(orang-orang yang meninggal dalam keadaan syahid), dan &lt;i&gt;sholihun &lt;/i&gt;(orang-orang yang shalih). Mereka adalah figur publik yang patut diteladani. Sekalipun Rasulullah Saw memiliki posisi yang tinggi di sisi-Nya (&lt;i&gt;maqaman mahmudaan&lt;/i&gt;), beliau selalu bersikap &lt;i&gt;tawadhu’ &lt;/i&gt;(rendah hati).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: nabi-nabi, para shiddiiqiin [orang-orang yang teguh keyakinannya kepada kebenaran rasul], orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt; (QS. An Nisa (4) : 69).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Kehidupan manusia pilihan itu diwarnai &lt;i&gt;tawadhu’&lt;/i&gt; (rendah hati) dan &lt;i&gt;khudhu’&lt;/i&gt; (hati yang tunduk). Kebalikan dari sifat thagha dan sombong. &lt;i&gt;Tawadhu’ &lt;/i&gt;berasal dari kata “&lt;i&gt;adl-dla’ah&lt;/i&gt;” yang berarti kerelaan terhadap kedudukan yang lebih rendah dari kapasitas, bakat dan kompetensi yang dimilikinya. Rendah hati terhadap orang lain. Selalu mengedepankan jiwa besar, luber,  dan &lt;i&gt;legowo &lt;/i&gt;dengan sesama. Dan mau mendengar, menerima kebenaran apapun bentuknya, dan dari mana pun asalnya. Rendah hati berbeda dengan rendah diri.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Justru dengan mentradisikan sifat tawadhu, Allah Swt akan mengangkat derajat kita dan orang lain akan mencintai kita. Sesungguhnya fitrah manusia itu mengakui kebaikan yang dikenali hati (&lt;i&gt;ma’ruf&lt;/i&gt;) dan mengingkari perbuatan yang bertentangan dengan hati nurani (&lt;i&gt;munkar&lt;/i&gt;). Senang dengan sikap tawadhu dan membenci sikap &lt;i&gt;thagha &lt;/i&gt;dan kesombongan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Kiat Mengikis Thagha&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Bagaimanakah caranya kita dapat menghadirkan sifat &lt;i&gt;tawadhu’ &lt;/i&gt;(rendah hati)? Ada empat kiat yang biasa dilakuk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;an Rasulullah Saw untuk mendatangkan akhlak terpuji tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;, mengenali diri. Bila kita melihat asal usul kita berasal dari air sperma (&lt;i&gt;nuthfah&lt;/i&gt;). Jika dibungkus dengan kertas yang antik, untuk hadiah ulang tahun, tiada seorang pun yang bersedia menerimanya. Bahan baku kita adalah &lt;i&gt;qatharat&lt;/i&gt; (percikan-percikan) &lt;i&gt;fasharat insanan&lt;/i&gt; (maka menjadi manusia) dalam bentuk yang sebaik-baiknya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;, bergaul dengan orang-orang miskin, dan anak-anak yatim. Selain menimbulkan rasa empati dan peduli kepada fakir miskin, kita akan pandai bersyukur kepada Allah Swt atas berbagai karunia yang kita peroleh. Dengan akrab bergaul dengan anak-anak yatim, hati kita akan menjadi lembut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;, sesekali berpakaian lusuh. Cara ini akan melatih kita merasakan memakai pakaian yang tak beralasan untuk dibanggakan dan ditonjolkan. Menjauhi atribut kemewahan dan kegemerlapan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;, mengerjakan pekerjaan sendiri. Bila kita mampu mengerjakan sendiri, mengapa kita meminta bantuan orang lain. Rasulullah Saw seringkali membantu pekerjaan istrinya memasak,  mencuci piring,  mencuci pakaian,  membersihkan rumah,  merawat anak, menjahit baju, memberi makan ternaknya, menggiling gandum bergiliran dengan pembantunya, berbelanja ke pasar, menggali parit bersama para sahabatnya ketika perang Khondaq, mengumpulkan kayu bakar untuk memasak, berjabat tangan dengan orang kaya dan miskin, segala umur, dll. Itulah Rasullah yang &lt;i&gt;tawadhu', &lt;/i&gt;sederhana dan berendah hati. [&lt;i&gt;&lt;b&gt;SH/www.hidayatullahj.com&lt;/b&gt;]&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: Arial;"&gt;* Penulis adalah kolumnis &lt;a href="http://www.hidayatullah.com/" mce_href="http://www.hidayatullah.com"&gt;www.hidayatullah.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-8924570143622927722?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/8924570143622927722/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/12/hindari-bencana-waspadai-sikap-thagha.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/8924570143622927722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/8924570143622927722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/12/hindari-bencana-waspadai-sikap-thagha.html' title='Hindari Bencana, Waspadai Sikap Thagha!'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-2275440837434013941</id><published>2009-12-01T16:41:00.000-08:00</published><updated>2009-12-01T16:49:25.765-08:00</updated><title type='text'>Proposal Nikah</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dasar Pemikiran&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari Al Qur��an dan Al Hadits :&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;�"Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan      orang-orang      yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu      yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN      KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui."&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;      (QS. An      Nuur (24) : 32).&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;"Dan segala sesuatu kami jadikan berpasang-pasangan, supaya kamu mengingat      kebesaran Allah."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS. Adz Dzariyaat (51) : 49).&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;�Maha Suci Allah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya,      baik      dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang      tidak mereka ketahui��&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(Qs. Yaa Siin (36) :      36).&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;em&gt;Bagi kalian Allah menciptakan pasangan-pasangan (istri-istri) dari      jenis      kalian sendiri, kemudian dari istri-istri kalian itu Dia ciptakan bagi kalian      anak cucu keturunan, dan kepada kalian Dia berikan rezeki yang baik-baik&lt;/em&gt;      &lt;strong&gt;(Qs. An Nahl (16) : 72).&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;em&gt;Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu      isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram      kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya      pada      yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir&lt;/em&gt;.      &lt;strong&gt;(Qs. Ar. Ruum (30) : 21).&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt; Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka      (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh      (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat,      menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan      diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana&lt;/em&gt;      &lt;strong&gt;(Qs. At Taubah (9) : 71).&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;em&gt;Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah      menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian      Dia      kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali.&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;      (Qs. An      Nisaa (4) : 1)&lt;/strong&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk      wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan reski      yang melimpah (yaitu : Surga) &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(Qs. An Nuur (24) : 26).&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt; ..Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi dua, tiga,      atau      empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah)      seorang saja..&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(Qs. An Nisaa' (4) : 3).&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt;Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak pula bagi      perempuan yang mukminah apabila Allah dan RasulNya telah menetapkan suatu      ketetapan akan ada bagi mereka pilihan yang lain tentang urusan mereka. Dan      barangsiapa mendurhakai Allah dan RasulNya maka sesungguhnya dia telah berbuat      kesesatan yang nyata.&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(Qs. Al Ahzaab (33) : 36).&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt; Anjuran-anjuran Rasulullah untuk Menikah : Rasulullah SAW bersabda:      "Nikah      itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !"&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR.      Ibnu Majah,      dari Aisyah r.a.).&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;em&gt;Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang,      memakai wewangian, bersiwak dan menikah &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR. Tirmidzi).&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Dari Aisyah, &lt;em&gt;"Nikahilah olehmu kaum wanita itu, maka sesungguhnya      mereka      akan mendatangkan harta (rezeki) bagi kamu�� (HR. Hakim dan Abu Dawud).      14.�Jika ada manusia belum hidup bersama pasangannya, berarti hidupnya      akan      timpang dan tidak berjalan sesuai dengan ketetapan Allah SWT dan orang yang      menikah berarti melengkapi agamanya, sabda Rasulullah SAW: "Barangsiapa diberi      Allah seorang istri yang sholihah, sesungguhnya telah ditolong separoh agamanya.      Dan hendaklah bertaqwa kepada Allah separoh lainnya."&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR.      Baihaqi).&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;em&gt;Dari Amr Ibnu As, Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya      ialah wanita shalihat.&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR. Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai).&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;"Tiga golongan yang berhak ditolong oleh Allah� (HR. Tirmidzi, Ibnu      Hibban      dan Hakim) :      a.�Orang yang berjihad / berperang di jalan Allah.      b.�Budak yang menebus dirinya dari tuannya.      c.�Pemuda / i yang menikah karena mau menjauhkan dirinya dari yang haram."&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;em&gt;"Wahai generasi muda ! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah      ia      nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara."&lt;/em&gt;      &lt;strong&gt;(HR.      Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas'ud).&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt; Kawinlah dengan wanita yang mencintaimu dan yang mampu beranak.      Sesungguhnya aku akan membanggakan kamu sebagai umat yang terbanyak&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;      (HR. Abu      Dawud).&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt; Saling menikahlah kamu, saling membuat keturunanlah kamu, dan perbanyaklah      (keturunan). Sesungguhnya aku bangga dengan banyaknya jumlahmu di tengah umat      yang lain&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(HR. Abdurrazak dan Baihaqi)&lt;/strong&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;em&gt;Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik,      daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan) &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;      (HR. Ibnu Ady      dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah)&lt;/strong&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Rasulullah SAW. bersabda : "Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak      menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah"&lt;strong&gt;      (HR.      Bukhari).&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt; Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang,      dan      kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup      membujang&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(HR. Abu Ya��la dan Thabrani).&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;em&gt; Dari Anas, Rasulullah SAW. pernah bersabda : Barang siapa mau bertemu      dengan Allah dalam keadaan bersih lagi suci, maka kawinkanlah dengan perempuan      terhormat&lt;/em&gt;. &lt;strong&gt;(HR. Ibnu Majah,dhaif)&lt;/strong&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;em&gt;Rasulullah SAW bersabda : Kawinkanlah orang-orang yang masih sendirian      diantaramu. Sesungguhnya, Allah akan memperbaiki akhlak, meluaskan rezeki,      dan      menambah keluhuran mereka&lt;/em&gt;&lt;strong&gt; (Al Hadits).&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tujuan Pernikahan&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Melaksanakan perintah Allah dan Sunnah Rasul.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Melanjutkan generasi muslim sebagai pengemban risalah Islam.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Mewujudkan keluarga Muslim menuju masyarakat Muslim.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Mendapatkan cinta dan kasih sayang.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Ketenangan Jiwa dengan memelihara kehormatan diri (menghindarkan diri dari      perbuatan maksiat / perilaku hina lainnya).&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Agar kaya (sebaik-baik kekayaan adalah isteri yang shalihat).&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Meluaskan kekerabatan (menyambung tali silaturahmi / menguatkan ikatan      kekeluargaan)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Kesiapan Pribadi &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kondisi Qalb yang sudah mantap dan makin bertambah yakin setelah istikharah.      Rasulullah SAW. bersabda : ��Man Jadda Wa Jadda�� (Siapa yang bersungguh-sungguh      pasti ia akan berhasil melewati rintangan itu).&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Termasuk wajib nikah (sulit untuk shaum).&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Termasuk� tathhir (mensucikan diri).&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Secara materi, Insya Allah siap. ��Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah      menurut kemampuannya��� (Qs. At Thalaq (65) : 7)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Akibat Menunda atau Mempersulit Pernikahan &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ul type="square"&gt;&lt;li&gt;Kerusakan dan kehancuran moral akibat pacaran dan free sex.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Tertunda lahirnya generasi penerus risalah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Tidak tenangnya Ruhani dan perasaan, karena Allah baru memberi ketenangan      dan      kasih sayang bagi orang yang menikah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Menanggung dosa di akhirat kelak, karena tidak dikerjakannya kewajiban      menikah saat syarat yang Allah dan RasulNya tetapkan terpenuhi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Apalagi sampai bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya.      Rasulullah SAW. bersabda:&lt;em&gt; "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir,      janganlah ia bersunyi sepi berduaan dengan wanita yang tidak didampingi      mahramnya, karena yang menjadi pihak ketiganya adalah syaitan."&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;      (HR. Ahmad)&lt;/strong&gt; dan      "Sungguh kepala salah seorang diantara kamu ditusuk dengan jarum dari      besi      lebih baik, daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya"&lt;strong&gt;      (HR. Thabrani      dan Baihaqi)&lt;/strong&gt;.. Astaghfirullahaladzim.. Na'udzubillahi min dzalik&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Namun, umumnya yang terjadi di masyarakat di seputar pernikahan adalah sebagai    berikut ini :&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt; Status yang mulia bukan lagi yang taqwa, melainkan gelar yang disandang:Ir,      DR, SE, SH, ST, dsb&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Pesta pernikahan yang wah / mahar yang tinggi, sebab merupakan kebanggaan      tersendiri, bukan di selenggarakan penuh ketawadhu'an sesuai dengan kemampuan      yang dimiliki. (Pernikahan hendaklah dilandasi semata-mata hanya mencari ridha      Allah dan RasulNya. Bukan di campuri dengan harapan ridha dari� manusia      (sanjungan, tidak enak kata orang). Saya yakin sekali.. bila Allah ridha pada      apa yang kita kerjakan, maka kita akan selamat di dunia dan di akhirat kelak.)&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Pernikahan dianggap penghalang untuk menyenangkan orang tua.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Masyarakat menganggap pernikahan akan merepotkan Studi, padahal justru      dengan      menikah penglihatan lebih terjaga dari hal-hal yang haram, dan semakin semangat      menyelesaikan kuliah.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Memperbaiki Niat :&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Innamal a'malu binniyat.......&lt;/em&gt; Niat adalah kebangkitan jiwa dan kecenderungan    pada apa-apa yang muncul padanya berupa tujuan yang dituntut yang penting baginya,    baik secara segera maupun ditangguhkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt; Niat Ketika Memilih Pendamping&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasulullah bersabda &lt;em&gt;"Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau    akan    kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah    pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena    kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang    menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa    yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan    padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan    nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi    barakah dan menambah kebarakahan itu padanya."&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR. Thabrani).&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;"Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan    itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin    saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita    karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk    wajahnya adalah lebih utama".&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(HR. Ibnu Majah).&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Nabi SAW. bersabda : Janganlah kalian menikahi kerabat dekat, sebab    (akibatnya) dapat melahirkan anak yang lemah (baik akal dan fisiknya) &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(Al    Hadits)&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda, ��Sesungguhnya    perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan    kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama." &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR. Muslim    dan Tirmidzi).&lt;/strong&gt;    Niat dalam Proses Pernikahan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masalah niat tak berhenti sampai memilih pendamping. Niat masih terus menyertai    berbagai urusan yang berkenaan dengan terjadinya pernikahan. Mulai dari memberi    mahar, menebar undangan walimah, menyelenggarakan walimah. Walimah lebih dari    dua hari lebih dekat pada mudharat, sedang walimah hari ketiga termasuk riya'.    &lt;em&gt;"Berikanlah mahar (mas kawin) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai    pemberian dengan penuh kerelaan."&lt;/em&gt;(Qs. An Nisaa (4) : 4). &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasulullah SAW bersabda : &lt;em&gt;"Wanita yang paling agung barakahnya, adalah    yang paling ringan    maharnya"&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengan sanad yang    shahih)&lt;/strong&gt;. Dari    Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW. telah bersabda, &lt;em&gt;"Sesungguhnya berkah    nikah    yang besar ialah yang sederhana belanjanya (maharnya)"&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(HR.    Ahmad)&lt;/strong&gt;. Nabi SAW    pernah berjanji : &lt;em&gt;"Jangan mempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau    lelaki    itu mulia di dunia dan takwa di sisi Allah, maka Rasulullah sendiri yang akan    menjadi wali pernikahannya."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(HR. Ashhabus Sunan)&lt;/strong&gt;.    Dari Anas, dia berkata :    " Abu Thalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar berupa keIslamannya"    &lt;strong&gt;(Ditakhrij    dari An Nasa'i&lt;/strong&gt;)..Subhanallah..&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Proses pernikahan mempengaruhi niat. Proses pernikahan yang sederhana dan    mudah    insya Allah akan mendekatkan kepada bersihnya niat, memudahkan proses pernikahan    bisa menjernihkan niat. Sedangkan mempersulit proses pernikahan akan mengkotori    niat.&lt;em&gt; "Adakanlah perayaan sekalipun hanya memotong seekor kambing."&lt;/em&gt;    &lt;strong&gt;(HR. Bukhari dan    Muslim)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pernikahan haruslah memenuhi kriteria &lt;em&gt;Lillah, Billah, dan Ilallah&lt;/em&gt;.    Yang dimaksud    &lt;strong&gt;Lillah&lt;/strong&gt;, ialah niat nikah itu harus karena Allah. Proses dan    caranya harus    &lt;strong&gt;Billah&lt;/strong&gt;, sesuai dengan ketentuan dari Allah.. Termasuk didalamnya    dalam pemilihan    calon, dan proses menuju jenjang pernikahan (bersih dari pacaran / nafsu atau    tidak). Terakhir &lt;strong&gt;Ilallah&lt;/strong&gt;, tujuannya dalam rangka menggapai    keridhoan Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sehingga dalam penyelenggaraan nikah tidak bermaksiat pada Allah ; misalnya    :    adanya pemisahan antara tamu lelaki dan wanita, tidak berlebih-lebihan, tidak    makan sambil berdiri (adab makanan dimasyarakat biasanya standing party-ini    yang    harus di hindari, padahal tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW yang demikian),    Pengantin tidak disandingkan, adab mendo'akan pengantin dengan do'a :    &lt;em&gt;Barokallahu laka wa baroka 'alaikum wa jama'a baynakuma fii khoir.&lt;/em&gt;.    (Semoga    Allah membarakahi kalian dan melimpahkan barakah kepada kalian), tidak    bersalaman dengan lawan jenis, Tidak berhias secara berlebihan ("&lt;em&gt;Dan    janganlah    bertabarruj (berhias) seperti tabarrujnya jahiliyah yang pertama" &lt;/em&gt;-    Qs. Al Ahzab    (33),&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Meraih Pernikahan Ruhani&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika seseorang sudah dipenuhi dengan kecintaan dan kerinduan pada Allah, maka    ia    akan berusaha mencari seseorang yang sama dengannya. Secara psikologis,    seseorang akan merasa tenang dan tentram jika berdampingan dengan orang yang    sama dengannya, baik dalam perasaan, pandangan hidup dan lain sebagainya. Karena    itu, berbahagialah seseorang yang dapat merasakan cinta Allah dari pasangan    hidupnya, yakni orang yang dalam hatinya Allah hadir secara penuh. Mereka saling    mencintai bukan atas nama diri mereka, melainkan atas nama Allah dan untuk    Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Betapa indahnya pertemuan dua insan yang saling mencintai dan merindukan Allah.    Pernikahan mereka bukanlah semata-mata pertemuan dua insan yang berlainan jenis,    melainkan pertemuan dua ruhani yang sedang meniti perjalanan menuju Allah,    kekasih yang mereka cintai. Itulah yang dimaksud dengan pernikahan ruhani.    KALO KITA BERKUALITAS DI SISI ALLAH, PASTI YANG AKAN DATANG JUGA SEORANG (JODOH    UNTUK KITA) YANG BERKUALITAS� PULA (Al Izzah 18 / Th. 2)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Penutup&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;"Hai, orang-orang beriman !! Janganlah kamu mengharamkan apa yang    dihalalkan    oleh Allah kepada kamu dan jangan kamu melampaui batas, karena Allah tidak suka    kepada orang-orang yang melampaui batas." &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(Qs. Al Maidaah    (5) : 87).&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt; Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. Dan sesungguhnya    sesudah kesulitan itu ada kemudahan&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(Qs. Alam Nasyrah (94) : 5-    6 )&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibunda dan Ayahanda yang sangat saya hormati, saya sayangi dan saya cintai    atas    nama Allah.. demikanlah proposal ini (secara fitrah) saya tuliskan. Saya sangat    berharap Ibunda dan Ayahanda.. memahami keinginan saya. Atas restu dan doa dari    Ibunda serta Ayahanda..saya ucapkan "Jazakumullah Khairan katsiira".    "Ya Allah, jadikanlah aku ridho terhadap apa-apa yang Engkau tetapkan dan    jadikan barokah apa-apa yang telah Engkau takdirkan, sehingga tidak ingin aku    menyegerakan apa-apa yang engkau tunda dan menunda apa-apa yang Engkau    segerakan.. YA ALLAH BERILAH PAHALA DALAM MUSIBAHKU KALI INI DAN GANTIKAN    UNTUKKU YANG LEBIH BAIK DARINYA.. Amiin"&lt;/p&gt; &lt;p&gt; ==================================== &lt;em&gt;&lt;br /&gt;  Dedicated to : My inspiration .... yang pernah singgah dan menghuni "hati"    ...Astaghfirullah !! Saat langkah ada didunia maya, tak menapak di bumi-Nya..Lalu,    kucoba atur gelombang asa..Robbi kudengar panggilanMu tuk meniti jalan RidhoMu..    Kuharap ada penolong dari hambaMu meneguhkan tapak kakiku di jalan-Mu dan menemani    panjangnya jalan dakwah yang harus aku titi.. " Saat Cinta dan Rindu�    tuk gapai Syurga dan Syahid di jalanNya makin membuncah.."&lt;br /&gt;  &lt;/em&gt; ====================================&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Maraji / Referensi :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Majalah Ishlah, Edisi Awal Tahun 1995.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Fiqh Islam, H. Sulaiman Rasyid, 1994, Cet. 27, Bandung, Sinar Baru Algesindo.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Fikih Sunnah 6, Sayyid Sabiq, 1980, cet. 15, Bandung, Pt. Al Ma'arif.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Kupinang Engkau dengan Hamdalah, Muhammad Faudzil Adhim, 1998, Yogyakarta,      Mitra Pustaka.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Indahnya Pernikahan Dini, Muhammad Faudzil Adhim, 2002, Cet. 1, Jakarta,      Gema      Insani Press.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Rintangan Pernikahan dan Pemecahannya, Abdullah Nashih Ulwan, 1997, Cet.      1,      Jakarta, Studia Press.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Perkawinan Masalah Orang muda, Orang Tua dan Negara, Abdullah Nashih Ulwan,      1996, Cet. 5, Jakarta, Gema Insani Press.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Kebebasan Wanita, jilid 1, 5, 6, A.H.A. Syuqqah, 1998, Cet.1, Jakarta,      Gema Insani Press&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Sulitnya Berumah Tangga, Muhammad Utsman Al Khasyt, 1999, Cet. 18, Jakarta,      Gema Insani Press.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Majalah Cerdas Pemuda Islam Al Izzah, Wahai Pemuda, Menikahlah, No. 17/Th.      2      31 Mei 2001, Jakarta, YPDS Al Mukhtar.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;                                                &lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-2275440837434013941?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/2275440837434013941/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/12/proposal-nikah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/2275440837434013941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/2275440837434013941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/12/proposal-nikah.html' title='Proposal Nikah'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-531209403742794850</id><published>2009-08-16T23:09:00.000-07:00</published><updated>2009-08-16T23:10:41.681-07:00</updated><title type='text'>Awas, Jangan Jadi Musyrik!</title><content type='html'>&lt;table align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="95%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;em&gt;gaulislam edisi 093/tahun ke-2 (12 Sya’ban 1430 H/3 Agustus 2009)&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt; &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td class="text-content"&gt;                &lt;p align="justify"&gt;Oya, makna ibadah ialah penghambaan diri kepada Allah Ta’ala dengan mentaati segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya, sebagaimana yang telah disampaikan oleh Rasulullah saw. Inilah hakikat agama Islam, karena Islam maknanya ialah penyerahan diri kepada Allah semata, yang disertai dengan kepatuhan mutlak kepadaNya, dengan penuh rasa rendah diri dan cinta. Ibadah berarti juga segala perkataan dan perbuatan, baik lahir maupun batin, yang dicintai dan diridhai oleh Allah. Dan suatu amal akan diterima oleh Allah sebagai ibadah apabila diniati dengan ikhlas karena Allah semata; dan mengikuti tuntunan Rasulullah saw.&lt;br /&gt;  Dalam  ayat lain Allah Swt. juga menyampaikan penjelasanNya:&lt;em&gt;“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada setiap umat (untuk menyerukan), ‘Beribadalah kepada Allah (saja) dan jauhilah thoghut’.” &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(QS   an-Nahl [16]: 36 )&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;BTW, kamu tahu istilah thoghut kan? Yup, thoghut ialah setiap yang diagungkan-selain Allah--dengan disembah, ditaati, atau dipatuhi; baik yang diagungkan itu berupa batu, manusia ataupun setan. Menjauhi thoghut berarti mengingkarinya, tidak menyembah dan memujanya, dalam bentuk dan cara apapun. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Boys and gals, percaya kepada Allah Swt. bukanlah sekadar mengenal dan mengerti bahwa pencipta alam semesta ini adalah Allah; bukan pula sekadar tahu bukti-bukti rasional tentang kebenaran wujud (keberadaan)Nya, dan wahdaniyah (keesaan)Nya, dan bukan pula sekadar mengenal Asma’ dan SifatNya aja. Nggak sesederhana itu. Sebab, kalo ini yang dimaksud, kayaknya sejak SD juga, atau sekarang bahkan anak TK udah diajarin dan banyak juga yang tahu soal ini. Nggak cuma itu, lho.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Lagian nih, iblis aja mempercayai bahwa Tuhannya adalah Allah; bahkan mengakui keesaan dan kemahakuasaan Allah dengan meminta kepada Allah melalui Asma’ dan SifatNya. Sebagaimana yang dijelasin dalam al-Quran tentang pengakuan iblis kepada Allah Swt.: &lt;em&gt;“Iblis menjawab: ‘Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka  semuanya’,” &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(QS Shaad [38]: 82)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Walah, udah tahu Allah Mahakuasa, kok iblis nekat benar ya untuk menyesatkan manusia? Itu sih namanya nantangin. Ngeyel bener tuh iblis. &lt;em&gt;So&lt;/em&gt;, jangan mau jadi  temennya iblis deh.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Terus nih, kaum jahiliyah kuno yang dihadapi Rasulullah saw. juga meyakini bahwa Tuhan Pencipta, Pengatur, Pemelihara dan Penguasa alam semesta ini adalah Allah. Allah Swt. menjelaskan: &lt;em&gt;“Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" Tentu mereka akan menjawab : "Allah". Katakanlah: "Segala puji bagi Allah"; tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(QS Luqman [31]: 25)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kalo cuma sekadar ngaku-ngaku emang gampang. Lidah kan nggak bertulang. Jadi bisa bersilat lidah ngomong apa aja termasuk berdusta dan mendustakan ayat-ayat Allah Swt. &lt;em&gt;Naudzubillahi min dzalik&lt;/em&gt;. Itu sebabnya, kepercayaan dan keyakinan mereka itu belumlah menjadikan mereka sebagai makhluk yang berpredikat muslim, yang beriman kepada Allah Swt.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bro, maka jangan heran dong kalo  kemudian muncul pertanyaan begini: “Apakah hakikat tauhid itu?”&lt;br /&gt;  Yup, sekadar ngingetin aja bahwa  tauhid adalah pemurnian ibadah kepada Allah. Maksudnya yaitu&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt; &lt;/span&gt;menghambakan diri hanya kepada Allah secara murni dan konsekuen dengan mentaati segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya, dengan penuh rasa rendah diri, cinta, harap dan takut kepadaNya. Wah, hebat sekali tuh (jika memang bisa demikian).&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Untuk inilah sebenarnya manusia diciptakan Allah, dan sesungguhnya misi para Rasul adalah untuk menegakkan tauhid dalam pengertian tersebut di atas, mulai dari Rasul pertama sampai Rasul terakhir, Nabi Muhammad saw. Allah Swt. berfirman: &lt;em&gt;“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).”&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS an-Nahl [16]: 36)&lt;/strong&gt;          &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Juga  dalam ayat lain Allah Swt. menerangkan: &lt;em&gt;“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya: ‘Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku’.”&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS al-Anbiyaa [21]: 25)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tuh, udah jelas banget kalo Allah Swt. meminta manusia untuk beribadah hanya kepadaNya. Nggak boleh beribadah atas nama ilah atau Tuhan yang lain, termasuk nggak boleh menjadikan hawa nafsu kita sebagai Tuhan. Wah, nggak banget deh!&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Allah ‘cemburu’&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;  Kalo  Astrid pernah dengan bangga dan bersuka-ria menyanyi &lt;em&gt;Jadikan Aku yang Kedua&lt;/em&gt;, nggak banget dengan Allah Swt. Selain memang beda karena Allah Swt. adalah Khaliq alias Pencipta, sementara Astrid dan kita semua adalah makhlukNya. Jelas beda dong. Meski demikian, sebenarnya jarang juga ada manusia yang mau diduakan perhatiannya, termasuk diduakan cintanya. Hehehe... manusia juga sebenarnya bisa cemburu lho.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Nah, ngomongin tentang Allah Swt. yang ‘cemburu’ maksudnya adalah Allah Swt. nggak rela kalo manusia menyembah sesama makhluk ciptaanNya. Itu aja sih. Lagian wajar dan pantas banget kalo kita sebagai makhlukNya menyembah Allah Swt. Tul nggak sih?&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Seorang tetangga pernah bilang kalo anaknya itu penurut, rajin, cinta dan berbakti kepada ortunya sepenuh hati. Sang tetangga tersebut karuan aja seneng bukan kepalang. Karena memang nikmat banget dicintai, dihargai, dan dihormati itu. Iya nggak? &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Nah, apalagi Allah. Kalo ortu kita bisa cemburu gara-gara kita lebih percaya dan mengikuti pendapat orang lain, Allah tentunya lebih ‘cemburu’ lagi kalo kita nggak mau mengamalkan syariatNya. Rasulullah saw. bersabda: &lt;em&gt;“Wahai umat Muhammad. Demi Allah saat hamba laki-laki berzina, dan saat hamba perempuan berzina, tidak ada yang lebih cemburu daripada Allah…”&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(HR Bukhari dan Muslim)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dalam kisah yang sering kita dengar dan baca, Nabi Ibrahim begitu mencintai putranya. Luapan cinta yang tak tertahankan kepada putranya yang setelah puluhan tahun didambakannya. Ismail menjadi muara kehidupan bagi Nabi Ibrahim. Namun, Allah menguji cintanya dengan menurunkan perintah untuk mengurbankan anaknya. Aduh, orang tua mana yang hatinya nggak remuk kalo perintahnya seperti ini. Tapi, Nabi Ibrahim berhasil lulus ujian tersebut. Terbukti ia lebih mencintai Allah dengan menjalankan perintahNya ketimbang mencintai anak dan keluarganya. Nabi Ibrahim ikhlas melakukannya. &lt;em&gt;Subhanallah&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;  Cinta kepada Allah itu mutlak, tiada sekutu  bagiNya. FirmanNya: &lt;em&gt;“Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan (yang  berhak disembah) melainkan Dia”&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS ali Imran [3]: 18)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bahkan Allah memberi cap kafir  kepada orang-orang yang menolak untuk menyembahNya. Allah berfirman:&lt;em&gt;“Katakanlah:  ‘Taatilah Allah dan RasulNya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah  tidak menyukai orang-orang kafir’.” &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(QS Ali Imran [3]: 32)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bro, menjadi kekasih itu butuh pengorbanan. Tentu, agar cinta yang kita berikan kepada kekasih kita bermakna. Itu sebabnya, mencintai Allah pun memerlukan pengorbanan. Seorang tokoh sufi bernama Bayazid Bustami mengatakan: &lt;em&gt;“Cinta adalah melepaskan apa yang dimiliki seseorang kepada Kekasih (Allah) meskipun ia besar; dan menganggap besar apa yang diperoleh kekasih, meskipun itu sedikit.”.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;strong&gt;Jangan jadi musyrik!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang yang syirik alias menyekutukan Allah Swt. disebut musyrik. Contoh yang sederhana bisa kita jumpai lho dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, pas mo bikin rumah, kita ngitung hari yang baik biar pembangunannya lancar. Primbon deh yang kita pake atau nanya ke ahli &lt;em&gt;Hongsui&lt;/em&gt; untuk nentuin posisi rumah yang bisa aman ditempati dan banyak bikin hoki. Pas mo hajatan sunatan atau kawinan sampe bela-belain nanya ke orang pinter (baca: dukun) untuk nyari hari baik biar sunatan atawa kawinannya lancar dan mendatangkan untung yang banyak. Sobat, praktik kayak gitu tuh namanya udah syirik. Ati-ati deh.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Oya, biar dalam masalah mempersekutukan Allah Swt. alias syirik ini jelas pembahasannya, saya sengaja memberikan sedikit tambahan wawasan kepada kamu semua tentang jenis syirik. Ternyata syirik tuh dibagi dua: syirik besar dan syirik kecil. Syirik besar (&lt;em&gt;al-syirku al-akbar)&lt;/em&gt; menurut as-Sa’adi dalam kitab &lt;em&gt;al-Qaulu  al-sadid&lt;/em&gt; diartikan: menjadikan bagi Allah sekutu &lt;em&gt;(niddan)&lt;/em&gt; yang dia berdoa kepadanya seperti berdoa kepada Allah, takut, harap dan cinta kepadanya seperti kepada Allah Swt. atau melakukan suatu bentuk ibadah kepadanya seperti ibadah kepada Allah Swt. Syirik besar ada yang bersifat &lt;em&gt;dzahirun jaliyun&lt;/em&gt; (tampak nyata) seperti menyembah berhala, matahari, bulan bintang, benda-benda tertentu atau mempertuhankan Isa al-Masih, dsb. Ada pula yang bersifat &lt;em&gt;bathinun khafiyun &lt;/em&gt;(tersembunyi) seperti berdo’a kepada orang yang sudah meninggal, meminta pertolongan kepadanya, minta disembuhkan dari penyakit, dihindarkan dari bahaya, dsb. (MR Kurnia, &lt;em&gt;Mereformasi Diri dengan Tauhid&lt;/em&gt;, hlm. 151-152)&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sementara syirik kecil &lt;em&gt;(al-Syirku  al-Asghor) &lt;/em&gt;mencakup semua perkataan dan perbuatan yang akan membawa  seseorang kepada kemusyrikan selain syirik besar.&lt;br /&gt;Syirik kecil bila terus menerus dilakukan bisa menjerumuskan pelakunya kepada syirik besar. Di antara perbuatan yang termasuk syirik kecil adalah:&lt;br /&gt;  &lt;u&gt;Pertama&lt;/u&gt;, bersumpah  dengan selain Allah. Rasulullah saw. bersabda: &lt;em&gt;“Barang siapa yang bersumpah  selain nama Allah dia telah kufur atau syirik.” &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR at-Tirmidzi)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;u&gt;Kedua&lt;/u&gt;, memakai  jimat/isim atau sejenisnya kemudian ia meyakininya. Rasulullah saw.  menyampaikan sabdanya: &lt;em&gt;“Barang siapa yang menggantung diri pada tangkal maka Allah tidak akan menyempurnakan (imannya) dan barang siapa yang menggantungkan diri kepada azimat maka Allah tidak akan mempercayakan kepadanya.” &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR  Ahmad)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dalam hadis lain Rasulullah saw.  bersabda: &lt;em&gt;“Bahwasannya Rasulullah pernah melihat seseorang memakai gelang kuningan di tangannya. Beliau bertanya: ’Apakah ini?’, ‘Penolak lemah’, jawab orang itu. Maka Nabi berkata: ‘Lepaskanlah, karena dia hanya akan menambah penyakit dan kalau kamu mati dengan gelang itu masih melekat di tubuhmu, niscaya kamu tidak akan bahagia selama-lamanya (masuk neraka).” &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR  Ahmad)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;  Rasulullah saw. juga bersabda:  “Sesungguhnya mantra, azimat dan guna-guna itu adalah perbuatan syirik.” &lt;strong&gt;(HR  Ibnu Hibban)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;u&gt;Ketiga&lt;/u&gt;,&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;sihir.  Rasulullah saw. menyampaikan sabdanya&lt;em&gt;: “Barang siapa yang membuat satu simpul kemudian dia meniupinya maka sungguh ia telah menyihir. Barang siapa menyihir, sungguh ia telah berbuat syirik.”&lt;/em&gt;&lt;strong&gt; (HR Nasai)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;u&gt;Keempat&lt;/u&gt;, astrologi/ramalan. Percaya ama ramalan bintang atau zodiak? Ih, nggak boleh banget tuh. Dalam sebuah hadis, Rasulullah saw. bersabda: &lt;em&gt;“Barang siapa yang  mempelajari salah satu cabang dari perbintangan maka dia telah mempelajari  sihir.”&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(HR Abu Dawud)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Rasulullah saw. juga bersabda: &lt;em&gt;“Allah telah menciptakan bintang ini untuk tiga keperluan, yakni hiasan langit, pelempar setan dan tanda-tanda untuk penunjuk arah. Barang siapa mentakwilkan bintang-bintang itu di luar ketiga hal itu maka ia telah melakukan kesalahan, berbuat sia-sia dan telah menyia-nyiakan nasibnya serta memaksakan dirinya pada sesuatu tanpa dasar ilmu pengetahuan.”&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(HR Bukhari)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;u&gt;Kelima&lt;/u&gt;, riya’. Ini lawannya ikhlas, Bro. Jadi, melakukan sesuatu bukan karena Allah, tapi karena ingin dipuji manusia atau karena pamrih lainnya. Rasulullah saw. bersabda: &lt;em&gt;“Sesungguhnya sesuatu yang paling aku takuti terjadi pada kalian adalah al-Syirku al-Asghar (syirik kecil). Sahabat bertanya, apa syirik kecil itu, ya Rasulullah? Rasulullah menjawab, Riya’.”&lt;/em&gt;&lt;strong&gt; (HR Ahmad)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Oke deh sobat, semoga beberapa poin tadi bisa memberikan penjelasan. Meski singkat, tapi insya Allah bermanfaat. Oya, perlu diketahui juga dan wanti-wanti bahwa kita nggak boleh ngikutin tradisi nenek moyang jaman dulu. Misalnya nih, pas mo hajatan suka nyediain sesajen berupa kopi pahit, telur, dan sebagainya untuk orang yang udah meninggal (arwah nenek moyang) demi kelancaran hajatan yang bakalan digelar. Saya pernah tanya ke kerabat saya tentang kasus tersebut yang dia lakukan, eh dia malah menjawab: “Ya, kita sih cuma ngikutin tradisi ortu dan nenek moyang aja” Halah! Tuh jawaban nggak mutu banget. Kalo kayak gini, kayaknya perlu diminta baca ayat ini nih: &lt;em&gt;“Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim. Ketika ia berkata kepada bapaknya dan kaumnya: ‘Apakah yang kamu sembah?’ Mereka menjawab, ‘Kami menyembah berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya’ Berkata Ibrahim: ‘Apakah berhala-hala itu mendengar (doa)mu sewaktu kamu berdoa (kepadanya), atau dapatkah mereka memberi manfaat kepadamu atau memberi mudharat?’ Mereka menjawab: ‘(bukan karena itu) sebenarnya kami mendapati nenek moyang kami telah berbuat demikian.”&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;(QS as-Syu’ara [26]: 69-74)&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-531209403742794850?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/531209403742794850/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/08/awas-jangan-jadi-musyrik.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/531209403742794850'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/531209403742794850'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/08/awas-jangan-jadi-musyrik.html' title='Awas, Jangan Jadi Musyrik!'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-8199286930508837085</id><published>2009-08-04T21:59:00.000-07:00</published><updated>2009-08-05T06:37:35.878-07:00</updated><title type='text'>HIKMAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;"Wahai anak manusia, setiap kali engkau meminta kepada-Ku dan mengharap dari-Ku, maka Aku akan ampunkan bagimu apa yang telah lalu dan Aku tidak peduli betapapun besar dan banyaknya dosamu. Wahai anak manusia, seandainya dosa-dosamu mencapai setinggi langit, kemudian engkau meminta ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak manusia, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan membawa setumpuk dosa sebesar bumi, kemudian engkau berjumpa dengan-Ku tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun, maka Aku akan memberikan ampunan sebesar bumi itu pula"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Hadits Qudsi Riwayat Turmudzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tujuh golongan yg akan dinaungi oleh Allah di bawah naungan-Nya di hari tdk ada naungan kecuali naungan-Nya. 1. Pemimpin yg adil, 2. Pemuda yg sentiasa beribadat kepada Allah semasa hidupnya, 3. Orang yg hatinya sentiasa berpaut pada masjid-masjid 4. Dua orang yg saling mengasihi karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah, 5. Seorang lelaki yg diundang oleh seorang perempuan yang mempunyai kedudukan dan rupa paras yg cantik utk melakukan kejahatan tetapi dia berkata, 'Aku takut kepada Allah!', 6. Seorang yg memberi sedekah tetapi dia merahsiakannya seolah-olah tangan kanan tidak tahu apa yg diberikan oleh tangan kirinya dan 7. Seseorang yg mengingati Allah di waktu sunyi sehingga mengalirkan air mata dr kedua matanya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HR. Bukhari &amp;amp; Muslim)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-8199286930508837085?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/8199286930508837085/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/08/hikmah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/8199286930508837085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/8199286930508837085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/08/hikmah.html' title='HIKMAH'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-5297458781069389652</id><published>2009-07-27T17:03:00.000-07:00</published><updated>2009-07-27T17:08:25.737-07:00</updated><title type='text'>Penyebab Datangnya Rizqi.</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;b&gt;1. Selalu Berusaha dengan sebaik-baiknya&lt;/b&gt;, baik    sebagai pengusaha, pegawai, pengrajin, berdagang, dll. yang pada dasarnya dapat    menghasilkan uang.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;p style="margin-left: 15px; margin-right: 9px; text-indent: 36px; color: rgb(255, 255, 102);" align="left"&gt; &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;  Firman Allah : " Dialah Allah yang menjadikan Bumi ini    mudah bagi Kamu, maka berjalanlah disegala penjuru dan makanlah sebagian dari    Rizqi-NYA. Dan hanya kepada-NYA lah kamu ( kembali setelah ) dibangkitkan ". (    QS Al Mulk : 15 )&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;p style="margin-left: 15px; margin-right: 9px; text-indent: 36px; color: rgb(255, 255, 102);" align="left"&gt; &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;  &lt;b&gt;2. Ber Taqwa&lt;/b&gt; dalam arti menjalankan segala    perintah Allah serta menjauhi segala larangan-NYA.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;p style="margin-left: 15px; margin-right: 9px; text-indent: 36px; color: rgb(255, 255, 102);" align="left"&gt; &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;  Firman Allah : " Dan barang siapa yang ber Taqwa pada    Allah, maka baginya akan diberikan jalan keluar dan akan diberikan Rizqi yang    datangnya tanpa disangka-sangka ".( QS Ath Tholaq : 2-3 )&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;p style="margin-left: 15px; margin-right: 9px; text-indent: 36px; color: rgb(255, 255, 102);" align="left"&gt; &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;  &lt;b&gt;3. Berbanyak-banyak membaca Istighfar&lt;/b&gt;.    Yaitu memohon Ampunan kepada Allah SWT, atas segala dosa dan kesalahan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;p style="margin-left: 15px; margin-right: 9px; text-indent: 36px; color: rgb(255, 255, 102);" align="left"&gt; &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;  Firman Allah : " Mohonlah Ampunan kepada Tuhanmu,    sesungguhnya dia adalah Maha Pengampun, niscaya DIA akan mengirimkan hujan    kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan    untukmu kebun-kebun dan mengadakan pula sungai-sungai ". ( QS Nuh : 10-12 )&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;p style="margin-left: 15px; margin-right: 9px; text-indent: 36px; color: rgb(255, 255, 102);" align="left"&gt; &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;  " Memperbanyak Istighfar itu dapat mendatangkan (    menarik ) rejeki " ( Lubabu al Hadits)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;p style="margin-left: 15px; margin-right: 9px; text-indent: 36px; color: rgb(255, 255, 102);" align="left"&gt; &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;  &lt;b&gt;4. Bertawakal kepada Allah&lt;/b&gt; yaitu berserah diri    dan menyandarkan segala urusan kepada Allah jua, seraya mohon pertolongan atas    keberhasilan untuk memperoleh Rizqi yang lapang dan halal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;p style="margin-left: 15px; margin-right: 9px; text-indent: 36px; color: rgb(255, 255, 102);" align="left"&gt; &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;  Firman Allah : " Dan barang siapa ber Tawakkal kepada    Allah, niscaya Allah akan mencukupkan ( keperluan )-nya ". ( QS Ath Thalaq : 3    )&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;p style="margin-left: 15px; margin-right: 9px; text-indent: 36px; color: rgb(255, 255, 102);" align="left"&gt; &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;  &lt;b&gt;5. Berdoa memohon dengan ber-zikir kerejekian&lt;/b&gt;,    sebab Allah adalah Dzat yang Memberi Rizqi dan Kekuatan. Berdoa dengan    mendekat pada Allah ( Ber Taqarrub ).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;p style="margin-left: 15px; margin-right: 9px; text-indent: 36px; color: rgb(255, 255, 102);" align="left"&gt; &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;  Firman Allah : " Berdoalah kepada-KU ( Allah ) niscaya    AKU ( Allah ) akan mengabulkannya ".( QS Al- Mukmin : 60 )&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;p style="margin-left: 15px; margin-right: 9px; text-indent: 36px; color: rgb(255, 255, 102);" align="left"&gt; &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;  &lt;b&gt;6. Bermurah Hati serta gemar meng-Infaqkan&lt;/b&gt;    sebagian dari harta bendanya kejalan Allah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;p style="margin-left: 15px; margin-right: 9px; text-indent: 36px; color: rgb(255, 255, 102);" align="left"&gt; &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;  Firman Allah : " Dan apa saja yang engkau Infaqkan, maka    Allah akan mengganti. Dan DIA-lah sebaik-baik Pemberi Rizqi ". ( QS     Saba' : 39 )&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;p style="margin-left: 15px; margin-right: 9px; text-indent: 36px; color: rgb(255, 255, 102);" align="left"&gt; &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;  &lt;b&gt;7. Ber Tahmid, yaitu membaca Al-Hamdulillah saat    mendapatkan Rizqi&lt;/b&gt; atau mendapatkan sesuatu yang menggembirakan. Ber Tahmid    itu artinya memuji dan bersyukur atas pemberian Nikmat-NYA itu. Allah akan    selalu menambah Rizqi orang-orang yang bersyukur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;p style="margin-left: 15px; margin-right: 9px; text-indent: 36px; color: rgb(255, 255, 102);" align="left"&gt; &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;  Firman Allah : " Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti    Kami ( Allah ), akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari (    Nikmat-KU ), sesungguhnya Azab-KU sangat pedih " ( QS Ibrahim : 7 ).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;        &lt;/span&gt;         &lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);font-family:Arial;" &gt;   &lt;p style="margin-left: 15px; margin-right: 9px; margin-top: 26px;" align="left"&gt;   &lt;span style="background-color: rgb(51, 51, 204);"&gt;   &lt;b&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Jujur dan Dapat Dipercaya merupakan Penyebab    datangnya Rizqi dan Keberkahan.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;         &lt;/span&gt;         &lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;   &lt;/span&gt;&lt;p style="margin-left: 15px; margin-right: 9px; text-indent: 36px; color: rgb(255, 255, 102);" align="left"&gt; &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;  Firman Allah : " Dan barang siapa yang ber Taqwa pada    Allah, maka baginya akan diberikan jalan keluar dan akan diberikan Rizqi yang    datangnya tanpa disangka-sangka ". ( QS Ath Tholaq : 2-3 )&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 255, 102);font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;  &lt;/span&gt;&lt;p style="margin-left: 15px; margin-right: 9px; text-indent: 36px; color: rgb(255, 255, 102);" align="left"&gt; &lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;  Perlu diketahui bahwa Taqwa kepada Allah adalah    merupakan kunci utama adanya suatu kejujuran, pokoknya berkeimanan serta    pangkal kepercayaan seseorang terhadap yang lain dalam muamalah ( pergaulan )    sehari-hari, sehingga dengan demikian, akan menjadi penyebab mudahnya segala    urusan dan menjadi kunci pembuka terhadap datangnya suatu Rizqi. Jadilah    Manusia yang penuh manfaat, jujur, bertanggung jawab, bersyukur atas segala    Nikmat-NYA, Selalu ingat pada-NYA, mendekat dengan ber-Zikir, dan melakukan    segala sesuatu karena-NYA.......&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-5297458781069389652?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/5297458781069389652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/07/penyebab-datangnya-rizqi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/5297458781069389652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/5297458781069389652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/07/penyebab-datangnya-rizqi.html' title='Penyebab Datangnya Rizqi.'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-1518969815816320139</id><published>2009-07-22T16:12:00.001-07:00</published><updated>2009-07-22T16:12:47.812-07:00</updated><title type='text'>Misteri Shalat Subuh</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Bagaimana mungkin seorang mukmin mengharapkan kebaikan di akhirat, sedang pada hari kiamat, tapi tidak pernah melaksanakan Shalat Subuh..&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(255, 255, 0); font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;“Sesungguhnya shalat yang paling berat bagi orang munafik adalah shalat Isya’ dan shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui apa yang terkandung di dalamnya, niscaya mereka akan mendatangi keduanya (berjamaah di masjid) sekalipun dengan merangkak” [HR Al-Bukhari dan Muslim]&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Shalat Subuh memang shalat wajib yang paling sedikit jumlah rekaatnya; hanya dua rekaat saja. Namun, ia menjadi standar keimanan seseorang dan ujian terhadap kejujuran, karena waktunya sangat sempit (sampai matahari terbit)&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Ada hukuman khusus bagi yang meninggalkan shalat Subuh. Rasulullah saw telah menyebutkan hukuman berat bagi yang tidur dan meninggalkan shalat wajib, rata-rata penyebab utama seorang muslim meninggalkan shalat Subuh adalah tidur.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;“Setan melilit leher seorang di antara kalian dengan tiga lilitan ketika ia tidur. Dengan setiap lilitan setan membisikkan, ‘Nikmatilah malam yang panjang ini’. Apabila ia bangun lalu mengingat Allah, maka terlepaslah lilitan itu. Apabila ia berwudhu, lepaslah lilitan yang kedua. Kemudian apabila ia shalat, lepaslah lilitan yang ketiga, sehingga ia menjadi bersemangat. Tetapi kalau tidak, ia akan terbawa lamban dan malas”.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(255, 255, 0); font-style: italic;"&gt;“Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang banyak berjalan dalam kegelapan (waktu Isya’ dan Subuh) menuju masjid dengan cahaya yang sangat terang pada hari kiamat” [HR. Abu Dawud, At-Tarmidzi dan Ibnu Majah]&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Allah akan memberi cahaya yang sangat terang pada hari kiamat nantinya kepada mereka yang menjaga Shalat Subuh berjamaah (bagi kaum lelaki di masjid), cahaya itu ada dimana saja, dan tidak mengambilnya ketika melewati Sirath Al-Mustaqim, dan akan tetap bersama mereka sampai mereka masuk surga, Insya Allah.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;“Shalat berjamaah (bagi kaum lelaki) lebih utama dari shalat salah seorang kamu yang sendirian, berbanding dua puluh tujuh kali lipat. Malaikat penjaga malam dan siang berkumpul pada waktu shalat Subuh”. “Kemudian naiklah para Malaikat yang menyertai kamu pada malam harinya, lalu Rabb mereka bertanya kepada mereka - padahal Dia lebih mengetahui keadaan mereka - ‘Bagaimana hamba-2Ku ketika kalian tinggalkan ?’ Mereka menjawab, ‘Kami tinggalkan mereka dalam keadaan shalat dan kami jumpai mereka dalam keadaan shalat juga’. ” [HR Al-Bukhari]&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Sedangkan bagi wanita - walau shalat di masjid diperbolehkan - shalat di rumah adalah lebih baik dan lebih banyak pahalanya, yaitu yang mengerjakan shalat Subuh pada saat para pria sedang shalat di masjid. Ujian yang membedakan antara wanita munafik dan wanita mukminah adalah shalat pada permulaan waktu.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: trebuchet ms; color: rgb(255, 255, 0); font-style: italic;"&gt;“Barang siapa yang menunaikan shalat Subuh maka ia berada dalam jaminan Allah. Shalat Subuh menjadikan seluruh umat berada dalam jaminan, penjagaan, dan perlindungan Allah sepanjang hari. Barang siapa membunuh orang yang menunaikan shalat Subuh, Allah akan menuntutnya, sehingga Ia akan membenamkan mukanya ke dalam neraka” [HR Muslim, At-Tarmidzi dan Ibnu Majah]&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Banyak permasalahan, yang bila diurut, bersumber dari pelaksanaan shalat Subuh yang disepelekan. Banyak peristiwa petaka yang terjadi pada kaum pendurhaka terjadi di waktu Subuh, yang menandai berakhirnya dominasi jahiliyah dan munculnya cahaya tauhid.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: lucida grande; color: rgb(255, 255, 0); font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;“Sesungguhnya saat jatuhnya adzab kepada mereka ialah di waktu Subuh; bukankah Subuh itu sudah dekat?” (QS Huud:81)&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Rutinitas harian dimulainya tergantung pada pelaksanaan shalat Subuh. Seluruh urusan dunia seiring dengan waktu shalat, bukan waktu shalat yang harus mengikuti urusan dunia.&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new; color: rgb(255, 255, 0); font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;“Jika kamu menolong (agama) Allah, maka ia pasti akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu” (QS Muhammad : 7)&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: courier new; color: rgb(255, 255, 0); font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;“Sungguh Allah akan menolong orang yang menolong agamanya, sesungguhnya Allah Maha Kuat dan Maha Perkasa” (QS Al-Hajj:40)&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;TIPS MENJAGA SHALAT SUBUH :&lt;/p&gt; &lt;ol style="font-family: arial; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;&lt;li&gt;Ikhlaskan niat karena Allah, dan berikanlah hak-hak-Nya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bertekad dan introspeksilah diri Anda setiap hari&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bertaubat dari dosa-dosa dan berniatlah untuk tidak mengulangi kembali&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perbanyaklah membaca doa agar Allah memberi kesempatan untuk shalat Subuh&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Carilah kawan yang baik (shalih)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Latihlah untuk tidur dengan cara yang diajarkan Rasulullah saw (tidur awal; berwudhu sebelum tidur; miring ke kanan; berdoa)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mengurangi makan sebelum tidur serta jauhilah teh dan kopi pada malam hari&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ingat keutamaan dan hikmah Subuh; tulis dan gantunglah di atas dinding&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bantulah dengan 3 buah bel pengingat(jam weker; telpon; bel pintu)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Ajaklah orang lain untuk shalat Subuh dan mulailah dari keluarga&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="font-family: arial; color: rgb(255, 255, 0);"&gt;Jika Anda telah bersiap meninggalkan shalat Subuh, hati-hatilah bila Anda berada dalam golongan orang-orang yang tidak disukai Allah untuk pergi shalat. Anda akan ditimpa kemalasan, turun keimanan, lemah dan terus berdiam diri.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong style="font-style: italic; font-family: times new roman;"&gt;Disarikan dari :&lt;br /&gt;Buku “MISTERI SHALAT SUBUH”&lt;br /&gt;Menyingkap 1001 Hikmah Shalat Subuh Bagi Para Pribadi dan Masyarakat&lt;br /&gt;Pengarang : DR. Raghib As-Sirjani&lt;br /&gt;Penerbit : Aqwam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-1518969815816320139?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/1518969815816320139/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/07/misteri-shalat-subuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/1518969815816320139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/1518969815816320139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/07/misteri-shalat-subuh.html' title='Misteri Shalat Subuh'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-2150004052324182376</id><published>2009-07-18T00:57:00.000-07:00</published><updated>2009-07-18T01:09:24.801-07:00</updated><title type='text'>Sekuntum “Cinta” Pengantin Syurga</title><content type='html'>&lt;h2 class="singlePageTitle"&gt;Sekuntum “Cinta” Pengantin Syurga &lt;/h2&gt; &lt;div class="filedto"&gt; &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/category/kaifa-ihtada/" title="Lihat seluruh tulisan dalam Kaifa Ihtada" rel="category tag"&gt;Kaifa Ihtada&lt;/a&gt;&lt;/div&gt; &lt;div class="tanggal"&gt;27/10/2008 | 26 Syawal 1429 H | Hits: 8,584&lt;/div&gt;  &lt;span class="postedby"&gt;Oleh: &lt;a href="http://www.dakwatuna.com/author/aidil/" title="Profil dari Aidil Heryana, S.Sosi"&gt;Aidil Heryana, S.Sosi&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;dakwatuna.com -&lt;/strong&gt; &lt;em&gt;&lt;span&gt;“Cinta itu mensucikan akal, mengenyahkan kekhawatiran, memunculkan keberanian, mendorong berpenampilan rapi, membangkitkan selera makan, menjaga akhlak mulia, membangkitkan semangat, mengenakan wewangian, memperhatikan pergaulan yang baik, serta menjaga adab dan kepribadian. Tapi cinta juga merupakan ujian bagi orang-orang yang shaleh dan cobaan bagi ahli ibadah,”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam bukunya &lt;em&gt;Raudah Al-Muhibbin wa Nuzhah Al-Musytaqin&lt;/em&gt; memberikan komentar mengenai pengaruh cinta dalam kehidupan seseorang.&lt;/span&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Bila seorang kekasih telah singgah di hati, pikiran akan terpaut pada cahaya wajahnya, jiwa akan menjadi besi dan kekasihnya adalah magnit. Rasanya selalu ingin bertemu meski sekejab. Memandang sekilas bayangan sang kekasih membuat jiwa ini seakan terbang menuju langit ke tujuh dan bertemu dengan jiwanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Indahnya cinta terjadi saat seorang kekasih secara samar menatap bayangan orang yang dikasihi. Bayangan indah itu laksana air yang menyirami, menyegarkan, menyuburkan pepohonan taman di jiwa.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Dahulu di kota Kufah tinggallah seorang pemuda tampan rupawan yang tekun dan rajin beribadat, dia termasuk salah seorang yang dikenal sebagai ahli zuhud. Suatu hari dalam pengembaraannya, pemuda itu melewati sebuah perkampungan yang banyak dihuni oleh kaum An-Nakha’. Demi melepaskan penat dan lelah setelah berhari-hari berjalan maka singgahlah dia di kampung tersebut. Di persinggahan si pemuda banyak bersilaturahim dengan kaum muslimin. Di tengah kekhusyu’annya bersilaturahim itulah dia bertemu dengan seorang gadis yang cantik jelita. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Sepasang mata bertemu, seakan saling menyapa, saling bicara. Walau tak ada gerak lidah! Tak ada kata-kata! Mereka berbicara dengan bahasa jiwa. Karena bahasa jiwa jauh lebih jujur, tulus dan apa adanya. Cinta yang tak terucap jauh lebih berharga dari pada cinta yang hanya ada di ujung lidah. Maka jalinan cintapun tersambung erat dan membuhul kuat. Begitulah sejak melihatnya pertama kali, dia pun jatuh hati dan tergila-gila. Sebagai anak muda, tentu dia berharap cintanya itu tak bertepuk sebelah tangan, namun begitulah ternyata gayung bersambut. Cintanya tidak berada di alam khayal, tapi mejelma menjadi kenyataan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Benih-benih cinta itu bagai anak panah melesat dari busurnya, pada pertemuan yang tersamar, pertemuan yang berlangsung sangat sekejab, pertemuan yang selalu terhalang oleh hijab. Demikian pula si gadis merasakan hal serupa sejak melihat pemuda itu pada kali yang pertama. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Begitulah cinta, ketika ia bersemi dalam hati… terkembang dalam kata… terurai dalam perbuatan…Ketika hanya berhenti dalam hati, itu cinta yang lemah dan tidak berdaya. Ketika hanya berhenti dalam kata, itu cinta yang disertai dengan kepalsuan dan tidak nyata…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika cinta sudah terurai jadi perbuatan, cinta itu sempurna seperti pohon; akarnya terhujam dalam hati, batangnya tertegak dalam kata, buahnya menjumbai dalam perbuatan. Persis seperti iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan dibuktikan oleh amal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Semakin dalam makna cinta direnungi, semakin besar fakta ini ditemukan. Cinta hanya kuat ketika ia datang dari pribadi yang kuat, bahwa integritas cinta hanya mungkin lahir dari pribadi yang juga punya integritas. Karena cinta adalah keinginan baik kepada orang yang kita cintai yang harus menampak setiap saat sepanjang kebersamaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Begitupun dengan si pemuda, dia berpikir cintanya harus terselamatkan! Agar tidak jadi liar, agar selalu ada dalam keabadian. Ada dalam bingkai syari’atnya. Akhirnya diapun mengutus seseorang untuk meminang gadis pujaannya itu. Akan tetapi keinginan tidak selalu seiring sejalan dengan takdir Allah. Ternyata gadis tersebut telah dipertunangkan dengan putera bapak saudaranya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Mendengar keterangan ayah si gadis itu, pupus sudah harapan si pemuda untuk menyemai cintanya dalam keutuhan syari’at. Gadis yang telah dipinang tidak boleh dipinang lagi. Tidak ada jalan lain. Tidak ada jalan belakang, samping kiri, atau samping kanan. Mereka sadar betul bahwa jalinan asmaranya harus diakhiri, karena kalau tidak, justeru akan merusak ’anugerah’ Allah yang terindah ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Bayangkan, bila dua kekasih bertemu dan masing-masing silau serta mabuk oleh cahaya yang terpancar dari orang yang dikasihi, ia akan melupakan harga dirinya, ia akan melepas baju kemanusiaannya dengan menabrak tabu. Dan, sekali bunga dipetik, ia akan layu dan akhirnya mati, dipijak orang karena sudah tak berguna. Jalan belakang ’back street’ tak ubahnya seperti anak kecil yang merusak mainannya sendiri. Penyesalan pasti akan datang belakangan, menangispun tak berguna, menyesal tak mengubah keadaan, badan hancur jiwa binasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Cinta si gadis cantik dengan pemuda tampan masih menggelora. Mereka seakan menahan beban cinta yang sangat berat. Si gadis berpikir barangkali masih ada celah untuk bisa ’diikhtiarkan’ maka rencanapun disusun dengan segala kemungkinan terpahit. Maka si gadis mengutus seorang hambanya untuk menyampaikan sepucuk surat kepada pemuda tambatan hatinya: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;”Aku tahu betapa engkau sangat mencintaiku dan karenanya betapa besar penderitaanku terhadap dirimu sekalipun cintaku tetap untukmu. Seandainya engkau berkenan, aku akan datang berkunjung ke rumahmu atau aku akan memberikan kemudahan kepadamu bila engkau mau datang ke rumahku.” &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Setelah membaca isi surat itu dengan seksama, si pemuda tampan itu pun berpesan kepada kurir pembawa surat wanita pujaan hatinya itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;“Kedua tawaran itu tidak ada satu pun yang kupilih! Sesungguhnya aku takut akan siksaan hari yang besar bila aku sampai durhaka kepada Tuhanku. &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Aku juga takut akan neraka yang api dan jilatannya tidak pernah surut dan padam.” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Pulanglah kurir kekasihnya itu dan dia pun menyampaikan segala yang disampaikan oleh pemuda tadi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Tawaran ketemuan? Dua orang kekasih? Sungguh sebuah tawaran yang memancarkan harapan, membersitkan kenangan, menerbitkan keberanian. Namun bila cinta dirampas oleh gelora nafsu rendah, keindahannya akan lenyap seketika. Dan berubah menjadi naga yang memuntahkan api dan menghancurkan harga diri kita. Sungguh heran bila saat ini orang suka menjadi korban dari amukan api yang meluluhlantakkan harga dirinya, dari pada merasakan keindahan cintanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;“Sungguh selama ini aku belum pernah menemukan seorang yang zuhud dan selalu takut kepada Allah swt seperti dia. Demi Allah, tidak seorang pun yang layak menyandang gelar yang mulia kecuali dia, sementara hampir kebanyakan orang berada dalam kemunafikan.” Si gadis berbangga dengan kesalehan kekasihnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Setelah berkata demikian, gadis itu merasa tidak perlu lagi kehadiran orang lain dalam hidupnya. Pada diri pemuda itu telah ditemukan seluruh keutuhan cintanya. Maka jalan terbaik setelah ini adalah mengekalkan diri kepada ’Sang Pemilik Cinta’. Lalu diapun meninggalkan segala urusan duniawinya serta membuang jauh-jauh segala sesuatu yang berkaitan dengan dunia. Memakai pakaian dari tenunan kasar dan sejak itu dia tekun beribadat, sementara hatinya merana, badannya juga kurus oleh beban cintanya yang besar kepada pemuda yang dicintainya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Bila kerinduan kepada kekasih telah membuncah, dan dada tak sanggup lagi menahahan kehausan untuk bersua, maka saat malam tiba, saat manusia terlelap, saat bumi menjadi lengang, diapun berwudlu. Shalatlah dia dikegelapan gulita, lalu menengadahkan tangan, memohon bantuan Sang Maha Pencipta agar melalui kekuasaa-Nya yang tak terbatas dan dapat menjangkau ke semua wilayah yang tak dapat tersentuh manusia., menyampaikan segala perasaan hatinya pada kekasih hatinya. Dia berdoa karena rindu yang sudah tak tertanggungkan, dia menangis seolah-olah saat itu dia sedang berbicara dengan kekasihnya. Dan saat tertidur kekasihnya hadir dalam mimpinya, berbicara dan menjawab segala keluh-kesah hatinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Dan kerinduannya yang mendalam itu menyelimuti sepanjang hidupnya hingga akhirnya Allah memanggil ke haribaanNya. Gadis itu wafat dengan membawa serta cintanya yang suci. Yang selalu dijaganya dari belitan nafsu syaithoni. Jasad si gadis boleh terbujur dalam kubur, tapi cinta si pemuda masih tetap hidup subur. Namanya masih disebut dalam doa-doanya yang panjang. Bahkan makamnya tak pernah sepi diziarahi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Cinta memang indah, bagai pelangi yang menyihir kesadaran manusia. Demikian pula, cinta juga sangat perkasa. Ia akan menjadi benteng, yang menghalau segala dorongan yang hendak merusak keindahan cinta yang bersemayam dalam jiwa. Ia akan menjadi penghubung antara dua anak manusia yang terpisah oleh jarak bahkan oleh dua dimensi yang berbeda. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Pada suatu malam, saat kaki tak lagi dapat menyanggah tubuhnya, saat kedua mata tak kuasa lagi menahan kantuknya, saat salam mengakhiri qiyamullailnya, saat itulah dia tertidur. Sang pemuda bermimpi seakan-akan melihat kekasihnya dalam keadaan yang sangat menyenangkan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;“Bagaimana keadaanmu dan apa yang kau dapatkan setelah berpisah denganku?” Tanya Pemuda itu di alam mimpinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Gadis kekasihnya itu menjawab dengan menyenandungkan untaian syair: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Kasih… &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;cinta yang terindah adalah mencintaimu, &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;sebuah cinta yang membawa kepada kebajikan. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Cinta yang indah hingga angin syurga berasa malu &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;burung syurga menjauh dan malaikat menutup pintu. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Mendengar penuturan kekasihnya itu, pemuda tersebut lalu bertanya kepadanya, “Di mana engkau berada?” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Kekasihnya menjawab dengan melantunkan syair:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;Aku berada dalam kenikmatan &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;dalam kehidupan yang tiada mungkin berakhir&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;berada dalam syurga abadi yang dijaga&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;oleh para malaikat yang tidak mungkin binasa&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;yang akan menunggu kedatanganmu, &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;wahai kekasih…&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;“Di sana aku bermohon agar engkau selalu mengingatku dan sebaliknya aku pun tidak dapat melupakanmu!” Pemuda itu mencoba merespon syair kekasihnya &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;“Dan demi Allah, aku juga tidak akan melupakan dirimu. Sungguh, aku telah memohon untukmu kepada Tuhanku juga Tuhanmu dengan kesungguhan hati, hingga Allah berkenan memberikan pertolongan kepadaku!” jawab si gadis kekasihnya itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;“Bilakah aku dapat melihatmu kembali?” Tanya si pemuda menegaskan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;“Tak lama lagi engkau akan datang menyusulku kemari,” Jawab kekasihnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Tujuh hari sejak pemuda itu bermimpi bertemu dengan kekasihnya, akhirnya Allah mewafatkan dirinya. Allah mempertemukan cinta keduanya di alam baqa, walau tak sempat menghadirkan romantismenya di dunia. Allah mencurahkan kasih sayang-Nya kepada mereka berdua menjadi pengantin syurga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span&gt;Subhanallaah! Cinta memiliki kekuatan yang luar biasa. &lt;/span&gt;&lt;span&gt;Pantaslah kalau cinta membutuhkan aturan. Tidak lain dan tidak bukan, agar cinta itu tidak berubah menjadi cinta yang membabi buta yang dapat menjerumuskan manusia pada kehidupan hewani dan penuh kenistaan. Bila cinta dijaga kesuciannya, manusia akan selamat. Para pasangan yang saling mencintai tidak hanya akan dapat bertemu dengan kekasih yang dapat memupus kerinduan, tapi juga mendapatkan ketenangan, kasih sayang, cinta, dan keridhaan dari dzat yang menciptakan cinta yaitu Allah SWT. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IT"&gt;Di negeri yang fana ini atau di negeri yang abadi nanti.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;“Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya di antara kamu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;(QS. Ar-Ruum : 21).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dari Raja’ bin Umar An-Nakha’i dll.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-2150004052324182376?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/2150004052324182376/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/07/sekuntum-cinta-pengantin-syurga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/2150004052324182376'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/2150004052324182376'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/07/sekuntum-cinta-pengantin-syurga.html' title='Sekuntum “Cinta” Pengantin Syurga'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-8683747632912211455</id><published>2009-06-17T18:24:00.000-07:00</published><updated>2009-06-17T18:33:23.355-07:00</updated><title type='text'>Say To My Father</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Terimakasih untuk Ayahandaku, Terimakasih telah mengajariku Islam yang kuat,&lt;br /&gt;kedisplinan dengan keras, mengajariku tentang kerasnya kehidupan, kemandirian,&lt;br /&gt;Kejujuran, Kesederhanaan hingga aku menjadi seperti saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maaf jika aku sebagai seorang anak belum bisa membahagiakanmu seutuhnya,&lt;br /&gt;belum bisa menjadi anak yang engkau dambakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YAA RABB,&lt;br /&gt;terimakasih Engkau telah memudahkan jalan beliau saat kembali padaMU,&lt;br /&gt;tanda-tanda keindahan saat kembali padaMU, sangat indah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;YAA RABB,&lt;br /&gt;Semoga amalnya diterima disisiMU, hadirkanlah beliau pada wangi SyurgaMU,&lt;br /&gt;dan jadikanlah anak-anaknya menjadi shaleh &amp;amp; shalehah,&lt;br /&gt;sebagai penerus amal baiknya &amp;amp; penerus dalam menegakkan syariatMU.. Amiin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yusro&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-8683747632912211455?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/8683747632912211455/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/06/say-to-my-father.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/8683747632912211455'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/8683747632912211455'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/06/say-to-my-father.html' title='Say To My Father'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-4103839654959574861</id><published>2009-06-11T18:40:00.000-07:00</published><updated>2009-06-11T18:42:01.352-07:00</updated><title type='text'>Tidak semua orang dapat bertemu dengan Allah swt.</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt; Didunia ini, pasti tidak sembarang orang dapat bertemu dengan orang-     orang penting. Betemu dengan raja/ratu, kepala Negara, para pejabat     tinggi, konglomerat, bilyuner atau trilyuner, dll. Selain mereka     sangat sibuk, lagi pula sangat banyak orang yang memerlukan dan     berkepentingan dengan mereka. Mereka harus memilih siapa saja orang-     orang yang dapat bertemu dengan mereka. Seberapa penting dan besar     manfaatnya bagi mereka/negara jika memang harus menemui orang-orang   tersebut. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bayangkan jika tiba-tiba kita mendapat undangan untuk bertemu     presiden Indonesia, pasti banyak sekali waktu yang kita sisihkan     untuk bersiap-siap. Mulai urusan pakaian, bahan pembicaraan yang     akan disampaikan, sampai urusan dandanan pun kita perhatikan.     Persiapannya bisa berminggu-minggu jika undangan tersebut tidak     datang mendadak. Apalagi jika diundang raja/ratu atau orang-orang     penting dari negara lain, mungkin kita harus kursus bahasa mereka     dahulu berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Walaupun biasanya   didampingi penterjemah. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Lalu bagaimana pertemuan kita dengan Allah swt. ? Sang Pencipta,     Raja dari semua Raja. Apakah terlintas bahwa kita dapat bertemu   dengan Allah swt. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Siapa yang banyak mendapat pertolongan dari Allah swt, biasanya ia     rindu untuk bertemu denganNya. Rasa ingin tahu dan rasa sayang      kepada Allah juga membuat kita ingin sekali bertemu denganNya.   Seperti apa DIA? &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dia yang mengatur seluruh urusan dibumi, langit dan seluruh jagat     raya ini, sehingga semua berjalan pada posisinya. Dia yang     menciptakan manusia, hewan, tumbuhan, langit, bumi, bulan,tata     surya, malam dan siang, malaikat dan iblis. Dia yang menghidupkan     dan mematikan kita. Allah swt lebih sibuk dari siapapun dimuka bumi   ini. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Allah swt adalah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Rasanya Allah     tidak memiliki kepentingan atas siapa orang-orang atau hamba-     hambaNya yang pantas bertemu denganNya kelak di hari akhir. Malah,     jika kita mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Allah swt,   hasilnya adalah untuk kita sendiri. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;"Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah     ia mengerjakan amal shaleh dan janganlah ia mempersekutukan   seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya." &lt;/em&gt;[18:110] &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Amal shaleh, kebaikan yang kita lakukan didunia, sujud dan patuh     kepada Allah swt, semua bermanfaat bagi diri kita sendiri. Hasilnya     bahkan bisa lebih dari hidup yang bahagia, hati yang lapang dan   tenang, keluarga yang sakinah,rezeki yang selalu cukup, dll. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Apabila persiapan kita untuk bertemu dengan orang-orang terpenting     dimuka bumi ini membutuhkan waktu berminggu-minggu. Maka, bertemu     Allah swt, Tuhan, Sang Pencipta pasti membutuhkan waktu yang tidak     sedikit. Bertahun-tahun, bahkan sejak didalam kandungan, atau lebih   dari itu. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bagaimana ibadah yang Allah swt perintahkan, bagaimana agar tidak     menyekutukan/menduakan Allah swt, bagaimana agar Allah menyayangi     kita.., dll. Semua ada di Al-quran. Nabi Muhammad saw (dan juga nabi-     nabi sebelumnya) telah Allah utus untuk mencontohkannya yang     kemudian dikumpulkan dalam hadis shahih. Sebenarnya semua sudah   dimudahkan oleh Allah swt untuk persiapan bertemu denganNya. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Namun, tidak semua orang dapat bertemu dengan Allah swt. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;"Pada hari betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud;     maka mereka tidak kuasa, dalam keadaan pandangan tunduk ke bawah     lagi mereka diliputi kehinaan. Dan sesungguhnya mereka dahulu     (didunia) diseru untuk bersujud, dan mereka dalam keadaan sejahtera"&lt;/em&gt;   [68:42-43] &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Hanya orang-orang mau dipanggil untuk sujud (patuh) kepada Allah     selama didunia yang dapat sujud dihadapan Allah swt dihari akhir.   Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;http://www.dudung.net/&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-4103839654959574861?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/4103839654959574861/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/06/tidak-semua-orang-dapat-bertemu-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/4103839654959574861'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/4103839654959574861'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/06/tidak-semua-orang-dapat-bertemu-dengan.html' title='Tidak semua orang dapat bertemu dengan Allah swt.'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-6597429436355518187</id><published>2009-06-11T18:37:00.001-07:00</published><updated>2009-06-11T18:37:46.654-07:00</updated><title type='text'>Luasnya Neraka</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Yazid Arraqqasyi dari Anas bin Malik ra. berkata: Jibril datang kepada   Nabi saw pada waktu yg ia tidak biasa datang dalam keadaan berubah mukanya,   maka ditanya oleh nabi s.a.w.: "Mengapa aku melihat kau berubah muka?"   Jawabnya: "Ya Muhammad, aku datang kepadamu di saat Allah menyuruh supaya   dikobarkan penyalaan api neraka, maka tidak layak bagi orang yg   mengetahui bahwa neraka Jahannam itu benar, dan siksa kubur itu   benar, dan siksa Allah itu terbesar untuk bersuka-suka sebelum ia merasa   aman dari padanya."&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Lalu nabi s.a.w. bersabda: "Ya Jibril, jelaskan padaku sifat Jahannam."   Jawabnya: "Ya. Ketika Allah menjadikan Jahannam, maka dinyalakan selama   seribu tahun, sehingga merah, kemudian dilanjutkan seribu tahun sehingga   putih, kemudian seribu tahun sehingga hitam, maka ia hitam gelap, tidak   pernah padam nyala dan baranya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak,   andaikan terbuka sebesar lubang jarum niscaya akan dapat membakar   penduduk dunia semuanya kerana panasnya.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan satu baju ahli neraka   itu digantung di antara langit dan bumi niscaya akan mati penduduk bumi   kerana panas dan basinya. Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak,   andaikan satu pergelangan dari rantai yg disebut dalam Al-Qur'an itu   diletakkan di atas bukit, niscaya akan cair sampai ke bawah bumi yg ke   tujuh.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Demi Allah yg mengutus engkau dengan hak, andaikan seorang di ujung   barat tersiksa, niscaya akan terbakar orang-orang yang di ujung timur   kerana sangat panasnya, Jahannam itu sangat dalam dan perhiasannya besi,   dan minumannya air panas campur nanah, dan pakaiannya potongan-potongan   api. Api neraka itu ada tujuh pintu, tiap-tiap pintu ada bagiannya yang   tertentu dari orang laki-laki dan perempuan."&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Nabi s.a.w. bertanya: "Apakah pintu-pintunya bagaikan pintu-pintu rumah   kami?" Jawabnya: "Tidak, tetapi selalu terbuka, setengahnya di bawah    dari   lainnya, dari pintu ke pintu jarak perjalanan 70,000 tahun, tiap pintu   lebih panas dari yang lain 70 kali ganda." (nota kefahaman: yaitu yg   lebih bawah lebih panas)&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Tanya Rasulullah s.a.w.: "Siapakah penduduk masing-masing    pintu?" Jawab Jibril:&lt;br /&gt;  "&lt;strong&gt;Pintu yg terbawah&lt;/strong&gt; untuk orang-orang munafik, dan orang-orang    yg kafir setelah diturunkan hidangan mukjizat nabi Isa a.s. serta keluarga Fir'aun    sedang namanya &lt;em&gt;Al-Hawiyah&lt;/em&gt;. &lt;strong&gt;&lt;br /&gt;  Pintu kedua&lt;/strong&gt; tempat orang-orang musyrikin bernama &lt;em&gt;Jahim,&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;  &lt;strong&gt;Pintu ketiga&lt;/strong&gt; tempat orang shobi'in bernama Saqar.&lt;br /&gt;  &lt;strong&gt; Pintu ke empat &lt;/strong&gt;tempat Iblis dan pengikutnya dari kaum majusi    bernama &lt;em&gt;Ladha,&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;  &lt;strong&gt; Pintu kelima &lt;/strong&gt;orang yahudi bernama &lt;em&gt;Huthomah&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;  &lt;strong&gt;Pintu ke enam&lt;/strong&gt; tempat orang nasara bernama &lt;em&gt;Sa'eir."&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Kemudian Jibril diam segan pada Rasulullah s.a.w. sehingga ditanya:    "Mengapa tidak kau terangkan penduduk &lt;strong&gt;pintu ke tujuh?"&lt;/strong&gt;    Jawabnya: "Di dalamnya orang-orang yg berdosa besar dari ummatmu yg sampai    mati belum sempat bertaubat."&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Maka nabi s.a.w. jatuh pingsan ketika mendengar keterangan itu, sehingga   Jibril meletakkan kepala nabi s.a.w. di pangkuannya sehingga sadar   kembali dan sesudah sadar nabi saw bersabda: "Ya Jibril, sungguh besar   kerisauanku dan sangat sedihku, apakah ada seorang dari ummat ku yang   akan masuk ke dalam neraka?" Jawabnya: "Ya, yaitu orang yg berdosa    besar   dari ummatmu."&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt; Kemudian nabi s.a.w. menangis, Jibril juga menangis, kemudian    nabi s.a.w. masuk ke dalam rumahnya dan tidak keluar kecuali untuk sembahyang    kemudian kembali dan tidak berbicara dengan orang dan bila sembahyang selalu    menangis dan minta kepada Allah.(dipetik dari kitab "Peringatan Bagi Yg    Lalai") &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dari Hadits Qudsi: Bagaimana kamu masih boleh melakukan maksiat    sedangkan kamu tak dapat bertahan dengan panasnya terik matahari Ku. Tahukah    kamu bahwa neraka jahanamKu itu: &lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; Neraka Jahanam itu mempunyai 7 tingkat &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Setiap tingkat mempunyai 70,000 daerah &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Setiap daerah mempunyai 70,000 kampung &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Setiap kampung mempunyai 70,000 rumah &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setiap rumah mempunyai 70,000 bilik &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Setiap bilik mempunyai 70,000 kotak &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Setiap kotak mempunyai 70,000 batang pokok zarqum &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 ekor ular &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Di dalam mulut setiap ular yang panjang 70 hasta mengandung lautan racun      yang hitam pekat. &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Juga di bawah setiap pokok zarqum mempunyai 70,000 rantai &lt;/li&gt;&lt;li&gt; Setiap rantai diseret oleh 70,000 malaikat &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Mudah-mudahan dapat menimbulkan keinsafan kepada kita semua. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Wallahua'lam.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-6597429436355518187?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/6597429436355518187/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/06/luasnya-neraka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/6597429436355518187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/6597429436355518187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/06/luasnya-neraka.html' title='Luasnya Neraka'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-2036242765107224266</id><published>2009-04-28T21:31:00.000-07:00</published><updated>2009-04-28T21:33:57.394-07:00</updated><title type='text'>Aku Takut Menikah Karena Belum....</title><content type='html'>&lt;em&gt;Sumber : Majalah El-Fata Edisi 11 Th.I/2001/1422 hal.16-19&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;1. Belum Bekerja&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Inilah masalah klasik seputar menikah, terutama bagi pihak pemuda. Ketika sudah    merasa cocok dengan seorang muslimah, dan jika ditunda-tunda bisa berakibat    buruk, ternyata si Pemuda belum punya pekerjaan untuk menghidupi keluarga kelak.    "mau dikasih makan apa anak dan istri kamu, dikasih cinta doang ?!?" Begitulah    perkataan sinis yang senantiasa terngiang-ngiang ditelinganya. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Seorang laki-laki memang merupakan tulang punggung dalam sebuah keluarga. Menghidupi    seluruh anggota keluarga adalah tangging jawabnya. Rasulullah bersabda, yang    artinya, &lt;i&gt;"Bertaqwalah kepada Allahdalam memperlakukan wanita. Sebab kamu    mengambilnya dengan amanat allah dan farjinya menjadi halal bagi kamu dengan    kalimat Allah. (Menjadi) kewajiban kamu untuk memberi rizki dan pakaiannya dengan    cara yang baik."&lt;/i&gt; (HR.Muslim) &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dengan demikian, penghasilan dalam suatu keluarga memang diperlukan. Namun    sebenarnya, tidak berarti belum kerja kemudian tidak boleh menikah. Allah SWT    berfirman, yang artinya, &lt;i&gt;"Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian (belum    menikah) diantara kamu, dan orang-orang yang layak menikah dari hamba-hamba    sahayamuyang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin,    Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya)    lagi Maha Mengetahui."&lt;/i&gt; (Surat An-Nur : 32) &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Penghasilan bisa dicari setelah menikah. Yang pertama kali harus dilakukan    adalah percaya dan yakin akan janji Allah pada firman-Nya di atas. Tak sedikit    pemuda yang susah mencari kerja sebelum menikah, tapi setelah menikah ternyata    banyak tawaran kerja dan peluang kerja. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sebagai persiapan sebelum menikah, kesungguhan dalam menuntut ilmu dunia agar    kelak mudah mendapatkan penghidupan yang baik pula untuk dilakukan. Walaupun    tak selamanya relevan, kuliah yang baik dan dan prestasi yang bagus masih merupakan    suatu modal yang dapat diandalkan dalam mencari kerja. Bagaimana kalau kuliah    sudah terlanjur tidak karuan ? Jika sudah begini perlu juga pegang prinsip bahwa    pekerjaan kelak tidak harus sesuai dengan bidang yang dipelajari saat ini. Banyak    yang dapat rejeki lumayan dari bekerja dalam suatu bidang yang dulu tidak pernal    dipelajari dalam jenjang pendidikan formal. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Persiapan lain yang bisa dilakukan adalah kuliah sambil kerja. Sembari menabung,    juga bisa untuk jaga-jaga apabila ketika lulus nanti tidak langsung diterima    bekerja sesuai bidang yang dipelajari. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;2. Belum Lulus &lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Berbeda dengan yang pertama, masalah yang satu ini bisa menjadi    penghalang bagi pihak pemuda dan pemudi. Mungkin seseorang sudah bekerja atau    sudah punya prinsip untuk mencari kerja setelah menikah namun ia ragu untuk    menikah gara-gara belumlulus kuliah. Bisa jadi pula yang punya alasan seperti    ini sang pemudi pujaan hatinya. Bayangan kuliah sambil menikah baginya tampak    menyeramkan. Kuliah sambil mengurus diri sendiri saja sudah repot apalagi jika    harus ditambah tanggung jawab mengurus orang lain. Ditambah kalau si buah hati    sudah lahir dan belum juga lulus kuliah, tampaknya akan tambah repot. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sebenarnya, menikah tidaklah selalu mengganggu kuliah. Malahan hadirnya pendamping    hidup baru bisa menambah semangat utuk belajar. Bisa jadi, sebelum menikah malas-malasan    belajarnya, ketika sudah menikah malah tambah semangat dan tambah rajin untuk    belajar. Tidak sedikit yang mengalami perubahan demikian, apalagi secara peraturan    akademik seorang mahasiswa sudah diperbolehkan untuk menikah. Seorang mahasiswa    sudah tidak dianggap ABG (Anak Baru Gede) lagi, tapi AUG (Anak Udah Gede) alias    sudah dewasa. Seorang yang sudah dewasa dianggap sudah bisa bertanggung jawab    apa yang menjadi pilihan hidupnya. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Memang benar untuk tetap mengadakan persiapan jika mengambil jalan menikah    di saat masih kuliah. Yang pertama harus disadari adalah bahwa hidup berkeluarga    adalah berbeda dengan hidup sendirian. Tidak pantas jika orang yang sudah menikah    tetap bebas, lepas, menelantarkan keluarganya sebagaimana dulu bisa ia lakukan    ketika masih lajang. Orang yang menikah sambil kuliah juga harus pandai-pandai    mengatur waktu antara tanggung jawabnya dalam keluarga dan dalam belajar. Selain    waktu, manajemen pemikiran juga solid, karena begitu menikah masalah-masalah    dulu yang belum ada mendadak bermunculan secara serentak. Bagaimana memahami    pasangan hidup baru, bagaimana jika hamil dan melahirkan, bagaimana mendidik    anak, bagaimana mencari rumah -nebeng mertua atau cari kontrakan-, bagaimana    bersikap kepada mertua, tetangga dan lain-lain, apalagi masih harus memikirkan    pelajaran. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Pusing....? Semoga tidak. Sebenarnya menikah sambil kuliah bisa disiapkan sejak    hari ini, bahkan juga sudah sejak SD. Modal awalnya adalah manajemen diri sendiri.    Ketika seorang sudah sejak dahulu berlatih untuk hidup mandiri, akan mudah baginya    untuk hidup berkeluarga. Misalnya saja sudah sejak SD bisa mencuci pakaian dan    piring sendiri, mengatur waktu belajar, berorganisasi, dan bermain, mengatur    keuangan sendiri, dan sebagainya. Kesiapan juga bisa diraih jika seseorang biasa    menghadapi dan memecahkan problem hidupnya. Karena itu perlu organisasi dan    bersaudara dengan orang lain, saling mengenal, memahami orang lain dan membantu    kesulitannya. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;3. Belum Cocok&lt;/b&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Mungkin pula sudah lulus, sudah kerja, sudah berusaha cari calon pasangan tapi    merasa belum menemukan pasangan yang cocok, sehingga belum jadi menikah pula,    padahal sudah hampir tidak tahan ! Ini juga merupakan masalah yang bisa datang    dari kedua belah pihak, baik pihak pemuda maupun pemudi. Kecocokan memang diperlukan.    yang jadi ertimbangan dasar dan awal tetntu saja faktor agama, yaitu aqidah    dan akhlaknya. Allah berfirman, yang artinya : &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;"Mereka (perrempuan-perempuan mukmin) tidak halal bagi laki-laki kafir.    Dan laki-laki kafir pun tidak halal bagi mereka." &lt;/i&gt;(Al-Mumtahanah : 10) &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Rasulullah juga bersabda,&lt;i&gt; "Wanita itu dinikahi karena 4 hal : karena kecantikannya,    karena keturunannya, karena kekayaannya, dan karena agamanya. Menangkanlah dengan    memilih agamanya maka taribat yadaaka (kembali kepada fitrah atau beruntung)."&lt;/i&gt;    (HR. Al-Bukhari, Muslim, dan lain-lain) &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Keadaan yang lain adalah nomor dua setelah pertimbangan agama. Namun kebanyakan    di sinilah ketidakcocokannya. Sudah dapat yang agamanya bagus tapi kok nggak    cocok pekerjaannya, nggak cocok latar belakang pendidikannya, nggak cocok hobinya,    warna matanya kok begitu, pakai kacamata, kok hidungnya...dan lain-lain. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kalau mau mencari kekurangan tiap orang pasti punya kekurangan karena tidak    ada manusia yang diciptakan secara sempurna. Sudah cantik, kaya, keturunan bangsawan,    pandai, rajin, keibuan, penyayang, tidak pernah berbuat salah. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Ketika seorang pemuda atau pemudi sudah mau menikah, memang seharusnya    cari tahu dulu tentang calon pasangan hidupnya ke sahabatnya, saudaranya atau    ustadznya, atau yang lainnya, baik kelebihan maupu kekurangannya. Jika sudah    tahu, tanyakan pada diri sendiri, apakah bisa menerima dan memaklumi kekurangan    serta kelebihan si dia. Rasulullah bersabda, yang artinya, &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;i&gt;"Janganlah seorang mukmin laki-laki membenci mukmin perempuan. Bila dia    membencinya dari satu sisi, tapi akan menyayang dari sisi lain." &lt;/i&gt;(HR.Muslim)  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Jadi, jangan hanya melihat kekurangannya saja, tapi juga perlu melihat kelebihannya.    Ketika kekurangan sudah bisa diterima, kelebihan akan lebih bisa menimbulkan    perasaan suka. Karea itu, jangan sampai sulit nikah karena dibikin sendiri.  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;4. Belum Mantap &lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Masalah satu ini juga bisa terjadi pada tiap orang pihak pemuda, pihak pemudi,    baik yang sudah kerja atau yang belum, baik sudah lulus atau belum. Pertama    kali, perlu diselidiki belum mantapnya itu karena apa, karena tak sedikit yang    beralasan belum mantap, ketika ditelusuri larinya juga menuju ketiga masalah    'belum' di atas. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Namun ada juga yang belum mantap karena memang merasa persiapan dirinya kurang    baik ilmu tentang pernikahan, keluarga, dan pernik-pernik di sekitarnya. Orang    seperti ini malah tidak memusingkan masalah ketiga 'belum' di atas, karena memang    dia merasa belum siap dan belum mampu. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Solusinya tidak lain adalah mementapkan dan mempersiapkan diri. Hal ini bisa    ditempuh lewat menuntut ilmu tentang pernikahan, dan keluarga, baik dengan menghadiri    pengajian, yang membahas masalah tersebut atau dengan membaca buku-buku mengenainya.    Penting pula untuk menimba pengalaman kepada orang yang sudah menikah, karena    kadang-kadang buku-buku dan ceramah ilmiah dan formal tidak membahas masalah    praktis yang detail yang diperlukan agar siap menikah. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-2036242765107224266?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/2036242765107224266/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/04/aku-takut-menikah-karena-belum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/2036242765107224266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/2036242765107224266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/04/aku-takut-menikah-karena-belum.html' title='Aku Takut Menikah Karena Belum....'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-1790412452899151814</id><published>2009-02-17T14:42:00.000-08:00</published><updated>2009-02-17T17:55:29.614-08:00</updated><title type='text'>Dakwah Ini Tidak Bisa Diemban oleh Orang yang Manja</title><content type='html'>&lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Wahai Saudaraku yang dikasihi Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perjalanan dakwah yang kita lalui ini bukanlah perjalanan yang banyak ditaburi kegemerlapan dan kesenangan. Ia merupakan perjalanan panjang yang penuh tantangan dan rintangan berat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Telah banyak sejarah orang-orang terdahulu sebelum kita yang merasakan manis getirnya perjalanan dakwah ini. Ada yang disiksa, ada pula yang harus berpisah kaum kerabatnya. Ada pula yang diusir dari kampung halamannya. Dan sederetan kisah perjuangan lainnya yang telah mengukir bukti dari pengorbanannya dalam jalan dakwah ini. Mereka telah merasakan dan sekaligus membuktikan cinta dan kesetiaan terhadap dakwah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Cobalah kita tengok kisah Dzatur Riqa’ yang dialami sahabat Abu Musa Al Asy’ari dan para sahabat lainnya –semoga Allah swt. meridhai mereka. Mereka telah merasakannya hingga kaki-kaki mereka robek dan kuku tercopot. Namun mereka tetap mengarungi perjalanan itu tanpa mengeluh sedikitpun. Bahkan, mereka malu untuk menceritakannya karena keikhlasan dalam perjuangan ini. Keikhlasan membuat mereka gigih dalam pengorbanan dan menjadi tinta emas sejarah umat dakwah ini. Buat selamanya.&lt;span id="more-2301"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengorbanan yang telah mereka berikan dalam perjalanan dakwah ini menjadi suri teladan bagi kita sekalian. Karena kontribusi yang telah mereka sumbangkan untuk dakwah ini tumbuh bersemi. Dan, kita pun dapat memanen hasilnya dengan gemilang. Kawasan Islam telah tersebar ke seluruh pelosok dunia. Umat Islam telah mengalami populasi dalam jumlah besar. Semua itu karunia yang Allah swt. berikan melalui kesungguhan dan kesetiaan para pendahulu dakwah ini. Semoga Allah meridhai mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Duhai saudaraku yang dirahmati Allah swt.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Renungkanlah pengalaman mereka sebagaimana yang difirmankan Allah swt. dalam surat At-Taubah: 42.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau yang kamu serukan kepada mereka (orang-orag munafik) itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak berapa jauh, pastilah mereka mengikutimu. Tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka, mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah, “Jika kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu.” Mereka membinasakan diri mereka sendiri dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mereka juga telah melihat siapa-siapa yang dapat bertahan dalam mengarungi perjalanan yang berat itu. Hanya kesetiaanlah yang dapat mengokohkan perjalanan dakwah ini. Kesetiaan yang menjadikan pemiliknya sabar dalam menghadapi cobaan dan ujian. Menjadikan mereka optimis menghadapi kesulitan dan siap berkorban untuk meraih kesuksesan. Kesetiaan yang menghantarkan jiwa-jiwa patriotik untuk berada pada barisan terdepan dalam perjuangan ini. Kesetiaan yang membuat pelakunya berbahagia dan sangat menikmati beban hidupnya. Setia dalam kesempitan dan kesukaran. Demikian pula setia dalam kelapangan dan kemudahan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saudaraku seperjuangan yang dikasihi Allah swt.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebaliknya orang-orang yang rentan jiwanya dalam perjuangan ini tidak akan dapat bertahan lama. Mereka mengeluh atas beratnya perjalanan yang mereka tempuh. Mereka pun menolak untuk menunaikannya dengan berbagai macam alasan agar mereka diizinkan untuk tidak ikut. Mereka pun berat hati berada dalam perjuangan ini dan akhirnya berguguran satu per satu sebelum mereka sampai pada tujuan perjuangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penyakit wahan telah menyerang mental mereka yang rapuh sehingga mereka tidak dapat menerima kenyataan pahit sebagai risiko dan sunnah dakwah ini. Malah mereka menggugatnya lantaran anggapan mereka bahwa perjuangan dakwah tidaklah harus mengalami kesulitan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguannya. Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka, dan dikatakan kepada mereka: “Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu.” (At-Taubah: 45-46)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kesetiaan yang ada pada mereka merupakan indikasi kuat daya tahannya yang tangguh dalam dakwah ini. Sikap ini membuat mereka &lt;em&gt;stand by&lt;/em&gt; menjalankan tugas yang terpikul di pundaknya. Mereka pun dapat menunaikan tugas dengan sebaik-baiknya. Bila ditugaskan sebagai prajurit terdepan dengan segala akibat yang akan dihadapinya, ia senantiasa berada pada posnya tanpa ingin meninggalkannya sekejap pun. Atau bila ditempatkan pada bagian belakang, ia akan berada pada tempatnya tanpa berpindah-pindah. Sebagaimana yang disebutkan Rasulullah saw. dalam beberapa riwayat tentang prajurit yang baik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wahai Saudaraku yang dirahmati Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Marilah kita telusuri perjalanan dakwah Abdul Fattah Abu Ismail, salah seorang murid Imam Hasan Al Banna yang selalu menjalankan tugas dakwahnya tanpa keluhan sedikitpun. Dialah yang disebutkan Hasan Al Banna orang yang sepulang dari tempatnya bekerja sudah berada di kota lain untuk memberikan ceramah kemudian berpindah tempat lagi untuk mengisi pengajian dari waktu ke waktu secara maraton. Ia selalu berpindah-pindah dari satu kota ke kota lain untuk menunaikan amanah dakwah. Sesudah menunaikan tugas dengan sebaik-baiknya, ia merupakan orang yang pertama kali datang ke tempatnya bekerja. Malah, ia yang membukakan pintu gerbangnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pernah ia mengalami keletihan hingga tertidur di sofa rumah Zainab Al-Ghazali. Melihat kondisi tubuhnya yang lelah dan penat itu, tuan rumah membiarkan tamunya tertidur sampai bangun. Setelah menyampaikan amanah untuk Zainab Al Ghazali, Abdul Fattah Abu Ismail pamit untuk ke kota lainnya. Karena keletihan yang dialaminya, Zainab Al Ghazali memberikan ongkos untuk naik taksi. Abdul Fattah Abu Ismail mengembalikannya sambil mengatakan, “Dakwah ini tidak akan dapat dipikul oleh orang-orang yang manja.” Zainab pun menjawab, “Saya sering ke mana-mana dengan taksi dan mobil-mobil mewah, tapi saya tetap dapat memikul dakwah ini dan saya pun tidak menjadi orang yang manja terhadap dakwah. Karena itu, pakailah ongkos ini, tubuhmu letih dan engkau memerlukan istirahat sejenak.” Ia pun menjawab, “Berbahagialah ibu. Ibu telah berhasil menghadapi ujian Allah swt. berupa kenikmatan-kenikmatan itu. Namun, saya khawatir saya tidak dapat menghadapinya sebagaimana sikap ibu. Terima kasih atas kebaikan ibu. Biarlah saya naik kendaraan umum saja.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Duhai saudaraku yang dimuliakan Allah swt.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Itulah contoh orang yang telah membuktikan kesetiaannya pada dakwah lantaran keyakinannya terhadap janji-janji Allah swt. Janji yang tidak akan pernah dipungkiri sedikit pun. Allah swt. telah banyak memberikan janji-Nya pada orang-orang yang beriman yang setia pada jalan dakwah berupa berbagai anugerah-Nya. Sebagaimana yang terdapat dalam Al-Qur’an.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqan dan menghapuskan segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni (dosa-dosa)- mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (Al-Anfal: 29)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan janji Allah swt. tersebut, orang-orang beriman tetap bertahan mengarungi jalan dakwah ini. Dan mereka pun tahu bahwa perjuangan yang berat itu sebagai kunci untuk mendapatkannya. Semakin berat perjuangan ini semakin besar janji yang diberikan Allah swt. kepadanya. Kesetiaan yang bersemayam dalam diri mereka itulah yang membuat mereka tidak akan pernah menyalahi janji-Nya. Dan, mereka pun tidak akan pernah mau merubah janji kepada-Nya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak merubah (janjinya). (Al Ahzab: 23)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wahai ikhwah kekasih Allah swt.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pernah seorang pejuang Palestina yang telah berlama-lama meninggalkan kampung halaman dan keluarganya untuk membuat mencari dukungan dunia dan dana diwawancarai. “Apa yang membuat Anda dapat berlama-lama meninggalkan keluarga dan kampung halaman?” Jawabnya, karena perjuangan. Dan, dengan perjuangan itu kemuliaan hidup mereka lebih berarti untuk masa depan bangsa dan tanah airnya. “Kalau bukan karena dakwah dan perjuangan, kami pun mungkin tidak akan dapat bertahan,” ungkapnya lirih.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wahai saudaraku seiman dan seperjuangan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aktivis dakwah sangat menyakini bahwa kesabaran yang ada pada dirinyalah yang membuat mereka kuat menghadapi berbagai rintangan dakwah. Bila dibandingkan apa yang kita lakukan serta yang kita dapatkan sebagai risiko perjuangan di hari ini dengan keadaan orang-orang terdahulu dalam perjalanan dakwah ini, belumlah seberapa. Pengorbanan kita di hari ini masih sebatas pengorbanan waktu untuk dakwah. Pengorbanan tenaga dalam amal khairiyah untuk kepentingan dakwah. Pengorbanan sebagian kecil dari harta kita yang banyak. Dan bentuk pengorbanan ecek-ecek lainnya yang telah kita lakukan. Coba lihatlah pengorbanan orang-orang terdahulu, ada yang disisir dengan sisir besi, ada yang digergaji, ada yang diikat dengan empat ekor kuda yang berlawanan arah, lalu kuda itu dipukul untuk lari sekencang-kencangnya hingga robeklah orang itu. Ada pula yang dibakar dengan tungku yang berisi minyak panas. Mereka dapat menerima resiko karena kesabaran yang ada pada dirinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kesabaran adalah kuda-kuda pertahanan orang-orang beriman dalam meniti perjalanan ini. Bekal kesabaran mereka tidak pernah berkurang sedikit pun karena keikhlasan dan kesetiaan mereka pada Allah swt.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan berapa banyak nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. (Ali Imran: 146)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bila kita memandang kehidupan generasi pilihan, kita akan temukan kisah-kisah brilian yang telah menyuburkan dakwah ini. Muncullah pertanyaan besar yang harus kita tujukan pada diri kita saat ini. Apakah kita dapat menyemai dakwah ini menjadi subur dengan perjuangan yang kita lakukan sekarang ini ataukah kita akan menjadi generasi yang hilang dalam sejarah dakwah ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ingat, dakwah ini tidak akan pernah dapat dipikul oleh orang-orang yang manja. Militansi aktivis dakah merupakan kendaraan yang akan menghantarkan kepada kesuksesan. Semoga Allah menghimpun kita dalam kebaikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wallahu a’lam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;generasighuraba.multiply.com&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-1790412452899151814?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/1790412452899151814/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/02/dakwah-ini-tidak-bisa-diemban-oleh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/1790412452899151814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/1790412452899151814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/02/dakwah-ini-tidak-bisa-diemban-oleh.html' title='Dakwah Ini Tidak Bisa Diemban oleh Orang yang Manja'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-5566651685904329600</id><published>2009-02-16T17:28:00.000-08:00</published><updated>2009-02-16T17:29:02.149-08:00</updated><title type='text'>Kunci - Kunci Rezki</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Di antara hal yang menyibukkan hati manusia adalah mencari rizki. Tidak sedikit dari kalangan manusia ini yang mencari rizki dengan cara yang diharamkan Allah. Baik dari golongan tingkat atas maupun tingkat paling bawah, baik oleh pejabatnya maupun oleh buruh sekalipun.Mereka tidak lagi peduli terhadap larangan Allah dan Rasul-Nya r, Mereka tidak lagi bisa membedakan mana yang halal dan mana yang haram karena akal sehatnya sudah tak dapat lagi berfungsi lantaran rakusnya terhadap dunia dan lupa terhadap Allah Ar Razzaaq.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kita dapat menyaksikan dengan mata kepala kita sendiri, banyak dari kaum muslimin    mendatangi tempat-tempat yang haram dikunjungi seperti dukun-dukun, paranormal,    orang pintar atau apa saja sebutan mereka yang mengaku mengetahui perkara yang    ghaib. Mereka meminta melalui perantaraan orang orang yang dianggap bisa mengeluarkan    mereka dari musibah dan mereka juga memohon pertolongan untuk mengetahui urusan    yang ghaib. Dan ketahuilah, bahwa rizki adalah salah satu dari perkara yang    ghaib itu.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Adalah suatu kewajiban bagi kita untuk bertawakkal kepada Allah yang telah    menciptakan dan menanggung rizki semua makhluk-Nya. Dan sudah keharusan bagi    kita untuk mengembalikan semua perkara yang ghaib itu kepada Allah saja.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Allah dan Rasul-Nya r telah memerintahkan kita untuk mencari rizki yang halal    dan baik, yang tentunya dengan cara berusaha yang halal dan baik pula. Namun    disamping itu Allah dan Rasul-Nya r memberi jalan kepada kita dengan dibukanya    kunci-kunci rizki yang tentu saja tanpa meninggalkan kasab (usaha).&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Kita akan bertanya dimanakah letak kunci-kunci rizki tersebut? Inilah 10 kunci-kunci    rizki yang dikhabarkan kepada kita oleh Allah dan Rasul-Nya r :&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;1. Istighfar dan Taubat&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Nabi Nuh u berkata kepada kaumnya : "Maka aku katakan kepada mereka, mohon    ampunlah kepada Rabb-mu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun, niscaya Dia akan menurunkan    hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan    untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula didalamnya) sungai-sungai". (QS    Nuh : 10-12)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;2. Taqwa&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Fiman Allah : "Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia    akan mengadakan jalan keluar baginya dan memberinya rizki dari arah yang tiada    disangka-sangkanya". (QS. Ath-Thalaq : 2-3)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;3. Bertawakkal (berserah diri) kepada Allah &lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Rasulullah r bersabda : "Sungguh, seandainya kalian bertawakkal kepada    Allah dengan sebenar-benar tawakkal, niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana    rizki burung-burung. Mereka berangkat pagi dengan perut lapar, dan pulang sore    hari dalam keadaan kenyang". (HSR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnul Mubarak,    Ibnu Hibban, Al Hakim, Al Qudha�i dan Al Baghawi dari �Umar bin Khaththab    t)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;4. Beribadah sepenuhnya kepada Allah semata&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Rasulullah r bersabda : "Sesungguhnya Allah berfirman : "Wahai    anak Adam, beribadahlah sepenuhnya kepada-Ku, niscaya Aku penuhi dadamu dengan    kekayaan dan Aku penuhi kebutuhanmu. (Dan) jika kalian tidak melakukannya, niscaya    Aku penuhi tanganmu dengan kesibukan dan tidak Aku penuhi kebutuhanmu".    (HSR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Al Hakim dari Abu Hurairah t)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;5. Menjalankan Haji dan Umrah&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Rasulullah r bersabda : "Kerjakanlah haji dengan umrah atau sebaliknya.    Karena sesungguhnya keduanya dapat menghilangkan kemiskinan dan dosa sebagaimana    api dapat menghilangkan kotoran (karat) besi." (HSR Nasa�i. Hadits    ini shahih menurut Imam Al Albani. Lihat Shahih Sunan Nasa�i.)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;6. Silaturrahim (menyambung tali kekerabatan yang masih ada hubungan nasab)&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Rasulullah r bersabda : "Barangsiapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan    dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturrahim" (HSR.    Bukhari)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;7. Berinfak dijalan Allah &lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Allah berfirman : "Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah    akan menggantinya. Dialah sebaik-baiknya Pemberi rizki". (QS. Saba : 39)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;8. Memberi nafkah kepada orang yang menuntut ilmu&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Anas bin Malik t berkata : "Dulu ada dua orang bersaudara pada masa Rasulullah    r. Salah seorang mendatangi (menuntut ilmu) pada Rasulullah r, sedangkan yang    lainnya bekerja. Lalu saudaranya yang bekerja itu mengadu kepada Rasulullah    r (lantaran ia memberi nafkah kepada saudaranya itu), maka Beliau r bersabda    : "Mudah-Mudahan engkau diberi rizki dengan sebab dia". (HSR.Tirmidzi    dan Al Hakim, Lihat Shahih Sunan Tirmidzi)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;9. Berbuat baik kepada orang-orang lemah&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Mush�ab bin Sa�d t berkata, bahwasanya Sa�d merasa dirinya memiliki    kelebihan daripada orang lain. Maka Rasulullah r bersabda : "Bukankah kalian    ditolong dan diberi rizki lantaran orang-orang lemah diantara kalian?".    (HSR. Bukhari)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;b&gt;10. Hijrah dijalan Allah &lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Allah berfirman : "Barangsiapa berhijrah dijalan Allah, niscaya mereka    akan mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rizki yang banyak".    (QS. An Nisa : 100)&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Demikianlah beberapa kunci-kunci rizki dalam Islam yang memang sudah selayaknya    seorang muslim untuk yakin terhadap apa yang difirmankan Allah dan apa yang    disabdakan Rasul-Nya r supaya kita tidak terjerumus kedalam I�tiqad (keyakinan),    perkataan dan perbuatan yang bathil.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Semoga shalawat dan salam dilimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada segenap    keluarga, shahabat dan orang-orang yang mengikutinya dengan baik sampai akhir    zaman nanti. Wallahu A�lam.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;* * *&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;(Abu Ghailan, disarikan dari kutaib "Mafaatihur Rizq fii Dhau�il    Kitab was Sunnah"&lt;br /&gt;  karya Dr. Fadhi Ilahi. (Judul edisi Indonesia "Kunci-kunci Rizki menurut    Al Qur-an dan Sunnah")&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-5566651685904329600?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/5566651685904329600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/02/kunci-kunci-rezki.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/5566651685904329600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/5566651685904329600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/02/kunci-kunci-rezki.html' title='Kunci - Kunci Rezki'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-3857394699969299019</id><published>2009-02-16T17:26:00.000-08:00</published><updated>2009-02-16T17:27:13.476-08:00</updated><title type='text'>Lelaki Impian</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Pendiam. Murah senyum. Lebih sering mendengar    ketimbang berbicara. Tapi, sekali berkata, banyak    orang terpengaruh. Juga terperangah. Pertama kali saya    berkenalan, ia nampak biasa-biasa saja. Saya mengoceh,    bahkan sok menggurui. Ia hanya diam dan menyimak. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dalam banyak pertemuan, ternyata ia menjadi nara    sumber. Jika tidak, selalu ada waktu yang disediakan    untuknya. Untuk memberikan kata-katanya. Artinya, ia    tergolong orang yang diminta bicara. Sambutan dan    tanggapan darinya selalu dinanti. Kata-katanya    menyentuh. Sarat hikmah. Penuh perhitungan. Di    sela-sela kalimatnya, senantiasa mengalir satu dua    ayat al Qur'an. Karena itu, teman-teman tiada pernah    bosan mendengarkannya berbicara. Sekarang barulah saya    sadar, ternyata dia orang hebat. lelaki impian. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Mendengar azan, tubuhnya langsung melesat menuju    sumber bunyi. Apapun kondisinya. Dengan gagah ia duduk    bersimpuh di shaf terdepan. Tangannya memegang mushaf.    Matanya menatap tajam ke setiap ruas-ruas ayat.    Khusyu'&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Di sisi lain, berkumpul padanya sumber-sumber ancaman.    Fitnah. Ia memiliki kesenangan dunia yang menggiurkan.    Dan, menggoda. Betapa tidak, wajahnya tampan. Anak    orang kaya. Bapaknya pejabat negara. Termasuk salah    satu jajaran elit pemerintahan. Ditambah otaknya yang    cerdas. Bicaranya memukau dan menyentuh. Dengan semua    itu, surga dunia menghampar di hadapannya. Pintu    popularitas terbuka lebar. Dalam kamus kehidupan,    betapa semua nikmat ini sangat potensial menutup    akselerasi hidayah. Segala kemungkinan-kemungkinan    untuk terhalang dari hidayah ada pada dirinya.Tapi, ia    tetap ia. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Semua gelombang fitnah itu dialihkannya ke dalam    pintu-pintu hidayah. Seringkali rekan dan adik-adiknya    tersadar dengan sikap dan kepribadiannya. Walau ada    kekurangan, kita perlu melihat sisi positif padanya.    Pada siapa saja. Agar muhasabah lebih dominan dari    hujatan dan kritik. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dalam sejarah, Mush'ab bin Umair ra. terpilih menjadi    delegasi pertama Rasulullah Saw. Ia mendapat    kehormatan menghandle tugas Nabi di Madinah, menjadi    duta luarbiasa dan berkuasa penuh. Ternyata ia diutus    bukan karena retorika ansich. Ada yang menarik dari    perjalanan hidupnya. Yakni, proses berislamnya yang    mengagumkan. Sahabat ini termasuk orang-orang yang    berani mengambil keputusan hijrah. Berani berubah.    Dan, siap sabar menjalani masa peralihan. Lalu, dengan    tegap merubah haluan kehidupannya. Padahal, sebelum    hijrah, segala fasilitas duniawi terbentang untuknya.    KARENA HIJRAH, IA PUN TERHORMAT. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Lalu, kita mengenal sosok Uwais al-Qorniy. Lelaki yang    takut terkenal. KITA DAPATI KETERBATASAN YANG    DIMILIKINYA TIDAK MAMPU MEREDAM ANTUSIAS UMAR AL-FARUK    YANG SELALU MENCARI-CARI KEBERADAANNYA. Umar    merindukannya. Walau ia sangat sederhana dan terbatas.    Sayangnya, orang seperti Uwais sulit terdeteksi. Bisa    jadi hanya orang seperti Umar saja yang mampu melihat    dan menghormati sosok seperti Uwais. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kita dan umat ini begitu membutuhkan pasokan    orang-orang seperti mereka. Mereka begitu handal    menceramahi kita dengan kenyataan. Dengan qudwah.    Pesan-pesan sampai tidak melalui kata-kata. Atau,    selaras dengan ungkapan Muhammad Ahmad Rasyid, &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-3857394699969299019?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/3857394699969299019/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/02/lelaki-impian.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/3857394699969299019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/3857394699969299019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/02/lelaki-impian.html' title='Lelaki Impian'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-7833211443989570576</id><published>2009-02-16T17:23:00.000-08:00</published><updated>2009-02-16T17:25:42.090-08:00</updated><title type='text'>Duhai Suamiku...</title><content type='html'>&lt;table width="95%" align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;em&gt;Author: Abu Aufa&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt; &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td class="text-content"&gt;                &lt;p&gt;Duhai suamiku...&lt;br /&gt;  Kadangkala mungkin tergambar di benak fikiranmu, bahwa engkau telah salah ketika    memilih diriku menjadi pasanganmu. Kadang kala ia mengganggu dalam pergaulan    sehari-harimu denganku, terkadang ku takut perasaan cintamu berubah menjadi    benci, limpahan kasih sayangmu menjelma menjadi kemarahan, dan ketenangan pun    berubah menjadi ketegangan. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Suamiku.....&lt;br /&gt;  Di saat engkau masih sibuk dengan pekerjaan yang tak kunjung selesai, tak jarang    aku kau abaikan. Waktu di rumah pun, kadang ku ikhlaskan demi masa depanmu.    Bukankah engkau tahu aku pun butuh perhatian darimu. Terkadang ku cari perhatian    itu, namun terlihat salah dipandanganmu. Kalaulah itu terlihat salah, semoga    engkau bisa melihat kebaikanku yang lain. Bukankah Allah SWT yang mempertemukan    dan menyatukan hati kita berpesan, &lt;em&gt;"Dan pergaulilah mereka (isterimu)    dengan baik. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena    mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan    yang banyak."&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;[QS: An Nisa' 19]&lt;/strong&gt;. Rasulullah Shallallahu    'Alaihi Wa Sallam yang kita cintai pun berpesan, &lt;em&gt;"Sempurnanya iman    seseorang mukmin adalah mereka yang baik akhlaknya, dan yang terbaik (pergaulannya)    dengan istri-istri mereka." Jika engkau melihat kekurangan pada diriku,    ingatlah kembali pesan beliau, Jangan membenci seorang mukmin (laki-laki) pada    mukminat (perempuan) jika ia tidak suka suatu kelakuannya pasti ada juga kelakuan    lainnya yang ia sukai.&lt;/em&gt;&lt;strong&gt; (HR. Muslim)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sadarkah engkau bahwa tiada manusia di dunia ini yang    sempurna segalanya? Bukankah engkau tahu bahwa    hanyalah Alllah yang Maha Sempurna. Tidaklah    sepatutnya bila kau hanya menghitung-hitung kekurangan    pasangan hidupmu, sedangkan engkau sendiri tak pernah    sekalipun menghitung kekurangan dan kesalahanmu.    Janganlah engkau mencari-cari selalu kesalahanku,    padahal aku telah taat kepadamu. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Saat diriku rela pergi bersama dirimu, kutinggalkan    orangtua dan sanak saudaraku, ku ingin engkaulah yang    mengisi kekosongan hatiku. Naungilah diriku dengan    kasih sayang, dan senyuman darimu. Ku ingat pula saat    aku ragu memilih siapa pendampingku, ketakwaan yang    terlihat dalam keseharianmu-lah yang mempesona diriku.    Bukankah sahabat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa    Sallam, Ali bin Abi Tholib saat ditanya oleh seorang,    "Sesungguhnya aku mempunyai seorang anak perempuan,    dengan siapakah sepatutnya aku nikahkan dia?" Ali r.a.    pun menjawab, "Kawinkanlah dia dengan lelaki yang    bertakwa kepada Allah, sebab jika laki-laki itu    mencintainya maka dia akan memuliakannya, dan jika ia    tidak menyukainya maka dia tidak akan menzaliminya."    Ku harap engkaulah laki-laki itu, duhai suamiku. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Saat terjadi kesalahan yang tak sengaja ku lakukan,    mungkin saat itu engkau mendambakan diriku sebagai    istri tanpa kekurangan dan kelemahan, sadarlah,    sesungguhnya egois telah menguasai dirimu. Perbaikilah    kekurangan diriku dengan lemah lembut, janganlah kasar    terhadapku. Bukankah Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa    Sallam telah mengajarkan kepada dirimu, saat Muawiah    bin Ubaidah bertanya kepada beliau tentang    tanggungjawab suami terhadap istri, beliaupun    menjawab, "Dia memberinya makan ketika ia makan, dan    memberinya pakaian ketika dia berpakaian." Janganlah    engkau keras terhadapku, karena Rasulullah Shallallahu    'Alaihi Wa Sallam pun tak pernah berbuat kasar    terhadap istri-istrinya. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Duhai Suamiku...&lt;br /&gt;  Tahukah engkau anugerah yang akan engkau terima dari Allah di akhirat kelak?    Tahukah engkau pula balasan yang akan dianugerahkan kepada suami-suami yang    berlaku baik terhadap istri-istri mereka? Renungkanlah bahwa, &lt;em&gt;"Mereka    yang berlaku adil, kelak di hari kiamat akan bertahta di singgasana yang terbuat    dari cahaya. Mereka adalah orang yang berlaku adil ketika menghukum, dan adil    terhadap istri-istri mereka serta orang-orang yang menjadi tanggungjawabnya."&lt;strong&gt;    &lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;strong&gt;[HR Muslim]&lt;/strong&gt;. Kudoakan bahwa engkaulah yang kelak    salah satu yang menempati singgasana tersebut, dan aku adalah permaisuri di    istanamu.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Jika engkau ada waktu ajarkanlah diriku dengan ilmu    yang telah Allah berikan kepadamu. Apabila engkau    sibuk, maka biarkan aku menuntut ilmu, namun tak akan    kulupakan tanggungjawabku, sehingga kelak diriku dapat    menjadi sekolah buat putra-putrimu. Bukankah seorang    ibu adalah madrasah ilmu pertama buat putra-putrinya?    Semoga engkau selalu mendampingiku dalam mendidik    putra-putri kita dan bertakwa kepada Allah.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Wahai Allah,&lt;br /&gt;  Engkau-lah saksi ikatan hati ini...&lt;br /&gt;  Aku telah jatuh cinta kepada lelaki pasangan hidup ku,&lt;br /&gt;  jadikanlah cinta ku pada suamiku ini sebagai penambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.   &lt;br /&gt;  Namun, kumohon pula, jagalah cintaku ini agar tidak melebihi cintaku kepada-Mu,   &lt;br /&gt;  hingga aku tidak terjatuh pada jurang cinta yang semu,&lt;br /&gt;  jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu. Jika ia rindu,&lt;br /&gt;  jadikanlah rindu syahid di jalan-Mu lebih ia rindukan daripada kerinduannya    terhadapku,&lt;br /&gt;  jadikan pula kerinduan terhadapku tidak melupakan kerinduannya terhadap surga-Mu.   &lt;br /&gt;  Bila cintaku padanya telah mengalahkan cintaku kepada-Mu,&lt;br /&gt;  ingatkanlah diriku, jangan Engkau biarkan aku tertatih kemudian tergapai-gapai    merengkuh cinta-Mu. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Ya Allah,&lt;br /&gt;  Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,&lt;br /&gt;  telah berjumpa pada taat pada-Mu,&lt;br /&gt;  telah bersatu dalam dakwah pada-Mu,&lt;br /&gt;  telah berpadu dalam membela syariat-Mu.&lt;br /&gt;  Kokohkanlah ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya.&lt;br /&gt;  Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan nur-Mu yang tiada    pernah pudar.&lt;br /&gt;  Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan    bertawakal di jalan-Mu. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Amin ya rabbal alamin.&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-7833211443989570576?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/7833211443989570576/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/02/duhai-suamiku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/7833211443989570576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/7833211443989570576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/02/duhai-suamiku.html' title='Duhai Suamiku...'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-6845505982397048724</id><published>2009-01-28T15:11:00.001-08:00</published><updated>2009-01-28T15:11:53.502-08:00</updated><title type='text'>Kriteria Suami yang Shaleh</title><content type='html'>&lt;table width="95%" align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;em&gt;oleh: Aam Amirudin&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt; &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td class="text-content"&gt;                &lt;p align="justify"&gt;Kriteria suami yang shaleh adalah suami yang selalu berusaha melaksanakan seluruh kewajiban secara baik dan bertanggung jawab. Apabila Anda bisa melaksanakan kewajiban-kewajiban berikut, Insya Allah Anda akan menjadi suami yang shaleh. Adapun kewajiban-kewajiban tersebut adalah,&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Memberikan nafkah lahir berupa sandang, pangan, dan papan sesuai kemampuan, sebagaimana firman Allah swt.,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;�Dan kewajiban ayah (suami) memberi makan dan pakaian kepada para ibu (isteri) dengan cara yang baik.� (Q.S. Al-Baqarah: 233)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;�Tempatkanlah mereka (para istri) di mana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempitkan (hati) mereka.� (Q.S. Ath-Thalaaq 65: 6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberikan nafkah batin&lt;br /&gt;Salah satu kebutuhan manusia adalah terpenuhinya hasrat biologis. Hubungan biologis akan menjadi perekat pernikahan apabila dilakukan atas dasar saling membutuhkan dan dilakukan dengan cinta. Allah swt. menetapkan bahwa suami berkewajiban memenuhi nafkah batin isteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;�Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok tanam itu bagaimana saja kamu kehendaki.� (Q.S. Al Baqarah: 223)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat ini sifatnya perumpamaan, Allah swt. mengumpamakan istri bagaikan kebun tempat bercocok tanam sementara suami diumpamakan sebagai orang yang akan menanam benih, maka datangilah tempat bercocok tanam itu bagaimana saja kamu kehendaki. Ayat ini menegaskan bahwa dalam melakukan hubungan intim, gaya apapun boleh dilakukan asal keduanya (suami-isteri) merasa nyaman. Yang dilarang hanya satu, yaitu tidak boleh melakukan hubungan intim lewat dubur sebagaimana disebutkan dalam riwayat Ahmad dan Ash Habus-Sunan dari Abu Hurairah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;�Terlaknatlah laki-laki yang mendatangi perempuan pada duburnya.�&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memberi Bimbingan pada Keluarga&lt;br /&gt;Suami mempunyai status sebagai pemimpin dalam keluarga, karenanya ia berkewajiban memberi nafkah lahir, batin, dan memberi bimbingan agama kepada istri dan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;�Kaum laki-laki (suami) itu adalah pemimpin bagi kaum wanita (istri), oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (suami) atas sebagian yang lain (istri), dan karena mereka (suami) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.� (Q.S. An-Nisaa 4: 34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;�Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.� (Q.S.Thaahaa: 132)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Memperlakukan istri secara baik dan menjaga perasaannya&lt;br /&gt;Rasulullah saw. menilai bahwa suami yang terbaik baik adalah yang paling baik pada istrinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;�Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah yang paling baik akhlaqnya, dan sebaik-baik kamu adalah yang paling baik kepada istrimu.� (H.R. Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;�...dan bergaullah dengan mereka secara baik...� (Q.S. An-Nisaa :19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;�Hendaklah kamu (suami) memberi makan istri apabila engkau makan, dan engkau beri pakaian kepadanya bila engkau berpakaian, dan jangan engkau pukul mukanya, dan jangan engkau jelekkan dia, dan jangan engkau jauhi melainkan di dalam rumah.� (H.R. Ahmad, Abu Daud, Nasa'i, dan yang lainnya) &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;Apabila empat kewajiban ini Anda kerjakan dengan sebaik-baiknya, insya Allah Anda akan menjadi suami yang ideal bagi istri dan menjadi ayah yang jadi kebanggaan anak-anaknya. Semoga! Wallahu A'lam.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;__________&lt;br /&gt;sumber : percikan-iman.com&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-6845505982397048724?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/6845505982397048724/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/01/kriteria-suami-yang-shaleh.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/6845505982397048724'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/6845505982397048724'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/01/kriteria-suami-yang-shaleh.html' title='Kriteria Suami yang Shaleh'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-6752737412604184201</id><published>2009-01-28T15:10:00.000-08:00</published><updated>2009-01-28T15:11:10.521-08:00</updated><title type='text'>Tak Perlu Takut Menikah sambil Kuliah</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;SEMARANG - Hampir di semua perguruan tinggi terdapat sejumlah mahasiswa yang    sudah menikah. Ada yang kehidupan keluarganya merasa bahagia dengan kondisi    serba berkecukupan ada pula yang masih pas-pasan dan bahkan serba kekurangan.  &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Uniknya beberapa mahasiswa yang sudah membangun    kehidupan keluarga    justru mengaku menjadi pendorong cepat lulus dengan    nilai tinggi, meski    ada pula yang sebaliknya. ''Mahasiswa tak perlu takut    nikah, saya saat    mahasiswa sudah nikah dan justru terpacu untuk cepat    lulus tanpa    mengenyampingkan kualitas nilai,'' kata salah satu    peserta yang juga    dosen Unnes dalam talk show ''Nikah Saat Kuliah dalam    Perspektif    Psikologi dan Ekonomi'' yang diadakan HIMA Ekonomi    Fakultas Ilmu Sosial    Unnes, Sabtu lalu.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Menurutnya, DENGAN MENIKAH IA MENDAPAT DORONGAN BAIK    PENDANAAN MAUPUN MORAL UNTUK MENGEJAR KUALITAS.    ''Sekali lagi jangan takut nikah dan    jangan takut punya anak, suami dan anak dorongan    paling baik untuk    maju'' ujarnya disambut gerr ratusan peserta yang    sebagian besar    mahasiswi di Gedung G 6 Lantai 3 Unnes Semarang.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sementara itu, Dra Puji Rahardjo M Hum, pemerhati    perempuan menjelaskan,    secara material sebenarnya banyak mahasiswa yang belum    siap untuk    membangun rumah tangga. Namun, nyatanya tidak sedikit    dari mereka yang    memberanikan diri untuk menikah.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;KEDER&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;''Banyak laki-laki keder atau merasa ragu-ragu jika    wanita yang    dicintainya memberi patokan target, khususnya target    mapan baik secara    fisik maupun psikis. Artinya, sebagian laki-laki    terutama yang masih    mahasiswa sebenarnya belum siap untuk melangsungkan    pernikahan. YANG NAMANYA SIAP ITU BUKAN HANYA DALAM    UCAPAN, TETAPI BENAR-BENAR SIAP SECARA FISIK DAN    MENTAL."&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Muhammad Fauzil Adhim SPsi, pakar psikologi UII yang    menjadi tampil    sebagai pembicara mengatakan, DARI PERSPEKTIF    PSIKOLOGI, MENIKAH SAAT KULIAH LEBIH BANYAK MEMILIKI    NILAI POSITIF.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;''Menikah dini itu memberi motivasi yang tinggi bagi    seseorang untuk    mengarungi kehidupan,'' jelasnya. DENGAN MENIKAH,    SESEORANG DIPACU AGAR BERUSAHA SEMAKSIMAL MUNGKIN    MENGGUNAKAN POTENSI YANG DIMILIKI. IA JUGA DITUNTUT    BERANI MENGHADAPI SEGALA PERSOALAN, MESKI YANG PALING    BERAT SEKALIPUN. ''Makanya mahasiswa tidak perlu takut    untuk nikah sambil    kuliah''.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sementara itu, Drs Agus Wahyuddin MSi kepala jurusan Ekonomi    FIS Unnes menggarisbawahi ADA EMPAT MOTIVASI YANG HARUS DIMILIKI MAHASISWA BILA    INGIN MENIKAH, YAITU:&lt;br /&gt;  - motivasi ekonomi&lt;br /&gt;  - motivasi sosial&lt;br /&gt;  - motivasi psikologi&lt;br /&gt;  - motivasi biologi&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;''Maksud motivasi sosial adalah mereka harus berani    jujur bahwa ia sudah    menikah, jangan merasa malu dan mengaku masih    sendirian kepada mahasiswa    lainnya''.&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;*IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA*&lt;br /&gt;  Al-Hubb Fillah wa Lillah,&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Abu Aufa &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;--------------&lt;br /&gt;  Contributor: Muhamad Rifki Setyadji&lt;br /&gt;  Maraji': Seminar di Unnes Semarang&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-6752737412604184201?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/6752737412604184201/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/01/tak-perlu-takut-menikah-sambil-kuliah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/6752737412604184201'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/6752737412604184201'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/01/tak-perlu-takut-menikah-sambil-kuliah.html' title='Tak Perlu Takut Menikah sambil Kuliah'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-502683319812977641</id><published>2009-01-28T15:09:00.000-08:00</published><updated>2009-01-28T15:10:11.780-08:00</updated><title type='text'>Tunjukkan Padaku Jika Kau S'lalu Mencintaiku</title><content type='html'>&lt;table width="95%" align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Author: Abu Aufa&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt; &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td class="text-content"&gt;                Mengungkapkan cinta? Wuih... buat sebagian orang, mungkin itu hal yang biasa,  bahkan teramat biasa. Sana-sini tebar pesona, bagai Ramli si Raja Chatting atau  Arjuna si Pencari Cinta. Emang, dahsyatnya ungkapan cinta kepada seseorang, jangankan  ke gurun atau ke kutub, luasnya laut siapa takut. Setia menemani sang kekasih  dalam samudra cinta, walaupun rakit hanya terbuat dari gedebong pisang yang diikat  daun ilalang. Kayuhan tangan pecinta berlayarkan secarik hati yang telah menyatu,  yakin menggapai cinta-Nya hingga ujung waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta... selalu mengharu-biru perasaan manusia. Cinta kadang tersaji dalam hidangan  alunan nada menye-menye melankolik, namun cinta juga bagaikan mutiara yang dapat  menjanjikan keamanan, ketentraman dan kedamaian. Duahsyaat nian!!! Karena itu,  Syaikh Yusuf Al-Qardhawiy pun pernah menganalogikan cinta ibarat quwwah maghnathisiyyah  (kekuatan gaya grafitasi), apabila kekuatan gaya grafitasi dapat menahan bumi  dan bintang-bintang dari saling bertumbukan, maka cintalah yang menjadi kekuatan  penahan dari terjadinya benturan antar manusia yang menyebabkan terjadinya kehancuran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menunjukkan cinta kita kepada yang dicintai, sangatlah dianjurkan dalam Islam.  Dalam suatu riwayat, Rasulullah Sallallaahu Alayhi Wasallam mengajarkan kepada  kita untuk menunjukkan cinta secara zahir. Suatu ketika Abdullah bin Sarjas radhiyallahu'anhu  berkata kepada beliau, "Aku mencintai Abu Dzar." Tanya Rasulullah Sallallaahu  Alayhi Wasallam, "Apa sudah kau kabarkan kepadanya?" "Belum,"  lalu Rasulullah Sallallaahu Alayhi Wasallam memerintahkan agar ia memberitahukan  kecintaannya itu kepada Abu Dzar. "Wahai Abu Dzar, aku mencintaimu karena  Allah Subhanahu wa Ta'ala," ucap Abdullah. "Semoga Allah Subhanahu wa  Ta'ala mencintaimu, yang engkau cintai aku karena-Nya," balas Abu Dzar.&lt;br /&gt;Rasulullah Sallallaahu Alayhi Wasallam lalu bersabda, "Sesungguhnya Allah  Subhanahu wa Ta'ala akan memberi pahala bagi siapa yang mengatakan perkataan itu." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallah... begitu besar imbalan yang diberikan Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada  seseorang yang selalu menunjukkan cinta kepada saudaranya. Apalagi dengan membiasakan  mendoakan saudaranya dari jauh, mengucapkan salam, berjabat tangan bila berjumpa,  saling memberi hadiah, menziarahi bahkan dengan hanya seulas senyum termanis yang  dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo gitu sah-sah aja dong, mengatakan "Aku cinta padamu duhai ukhti,"  kepada akhwat atau sebaliknya, 'Akhi, aku mencintaimu," idih... ini sih emang  maunya! Gedubrak!!! Sah-sah aja sih, namun menurut Ustadz Bukhori Yusuf Lc, MA  bisakah hati ini tulus menyatakan cinta itu hanya semata-mata karena Allah Subhanahu  wa Ta'ala? Menurut beliau lagi, seluruh sisi wanita adalah daya tarik bagi laki-laki,  wuih...., karena itu dalam pandangan syar'i hal ini dapat menjadi suatu problema,  dan belum pernah ditemukan dalam khazanah &lt;em&gt;Salafus Shalih radhiallahuanhum&lt;/em&gt;.  Wilayah sensitif banget nih, amannya sih emang gak perlu dinyatakan kecuali kalo  udah suami istri, ehm...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cinta sejati emang hanyalah pantas ditunjukkan pada Sang Pemilik Cinta, hinggalah  jiwa-jiwa ini bersinar dengan cahaya iman yang mengaliri denyut nadi dan butiran  darah untuk mematuhi gerak titah-Nya. Merekalah yang dengan cinta-Nya akan memancarkan  &lt;em&gt;nuruhum yas'a baina aidihim wa bi aimanihim&lt;/em&gt; (cahaya yang memancar di  depan dan kanan mereka) hingga tercipta keindahan akhlak&lt;em&gt; adzilatin 'alal mukminina  a'izatin 'alal kafirin&lt;/em&gt; (lemah lembut kepada orang mu'min dan bersikap keras  terhadap orang kafir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya akhi wa ukhti fillah,&lt;br /&gt;Tunjukkan selalu cintamu pada saudaramu, berikan senyum terindah, jabat erat tangannya,  peluk dengan penuh cinta bagaikan cintanya seorang ibunda kepada ananda serta  katakan, &lt;em&gt;"Inniy uhibbuka fillahi ta'ala,&lt;/em&gt; aku mencintaimu karena  Allah Subhanahu wa Ta'ala," dan balas cinta saudaramu dengan senyum bahagia,  jabatan tangan yang tak kalah erat, raih pelukannya seraya mengatakan, "&lt;em&gt;Uhibbukal  ladzi ahbabtani lahuu, &lt;/em&gt;aku mencintaimu sebagaimana engkau mencintaiku karena-Nya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;*Segarnya tetesan embun pagi / Biaskan indahnya sinar mentari&lt;br /&gt;Angin yang semilir sejukkan hari / Gambarkan kuasa Illahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuikuti jalannya hari / Kini kucoba tuk fahami dunia&lt;br /&gt;Betapa mempesonanya alam / Terkuak misteri kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andai semua seindah bintang / Menepis kegelapan&lt;br /&gt;Menabur kasih antara kita / Terbingkai keihklasan&lt;br /&gt;Warnai persaudaraan Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila malam telah menjelang / Kupandangi bintang kian benderang&lt;br /&gt;Kurangkai sebait doa pada-Mu&lt;br /&gt;Tunjukilah kami, luruskanlah kami dalam mengarungi kehidupan&lt;br /&gt;(Notes: Dikutip dari lirik nasyid Nuansa Kehidupan-Nuansa) &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahua'lam bi showab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA*&lt;br /&gt;Al-Hubb Fillah wa Lillah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Aufa&lt;br /&gt;(Inniy uhibbuka fillahi ta'ala, ikhwah fillah) &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-502683319812977641?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/502683319812977641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/01/tunjukkan-padaku-jika-kau-slalu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/502683319812977641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/502683319812977641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/01/tunjukkan-padaku-jika-kau-slalu.html' title='Tunjukkan Padaku Jika Kau S&apos;lalu Mencintaiku'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-3190855713790577539</id><published>2009-01-26T15:03:00.001-08:00</published><updated>2009-01-26T15:03:36.123-08:00</updated><title type='text'>Bila Aku Jatuh Cinta</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: center;"&gt;Allahu Rabbi aku minta izin&lt;br /&gt;  Bila suatu saat aku jatuh cinta&lt;br /&gt;  Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang&lt;br /&gt;  Hingga membuat lalai akan adanya Engkau &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Allahu Rabbi&lt;br /&gt;  Aku punya pinta&lt;br /&gt;  Bila suatu saat aku jatuh cinta&lt;br /&gt;  Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas&lt;br /&gt;  Biar rasaku pada-Mu tetap utuh &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Allahu Rabbi&lt;br /&gt;  Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta&lt;br /&gt;  Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan&lt;br /&gt;  kasih-Mu&lt;br /&gt;  dan membuatku semakin mengagumi-Mu &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Allahu Rabbi&lt;br /&gt;  Bila suatu saat aku jatuh hati&lt;br /&gt;  Pertemukanlah kami&lt;br /&gt;  Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: center;"&gt;Allahu Rabbi&lt;br /&gt;  Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati&lt;br /&gt;  Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku&lt;br /&gt;  Anugerahkanlah aku cinta-Mu...&lt;br /&gt;  Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt; Amin !&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-3190855713790577539?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/3190855713790577539/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/01/bila-aku-jatuh-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/3190855713790577539'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/3190855713790577539'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/01/bila-aku-jatuh-cinta.html' title='Bila Aku Jatuh Cinta'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-5173258606934143587</id><published>2009-01-26T15:01:00.001-08:00</published><updated>2009-01-26T15:01:44.802-08:00</updated><title type='text'>Do'a dikala ragu akan dirinya.</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Bagi yang sedang bimbang oleh sang kekasih, nih ada do'a yang bagus untuk diamalkan. Selamat Mengamalkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah...&lt;br /&gt;Seandainya telah Engkau catatkan&lt;br /&gt;dia akan mejadi teman menapaki hidup&lt;br /&gt;Satukanlah hatinya dengan hatiku&lt;br /&gt;Titipkanlah kebahagiaan diantara kami&lt;br /&gt;Agar kemesraan itu abadi&lt;br /&gt;Dan ya Allah... ya Tuhanku yang Maha Mengasihi&lt;br /&gt;Seiringkanlah kami melayari hidup ini&lt;br /&gt;Ke tepian yang sejahtera dan abadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ya Allah...&lt;br /&gt;Seandainya telah Engkau takdirkan...&lt;br /&gt;...Dia bukan milikku&lt;br /&gt;Bawalah ia jauh dari pandanganku&lt;br /&gt;Luputkanlah ia dari ingatanku&lt;br /&gt;Ambillah kebahagiaan ketika dia ada disisiku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan peliharalah aku dari kekecewaan&lt;br /&gt;Serta ya Allah ya Tuhanku yang Maha Mengerti...&lt;br /&gt;Berikanlah aku kekuatan&lt;br /&gt;Melontar bayangannya jauh ke dada langit&lt;br /&gt;Hilang bersama senja nan merah&lt;br /&gt;Agarku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ya Allah yang tercinta...&lt;br /&gt;Gantikanlah yang telah hilang&lt;br /&gt;Tumbuhkanlah kembali yang telah patah&lt;br /&gt;Walaupun tidak sama dengan dirinya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah ya Tuhanku...&lt;br /&gt;Pasrahkanlah aku dengan takdirMu&lt;br /&gt;Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan&lt;br /&gt;Adalah yang terbaik buatku&lt;br /&gt;Karena Engkau Maha Mengetahui&lt;br /&gt;Segala yang terbaik buat hambaMu ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah...&lt;br /&gt;Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku&lt;br /&gt;Di dunia dan di akhirat&lt;br /&gt;Dengarlah rintihan dari hambaMu yang daif ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;----------------------------------------&lt;br /&gt;Jangan Engkau biarkan aku sendirian&lt;br /&gt;Di dunia ini maupun di akhirat&lt;br /&gt;----------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjuruskan aku ke arah kemaksiatan dan kemungkaran&lt;br /&gt;Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman&lt;br /&gt;Supaya aku dan dia dapat membina kesejahteraan hidup&lt;br /&gt;Ke jalan yang Engkau ridhai&lt;br /&gt;Dan kurniakanlah padaku keturunan yang soleh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin... Ya Rabbal 'Alamin&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-5173258606934143587?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/5173258606934143587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/01/doa-dikala-ragu-akan-dirinya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/5173258606934143587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/5173258606934143587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/01/doa-dikala-ragu-akan-dirinya.html' title='Do&apos;a dikala ragu akan dirinya.'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-8317437564879868876</id><published>2009-01-26T14:57:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T14:58:14.405-08:00</updated><title type='text'>Cinta adalah Fitrah yang Suci</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Cinta seorang laki-laki kepada wanita dan cinta wanita kepada laki-laki    adalah perasaan yang manusiawi yang bersumber dari    fitrah yang diciptakan Allah SWT di dalam jiwa manusia , yaitu    kecenderungan kepada lawan jenisnya ketika telah mencapai    kematangan pikiran dan fisiknya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt; &lt;em&gt;"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu    istri-istri dari jenismu sendiri , supaya kamu cenderung dan merasa    tentram kepadanya , dan dijadikan-Nya diantara kamu rasa kasih sayang    .Sesungguhnya pada yang demikian itu benar- benar terdapat tanda-tanda    bagi kaum yang berfikir&lt;/em&gt;&lt;strong&gt; (Ar Rum ayat 21)&lt;/strong&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Cinta pada dasarnya adalah bukanlah sesuatu yang kotor , karena    kekotoran    dan kesucian tergantung dari bingkainya.    Ada bingkai yang suci dan halal dan ada bingkai yang kotor dan haram&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Cinta mengandung segala makna kasih sayang , keharmonisan , penghargaan    dan kerinduan , disamping mengandung persiapan    untuk menempuh kehiduapan dikala suka dan duka , lapang dan sempit.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Cinta bukanlah hanya sebuah ketertarikan secara fisik saja. Ketertarikan    secara fisik hanyalah permulaan cinta bukan     puncaknya.Dan sudah fitrah manusia untuk menyukai keindahan.Tapi    disamping    keindahan bentuk dan rupa    harus disertai keindahan kepribadian dengan akhlak yang baik.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Islam adalah agama fitrah karena itulah islam tidaklah membelenggu    perasaan manusia.Islam tidaklah mengingkari perasaan cinta    yang tumbuh pada diri seorang manusia .Akan tetapi islam mengajarkan    pada    manusia untuk menjaga perasaan cinta    itu dijaga , dirawat dan dilindungi dari segala kehinaan dan apa saja    yang    mengotorinya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Islam mebersihkan dan mengarahkan perasaan cinta dan mengajarkan bahwa    sebelum dilaksanakan akad nikah harus bersih dari persentuhan yang    haram. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;PERNIKAHAN TEMPAT BERMUARANYA CINTA&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p align="justify"&gt; &lt;em&gt;"Tidak terlihat diantara dua orang yang saling mencintai    (sesuatu yang sangat menyenangkan) seperti pernikahan" &lt;/em&gt;&lt;strong&gt;(Sunan    Ibnu Majah)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pernikahan dalam islam merupakan sebuah kewajiban bagi yang mampu.Dan    bagi    insan manusia yang saling    menyintai pernikahan seharusnyalah menjadi tujuan utama mereka.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Karena itulah percintaan yang tidak mengarah kepada pernikahan bahkan    disertai hal-hal yang diharamkan    agama sangat tidak disarankan oleh islam.Cinta dalam pandangan islam    bukanlah hanya sebuah ketertarikan    secara fisik , dan bukan pula pembenaran terhadap perilaku yang dilarang    agama.Karena hal ini bukanlah    cinta melainkan sebuah lompatan birahi yang besar saja yang akan segera    pupus.Karena itu cinta memerlukan    kematangan dan kedewasaan untuk membahagiakan pasangannya bukan    menyengsarakannya dan bukan     juga menjerumuskannya ke jurang maksiat.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Percintaan tanpa didasarkan oleh tujuan hendak menikah adalah sebuah    perbuatan maksiat yang diharamkan oleh    agama.Karena batas antara cinta dan nafsu birahi pada dua orang manusia    yang saling menyintai sangatlah    tipis sehingga pernikahan adalah sebuah obat yang sangat tepat untuk    mengobatinya.&lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;Pernikahan adalah sebuah perjanjian suci yang menjadikan Allah SWT    sebagai    pemersatunya.Dan tidak ada yang    melebihi ikatan ini.Dan inilah puncak segala kenikmatan cinta itu dimana    kedua orang yang saling menyinta itu    memilih untuk hidup bersama dan saling berjanji untuk saling mengasihi    dan    berbagi hidup baik suka maupun    duka. &lt;/p&gt;  &lt;p align="justify"&gt;sumber : sakinah  &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-8317437564879868876?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/8317437564879868876/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/01/cinta-adalah-fitrah-yang-suci.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/8317437564879868876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/8317437564879868876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/01/cinta-adalah-fitrah-yang-suci.html' title='Cinta adalah Fitrah yang Suci'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-5709032304392209521</id><published>2009-01-26T14:54:00.000-08:00</published><updated>2009-01-26T14:56:17.236-08:00</updated><title type='text'>Suara yang didegar mayat</title><content type='html'>Yang Akan Ikut Mayat Adalah Tiga: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Keluarga, Hartanya, Dan Amalnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada Dua Yang Kembali Dan Satu Tinggal Bersamanya; Keluarga Dan Hartanya Akan Kembali Sementara Amalnya Akan Tinggal Bersamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketika Roh Meninggalkan Jasad...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Terdengar Suara Dari Langit Memekik&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;"Wahai Fulan Anak Si Fulan..&lt;br /&gt;Apakah Kau Yang Telah Meninggalkan Dunia,&lt;br /&gt;Atau Dunia Yang Meninggalkanmu&lt;br /&gt;Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Harta Kekayaan,&lt;br /&gt;Atau Kekayaan Yang Telah Menumpukmu&lt;br /&gt;Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Dunia,&lt;br /&gt;Atau Dunia Yang Telah Menumpukmu&lt;br /&gt;Apakah Kau Yang Telah Mengubur Dunia,&lt;br /&gt;Atau Dunia Yang Telah Menguburmu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketika Mayat Tergeletak Akan Dimandikan....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Terdengar Dari Langit Suara Memekik,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Fulan Anak Si Fulan...&lt;br /&gt;Mana Badanmu Yang Dahulunya Kuat&lt;br /&gt;Mengapa Kini Terkulai Lemah&lt;br /&gt;Mana Lisanmu Yang Dahulunya Fasih&lt;br /&gt;Mengapa Kini Bungkam Tak Bersuara&lt;br /&gt;Mana Telingamu Yang Dahulunya Mendengar&lt;br /&gt;Mengapa Kini Tuli Dari Seribu Bahasa&lt;br /&gt;Mana Sahabat-Sahabatmu Yang Dahulunya Setia&lt;br /&gt;Mengapa Kini Raib Tak Bersuara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketika Mayat Siap Dikafan...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Suara Dari Langit Terdengar Memekik,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Fulan Anak Si Fulan&lt;br /&gt;Berbahagialah Apabila Kau Bersahabat Dengan Ridha Allah&lt;br /&gt;Celakalah Apabila Kau Bersahabat Dengan Murka Allah&lt;br /&gt;Wahai Fulan Anak Si Fulan...&lt;br /&gt;Kini Kau Tengah Berada Dalam Sebuah Perjalanan&lt;br /&gt;Nun Jauh Tanpa Bekal&lt;br /&gt;Kau Telah Keluar Dari Rumahmu&lt;br /&gt;Dan Tidak Akan Kembali Selamanya&lt;br /&gt;Kini Kau Tengah Safar Pada Sebuah Tujuan Yang Penuh Pertanyaan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketika Mayat Diusung....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Terdengar Dari Langit Suara Memekik,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Fulan Anak Si Fulan..&lt;br /&gt;Berbahagialah Apabila Amalmu Adalah Kebajikan&lt;br /&gt;Berbahagialah Apabila Matimu Diawali Tobat&lt;br /&gt;Berbahagialah Apabila Hidupmu Penuh Dengan Taat."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Mayat Siap Dishalatkan.... Terdengar Dari Langit Suara Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan.. Setiap Pekerjaan Yang Kau Lakukan Kelak Kau Lihat Hasilnya Di Akhirat Apabila Baik Maka Kau Akan Melihatnya Baik Apabila Buruk, Kau Akan Melihatnya Buruk."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketika Mayat Dibaringkan Di Liang Lahat....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Terdengar Suara Memekik Dari Langit,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Fulan Anak Si Fulan...&lt;br /&gt;Apa Yang Telah Kau Siapkan Dari Rumahmu Yang Luas Di Dunia&lt;br /&gt;Untuk Kehidupan Yang Penuh Gelap Gulita Di Sini&lt;br /&gt;Wahai Fulan Anak Si Fulan...&lt;br /&gt;Dahulu Kau Tertawa Kini Dalam Perutku Kau Menangis&lt;br /&gt;Dahulu Kau Bergembira Kini Dalam Perutku Kau Berduka&lt;br /&gt;Dahulu Kau Bertutur Kata Kini Dalam Perutku Kau Bungkam Seribu Bahasa."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketika Semua Manusia Meninggalkannya Sendirian....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Allah Berkata Kepadanya, "Wahai Hamba-Ku..... Kini Kau Tinggal Seorang Diri Tiada Teman Dan Tiada Kerabat Di Sebuah Tempat Kecil, Sempit Dan Gelap.. Mereka Pergi Meninggalkanmu.. Seorang Diri Padahal, Karena Mereka Kau Pernah Langgar Perintahku Hari Ini,.... Akan Kutunjukan Kepadamu Kasih Sayang-Ku Yang Akan Takjub Seisi Alam Aku Akan Menyayangimu Lebih Dari Kasih Sayang Seorang Ibu Pada Anaknya. Kepada Jiwa-Jiwa Yang Tenang Allah Berfirman, "Wahai Jiwa Yang Tenang Kembalilah Kepada Tuhanmu Dengan Hati Yang Puas Lagi Diridhai-Nya Maka Masuklah Ke Dalam Jamaah Hamba-Hamba-Ku Dan Masuklah Ke Dalam Jannah-Ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda Ingin Beramal Shaleh...?&lt;br /&gt;Tolong Kirimkan Kepada Rekan-Rekan Muslim Lainnya Yang Anda Kenal...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-5709032304392209521?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/5709032304392209521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/01/suara-yang-didegar-mayat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/5709032304392209521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/5709032304392209521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/01/suara-yang-didegar-mayat.html' title='Suara yang didegar mayat'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-2047878602881554900</id><published>2009-01-20T14:28:00.000-08:00</published><updated>2009-01-20T14:29:50.477-08:00</updated><title type='text'>Doa mOhOn kesembuhan dan kesehatan</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Trebuchet MS"; 	panose-1:2 11 6 3 2 2 2 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:"Traditional Arabic"; 	mso-font-alt:"Times New Roman"; 	mso-font-charset:178; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:24577 0 0 0 64 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} span.gen 	{mso-style-name:gen;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:1980263658; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:61081454 1345898920 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-tab-stop:.25in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:.25in; 	text-indent:-.25in; 	font-family:"Trebuchet MS"; 	mso-ansi-font-weight:normal; 	mso-ansi-font-style:normal;} @list l0:level2 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:.75in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:.75in; 	text-indent:-.25in; 	mso-ascii-font-family:"Times New Roman"; 	mso-hansi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level3 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:1.25in; 	mso-level-number-position:right; 	margin-left:1.25in; 	text-indent:-9.0pt; 	mso-ascii-font-family:"Times New Roman"; 	mso-hansi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level4 	{mso-level-tab-stop:1.75in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:1.75in; 	text-indent:-.25in; 	mso-ascii-font-family:"Times New Roman"; 	mso-hansi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level5 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:2.25in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:2.25in; 	text-indent:-.25in; 	mso-ascii-font-family:"Times New Roman"; 	mso-hansi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level6 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:2.75in; 	mso-level-number-position:right; 	margin-left:2.75in; 	text-indent:-9.0pt; 	mso-ascii-font-family:"Times New Roman"; 	mso-hansi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level7 	{mso-level-tab-stop:3.25in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:3.25in; 	text-indent:-.25in; 	mso-ascii-font-family:"Times New Roman"; 	mso-hansi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level8 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:3.75in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:3.75in; 	text-indent:-.25in; 	mso-ascii-font-family:"Times New Roman"; 	mso-hansi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @list l0:level9 	{mso-level-number-format:roman-lower; 	mso-level-tab-stop:4.25in; 	mso-level-number-position:right; 	margin-left:4.25in; 	text-indent:-9.0pt; 	mso-ascii-font-family:"Times New Roman"; 	mso-hansi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;“…(yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku,, dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku, dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku, dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali), dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span class="gen"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;(QS. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Asy Syu'araa', 6 : 78-82)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="text-align: center; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;اللهم عافني في بدني&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;اللهم عافني سمعي&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;اللهم عافني بصري&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="text-align: center; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;اللهم إني أعوذبك من الكفر&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="LTR" style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;والفقر. اللهم إني أعوذبك من عذاب القبر لا إله إلا أنت&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Allahumma ‘afnii fii badanii, Allahumma ‘afnii sama’ii, Allahumma ‘afnii basharii, Allahumma inni A’udzubika minal kufuri wal faqri. Allahumma inni a’udzubika min ‘adzaabil qabri. Laa ilaaha illa anta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;“Ya Allah sembuhkan badanku, Ya Allah sembuhkanlah pendengaranku. Ya Allah sembuhkan penglihatanku. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab Kubur. Tiada tuhan selain Engkau.”(H.R.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Abu Daud )&lt;i&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="RTL" style="text-align: center; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;" lang="AR-SA"&gt;أسألك العفو و العافية وحسن اليقين والمعافاة فى الدنيا والأخرة&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 11pt; font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;span dir="LTR"&gt;&lt;/span&gt;“Aku bermohon kepada-Mu ampunan, kesehatan, baiknya keyakinan. Dan sembuhkanlah aku (dari sakit) di dunia dan akhirat.” (H.R. An-Nasai)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Adab ketika Sakit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;" lang="SV"&gt;Penyakit itu cobaan dari Allah, maka harus diterima dengan ikhlas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Bersabar akan membantu kesembuhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Tetap salat dengan sekemampuannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;selalu berdzikir kepada Allah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Berusaha mengobati penyakitnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berobat kepada dukun atau paranormal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;     &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;;"&gt;Memohon kesembuhan dengan banyak berdoa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-2047878602881554900?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/2047878602881554900/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/01/doa-mohon-kesembuhan-dan-kesehatan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/2047878602881554900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/2047878602881554900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/01/doa-mohon-kesembuhan-dan-kesehatan.html' title='Doa mOhOn kesembuhan dan kesehatan'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-1820610264622845242</id><published>2009-01-20T14:23:00.000-08:00</published><updated>2009-01-20T14:24:05.842-08:00</updated><title type='text'>Istri Shalihah, Keutamaan dan Sifat-Sifatnya</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 255, 102);"&gt;Penulis : Al-Ustadzah Ummu Ishaq Zulfa Husein Al-Atsariyyah&lt;br /&gt;Sumber : Asysyariah.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang sering diangankan oleh kebanyakan laki-laki tentang wanita yang bakal menjadi pendamping hidupnya? Cantik, kaya, punya kedudukan, karir bagus, dan baik pada suami. Inilah keinginan yang banyak muncul. Sebuah keinginan yang lebih tepat disebut angan-angan, karena jarang ada wanita yang memiliki sifat demikian. Kebanyakan laki-laki lebih memperhatikan penampilan dzahir, sementara unsur akhlak dari wanita tersebut kurang diperhatikan. Padahal akhlak dari pasangan hidupnya itulah yang akan banyak berpengaruh terhadap kebahagiaan rumah tangganya. Seorang muslim yang shalih, ketika membangun mahligai rumah tangga maka yang menjadi dambaan dan cita-citanya adalah agar kehidupan rumah tangganya kelak berjalan dengan baik, dipenuhi mawaddah warahmah, sarat dengan kebahagiaan, adanya saling ta`awun (tolong menolong), saling memahami dan saling mengerti. Dia juga mendamba memiliki istri yang pandai memposisikan diri untuk menjadi naungan ketenangan bagi suami dan tempat beristirahat dari ruwetnya kehidupan di luar.&lt;br /&gt;Ia berharap dari rumah tangga itu kelak akan lahir anak turunannya yang shalih&lt;br /&gt;yang menjadi qurratu a`yun (penyejuk mata) baginya. Demikian harapan demi&lt;br /&gt;harapan dirajutnya sambil meminta kepada Ar-Rabbul A`la (Allah Yang Maha&lt;br /&gt;Tinggi) agar dimudahkan segala urusannya. Namun tentunya apa yang menjadi&lt;br /&gt;dambaan seorang muslim ini tidak akan terwujud dengan baik terkecuali bila&lt;br /&gt;wanita yang dipilihnya untuk menemani hidupnya adalah wanita shalihah. Karena&lt;br /&gt;hanya wanita shalihah yang dapat menjadi teman hidup yang sebenarnya dalam suka maupun lara, yang akan membantu dan mendorong suaminya untuk taat kepada Allah. Subhanallah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dalam diri wanita shalihah tertanam aqidah tauhid, akhlak yang mulia dan budi pekerti yang luhur. Dia akan berupaya ta`awun dengan suaminya untuk menjadikan rumah tangganya bangunan yang kuat lagi kokoh guna menyiapkan generasi Islam yang diridhai Ar-ahman. Sebaliknya, bila yang dipilih sebagai pendamping hidup adalah wanita yang tidak terdidik dalam agama1 dan tidak berpegang dengan agama, maka dia akan menjadi duri dalam daging dan musuh dalam selimut bagi sang suami. Akibatnya rumah tangga selalu sarat dengan keruwetan, keributan, dan perselisihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri seperti inilah yang sering dikeluhkan oleh para suami, sampai-sampai ada di antara mereka yang berkata: "Aku telah berbuat baik kepadanya dan memenuhi semua haknya namun ia selalu menyakitiku."Duhai kiranya wanita itu tahu betapa besar hak suaminya, duhai kiranya dia tahu akibat yang akan diperoleh dengan menyakiti dan melukai hati suaminya….! Namun dari mana pengetahuan dan kesadaran itu akan didapatkan bila dia jauh dari pengajaran dan bimbingan agamanya yang haq? Wallahu Al-Musta`an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keutamaan wanita shalihah Abdullah bin Amr radhiallahu‘anhuma meriwayatkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: "Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan2 dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah."&lt;br /&gt;(HR. Muslim no. 1467)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Umar ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhu:&lt;br /&gt;"Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HR. Abu Dawud no. 1417.  Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata dalam Al-Jami’ush Shahih 3/57: "Hadits ini shahih di atas syarat Muslim.")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BerkataAl-Qadhi `Iyyadh rahimahullah: "Tatkala Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan kepada para sahabatnya bahwa tidak berdosa mereka mengumpulkan harta selama mereka menunaikan zakatnya, beliau memandang perlunya memberi kabar gembira kepada mereka dengan menganjurkan mereka kepada apa yang lebih baik dan lebih kekal yaitu istri yang shalihah yang cantik (lahir batinnya) karena ia akan selalu bersamamu menemanimu.&lt;br /&gt;Bila engkau pandang menyenangkanmu, ia tunaikan kebutuhanmu bila engkau&lt;br /&gt;membutuhkannya. Engkau dapat bermusyawarah dengannya dalam perkara yang dapat membantumu dan ia akan menjaga rahasiamu. Engkau dapat meminta bantuannya dalam keperluan-keperluanmu, ia mentaati perintahmu dan bila engkau meninggalkannya ia akan menjaga hartamu dan Memelihara/ mengasuh anak-anakmu."&lt;br /&gt;(`AunulMa`bud, 5/57)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah pula bersabda:&lt;br /&gt;Empat perkara termasuk dari kebahagiaan, yaitu wanita (istri) yang shalihah, tempat tinggal yang luas/ lapang, tetangga yang shalih, dan tunggangan (kendaraan) yang nyaman. Dan empat perkara yang merupakan kesengsaraan yaitu tetangga yang jelek, istri yang jelek&lt;br /&gt;(tidak shalihah), kendaraan yang tidak nyaman, dan tempat tinggal yang sempit."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(HR. Ibnu Hibban dalam Al-Mawarid hal. 302, dishahihkan Asy-Syaikh Muqbil dalam Al-Jami’ush Shahih, 3/57 dan Asy-Syaikh Al Albani dlm Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 282)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Umar ibnul Khaththab radhiallahu ‘anhu bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: "Wahai Rasulullah, harta apakah yang sebaiknya kita miliki? " Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: "Hendaklah salah seorang dari kalian memiliki hati yang bersyukur, lisan yang senantiasa berdzikir dan istri mukminah yang akan menolongmu dalam perkara akhirat."&lt;br /&gt;(HR. Ibnu Majah no. 1856, dishahihkan Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahih Ibnu Majah no. 1505)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukuplah kemuliaan dan keutamaan bagi wanita shalihah dengan anjuran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi lelaki yang ingin menikah untuk mengutamakannya dari yang selainnya. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;"Wanita itu dinikahi karena empat perkara yaitu karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah olehmu wanita yang punya agama, engkau akan beruntung."&lt;br /&gt;(HR.Al-Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1466)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat hal tersebut merupakan faktor penyebab di persuntingnya seorang wanita dan ini merupakan pengabaran berdasarkan kenyataan yang biasa terjadi di tengah manusia, bukan suatu perintah untuk mengumpulkan perkara-perkara tersebut, demikian kata Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah. Namun dzahir hadits ini menunjukkan boleh menikahi wanita karena salah satu dari empat perkara&lt;br /&gt;tersebut, akan tetapi memilih wanita karena agamanya lebih utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berkata: maknanya: yang sepatutnya bagi seorang yang beragama dan memiliki muruah (adab) untuk menjadikan agama sebagai petunjuk pandangannya dalam segala sesuatu terlebih lagi dalam suatu perkara yang akan tinggal lama bersamanya(istri). Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mendapatkan seorang wanita yang memiliki agama di mana hal ini merupakan puncak keinginannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata:&lt;br /&gt;"Dalam hadits ini ada anjuran untuk berteman/ bersahabat dengan&lt;br /&gt;orang yang memiliki agama dalam segala sesuatu karena ia akan mengambil manfaat dari akhlak mereka (teman yang baik tersebut), berkah mereka, baiknya jalan mereka, dan aman dari mendapatkan kerusakan mereka."&lt;br /&gt;(Syarah Shahih Muslim, 10/52)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat-sifat Istri Shalihah Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;"Wanita (istri) shalihah adalah yang taat lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada dikarenakan Allah telah memelihara mereka."&lt;br /&gt;(An-Nisa: 34).&lt;br /&gt;Dalam ayat yang mulia di atas disebutkan di antara sifat wanita shalihah adalah taat kepada Allah dan kepada suaminya dalam perkara yang ma`ruf lagi memelihara dirinya ketika suaminya tidak berada di sampingnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa`di rahimahullah berkata:&lt;br /&gt;"Tugas seorang istri adalah menunaikan ketaatan kepada Rabbnya dan taat kepada suaminya, karena itulah ALLAH berfirman: "Wanita shalihah adalah yang taat," yakni taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, "Lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada." Yakni taat kepada suami mereka bahkan ketika suaminya tidak ada (sedang bepergian,pen.), dia menjaga suaminya dengan menjaga dirinya&lt;br /&gt;dan harta suaminya." (Taisir Al-Karimir Rahman, hal.177)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadapi permasalahan dengan istri-istrinya sampai beliau bersumpah tidak akan mencampuri mereka selama sebulan, Allah Subhanahu wa Ta’ala menyatakan kepada Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam: "Jika sampai Nabi menceraikan kalian,7 mudah-mudahan Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik daripada kalian,muslimat, mukminat, qanitat, taibat, `abidat, saihat dari kalangan janda ataupun gadis." (At-Tahrim: 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat yang mulia di atas disebutkan beberapa sifat istri yang shalihah yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Muslimat: wanita-wanita yang ikhlas (kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala), tunduk kepada perintah Allah ta`ala dan perintah Rasul-Nya.&lt;br /&gt;b. Mukminat: wanita-wanita yang membenarkan perintah dan larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala&lt;br /&gt;c. Qanitat: wanita-wanita yang taat&lt;br /&gt;d.Taibat: wanita-wanita yang selalu bertaubat dari dosa-dosa mereka, selalu kembali kepada perintah (perkara yang ditetapkan) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam walaupun harus meninggalkan apa yang disenangi oleh hawa nafsu mereka&lt;br /&gt;e. `Abidat: wanita-wanita yang banyak melakukan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala (dengan mentauhidkannya karena semua yang dimaksud dengan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam Al-Qur’an adalah tauhid, kata Ibnu Abbas radhiallahu ’anhuma).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Saihat: wanita-wanita yang berpuasa. (Al-Jami` li Ahkamil Qur’an, 18/126-127, Tafsir Ibnu Katsir, 8/132)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan:&lt;br /&gt;"Apabila seorang wanita shalat lima waktu, puasa sebulan (Rmadhan), menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya : Masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai."&lt;br /&gt;(HR.Ahmad 1/191,dishahihkan Asy-Syikh Al Albani rahimahullah dalam shahihul Jami’No.660)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dalil-dalil yang telah disebutkan di atas, dapatlah kita simpulkan bahwa sifat istri yang shalihah adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan mempersembahkan ibadah hanya kepada- Nya tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatupun.&lt;br /&gt;2. Tunduk kepada perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala, terus menerus dalam ketaatan kepada- Nya dengan banyak melakukan ibadah seperti shalat, puasa, bersedekah, dan selainnya. Membenarkan segala perintah dan larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala.&lt;br /&gt;3. Menjauhi segala perkara yang dilarang dan menjauhi sifat-sifat yang rendah.&lt;br /&gt;4. Selalu kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bertaubat kepada-Nya sehingga  lisannya senantiasa dipenuhi istighfar dan dzikir kepada-Nya.Sebaliknya ia jauh dari perkataan yang laghwi, tidak bermanfaat dan membawa dosa seperti dusta, ghibah, namimah, dan lainnya.&lt;br /&gt;5. Menaati suami dalam perkara kebaikan bukan dalam bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan melaksanakan hak-hak suami sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;6. Menjaga dirinya ketika suami tidak berada di sisinya. Ia menjaga kehormatannya dari tangan yang hendak menyentuh, dari mata yang hendak melihat, atau dari telinga yang hendak mendengar. Demikian juga menjaga anak-anak, rumah, dan harta suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat istri shalihah lainnya bisa kita rinci berikut ini berdasarkan dalil-dalil yang disebutkan setelahnya:&lt;br /&gt;1. Penuh kasih sayang, selalu kembali kepada suaminya dan mencari maafnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :&lt;br /&gt;"Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: "Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha."&lt;br /&gt;(HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257. Silsilah Al-Ahadits Ash Shahihah, Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah, no. 287)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Melayani suaminya (berkhidmat kepada suami) seperti menyiapkan makan minumnya, tempat tidur, pakaian, dan yang semacamnya.&lt;br /&gt;3. Menjaga rahasia-rahasia suami, lebih-lebih yang berkenaan dengan hubungan intim antara dia dan suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Selalu berpenampilan yang bagus dan menarik di hadapan&lt;br /&gt;suaminya sehingga bila suaminya memandang akan menyenangkannya. Rasulullah&lt;br /&gt;Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya".&lt;br /&gt;(HR. Abu Dawud no. 1417. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata dalam&lt;br /&gt;Al-Jami’ush Shahih 3/57: "Hadits ini shahih di atas syarat Muslim.")&lt;br /&gt;5. Ketika suaminya sedang berada di rumah (tidak bepergian/safar), ia tidak menyibukkan dirinya dengan melakukan ibadah sunnah yang&lt;br /&gt;dapat menghalangi suaminya untuk istimta` (bernikmat-nikmat) dengannya seperti puasa, terkecuali bila suaminya mengizinkan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Tidak halal bagi seorang istri berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada (tidak sedang bepergian) kecuali dengan izinnya".&lt;br /&gt;(HR. Al-Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026)&lt;br /&gt;6. Pandai mensyukuri pemberian dan kebaikan suami, tidak melupakan kebaikannya, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: "Diperlihatkan neraka kepadaku, ternyata aku dapati kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita yang kufur."&lt;br /&gt;Ada yang bertanya kepada beliau:&lt;br /&gt;"Apakah mereka kufur kepada Allah?" Beliau menjawab: "Mereka mengkufuri suami dan mengkufuri (tidak mensyukuri) kebaikannya. Seandainya salah seorang dari kalian berbuat baik kepada seorang di antara mereka (istri) setahun penuh, kemudian dia melihat darimu sesuatu (yang tidak berkenan baginya) niscaya dia berkata: "Aku tidak pernah melihat darimu kebaikan sama sekali."&lt;br /&gt;(HR. Al-Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907)&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda:&lt;br /&gt;"Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur kepada suaminya padahal dia membutuhkannya."&lt;br /&gt;(HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa. Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 289)&lt;br /&gt;7. Bersegera memenuhi ajakan suami untuk memenuhi hasratnya, tidak menolaknya tanpa alasan yang syar`i, dan tidak menjauhi tempat tidur suaminya, karena ia tahu dan takut terhadap berita Rasulullah Shallallahu&lt;br /&gt;‘alaihi wa sallam: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak (enggan) melainkan yang di langit murka terhadapnya hingga sang suami ridha padanya." (HR. Muslim no.1436)&lt;br /&gt;"Apabila seorang istri bermalam dalam keadaan meninggalkan tempat tidur suaminya, niscaya para malaikat melaknatnya sampai ia kembali (ke suaminya)."&lt;br /&gt;(HR. Al-Bukhari no. 5194 dan Muslim no. 1436)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian yang dapat kami sebutkan dari keutamaan dan sifat-sifat&lt;br /&gt;istri shalihah, mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi taufik kepada semua wanita agar dapat menjadi wanita yang shalihah, amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-1820610264622845242?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/1820610264622845242/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/01/istri-shalihah-keutamaan-dan-sifat_20.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/1820610264622845242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/1820610264622845242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/01/istri-shalihah-keutamaan-dan-sifat_20.html' title='Istri Shalihah, Keutamaan dan Sifat-Sifatnya'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-2893012172601327945</id><published>2009-01-18T15:56:00.000-08:00</published><updated>2009-01-18T16:15:18.519-08:00</updated><title type='text'>Fatwa Lajnah Da’imah</title><content type='html'>&lt;h3&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Penulis : Lajnah Da’imah Lil Buhuts Ilmiyah wal Ifta’&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Segala puji hanyalah milik Allah Rabb semesta alam. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada nabi dan rasul yang paling mulia, nabi kita Muhammad dan kepada keluarga beliau beserta para shahabatnya dan ummatnya yang setia mengikutinya sampai akhir zaman. Wa ba’da;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sesungguhnya&lt;strong&gt; Lajnah Da’imah Lil Buhuts Al ‘Ilmiyah wal Ifta’&lt;/strong&gt; (Dewan Tetap untuk Penelitian Ilmiyah dan Fatwa) di Kerajaan Saudi Arabia mengikuti (perkembangan yang terjadi) dengan penuh kegalauan dan kesedihan akan apa yang telah terjadi dan sedang terjadi yang menimpa saudara-saudara kita muslimin Palestina dan lebih khusus lagi di Jalur Gaza, dari angkara murka dan terbunuhnya anak-anak, kaum wanita dan orang-orang yang sudah renta, dan pelanggaran-pelanggaran terhadap kehormatan, rumah-rumah serta bangunan-bangunan yang dihancurkan dan pengusiran penduduk. Tidak diragukan lagi ini adalah kejahatan dan kezhaliman terhadap penduduk Palestina.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;p&gt;Dan dalam menghadapi peristiwa yang menyakitkan ini wajib atas ummat Islam berdiri satu barisan bersama saudara-saudara mereka di Palestina dan bahu membahu dengan mereka, ikut membela dan membantu mereka serta bersungguh-sungguh dalam menepis kezhaliman yang menimpa mereka dengan sebab dan sarana apa pun yang mungkin dilakukan sebagai wujud dari persaudaraan seagama dan seikatan iman. Allah Ta’ala berfirman: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara”. (Al Hujurat: 10) dan &lt;strong&gt;Allah Subhanahu Wa Ta’ala&lt;/strong&gt; berfirman: “Orang-orang mukmin laki-laki dan orang-orang mukmin perempuan sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain”. (At-Taubah: 71) dan &lt;strong&gt;Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam&lt;/strong&gt; bersabda: “Seorang mukmin bagi mukmin yang lain adalah seperti sebuah bangunan yang saling menopang, lalu beliau menautkan antar jari-jemari (kedua tangannya)”. (Muttafaqun ‘Alaihi) dan beliau juga bersabda: “Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal kasih sayang, kecintaan dan kelemah-lembutan di antara mereka adalah bagaikan satu tubuh, apabila ada satu anggotanya yang sakit maka seluruh tubuh juga merasakan sakit dan tidak bisa tidur”. (Muttafaqun ‘Alaihi) dan beliau juga bersabda: “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, dia tidak mendzalimi saudaranya, tidak menipunya, tidak memperdayanya dan tidak meremehkannya”. (&lt;strong&gt;HR. Muslim&lt;/strong&gt;)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan pembelaan bentuknya umum mencakup banyak aspek sesuai kemampuan sambil tetap memperhatikan keadaan, apakah dalam bentuk benda atau suatu yang abstrak dan apakah dari awam muslimin berupa harta, makanan, obat-obatan, pakaian, dan yang lain sebagainya. Atau dari pihak pemerintah Arab dan negeri-negeri Islam dengan mempermudah sampainya bantuan-bantuan kepada mereka dan mengambil posisi di belakang mereka dan membela kepentingan-kepentingan mereka di pertemuan-pertemuan, acara-acara, dan musyawarah-musyawarah antar negara dan dalam negeri. Semua itu termasuk ke dalam bekerjasama di atas kebajikan dan ketakwaan yang diperintahkan di dalam firman-Nya: “Dan bekerjasamalah kalian di atas kebajikan dan ketakwaan”. (Al Ma’idah: 2)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan termasuk dalam hal ini juga, menyampaikan nasihat kepada mereka dan menunjuki mereka kepada setiap kebaikan bagi mereka. Dan di antaranya yang paling besar, mendoakan mereka pada setiap waktu agar cobaan ini diangkat dari mereka dan agar bencana ini disingkap dari mereka dan mendoakan mereka agar Allah memulihkan keadaan mereka dan membimbing amalan dan ucapan mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan sesungguhnya kami mewasiatkan kepada saudara-saudara kami kaum muslimin di Palestina untuk bertakwa kepada &lt;strong&gt;Allah Ta’ala&lt;/strong&gt; dan bertaubat kepada-Nya, sebagaimana kami mewasiatkan mereka agar bersatu di atas kebenaran dan meninggalkan perpecahan dan pertikaian, serta menutup celah bagi pihak musuh yang memanfaatkan kesempatan dan akan terus memanfaatkan (kondisi ini) dengan melakukan tindak kesewenang-wenangan dan pelecehan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Dan kami menganjurkan kepada semua saudara-saudara kami untuk menempuh sebab-sebab agar terangkatnya/lenyapnya kesewenang-wenangan terhadap negeri mereka sambil tetap menjaga keikhlasan dalam berbuat karena Allah Ta’ala dan mencari keridha’an-Nya dan mengambil bantuan dengan kesabaran dan shalat dan musyawarah dengan para ulama dan orang-orang yang berakal dan bijak di setiap urusan mereka, karena itu semua potensial kepada taufik dan benarnya langkah.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagaimana kami juga mengajak kepada orang-orang yang berakal di setiap negeri dan masyarakat dunia seluruhnya untuk melihat kepada bencana ini dengan kacamata orang yang berakal dan sikap yang adil untuk memberikan kepada masyarakat Palestina hak-hak mereka dan mengangkat kezhaliman dari mereka agar mereka hidup dengan kehidupan yang mulia. Sekaligus kami juga berterima kasih kepada setiap pihak yang berlomba-lomba dalam membela dan membantu mereka dari negara-negara dan individu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kami mohon kepada &lt;strong&gt;Allah&lt;/strong&gt; dengan nama-nama-Nya yang husna dan &lt;strong&gt;sifat-sifat-Nya&lt;/strong&gt; yang tinggi untuk menyingkap kesedihan dari ummat ini dan memuliakan agama-Nya dan meninggikan kalimat-Nya dan memenangkan para wali-Nya dan menghinakan musuh-musuh-Nya dan menjadikan tipu daya mereka bumerang bagi mereka dan menjaga ummat Islam dari kejahata-kejahatan mereka, sesungguhnya Dialah Penolong kita dalam hal ini dan Dzat Yang Maha Berkuasa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada &lt;strong&gt;Nabi kita Muhammad&lt;/strong&gt; dan kepada keluarga serta shahabatnya dan ummatnya yang mengikuti beliau dengan baik sampai hari kiamat.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-2893012172601327945?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/2893012172601327945/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/01/fatwa-lajnah-daimah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/2893012172601327945'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/2893012172601327945'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/01/fatwa-lajnah-daimah.html' title='Fatwa Lajnah Da’imah'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-300592650180166510</id><published>2009-01-18T15:36:00.000-08:00</published><updated>2009-01-18T15:40:22.300-08:00</updated><title type='text'>Hizib Syirik</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Syaikhul Islam Ibnu taimiyah berkata; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Diantara &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;orang yang sangat aib&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;tercela&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;, ialah orang yang menggunakan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;hizib atau wirid yang tidak  ma’tsur&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; (tidak ada contohnya) dari Nabi shalallahu ‘alaihi wasalam, sekalipun hizib/wirid tersebut berasal dari syaikh (tuan gurunya). Sementara ia justru meninggalkan/mengabaikan dzikir dan wirid yang diajarkan oleh pemimpin umat manusia dan Imam seluruh makhluk yaitu Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam, yang merupakan hujjah Allah atas hamba-hambaNya. &lt;/span&gt;(Majmu Fatawa -Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah 22/525)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span id="more-62"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; &lt;span&gt;Segala kebajikan adalah dengan ittiba’ (mengikuti) Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam, berpedoman pada petunjuknya dan mengikutinya sunnahnya yang shahih.&lt;/span&gt; Beliau shalallahu ‘alaihi wa salam adalah sosok teladan yang selalu mendapat limpahan rahmat dan shalawat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, malaikat dan seluruh makhluk. Beliau shalallahu ‘alaihi wa salam adalah manusia yang paling sempurna dalam berdo’a dan berdzikir kepada Allah Yang Mahasuci dan Mahatinggi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; Imam Ibnul Qayyim rahimahullah (wafat thn 751 H) berkata: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Dzikir yang paling baik dan paling bermanfaat adalah do’a dan dzikir yang diyakini dengan hati diucapkan dengan lisan dilaksanakan dengan konsisten dari do’a dan dzikir yang dicontohkan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam serta orang yang melakukannya memahami makna-makna dan maksud yang terkandung di dalamnya.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; Banyak sekali kitab yang ditulis oleh para ulama sepanjang zaman tentang do’a dan dzikir, ada yang menulis kitab-kitab tebal dengan sanad yang lengkap, ada yang sedang, ada yang singkat, ada kitab-kitab yang memuat hadits-hadits pilihan. Ada pula yang memuat riwayat shahih, dhaif dan yang membawakan riwayat maudhu’ (palsu).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt; Bahkan ada buku do’a dan dzikir yang sangat berbahaya yaitu orang yang menulis do’a dan dzikir yang dikarang-karang sendiri, tidak ada asalnya dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam, dibuat, dirangkai dan disusun menurut ra’yu (akal) dan hawa nafsunya, diberikan judul yang indah dan menarik, tapi isinya adalah jimat, waqaf, isim-isim, potongan huruf Arab yang tidak dapat dipahami yang sudah jelas bid’ah, kesesatan dan syirik, yang Allah tidak menurunkan sedikitpun ilmu kepada mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Oleh karena itu umat Islam wajib berhati-hati jangan sampai memiliki, menghafal dan mengamalkan do’a, dzikir dan wirid yang tidak ada contohnya dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;Karena hal itu akan membawa kepada bid’ah, kesesatan, syirik, penyimpangan, kekotoran hati, tertolaknya amal. Tidak membawa kepada kekhusyu’an dan menjauhkan dia dari Allah Subhanahu wa Ta’ala &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;(mukadimmah buku Do’a dan Wirid Mengobati Guna-guna dan Sihir Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah tulisan Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas. Terbitan Pustaka Imam Syafii, Juli 2003 )&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-300592650180166510?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/300592650180166510/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/01/hizib-syirik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/300592650180166510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/300592650180166510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/01/hizib-syirik.html' title='Hizib Syirik'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-6399099374904222579</id><published>2009-01-18T15:15:00.000-08:00</published><updated>2009-01-18T15:16:40.375-08:00</updated><title type='text'>Menggapai Kebahagian Dengan Istri Shalihah</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Salah satu faktor kebahagian seorang lelaki muslim dalam kehidupan di dunia ini adalah dianugerahinya seorang istri yang mampu menjadi penenang baginya sebagai teman bergaul, berbincang-bincang, berdiskusi. Sebaliknyapun ia mampu juga menjadi penenang bagi istrinya, sehingga mengalirkan kasih sayang dan cinta di antara mereka dengan mendambakan surga agar dapat menjadi tempat berkumpul mereka yang kekal abadi.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="more-305"&gt;&lt;/span&gt;Kesholihan suami dan istri dapat menumbuhkan ketentraman jiwa, kebahagian hati serta kelapangan dada, yang semua ini akan membantunya dalam mengemban tugas-tugas yang menyangkut agama dan dunia dengan nyaman, tanpa gangguan batin, disamping akan membantu pula dalam menjalankan kewajiban mendidik anak-anak, yang merupakan penopang dalam perjuangan menegakkan syariat Islam secara baik. &lt;p align="justify"&gt;Istri yang sholihah akan selalu menaati suaminya sebagaimana yang pernah dituturkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah: “Tidak ada kewajiban yang harus ditunaikan oleh wanita, setelah hak Alloh dan Rasul-Nya, yang lebih wajib daripada hak suami” (Majmu’ Fatawa: XXXII/260). Dan ketika suami memandang kepada dirinya dia menyenangkan mata dan hati, jika suami bersumpah terhadapnya, dia segera mengabulkan sumpah suaminya itu, dan jika suaminya pergi, dia menjaga kehormatan diri dan menjaga harta suaminya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seorang wanita yang telah menemukan suami sholih yang sesuai dengan dambaannya, seyogianya berusaha mendapat keridhoannya dan menjauhi segala yang dapat menyakitinya. Sesungguhnya, apabila dia menyakiti atau melakukan sesuatu yang tidak disukai oleh suaminya, maka suaminya akan menjadi bosan dan tindakannya itu akan membekas pada jiwa suaminya. Bisa jadi pula, suaminya mendapat kesempatan, lantas meninggalkannya atau menyukai wanita lainnya. Sangatlah mungkin seorang suami menemukan yang tidak ditemukan oleh istrinya. Padahal, telah dimaklumi bahwa bosan terhadap sesuatu yang disukai itu kadang-kadang terjadi, apalagi terhadap sesuatu yang tidak disukai.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Haruslah para istri untuk bertakwa kepada Alloh &lt;em&gt;‘Azza wa Jalla&lt;/em&gt; dalam bersikap pada suaminya. Sungguh, dia bisa menjadi Surgamu atau Nerakamu, sebagaimana sabda Rasululloh &lt;em&gt;shalallahu ‘alahi wa sallam&lt;/em&gt; kepada salah seorang istri sahabatnya: &lt;em&gt;“ ’Apakah engkau mempunyai suami ?’. Dia menjawab,’Betul, ya Rasululloh’. Rasululloh bertanya,’Bagaimana sikapmu terhadapnya?’. Dia menjawab,’Saya tidak mengurangi ketaatan kepadanya sedikitpun, kecuali dalam hal yang saya tidak mampu’. Rasaululloh bersabda,’Perhatikan bagaimana sikapmu terhadapnya, sungguh dia itu merupakan Surga dan Nerakamu’.”&lt;/em&gt; (HR. Tirmidzi)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Imam Ahmad &lt;em&gt;rohimalloh&lt;/em&gt; berkata tentang istri beliau,’Abasah binti Fadhl &lt;em&gt;rohimalloh&lt;/em&gt;, ibu dari putra beliau, Sholih,”Ummu Sholih tinggal bersamaku selama tiga puluh tahun, aku belum pernah berselisih dengannya walaupun satu perkataan, sampai kemudian dia wafat.” (Tarikh Baghdad)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bersungguh-sungguh mengendalikan dan memperbaiki diri menuntut perjuangan yang cukup panjang dan proses yang sangat berat. Akan tetapi, akibatnya adalah sangatlah nikmat, InsyaAllah. Jika seorang istri adalah seorang wanita sholihah, membenahi dirinya agar menjadi sholihah serta mengendalikan dirinya kepada kebaikan, dia akan mendapatkan banyak kebaikan diantaranya yang paling utama adalah pahala dan balasan serta kebahagian dunia dan akhirat. Alloh &lt;em&gt;‘Azza wa Jalla&lt;/em&gt; berfirman, yang artinya: “&lt;em&gt;Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.&lt;/em&gt;&lt;em&gt;”&lt;/em&gt; (QS. An-Nahl: 97)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-6399099374904222579?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/6399099374904222579/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/01/menggapai-kebahagian-dengan-istri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/6399099374904222579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/6399099374904222579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/01/menggapai-kebahagian-dengan-istri.html' title='Menggapai Kebahagian Dengan Istri Shalihah'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-4254577789813509631</id><published>2009-01-18T15:06:00.000-08:00</published><updated>2009-01-18T15:13:22.715-08:00</updated><title type='text'>Istri Shalihah Penyejuk Hati</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;Dengan wajah lesu dan tatapan penuh kekecewaan, seorang suami mengadukan permasalahan yang sedang dia hadapi bersama istrinya kepada salah seorang sahabatnya yang mengerti agama. &lt;p&gt;“Saya hampir tidak pernah menikmati kecantikan istri saya yang sebenarnya dia miliki, “kata si suami mengawali pengaduannya. Istrinya hanya mau berdandan bila akan ke pesta atau sekedar jalan-jalan. Tetapi si istri tidak punya kebiasaan seperti itu bila tidak keluar, bahkan dianggapnya lucu karena bukan pada tempatnya untuk berdandan di rumah. Begitulah kira-kira isi keluhan si suami. Sahabatnya menasehati. “Tunaikanlah hak istrimu yaitu didiklah ia dengan ajaran agama, agar mengetahui apa yang menjadi hak dan kewajibannya, bersabar dan banyaklah berdoa pada Allah. “Suami itu tersentak sadar bahwa meskipun perjalan rumah tangganya dengan sang istri telah membuahkan lima anak dia sama sekali belum menunaikan hak istri yang satu ini.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-110"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Istri Shalihah&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ingin selalu tampil cantik dihadapan lawan jenisnya sudah menjadi kesenangan tersendiri bagi umumnya wanita. Namun kenyataan yang ada sekarang sering istri berpikir terbalik. Didalam rumah dan dihadapan suaminya, istri merasa tidak begitu perlu untuk tampil dengan dandanan yang cantik dan memikat. Namun jika keluar rumah segalanya dipakai; baju yang bagus, aksesoris indah, make-up yang mencolok dan parfum yang semerbak turut melengkapi agar dapat tampil &lt;i&gt;wah&lt;/i&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu bagaimana cara menyelamatkan keadaan yang  terbalik ini?&lt;br /&gt;dengan penuh kemantapan dan tanpa ragu sedikitpun, jawabannya adalah kembali kepada ketentuan syari’ah islam dan tidak ada alternatif lain. Islam telah memberikan bimbingan, bagaimana menjadi istri yang shalihah, sebagaimana ciri-cirinya telah disebutkan dalam hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam. Bahwa beliau bersabda:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Apabila diperintah ia taat, apabila dipandang menyenangkan hati suaminya, dan apabila suaminya tidak ada dirumah, ia menjaga diri dan harta suaminya.” (HR.Ahmad dan An-Nasa’i, di Hasan-kan oleh Albani dalam Irwa’ no.1786)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kalau kita lihat tuntunan islam diatas, ternyata bukanlah suatu yang sulit untuk dilaksanakan. Siapa pun bisa melakukannya. Disamping itu istri yang mempunyai tiga ciri diatas memiliki kedudukan yang tinggi dihadapan Allah, dan diibaratkan sebagai perhiasan dunia yang terbaik; sebagaimana yang dinyatakan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Dunia adalah perhiasan (kesenangan) dan sebaik-baik perhiasan (kesenangan) dunia adalah wanita (istri) shalihah.” (HR.Muslim dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Diniatkan untuk Ibadah&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seorang istri yang baik akan berusaha untuk melaksanakan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Walaupun terkadang timbul perasaan malas atau berat untuk melaksanakan sesuatu yang menjadi kewajibannya, tetapi hendaknya diingat bahwa keridhaan suami lebih diutamakan diatas perasaannya. Lihatlah apa yang dikatakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam ketika Aisyah Radhiyallahu ‘anha bertanya:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Siapa diantara manusia yang paling besar haknya atas (seorang) istri?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam menjawab, “Suaminya.. “ (HR. Hakim dan Al-Bazzar)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan taat kepada suami dan tentunya dengan menjalankan kewajiban agama lainnya, dapat mengantarkan istri kepada surga-Nya. Dalam hal ini Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam telah bersabda sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dan di shahihkan oleh Al-Albani:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Bila seorang wanita telah mengerjakan shalat lima waktu dan berpuasa pada bulan Ramadhan dan memelihara kemaluannya serta taat kepada suaminya, maka kelak dikatakan kepadanya: “masuklah dari pintu surga mana saja yang engkau inginkan.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kemudian hendaklah istri mengingat akan besarnya hak suami atas dirinya, sampai-sampai seandainya dibolehkan sujud kepada selain Allah maka istri diperintahkan untuk sujud kepada suaminya. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Andaikan saja dibolehkan seseorang bersujud kepada orang lain, niscaya aku perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya.” (HR. Tirmidzi: Hasan Shahih)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terlalu banyak peluang bagi seorang istri untuk beribadah kepada Allah dalam rumah tangganya dan terlalu mudah dalam memperoleh pahala dalam kehidupan suami istri. Namun sebaliknya terlalu mudah pula seorang istri terjerumus kepada dosa besar kalau melanggar ketentuan yang telah Allah gariskan. Yang perlu diingat oleh istri ialah agar berupaya mengikhlaskan niat hanya untuk Allah dalam melaksanakan kewajibannya sepanjang waktu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;Menyenangkan Hati Suami&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Apabila diperintah oleh suaminya, istri diwajibkan untuk mentaati. Dan apabila suaminya tidak ada dirumah, istri harus pandai menjaga dirinya dan kehormatannya serta menjaga amanah harta suaminya. Istri yang demikian ini akan dijaga oleh Allah sebagaimana Firman-Nya:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“ ..maka wanita yang shalihah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena itu Allah telah memelihara (mereka).” (An-Nisa’: 34)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun kriteria pertama dan ciri-ciri shalihah; Imam As-Sindi mengatakan dalam bukunya Khasyiah Sunan Nasai juz 6 hal 377: “Menyenangkan bila dipandang itu artinya indahnya penampilan secara dzahir serta akhlaq yang mulia. Juga terus menerus menyibukkan diri dalam taat dan bertaqwa kepada Allah.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Banyak hal yang dapat menyenangkan hati suami, diantaranya: penampilan diri agar enak dipandang, dan berbicara dengan menggunakan tutur yang menyenangkan serta dalam hal pengaturan rumah mampu menciptakan suasana bersih dan nyaman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;a. Penampilan Diri&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Umumnya suami lebih sering keluar rumah untuk menunaikan tugasnya apakah itu bekerja mencari nafkah ataukah berdakwah, sementara kita tahu keadaan di luar, sangat mudah sekali pandangan mata menjumpai wanita yang berpakaian minim dan menyebarkan aroma wewangian. Sekalipun seorang istri percaya suaminya akan berusaha memalingkan wajah dan menundukkan pandangannya karena takut dosa, namun laki-laki yang normal mungkin dapat tergoda melihat aurat yang haram tersebut. Diakui atau tidak, hal ini sangat mungkin terjadi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagaimana seandainya istri merasa tidak perlu untuk tampil cantik dihadapan suami dengan alasan tidak adanya waktu karena telah tersibukkan dengan anak dan urusan rumah, apalagi bila tidak ada pembantu. Sehingga dengan penampilan seenaknya dan terkadang (maaf) menyebarkan aroma yang kurang sedap ketika menyambut suaminya yang baru datang dari luar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berpakaian model apapun yang diingini dan disenangi suami dibolehkan dalam syariat islam dan tidak ada batasan aurat antara istri dan suaminya. Dandanan yang memikat dan aroma parfum yang harum akan menjaga dan memagari suami dari maksiat. Mata suami akan tertutup dari melihat pemandangan haram di luar rumah bila mata itu dipuaskan oleh istrinya dalam rumah. Jika istri tidak dapat memuaskan atau menyenangkan suami sehingga suaminya sampai jatuh dalam kemaksiatan (tertarik melihat pemandangan haram di luar rumah) maka berarti si istri turut berperan membantu suaminya bermaksiat kepada Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;b. Berbicara yang Enak&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada saat suami istri duduk-duduk sambil berbincang tentang barbagai hal, hendaknya istri memlilih ucapan yang baik dengan tutur kata yang indah dan lembut serta sedapat mungkin menghindari pembicaraan yang tidak disukai oleh suami. Demikian pula ketika suami berbicara istri sebaiknya mendengarkan dengan penuh perhatian dan tidak memotong pembicaraan suami.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;b&gt;c. Pengaturan Rumah&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penting juga diperhatikan penataan rumah yang baik, bersih dari najis dan terhindar dari aroma yang kurang sedap. Walhasil, ciptakan suasana rumah yang menjadikan suami betah berada di dalamnya. Untuk membuat penampilan lebih menarik tidak harus dengan wajah yang cantik, demikian juga untuk membuat rumah bersih dan rapih tidak harus dengan harga yang mahal. Insya Allah semuanya bisa dilaksanakan dengan mudah selama ada keinginan dan diniatkan ikhlas untuk mencari ridha Allah. Bukankah segala sesuatu yang baik itu akan bernilai ibadah bila diniatkan hanya untuk Allah?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Disalin dari: &lt;a href="http://alghuroba.org/istri2.php" target="_blank"&gt;http://alghuroba.org/istri2.php &lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-4254577789813509631?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/4254577789813509631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/01/istri-shalihah-penyejuk-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/4254577789813509631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/4254577789813509631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/01/istri-shalihah-penyejuk-hati.html' title='Istri Shalihah Penyejuk Hati'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-3677675349828614880</id><published>2009-01-10T18:06:00.000-08:00</published><updated>2009-01-10T18:07:30.247-08:00</updated><title type='text'>Doa Untuk Palestina</title><content type='html'>&lt;div id="top_banner"&gt;   &lt;/div&gt;      &lt;div class="clearfloat"&gt;      &lt;p&gt;Hati merintih perih mendengar jerit tangis wahai kau negeri Palestina&lt;br /&gt;Air mata mengalir terhanyut jatuh melihat kedzaliman meluluhlantakan wahai dikau Palestina.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Teriakan amarah dalam raga terus menggema terhadap musuhmu, kaum zionis Yahudi laknatullah&lt;br /&gt;Layaknya sesosok iblis menyerang dari segala penjuru tanpa belas kasih.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sungguh memang pantas terkutuklah wahai kau kaum lalim zionis Yahudi&lt;br /&gt;Tahukah kau negeri Palestina, zionis Yahudi adalah bangsa pengecut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Untuk menghadapimu saja mereka harus mengerahkan seluruh bala tentaranya.&lt;br /&gt;Karena itu, yakinlah wahai saudaraku negeri Palestina. Janganlah menyerah…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ingin diri ini berangkat pergi menerjang melindungi kau wahai saudara kami negeri Palestina.&lt;br /&gt;Tapi apalah jua…&lt;br /&gt;Sungguh tak berdaya jiwa dan raga yang ku dapati dalam sosok makhluk ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hanya aliran doa kepada Illahi Robbi yang dapat kusumbangkan untukmu wahai negeri Palestina&lt;br /&gt;Sungguh, janji kemenangan telah diberikan Allah kepadamu&lt;br /&gt;Allahuakbar!&lt;br /&gt;Allahuakbar!&lt;br /&gt;Allahuakbar!&lt;/p&gt;      &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-3677675349828614880?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/3677675349828614880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/01/doa-untuk-palestina.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/3677675349828614880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/3677675349828614880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/01/doa-untuk-palestina.html' title='Doa Untuk Palestina'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-7977562655903028334</id><published>2009-01-10T17:30:00.000-08:00</published><updated>2009-01-10T17:34:52.130-08:00</updated><title type='text'>Kehebatan Do'a</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: lucida sans unicode,lucida;"&gt;Do'a yang dikabulkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada tiga do'a yang dikabulkan dengan tidak ada keraguan lagi;&lt;br /&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Do'a orang tua untuk anaknya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Do'a orang musafir&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Do'a orang yang dianiaya&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Do'a orang teraniaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Diriwayatkan dari Nabi Saw. &lt;span style="font-family: trebuchet ms; font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;"Takutlah kamu kepada do'a orang yang dianiaya, karena sesungguhnya tidak ada penghalang antara do'a orang yang dianiaya dengan Allah Swt.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-family: lucida sans unicode,lucida;"&gt;Sebab do’a tidak diterima&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibrahim bin Adham ditanya, kenapa kami berdo'a tapi do'a kami belum diijabah oleh Allah Swt. Beliau menjawab ada 5 hal yang menyebabkan hal itu terjadi;&lt;br /&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Kamu mengenal Allah namun tidak melaksanakan kewajiban kepada Nya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kamu membaca Al Qur'an namun tidak mengamalkan isinya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kamu berkata 'cinta kepada Rasulullah' namun meninggalkan sunnahnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kamu berkata 'mengutuk syetan' namun mengikuti langkahnya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kamu melupakan aibmu namun menyibukkan diri dengan aib orang lain.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-family: lucida sans unicode,lucida;"&gt;Kekuatan Do’a&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt;Do'a adalah sebab dan factor yang paling kuat guna menolak segala sesuatu yang tidak diinginkan atau tercapainya tujuan dan cita-cita.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Akan tetapi terkadang do'a itu tidak ada hasilnya, mungkin karena orang yang berdo'a tidak bersungguh-sungguh sehingga do'anya tidak diterima oleh Allah Swt, sebab ia masih mengerjakan perbuatan yang dimurkai Allah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bisa juga disebabkan lemahnya jiwa orang yang berdo'a dan kurang menghadapkan do'anya kepada Allah Swt, serta kurang memusatkan do'anya kepada Allah sewaktu berdo'a. atau mungkin juga adanya penghalang untuk dikabulkan sebab dari memakan makanan yang haram atau perbuatan aniaya atau kotoran dosa yang menutupi hatinya, sehingga ia selalu dikuasai  oleh kelengahan, kelalaian dan hawa nafsu.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Rasulullah saw bersabda,&lt;div style="text-align: justify; font-weight: bold;"&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Ketahuilah olehmu bahwa sesungguhnya Allah tidak akan mengabulkan do'a orang yang hatinya lalai"&lt;/span&gt;.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-family: lucida sans unicode,lucida;"&gt;Allah Menjawab do’a Mukmin&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, Maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;(Al-Baqarah:186)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[1326]&lt;/span&gt; akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;(Al-Mu’min:60). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[1326]&lt;/span&gt;  yang dimaksud dengan menyembah-Ku di sini ialah berdoa kepada-Ku.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-7977562655903028334?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/7977562655903028334/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/01/kehebatan-doa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/7977562655903028334'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/7977562655903028334'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/01/kehebatan-doa.html' title='Kehebatan Do&apos;a'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-7916115793124540280</id><published>2009-01-10T17:28:00.000-08:00</published><updated>2009-01-10T17:30:34.338-08:00</updated><title type='text'>ALLAH Mengabulkan Doa Setiap Orang</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span class="chapter"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="hyg"&gt;Allah Yang Mahakuasa, Maha Pengasih, dan Maha Penyayang,          telah berfirman dalam al-Qur'an bahwa Dia dekat dengan manusia dan akan          mengabulkan permohonan orang-orang yang berdoa kepada-Nya. Adapun salah          satu ayat yang membicarakan masalah tersebut adalah:&lt;/p&gt;       &lt;p class="ayetler"&gt;"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang          Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang          berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi-Ku,          dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam          kebenaran." (Q.s. al-Baqarah: 186).&lt;/p&gt;       &lt;p class="hyg"&gt;Sebagaimana dinyatakan dalam ayat di atas, Allah itu dekat          kepada setiap orang. Dia Maha Mengetahui keinginan, perasaan, pikiran,          kata-kata yang diucapkan, bisikan, bahkan apa saja yang tersembunyi dalam          hati setiap orang. Dengan demikian, Allah Mendengar dan Mengetahui setiap          orang yang berpaling kepada-Nya dan berdoa kepada-Nya. Inilah karunia          Allah kepada manusia dan sebagai wujud dari kasih-sayang-Nya, rahmat-Nya,          dan kekuasaan-Nya yang tiada batas.&lt;/p&gt;       &lt;p class="hyg"&gt;Allah memiliki kekuasaan dan pengetahuan yang tiada batas.          Dialah Pemilik segala sesuatu di seluruh alam semesta. Setiap makhluk,          setiap benda, dari orang-orang yang tampaknya paling kuat hingga orang-orang          yang sangat kaya, dari binatang-binatang yang sangat besar hingga yang          sangat kecil yang mendiami bumi, semuanya milik Allah dan semuanya berada          dalam kehendak-Nya dan pegaturan-Nya yang mutlak. &lt;/p&gt;       &lt;p class="hyg"&gt;Seseorang yang beriman terhadap kebenaran ini dapat berdoa          kepada Allah mengenai apa saja dan dapat berharap bahwa Allah akan mengabulkan          doa-doanya. Misalnya, seseorang yang mengidap penyakit yang tidak dapat          disembuhkan tentu saja akan berusaha untuk melakukan berbagai macam pengobatan.          Namun ketika mengetahui bahwa hanya Allah yang dapat memberikan kesehatan,          lalu ia pun berdoa kepada-Nya memohon kesembuhan. Demikian pula, orang          yang mengalami ketakutan atau kecemasan dapat berdoa kepada Allah agar          terbebas dari ketakutan dan kecemasan. Seseorang yang menghadapi kesulitan          dalam menyelesaikan pekerjaan dapat berpaling kepada Allah untuk menghilangkan          kesulitannya. Seseorang dapat berdoa kepada Allah untuk memohon berbagai          hal yang tidak terhitung banyaknya seperti untuk memohon bimbingan kepada          jalan yang benar, untuk dimasukkan ke dalam surga bersama-sama orang-orang          beriman lainnya, agar lebih meyakini surga, neraka, Kekuasaan Allah, untuk          kesehatan, dan sebagainya. Inilah yang telah ditekankan Rasulullah saw.          dalam sabdanya:&lt;/p&gt;       &lt;p class="hyg"&gt;"Maukah aku beritahukan kepadamu suatu senjata yang dapat          melindungimu dari kejahatan musuh dan agar rezekimu bertambah?" Mereka          berkata, "Tentu saja wahai Rasulullah." Beliau bersabda, "Serulah Tuhanmu          siang dan malam, karena 'doa' itu merupakan senjata bagi orang yang beriman."&lt;a href="http://www.harunyahya.com/indo/buku/bebarapa002.htm#1"&gt;1&lt;/a&gt;          &lt;a name="1."&gt;&lt;/a&gt; &lt;/p&gt;       &lt;p class="hyg"&gt;Namun demikian, terdapat rahasia lain di balik apa yang diungkapkan          dalam al-Qur'an yang perlu kita bicarakan dalam masalah ini. Sebagaimana          Allah telah menyatakan dalam ayat:&lt;/p&gt;       &lt;p class="ayetler"&gt;"Dan manusia berdoa untuk kejahatan sebagaimana ia berdoa          untuk kebaikan. Dan manusia itu tergesa-gesa." (Q.s. al-Isra':11). &lt;/p&gt;       &lt;p class="hyg"&gt;Tidak setiap doa yang dipanjatkan oleh manusia itu bermanfaat.          Misalnya seseorang memohon kepada Allah agar diberi harta dan kekayaan          yang banyak untuk anak-anaknya kelak. Akan tetapi Allah tidak melihat          kebaikan di dalam doanya itu. Yakni, kekayaan yang banyak itu justru dapat          memalingkan anak-anak tersebut dari Allah. Dalam hal ini, Allah mendengar          doa orang tersebut, menerimanya sebagai amal ibadah, dan mengabulkannya          dengan cara yang sebaik-baiknya. Sebagai contoh lainnya, seseorang berdoa          agar tidak terlambat dalam memenuhi perjanjian. Namun tampaknya lebih          baik baginya jika ia sampai di tujuan setelah waktu yang ditentukan, karena          ia dapat bertemu dengan seseorang yang memberikan sesuatu yang lebih bermanfaat          untuk kehidupan yang abadi. Allah mengetahui masalah ini, dan Dia mengabulkan          doa bukan berdasarkan apa yang dipikirkan orang itu, tetapi dengan cara          yang terbaik. Yakni, Allah mendengar doa orang itu, tetapi jika Dia melihat          tidak ada kebaikan dalam doanya itu, Dia memberikan apa yang terbaik bagi          orang itu. Tentu saja hal ini merupakan rahasia yang sangat penting.&lt;/p&gt;       &lt;p class="hyg"&gt;Ketika doa tidak dikabulkan, orang-orang tidak menyadari          tentang rahasia ini, mereka mengira bahwa Allah tidak mendengar doa mereka.          Sesungguhnya hal ini merupakan keyakinan orang-orang bodoh yang sesat,          karena "Allah itu lebih dekat kepada manusia daripada urat lehernya sendiri."          (Q.s. Qaf: 16). Dia Maha Mengetahui perkataan apa saja yang diucapkan,          apa saja yang dipikirkan, dan peristiwa apa saja yang dialami seseorang.          Bahkan ketika seseorang tertidur, Allah mengetahui apa yang ia alami dalam          mimpinya. Allah adalah Yang menciptakan segala sesuatu. Oleh karena itu,          kapan saja seseorang berdoa kepada Allah, ia harus menyadari bahwa Allah          akan menerima doanya pada saat yang paling tepat dan akan memberikan apa          yang terbaik baginya. &lt;/p&gt;       &lt;p class="hyg"&gt;Doa, di samping sebagai bentuk amal ibadah, juga merupakan          karunia Allah yang sangat berharga bagi manusia, karena melalui doa, Allah          akan memberikan kepada manusia sesuatu yang Dia pandang baik dan bermanfaat          bagi dirinya. Allah menyatakan pentingnya doa dalam sebuah ayat:&lt;/p&gt;       &lt;p class="ayetler"&gt;"Katakanlah: 'Tuhanku tidak mengindahkan kamu, andaikan          tidak karena doamu. Tetapi kamu sungguh telah mendustakan-Nya, karena          itu kelak azab pasti akan menimpamu'." (Q.s. al-Furqan: 77)&lt;/p&gt;       &lt;p class="hyg"&gt;" Allah Mengabulkan Doa Orang-orang yang Menderita dan Berada          dalam Kesulitan &lt;/p&gt;       &lt;p class="hyg"&gt;Doa adalah saat-saat ketika kedekatan seseorang dengan Allah          dapat dirasakan. Sebagai hamba Allah, seseorang sangat memerlukan Dia.          Hal ini karena ketika seseorang berdoa, ia akan menyadari betapa lemahnya          dan betapa hinanya dirinya di hadapan Allah, dan ia menyadari bahwa tak          seorang pun yang dapat menolongnya kecuali Allah. Keikhlasan dan kesungguhan          seseorang dalam berdoa tergantung pada sejauh mana ia merasa memerlukan.          Misalnya, setiap orang berdoa kepada Allah untuk memohon keselamatan di          dunia. Namun, orang yang merasa putus asa di tengah-tengah medan perang          akan berdoa lebih sungguh-sungguh dan dengan berendah diri di hadapan          Allah. Demikian pula, ketika terjadi badai yang menerpa sebuah kapal atau          pesawat terbang sehingga terancam bahaya, orang-orang akan memohon kepada          Allah dengan berendah diri. Mereka akan ikhlas dan berserah diri dalam          berdoa. Allah menceritakan keadaan ini dalam sebuah ayat:&lt;/p&gt;       &lt;p class="ayetler"&gt;"Katakanlah: Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari          bencana di darat dan di laut, yang kamu berdoa kepada-Nya dengan berendah          diri dengan suara yang lembut: 'Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami          dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur'."          (Q.s. al-An'am: 63).&lt;/p&gt;       &lt;p class="hyg"&gt;Di dalam al-Qur'an, Allah memerintahkan manusia agar berdoa          dengan merendahkan diri:&lt;/p&gt;       &lt;p class="ayetler"&gt;"Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara          yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui          batas." (Q.s. al-A'raf: 55).&lt;/p&gt;       &lt;p class="hyg"&gt;Dalam ayat lainnya, Allah menyatakan bahwa Dia mengabulkan          doa orang-orang yang teraniaya dan orang-orang yang berada dalam kesusahan:&lt;/p&gt;       &lt;p class="ayetler"&gt;"Atau siapakah yang mengabulkan (doa) orang yang dalam          kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan          dan yang menjadikan kamu sebagai khalifah di bumi? Apakah ada tuhan lain          selain Allah? Sedikit sekali kamu yang memperhatikannya." (Q.s. an-Naml:          62).&lt;/p&gt;       &lt;p class="hyg"&gt;Tentu saja orang tidak harus berada dalam keadaan bahaya          ketika berdoa kepada Allah. Contoh-contoh ini diberikan agar orang-orang          dapat memahami maknanya sehingga mereka berdoa dengan ikhlas dan merenungkan          saat kematian, ketika seseorang tidak lagi merasa lalai sehingga mereka          berpaling kepada Allah dengan keikhlasan yang dalam. Dalam pada itu, orang-orang          yang beriman, yang dengan sepenuh hati berbakti kepada Allah, selalu menyadari          kelemahan mereka dan kekurangan mereka, mereka selalu berpaling kepada          Allah dengan ikhlas, sekalipun mereka tidak berada dalam keadaan bahaya.          Ini merupakan ciri penting yang membedakan mereka dengan orang-orang kafir          dan orang-orang yang imannya lemah.&lt;/p&gt;       &lt;p class="baslik3"&gt;" Tidak Ada Pembatasan Apa pun dalam Berdoa&lt;/p&gt;       &lt;p class="hyg"&gt;Seseorang dapat memohon apa saja kepada Allah asalkan halal.          Hal ini karena sebagaimana telah disebutkan terdahulu, Allah adalah satu-satunya          penguasa dan pemilik seluruh alam semesta; dan jika Dia menghendaki, Dia          dapat memberikan kepada manusia apa saja yang Dia inginkan. Setiap orang          yang berpaling kepada Allah dan berdoa kepada-Nya, haruslah meyakini bahwa          Allah berkuasa melakukan apa saja dan bersungguh-sungguhlah dalam berdoa          sebagaimana disabdakan oleh Nabi saw.2 Ia perlu mengetahui bahwa mudah          saja bagi-Nya untuk memenuhi keinginan apa saja, dan Dia akan memberikan          apa yang diminta oleh seseorang jika di dalamnya terdapat kebaikan bagi          orang itu dalam doa tersebut. Doa-doa para nabi dan orang-orang beriman          yang disebutkan dalam al-Qur'an merupakan contoh bagi orang-orang beriman          tentang hal-hal yang dapat mereka mohon kepada Allah. Misalnya, Nabi Zakaria          a.s. berdoa kepada Allah agar diberi keturunan yang diridhai, dan Allah          pun mengabulkan doanya, meskipun istrinya mandul:&lt;/p&gt;       &lt;p class="ayetler"&gt;"Yaitu ketika ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara          yang lembut. Ia berkata: 'Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah          dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa          kepada-Mu, ya Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku          sepeninggalku, sedang istriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah          aku dari sisi-Mu seorang putra. Yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian          keluarga Ya'qub; dan jadikanlah ia ya Tuhanku, seorang yang diridhai'."          (Q.s. Maryam: 3-6).&lt;/p&gt;       &lt;p class="hyg"&gt;Maka Allah mengabulkan doa Nabi Zakaria dan memberikan kepadanya          berita gembira tentang Nabi Yahya a.s.. Setelah menerima berita gembira          tentang seorang anak laki-laki, Nabi Zakaria merasa heran karena istrinya          mandul. Jawaban Allah kepada Nabi Zakaria menjelaskan tentang sebuah rahasia          yang hendaknya selalu dicamkan dalam hati orang-orang yang beriman:&lt;/p&gt;       &lt;p class="ayetler"&gt;"Zakaria berkata, 'Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak          bagiku, padahal istriku adalah seorang yang mandul dan aku sesungguhnya          sudah mencapai umur yang sangat tua.' Tuhan berfirman, 'Demikianlah.'          Tuhan berfirman, 'Hal itu mudah bagi-Ku, dan sesungguhnya telah Aku ciptakan          kamu sebelum itu, padahal kamu belum ada sama sekali'." (Q.s. Maryam:          8-9)&lt;/p&gt;       &lt;p class="hyg"&gt;Ada beberapa Nabi lainnya yang disebutkan dalam al-Qur'an          yang doa-doa mereka dikabulkan. Misalnya, Nabi Nuh a.s. memohon kepada          Allah untuk menimpakan azab kepada kaumnya yang tersesat meskipun ia telah          berusaha sekuat tenaga untuk membimbing mereka kepada jalan yang lurus.          Sebagai jawaban dari doanya, Allah menimpakan azab besar kepada mereka          yang tercatat dalam sejarah.&lt;/p&gt;       &lt;p class="hyg"&gt;Nabi Ayub a.s. menyeru Tuhannya ketika ia sakit, ia berkata,          &lt;span class="ayetler"&gt; "… Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan          Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang." (Q.s.          al-Anbiya': 83).&lt;/span&gt; Sebagai jawaban terhadap doa Nabi Ayub, Allah          berfirman sebagai berikut:&lt;/p&gt;       &lt;p class="ayetler"&gt;"Maka Kami pun mengabulkan doanya itu, lalu Kami hilangkan          penyakit yang menimpanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan          Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami          dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah. (Q.s. al-Anbiya':          84). &lt;/p&gt;       &lt;p class="hyg"&gt;Allah mengabulkan Nabi Sulaiman a.s. yang berdoa, &lt;span class="ayetler"&gt;"Ya          Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak          dimiliki oleh siapa pun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi."          (Q.s. Shad: 35).&lt;/span&gt; Maka Allah mengaruniakan kekuasaan yang besar          dan kekayaan yang banyak kepadanya. &lt;/p&gt;       &lt;p class="hyg"&gt;Oleh karena itu, orang-orang yang berdoa hendaknya mencamkan          dalam hati ayat ini,&lt;span class="ayetler"&gt; "Sesungguhnya keadaan-Nya apabila          Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, 'Jadilah.' Maka terjadilah          ia. (Q.s. Yasin: 82) &lt;/span&gt;Sebagaimana dinyatakan dalam ayat ini, segala          sesuatu itu mudah bagi Allah dan Dia Mendengar dan Mengetahui setiap doa.        &lt;/p&gt;              &lt;p class="hyg"&gt;&lt;span class="baslik3"&gt;" Allah Memberi Karunia di Dunia ini          bagi Orang-orang yang Menginginkannya, Tetapi di Akhirat Mereka akan Menderita          Kerugian &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;       &lt;p class="hyg"&gt;Orang-orang yang tidak memiliki ketakwaan kepada Allah dalam          hatinya, dan imannya sangat lemah terhadap kehidupan akhirat, hanyalah          menginginkan keduniaan. Mereka meminta kekayaan, harta benda, dan kedudukan          hanyalah untuk kehidupan di dunia ini. Allah memberi tahu kita bahwa orang-orang          yang hanya menginginkan keduniaan tidak akan memperoleh pahala di akhirat.          Tetapi bagi orang-orang yang beriman, mereka berdoa memohon dunia dan          akhirat karena mereka percaya bahwa kehidupan di akhirat sama pastinya          dan sama dekatnya dengan kehidupan dunia ini. Tentang masalah ini, Allah          menyatakan sebagai berikut: &lt;/p&gt;       &lt;p class="ayetler"&gt;"Di antara manusia ada orang yang berdoa, 'Ya Tuhan kami,          berilah kami (kebaikan) di dunia,' dan tidak ada baginya bagian di akhirat.          Dan di antara mereka ada orang yang berdoa, 'Ya Tuhan kami, berilah kami          kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa          neraka.' Mereka itulah orang-orang yang mendapat bagian dari apa yang          mereka usahakan, dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya. (Q.s. al-Baqarah:          200-2).&lt;/p&gt;       &lt;p class="hyg"&gt;Orang-orang yang beriman juga berdoa memohon kesehatan, kekayaan,          ilmu, dan kebahagiaan. Akan tetapi, semua doa mereka adalah untuk mencari          keridhaan Allah dan untuk memperoleh kebaikan bagi agamanya. Mereka memohon          kekayaan misalnya, adalah untuk digunakan di jalan Allah. Berkenaan dengan          masalah ini, Allah memberikan contoh tentang Nabi Sulaiman di dalam al-Qur'an.          Jauh dari keinginan untuk memperoleh dunia, doa Nabi Sulaiman untuk meminta          kekayaan adalah demi tujuan mulia untuk digunakan di jalan Allah, untuk          menyeru manusia kepada agama Allah, dan agar dirinya sibuk berdzikir kepada          Allah. Kata-kata Nabi Sulaiman sebagaimana yang diceritakan dalam al-Qur'an          menunjukkan niatnya yang ikhlas:&lt;/p&gt;       &lt;p class="ayetler"&gt;"Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang          yang baik karena ingat kepada Tuhanku." (Q.s. Shad: 32).&lt;/p&gt;       &lt;p class="hyg"&gt;Maka Allah mengabulkan doa Nabi Sulaiman a.s. tersebut dengan          mengaruniakan kepadanya kekayaan yang sangat banyak di dunia dan ia akan          memperoleh pahala di akhirat. Dalam pada itu, Allah juga mengabulkan keinginan          orang-orang yang hanya menghendaki kehidupan dunia, namun azab yang pedih          menunggu mereka di akhirat. Keuntungan yang telah mereka peroleh di dunia          ini tidak akan mereka peroleh lagi di akhirat kelak.&lt;/p&gt;       &lt;p class="hyg"&gt;Kenyataan yang sangat penting ini diceritakan dalam al-Qur'an          sebagai berikut:&lt;/p&gt;       &lt;p class="ayetler"&gt;"Barangsiapa menghendaki keuntungan di akhirat, akan          Kami tambah keuntungan itu baginya, dan barangsiapa menghendaki keuntungan          di dunia, Kami akan memberikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia,          dan tidak ada baginya bagian sedikit pun di akhirat. (Q.s. asy-Syura:          20).&lt;/p&gt;       &lt;p class="ayetler"&gt;"Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang, maka Kami          segerakan baginya di dunia apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami          kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahanam, ia akan memasukinya          dalam keadaan tercela dan terusir. (Q.s. al-Isra': 18).&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-7916115793124540280?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/7916115793124540280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/01/allah-mengabulkan-doa-setiap-orang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/7916115793124540280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/7916115793124540280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2009/01/allah-mengabulkan-doa-setiap-orang.html' title='ALLAH Mengabulkan Doa Setiap Orang'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-3538198736001913561</id><published>2008-12-25T15:57:00.000-08:00</published><updated>2008-12-25T16:01:59.727-08:00</updated><title type='text'>Memahami Ta’aruf Dalam Suatu Proses Khithbah</title><content type='html'>&lt;table align="left" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td  style="border: medium none rgb(236, 233, 216); padding: 0pt;color:transparent;" align="left" valign="top"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Keinginan untuk dapat saling mengenal satu sama lain antara seorang ikhwan dan akhwat karena adanya rasa ketertarikan merupakan salah satu manifestasi (penampakan) dari adanya naluri melestarikan keturunan &lt;em&gt;(gharizatu tadayun) &lt;/em&gt;pada diri seseorang yang muncul karena telah terjadinya interaksi diantara mereka baik secara langsung maupun tidak langsung. Keingintahuan seorang ikhwan terhadap seorang akhwat atau sebaliknya, terkadang mampu mendorong seseorang untuk melakukan upaya &lt;em&gt;’pedekate’&lt;/em&gt;. Mulai dari sekedar ingin tahu namanya, nomor HP/ telponnya, bahkan bisa lebih jauh dari sekedar itu. Tentunya bagi seorang muslim, salah satu penampakan gharizatu tadayun ini tetap memerlukan adanya pemahaman dan penyikapan yang terbaik, karena tidak ada jaminan bahwa seorang yang dijuluki sebagai aktifis dakwah sekalipun dapat dengan mudah menempatkan keinginan tersebut secara wajar apalagi ketika gejala ini terus-menerus menjangkiti dirinya. Sehingga jangan heran apabila dalam hari-hari yang dilaluinya semula selalu nampak ceria, berikutnya mendadak malah menjadi muram ketika ia selalu teringat kepada seseorang yang ingin dikenalnya namun orang tersebut tak kunjung jua mendekatinya. Jangan heran pula, jika dalam hari-hari yang semula terasa mendung, mendadak menjadi hari yang cerah-ceria ketika seseorang yang selalu mampir&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dalam ingatannya itu tiba-tiba berkirim sms, e-mail atau sekedar menitipkan salam baginya melalui seorang sahabat &lt;/span&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Wingdings;font-size:100%;color:blue;"   &gt;&lt;span&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt; Tentu&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;kalau sudah begini bisa lebih repot urusannya jika gejala yang menjangkiti mereka berdua tidak segera mendapatkan therapy yang syar’i, yaitu segera melakukan &lt;em&gt;khithbah&lt;/em&gt;. Khithbah dilakukan agar keinginan untuk mengenal&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;em&gt;(ta’aruf)&lt;/em&gt; seseorang satu sama lainnya secara lebih jauh dapat dilakukan dalam batasan-batasan dan untuk mencapai tujuan yang diperbolehkan oleh syara’.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 28.05pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Dalam melakukan proses &lt;em&gt;khithbah&lt;/em&gt; (meminang) maka tujuan yang hendak dicapai dalam proses ini adalah agar dimilikinya keyakinan yang kuat bagi kedua belah pihak untuk dapat memutuskan sikap apakah segera melanjutkan pada pernikahan atau bahkan segera menghentikan (membatalkan) &lt;em&gt;khithbah&lt;/em&gt; tersebut. Jadi mengkhitbah bukan sekedar ingin saling kenal tanpa memahami tujuan yang seharusnya dicapai atau bahkan malah melakukan hal-hal yang dapat menjerumuskan kepada maksiat. Keputusan yang diambil oleh kedua belah pihak, baik untuk segera menikah ataupun segera membatalkan khithbah, merupakan keputusan yang harus didasarkan pada adanya alasan-alasan syar’i yang telah difahami dengan jelas dan diyakini oleh keduanya. Keputusan untuk segera menikah boleh disepakati oleh keduanya&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;apabila telah merasa cukup saling mengenal dan memahami satu sama lain serta adanya kesiapan yang matang dari berbagai hal yang menunjang pelaksanaan pernikahan. Sedangkan keputusan agar sebaiknya khithbah dibatalkan, dapat disepakati oleh kedua belah pihak apabila satu sama lain saling merasa tidak ada kecocokan atau karena adanya hambatan-hambatan lain yang membuat keduanya bersepakat untuk membatalkan khithbah. Adapun berbagai argumen dan informasi yang menguatkan kedua belah pihak untuk dapat menetapkan suatu keputusan (aqad nikah atau khithbah dibatalkan) dapat diperoleh dengan cara dilakukannya proses saling mengenal dan memahami &lt;em&gt;(ta’aruf)&lt;/em&gt;&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;tersebut terlebih dahulu terhadap satu sama lainnya sesuai dengan cara-cara yang ma’ruf pula. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 28.05pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Oleh karena itu pemahaman mengenai &lt;em&gt;ta’aruf&lt;/em&gt; juga merupakan hal yang penting untuk diperhatikan dan dilaksanakan terutama bagi mereka yang&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;akan dan sedang dalam menjalani proses khithbah. Sebab dalam praktiknya ada juga kasus dimana sepasang Hamba Allah yang sebelumnya saling memiliki perasaan menyukai, mencintai atau menyayangi satu sama lain kemudian memutuskan untuk menjalani proses khithbah. Namun di tengah-tengah jalannya proses tersebut, salah satu pihak membatalkannya tanpa didasari pada &lt;em&gt;hujjah&lt;/em&gt; (argumen) yang syar’i (yang bersifat prinsip/pokok), misalnya karena alasan-alasan berikut: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 28.05pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;‘sepertinya saya sudah merasa bosan dengan dia (kalau terjadi seperti ini, mungkin sebelumnya bisa jadi telah&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;melakukan pelanggaran syari’at dalam menjalani khithbah, sehingga berani mengungkapkan kata ‘bosan’)’&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 28.05pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;’saya melihat dia bukan calon pasangan yang setia, buktinya kemarin saya lihat dia naik becak bersama seorang laki-laki! (padahal ikhwan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;itu adalah tukang becaknya, karena tidak&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;mungkin akhwat yang mengayuh becaknya sendiri &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Wingdings;font-size:100%;color:blue;"   &gt;&lt;span&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;)’&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 28.05pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;’saya benci dengan dia, sebab waktu kemarin bertemu di jalan dia tidak menyapa saya sama sekali (padahal mungkin saja dia sedang buru-buru sehingga tidak sadar bahwa yang berpapasan dengannya adalah kita)’, ataupun &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 28.05pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;’Dia sudah tidak perhatian lagi, masa kalau disms membalasnya satu jam kemudian (padahal mungkin saja pulsanya habis, hpnya tertinggal, sedang sibuk/tertidur, dsb).&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 28.05pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Berbagai argumen di atas merupakan hal-hal sederhana, namun bisa menjadi hal-hal yang rumit dan besar ketika dipolitisasi oleh hawa nafsu serta tidak didasari oleh ilmu dan fikiran yang positif &lt;em&gt;(khusnuzhan)&lt;/em&gt; dalam menyikapinya. Bahkan karena argumen di atas pula, suatu proses khithbah bisa jadi berantakan alias batal. Padahal tindakan seperti ini merupakan kecerobohan yang dilakukan oleh seorang muslim yang lebih terdorong oleh sentimen emosional ketimbang oleh kejernihan fikiran dan hatinya, sehingga ia tidak dapat mengidentifikasi, memahami dan menyelesaikan permasalahan tersebut dengan seharusnya ketika tidak mampu saling mengenal dan memahami satu sama lain secara syar’i. Di sinilah kedewasaan berfikir dan bersikap dari kedua insan yang akan mengarungi kehidupan berumah tangga mulai dituntut agar dapat berperan nyata.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Pengertian Ta’aruf&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 28.05pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;Berta’aruf&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt; artinya berupaya untuk dapat saling mengenal dan memahami satu sama lain baik untuk keperluan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;yang umum maupun keperluan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;yang khusus dengan cara-cara yang ma’ruf (sesuai syari’at). Aktifitas berta’aruf&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;terjadi karena memang &lt;/span&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Allah Swt menciptakan manusia antara satu sama lainnya dengan saling memiliki perbedaan agar dapat saling mengenal pula. Allah swt berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;’Dan diantara tanda-tanda (kebesaran)-nya ialah penciptaan langit dan bumi, perbedaan bahasamu dan warna kulitmu. Sungguh pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi orang yang mengetahui’ (&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;T&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;QS. Ar-Ruum [30]:24)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;’Hai manusia sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari seorang pria dan seorang wanita, lalu menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal’ (&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;T&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;QS. Al-Hujurat [49]:13)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Berdasarkan ayat di atas, maka aktifitas saling mengenal antara seorang manusia dengan yang lainnya merupakan aktifitas yang lumrah dilakukan karena fitrah manusia memang diciptakan saling berbeda-beda. Sebagai seorang muslim, arahan kita dalam menjalani kehidupan umum adalah kita diperintahkan oleh Allah Swt untuk dapat saling mengenal, bahkan dianjurkan pula saling mengikatkan silaturrahim dan berbuat kebaikan terhadap satu sama lain yang semuanya dilakukan dalam rangka ketaatan kepada Allah Swt. Dari nu’man bin basyir bahwa rasulullah saw bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 28.05pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;’Perumpamaan orang-orang mu’min dalam hal berkasih sayang dan saling cinta-mencintai dan mengasihi diantara mereka adalah seperti satu tubuh. Apabila salah satu anggota tubuh merasa sakit, maka seluruh anggota tubuh yang lain merasakan sakit dengan tidak bisa tidur dan merasakan demam (Mutafaq ’Alaih)’&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Imam muslim meriwayatkan dari ’iyadh bin himar, ia berkata, aku mendengar Rasulullah Saw bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;’Penghuni syurga itu ada tiga golongan. Pertama, penguasa yang adil, suka bersedekah, dan sesuai (dengan syari’at). Kedua, orang yang penyayang, hatinya mudah terenyuh untuk membantu kerabat, serta berserah diri (kepada Allah). Ketiga, orang yang menjaga kesucian diri dan menjadikan orang lain suci atas perlindungannya’&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Jarir bin abdullah berkata bahwa rasulullah saw bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;Allah tidak akan memberikan rahmat kepada orang yang tidak menyayangi manusia (HR. Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Sedangkan untuk keperluan yang khusus &lt;em&gt;(khithbah),&lt;/em&gt; maka ta’aruf dilakukan untuk tujuan saling mengenal dan memahami berbagai karakter, kebiasaan, kondisi fisik, kesiapan materi/non-materi, dan sebagainya yang semuanya dilakukan dalam rangka proses mempersiapkan sebuah rumah tangga. Sehingga berta’aruf dalam konteks ini bukan hanya sekedar mengenal nama dan wajah seseorang saja, tetapi boleh mengenal hal-hal lebih dari itu, asalkan tetap mengikuti ketentuan syari’at. Dari Jabir Bin ’Abdillah, Rasulullah Saw bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;’Apabila seseorang diantara kamu meminang seorang perempuan, jika ia dapat melihat lebih dahulu apa yang menjadi daya tarik untuk menikahinya, hendaklah ia melakukannya (HR. Abu Daud)’&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Dari mughirah bin syu’bah, ia pernah meminang seorang perempuan, lalu Rasulullah Saw bersabda kepadanya:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;’Sudahkah engkau melihatnya? Jawabnya ’belum’. Beliau bersabda:’lihatlah dia terlebih dahulu agar nantinya kamu berdua dapat hidup bersama lebih langgeng (dalam keserasian berumah tangga). (HR. An-nasa’i, Ibnu Majah, dan Tirmidzi. Hadits hasan)’&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Dari Abu Umaid As-Sa’idi, bahwa Rasulullah Saw bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;’Bila seseorang diantara kamu meminang seorang perempuan, tidak berdosa ia melihatnya, asalkan melihatnya hanya untuk kepentingan meminang, sekalipun perempuan itu sendiri tidak tahu. (HR.Ahmad).’&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Melihat seorang akhwat yang dikhithbah tentu bukan sekedar melihat fisiknya (kecantikannya) tetapi juga melihat berbagai hal (non-fisik) yang diperlukan untuk menguatkan keputusan memilih akhwat tersebut seperti karakter, kebiasaan, perangai, ketakwaannya dalam beribadah, dan beberapa hal lainnya sehingga seorang ikhwan dapat menyimpulkan bahwa ia merupakan akhwat yang memang didambakan karena kesolehannya. Hal yang sama juga berlaku bagi seorang akhwat dalam menilai dan mempertimbangkan seorang ikhwan yang sedang mengkhithbahnya, sehingga dapat disimpulkan ia adalah seorang ikhwan yang cocok dengan keinginan saya, karena saya menemukan kesolehannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 28.05pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Dengan demikian, berta’aruf dapat difahami sebagai aktifitas yang boleh dilakukan oleh seorang muslim baik untuk keperluan umum maupun keperluan khusus. Namun, apabila ta’aruf dilakukan untuk keperluan khusus (khithbah), maka khithbahnya sendiri harus dilakukan terlebih dahulu baru kemudian diperbolehkan untuk mengetahui secara lebih jauh sisi kehidupan seseorang yang dikehendaki menjadi calon pasangan hidupnya tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt; &lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Ketentuan-Ketentuan Dalam Ta’aruf&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;&lt;span&gt;a.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;font-family:'Times New Roman';" &gt;    &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ke&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;tentuan Umum Syari’at &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 28.05pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Dalam melakukan ta’aruf, baik untuk keperluan umum maupun keperluan khusus (khithbah) ini tetap wajib memperhatikan batasan-batasan syariat, terutama jika interaksi tersebut terjadi antara laki-laki terhadap perempuan serta sebaliknya. Beberapa ketentuan syari’at tersebut menurut an-nabhaniy (2001:26) antara lain: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;Pertama,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt; menundukan pandangan. Allah Swt berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;Katakanlah kepada laki-laki mukmin hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Sikap demikian lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya allah maha tahu atas apa yang mereka perbuat. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;Katakanlah kepada wanita mukmin, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya (TQS An-Nur [24]:30-31)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;Kedua, &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;mengenakan pakaian yang menutup aurat (bagi wanita mengenakan khimar dan jilbab) serta tidak bertabarruj (berhias). Firman Allah Swt:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;Janganlah mereka menampakan perhiasannya selain yang biasa tampak padanya. Hendaklah mereka menutupkan kerudung (khimar) ke bagian dada mereka (TQS. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;An-Nur [24]:31)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;Wahai nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan wanita-wanita mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka (TQS. Al-Ahzab [33]:59)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;Ketiga,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt; jangan berkhalwat (berdua-duaan) kecuali disertai mahramnya ataupun berikhtilath (campur-baur). Aktifitas yang terkategori berkhalwat adalah berkumpulnya seorang laki-laki dan seorang perempuan baik di tempat yang khusus/ umum tanpa disertai mahram ataupun tanpa adanya keperluan yang syar’i. Sedangkan beikhtilath adalah berkumpulnya laki-laki dan perempuan baik di tempat yang khusus/ umum baik disertai mahram/ tidak, namun tanpa adanya keperluan yang syar’i. Rasulullah Saw bersabda&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;Tidak diperbolehkan seorang pria dan wanita berkhalwat, kecuali jika wanita itu disertai mahramnya&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Ibnu Abbas menuturkan bahwa Rasulullah Saw bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;Janganlah sekali-kali seorang pria berkhalwat dengan seorang wanita kecuali jika wanita itu disertai dengan seorang mahramnya. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;Tidak boleh pula seorang wanita melakukan perjalanan kecuali disertai mahramnya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Dalam hal ini perlu difahami lebih dalam mengenai pengertian tempat (kehidupan) khusus dan tempat (kehidupan) umum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;Keempat,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt; hubungan kerjasama antara laki-laki dan perempuan hendaknya bersifat umum/muamalat seperti dalam urusan transaksi jual-beli, pendidikan dan kesehatan, bukan untuk aktifitas yang khusus seperti saling mengunjungi atau jalan-jalan bersama antara pria dan wanita yang bukan mahram. Adapun dalam rangka khithbah maka boleh saling mengunjungi tempat tinggal masing-masing, dan boleh berkomunikasi langsung, namun tetap ditemani mahramnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;&lt;span&gt;b.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;font-family:'Times New Roman';" &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;Hal-Hal Apa Saja Yang Boleh Diketahui&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 28.05pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Kepentingan untuk mengenal seseorang yang dikehendaki agar menjadi pasangan hidup tentu berbeda dengan kepentingan untuk mengenal seseorang sebagai teman biasa atau untuk keperluan biasa, seperti mengenal teman sekelas, teman satu kost-an/ lingkungan tempat tinggal, ataupun mengenal seseorang terkait dengan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;kepentingan muamalah sehari-hari (transaksi jual-beli, kesehatan, pendidikan). Dalam mengenal seseorang untuk kepentingan yang biasa/umum maka seorang muslim diperbolehkan untuk mengetahui seseorang yang lain sebatas pada keperluan interaksi tersebut, misalnya sekedar mengetahui nama, nomor telpon, alamat rumah, dan lainnya asalkan sebatas pada keperluan umum (yang syar’i) tersebut saja, apapun jenisnya. Atau boleh juga mengetahui hal-hal yang lebih rinci asalkan kedua belah pihak telah saling meridhai dan bukan dimaksudkan untuk perbuatan maksiat, misalnya meminta data identitas seseorang tetapi untuk melakukan penipuan, pencurian, fitnah, dll. Maka hal ini tidak diperbolehkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 28.05pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Adapun dalam rangka khithbah, maka ta’aruf yang dilakukan adalah untuk mengenal sisi kehidupan yang lebih luas antara satu sama lainnya. Hal-hal yang boleh diketahui pun bukan hanya nama ataupun wajahnya saja, tetapi juga sisi kepribadiannya (cara berfikir dan berperilaku), keluarganya, lingkungannya, aktifitasnya, bahkan untuk hal-hal yang mubah sekalipun, seperti: warna kesenangan, makanan kesenangan, hobi, dsb. Baik secara langsung maupun melalui mahram atau orang lain yang dipercayakan. Semuanya itu dilakukan dalam rangka untuk saling menguatkan perasaan menyukai, mencintai dan menyayangi sehingga semakin kuat pula keinginan diantara mereka untuk segera beranjak kepada aqad pernikahan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 28.05pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Yang perlu difahami juga adalah perlu adanya kesadaran tentang keikhklasan dan keridhaan hati untuk menerima karunia yang allah tunjukan, sehingga senantiasa bersyukur atas apa – apa yang allah berikan baginya. Permasalahan menetapkan kriteria yang unggul &lt;em&gt;(high level)&lt;/em&gt; bagi calon pasangan hidup yang diharapkannya merupakan hal yang mubah, namun memahami realitas terhadap fitrah manusia yang jauh dari kesempurnaan dalam banyak hal, juga merupakan keharusan. Apabila semata-mata kriteria fisik, materi, pendidikan, dan lainnya ternyata dijadikan kriteria utama, maka tentu hal ini tentu tidak tepat. Karena bagi seorang muslim baik laki-laki maupun perempuan senantiasa harus menjadikan kriteria keimanan dan ketakwaan kepada allah swt sebagai kriteria utama. Oleh karenanya di sinilah kematangan ilmu dan sikap seorang muslim ditantang untuk berperan, yaitu bagaimana ia dapat mengambil sikap terbaik untuk menyelesaikan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;permasalahan yang ada di hadapannya agar dikaitkan pula dengan pemahaman yang ia miliki.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Dalam hal ini Rasulullah telah menuntun kita bahwa Beliau Saw bersabda:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 28.05pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;”Barang siapa yang menikahi wanita karena semata kemuliaannya, niscaya allah tidak akan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;menambahkan sesuatu kepadanya selain kehinaan. Barang siapa yang menikahi wanita hanya karena hartanya semata, niscaya allah tidak akan menambahkan sesuatu kepadanya selain kefakiran. Barang siapa yang menikahi wanita karena keturunannya semata, niscaya allah tidak akan menambahkan sesuatu kepadanya selain kerendahan. Barang siapa yang menikahi&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;wanita karena hendak menundukan pandangannya atau untuk menjaga kehormatannya (kemaluannya) atau karena hendak menyambung tali persaudaraan, niscaya allah akan memberkatinya di hadapan istrinya dan memberkati istrinya di hadapan suaminya” (HR. Abu Daud dan An-Nasa’i) &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 28.05pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Demikian pula kepada kaum wanita, Rasulullah pun telah memberikan pesan yang sama, agar jangan terpukau oleh hal-hal yang bersifat fisik dan materi dalam menetapkan pilihan pasangan hidup. Namun kriteria agama lah yang harus menjadi pertimbangan. Beliau saw mengingatkan:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 28.05pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;Ika datang kepada kalian seorang laki-laki yang kalian ridhai agamanya dan akhlaknya, maka nikahkanlah, jika kalian tidak melakukannya maka akan datang kerusakan di muka bumi dan fitnah yang luas (HR. Tirmidzi dan Ahmad)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 28.05pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Dengan demikian, apabila dalam berta’aruf ternyata menemukan kekurangan-kekurangan dari calon pasangannya maka itu merupakan hal yang wajar, karena tentu kita pun memiliki kekurangan-kekurangan pula bagi dirinya, (selain tentunya bagi satu sama lain, kita pun dapat saling memberikan kelebihan yang kita miliki). Pandanglah kekurangan-kekurangan itu sebagai celah dan peluang ibadah yang dapat kita optimalkan melalui upaya dapat saling melengkapi dan memperbaiki nantinya. Namun apabila hal yang menjadi kekurangan tersebut bersifat prinsip/ mendasar seperti gemar bermaksiat, murtad, berkhlak buruk, berpenyakit berbahaya, dan lainnya yang dianggap sulit diperbaiki serta akan menghambat terwujudnya kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawadah, dan warrahmah maka keputusan untuk membatalkan khithbah tentu merupakan hak (sekaligus bisa menjadi kewajiban) bagi masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;&lt;span&gt;c.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;font-family:'Times New Roman';" &gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;Akhlak Dalam Berta’aruf&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 28.05pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Selain secara keseluruhan harus memperhatikan ketentuan umum syari’at sebagaimana disebutkan di atas, maka dalam melakukan ta’aruf&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dalam rangka khithbah juga harus menampakan kemuliaan akhlak satu sama lain. Misalnya: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;span&gt;1.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;font-family:'Times New Roman';" &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Tidak mengungkapkan perkataan/ungkapan yang kurang baik, yang mengarah pada syahwat, tidak sopan, tidak santun, menghina, merendahkan dsb; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;span&gt;2.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;font-family:'Times New Roman';" &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Saling mendo’akan; saling mengingatkan untuk bertakwa dan berbuat kebaikan; saling menyapa dengan panggilan yang disukai; jujur dan terbuka dalam menjelaskan keingintahuan salah satu calon pasangan (baik yang menjelaskan itu calonnya langsung, maupun mahramnya) bahkan saling memberi hadiah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;span&gt;3.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;font-family:'Times New Roman';" &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Merahasiakan kepada orang lain (yang tidak berkepentingan) terhadap berbagai informasi yang didapat tentang calon yang dikhithbahnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Hal ini semata-mata untuk menjaga kehormatan dan kemuliaan satu sama lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;span&gt;4.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;font-family:'Times New Roman';" &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Tidak menyebarluaskan kepada orang lain perihal proses khithbah dan ta’aruf yang sedang dijalaninya, kecuali untuk kepentingan yang syar’i. Karena, dalam proses khithbah dan ta’aruf masih memungkinkan adanya pembatalan. Sehingga bagi kedua belah pihak akan terasa menambah beban psikologis ketika informasi khithbah ini telah sampai kemana-mana, sedangkan khithbahnya sendiri ternyata dibatalkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;span&gt;5.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;font-family:'Times New Roman';" &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Saling mengingatkan dan memperbaiki diri jika dalam berta’aruf&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;dikhawatirkan melakukan perbuatan yang keliru atau kurang baik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;span&gt;6.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;font-family:'Times New Roman';" &gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Menjalin komunikasi dan silaturrahim yang baik terhadap satu sama lain (termasuk terhadap keluarganya),&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;span&gt;7.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;font-family:'Times New Roman';" &gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Mampu menempatkan permsalahan yang dihadapi ketika berta’aruf secara wajar. Artinya perlu adanya kedewasaan berfikir dan bersikap yang didasarkan pada hukum syara’, sehingga ketika ada masalah yang kecil jangan dibesar-besarkan apalagi atas dasar emosional, sebaliknya masalah yang besar jangan dianggap sepele, karena tertutupi oleh hawa nafsu (cinta buta).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;span&gt;8.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;font-family:'Times New Roman';" &gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Memperhatikan berbagai hal lainnya yang menurut syara’ merupakan kebaikan-kebaikan yang dianjurkan ataupun keburukan-keburukan yang harus ditinggalkan sepanjang dalam rangka untuk menguatkan pilihan terhadap satu sama lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;&lt;span&gt;d.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;font-family:'Times New Roman';" &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;Media/ Sarana Dalam Berta’aruf&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: -0.25in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;M Menggunakan suatu media/ sarana yang menjadi wasilah (perantara) dalam melakukan ta’aruf hukumnya terkait dengan hukum perbuatan, yaitu adanya kaidah Syara’ yang menyatakan :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 28.05pt; text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;Al ashlu fil af’al attaqayidu bi hukmi syar’i&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 28.05pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;Hukum asal dari suatu perbuatan terikat oleh hukum syara’ (apakah termasuk Wajib, Mandub, Mubah, Makruh, Haram ?)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 28.05pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Sedangkan media/ sarana yang digunakan dalam berta’aruf itu terkait dengan hukum suatu benda, sebagaimana kaidah syara’ menyatakan:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 28.05pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;Al ashlu fil asya’ al ibaha laa ……….&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 28.05pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;Hukum asal dari suatu benda adalah mubah, sepanjang tidak ada dalil yang mengharamkannya &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;(apakah Halal, Mubah Makruh, dan Haram?)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 28.05pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Oleh karena itu, aktifitas ta’aruf sebagai bagian dari proses khithbah yang jika sebelumnya dilakukan dengan bertemu langsung (yang disertai mahramnya), bisa juga dilakukan dengan menggunakan media komunikasi yang memungkinkan. Media tersebut hukumnya mubah seperti melalui: surat, e-mail, chatting, sms, mms, suara via telpon, dsb. Yang merupakan output dari penggunaan media kertas, hp, faximile, komputer/internet, pesawat telpon, dll. Hanya saja ketika menggunakan media tersebut untuk berta’aruf jangan sampai melakukan hal-hal yang cenderung sebagai pelanggaran syari’at seperti mengirimkan ungkapan, gambar, kata-kata,, ucapan yang dapat menimbulkan syahwat, penghinaan, merendahkan, atau mengajak pada kemaksiatan. Yang terpenting adalah kalau ta’arufnya menggunakan jasa warnet atau wartel jangan sampai lupa bayar pulsanya juga….&lt;/span&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;color:blue;"   &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Wingdings;font-size:100%;color:blue;"   &gt;&lt;span&gt;J&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;strong&gt;Khatimah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Demikian sekilas pandangan tentang melakukan proses ta’aruf sebagai bagian dari aktifitas yang dilakukan manusia baik untuk keperluan umum maupun keperluan khusus. Untuk keperluan khusus (khitbah), aktifitas ta’aruf&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;jangan disamakan dengan aktifitas pacaran ataupun aktifitas setengah pernikahan, karena antara keduanya&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;telah nampak perbedaan yang jelas, yaitu ta’aruf sebagai aktifitas yang dianjurkan &lt;em&gt;(sunnah/mandub)&lt;/em&gt; sedangkan pacaran/ sejenisnya merupakan aktifitas yang diharamkan oleh allah swt karena menjadi pintu gerbang menuju perzinahan. Sebagaimana firmannya dalam al-qur’an:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;h4&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Dan janganlah kalian mendekati zina, sesungguhnya zina itu suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt; (TQS. Al-Israa:32)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt; &lt;p style="text-indent: 28.05pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Sementara itu Jabir menuturkan riwayat sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-indent: 28.05pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;Rasulullah saw bersabda ’jika salah seorang diantara kalian ingin melamar seorang wanita, sementara ia mampu untuk melihat apa yang mendorongnya untuk menikahinya, hendaklah ia melakukannya’. Jabir kemudian berkata, ’aku lantas melamar seorang wanita yang sebelumnya secara sembunyi-sembunyi aku lihat hingga aku memandang apa yang mendorong aku menikahinya’&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;em&gt;’Siapa saja yang beriman kepada Allah Swt dan hari akhir, janganlah sekali-kali ia berkhalwat dengan seorang wanita yang tidak disertai mahramnya, karena yang ketiga diantara keduanya adalah syetan’.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Allah Swt telah menegaskan:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Apa yang diberikan rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah, dan bertakwalah kepada allah (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;T&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;QS. Al-Hasyr :7)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Dan janganlah kamu mencampuradukan antara yang haq dan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu padahal kamu mengetahui nya. (TQS. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Al-Baqarah [2]:42)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;Wallahu a’lam bi shawab&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;Daftar Bacaan:&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;An-Nabhaniy, Taqiyuddin. 2001. &lt;em&gt;Sistem Pergaulan Dalam Islam. Kitab Mutabannat Hizbut Tahrir&lt;/em&gt;. Bogor: Pustaka Thariqul Izzah&lt;/span&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;…………………………………….2004. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;" align="left"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;em&gt;Pilar-Pilar Pengokoh Nafsiyah Islamiyah. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;Kitab Mutabannat Hizbut Tahrir&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;. Jakarta: HTI Press&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;" align="left"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Januar, Iwan. M. 2005. &lt;em&gt;Bila Cinta Tak Berbalas.&lt;/em&gt; &lt;em&gt;Booklet&lt;/em&gt;. Bogor: Al-Azhar Press&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;" align="left"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Kurnia, MR. 2005. &lt;em&gt;Menjalin Cinta Suci. Booklet. &lt;/em&gt;Bogor: Al-Azhar Press&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;" align="left"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;KALAM UPI. 2003. &lt;em&gt;Islam Saja Bekal Bagi Pemuda Muslim&lt;/em&gt;. Bandung: Kalam Press&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;" align="left"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Solihin, O. 2005&lt;em&gt;. Izinkan Aku Menikahimu. Booklet. &lt;/em&gt;Bogor:&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Al-Azhar Press&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;" align="left"&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Thalib, Muhamad.Drs. 2002. &lt;em&gt;15 Tuntunan Meminang Islam&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;" &gt;i. Booklet.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="vertical-align: baseline;font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt; Bandung: Irsyad Baitus Salam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-3538198736001913561?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/3538198736001913561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2008/12/memahami-taaruf-dalam-suatu-proses_25.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/3538198736001913561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/3538198736001913561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2008/12/memahami-taaruf-dalam-suatu-proses_25.html' title='Memahami Ta’aruf Dalam Suatu Proses Khithbah'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-3769299408410233940</id><published>2008-12-25T15:47:00.001-08:00</published><updated>2008-12-25T15:50:10.874-08:00</updated><title type='text'>Doa Awal Tahun &amp; Doa Akhir Tahun</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_J7Rq4XgE4qw/SVQb_ca1G_I/AAAAAAAAAFA/PEus1jm40A0/s1600-h/akhir.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 277px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_J7Rq4XgE4qw/SVQb_ca1G_I/AAAAAAAAAFA/PEus1jm40A0/s320/akhir.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283879039586868210" border="0" /&gt;&lt;b style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Doa Akhir Tahun:&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Barangsiapa yang membaca                      doa akhir tahun ini, maka syaitan akan berkata:&lt;br /&gt;                "Hampalah kami di sepanjang tahun ini".                   &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;              &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;                                                                                          &lt;p&gt;Maksudnya:&lt;/p&gt;                         &lt;p&gt; Allah SWT berselawat ke atas penghulu kami Muhammad SAW, ahli keluarga dan sahabat-sahabat baginda dan kesejahteraan ke atas mereka. &lt;/p&gt;                         &lt;p&gt;Wahai Tuhan, apa yang telah aku lakukan dalam tahun ini daripada perkara-perkara yang Engkau tegah daripada aku melakukannya dan aku belum bertaubat daripadanya. Sedangkan Engkau tidak redha dan tidak melupakannya. Dan aku telah melakukannya di dalam keadaan di mana Engkau berupaya untuk menghukumku, tetapi Engkau mengilhamkanku dengan taubat selepas keberanianku melakukan dosa-dosa itu semuanya. Sesungguhnya aku memohon keampunanMu, maka ampunilah aku. Dan tidaklah aku melakukan yang demikian daripada apa yang Engkau redhainya dan Engkau menjanjikanku dengan pahala atas yang sedemikian itu. Maka aku memohon kepadaMu. &lt;/p&gt;                         &lt;p&gt;Wahai Tuhan! Wahai yang Maha Pemurah! Wahai Yang Maha Agung dan wahai Yang Maha Mulia agar Engkau menerima taubat itu dariku dan janganlah Engkau menghampakan harapanku kepadaMu Wahai Yang Maha Pemurah. Dan Allah berselawat ke atas penghulu kami Muhammad, ke atas ahli keluarga dan sahabat-sahabatnya dan mengurniakan kesejahteraan ke atas mereka.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-3769299408410233940?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/3769299408410233940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2008/12/doa-awal-tahun-doa-akhir-tahun_25.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/3769299408410233940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/3769299408410233940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2008/12/doa-awal-tahun-doa-akhir-tahun_25.html' title='Doa Awal Tahun &amp; Doa Akhir Tahun'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_J7Rq4XgE4qw/SVQb_ca1G_I/AAAAAAAAAFA/PEus1jm40A0/s72-c/akhir.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-125079288097984778</id><published>2008-12-25T15:16:00.000-08:00</published><updated>2008-12-25T15:47:37.434-08:00</updated><title type='text'>Doa Awal Tahun &amp; Doa Akhir Tahun</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_J7Rq4XgE4qw/SVQbMfdJ4tI/AAAAAAAAAE4/ws-uVodfGsQ/s1600-h/awal.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_J7Rq4XgE4qw/SVQbMfdJ4tI/AAAAAAAAAE4/ws-uVodfGsQ/s320/awal.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5283878164228596434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="tajuk" align="center"&gt;&lt;b&gt;Doa Awal Tahun &amp;amp; Doa Akhir Tahun&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;                                                                                        &lt;p align="center"&gt;&lt;br /&gt;                 Barangsiapa yang membaca doa awal tahun ini, insya Allah dirinya                      akan terpelihara daripada gangguan dan godaan syaitan di sepanjang                      tahun tersebut.&lt;/p&gt;                   &lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;Doa Awal Tahun:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;                 &lt;br /&gt;               &lt;/div&gt;                                                                                          &lt;p&gt;Maksudnya:&lt;/p&gt;                         &lt;p&gt;   Allah SWT berselawat ke atas penghulu                            kami Muhammad SAW, ahli keluarga dan sahabat-sahabat                            baginda dan kesejahteraan ke atas mereka. &lt;/p&gt;                         &lt;p&gt;Wahai Tuhan, Engkaulah yang kekal abadi, yang qadim.                            yang awal dan ke atas kelebihanMu yang besar dan kemurahanMu                            yang melimpah dan ini adalah tahun baru yang telah muncul                            di hadapan kami. Kami memohon pemeliharaan dariMu di                            sepanjang tahun ini dari syaitan dan pembantu-pembantunya                            dan tentera-tenteranya dan juga pertolongan terhadap                            diri yang diperintahkan melakukan kejahatan dan usaha                            yang mendekatkanku kepadaMu Wahai Tuhan Yang Maha Agung                            dan Maha Mulia. &lt;/p&gt;                         &lt;p&gt;Wahai Tuhan Yang Maha pengasih dari mereka yang mengasihi                            dan Allah berselawat ke atas penghulu kami Muhammad.                            Nabi yang ummi dan ke atas ahli keluarga dan sahabat-sahabatnya                            dan kesejahteraan ke atas mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-125079288097984778?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/125079288097984778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2008/12/doa-awal-tahun-doa-akhir-tahun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/125079288097984778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/125079288097984778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2008/12/doa-awal-tahun-doa-akhir-tahun.html' title='Doa Awal Tahun &amp; Doa Akhir Tahun'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_J7Rq4XgE4qw/SVQbMfdJ4tI/AAAAAAAAAE4/ws-uVodfGsQ/s72-c/awal.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-3362877580433838880</id><published>2008-12-25T15:15:00.001-08:00</published><updated>2008-12-25T15:15:47.975-08:00</updated><title type='text'>Jadilah Muslim yang Sesungguhnya</title><content type='html'>&lt;div class="entrytext"&gt;    &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;                                                Mursyid Kamil Mukammil&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mursyid kamil mukammil adalah seorang mursyid yang sudah sempurna dalam wushulnya kepada Allah dan dapat menyempurnakan muridnya untuk juga wushul kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-49"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mursyid kamil mukammil pastilah seorang waliyullah, tetapi sebaliknya, seorang waliyullah belum tentu seorang mursyid. Karena seoarang mursyid mempunyai otoritas mematrikan/menghunj amkan dzikir ke dalam qolbu seorang murid untuk mensucikan qolbunya dan sebagai biji iman yang siap dicangkul, dipupuk, dirawat, disirami sampai tumbuh dan berkembang yang akhirnya akan berbuah manisnya iman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan biji iman yang ditanamkan ke dalam qolbu yang telah disucikan oleh mursyid kamil mukammil dan diiringi dengan ketekunan, keistiqomahan seorang murid dalam menjalankan petunjuk mursyid, insya Allah akan terjadi perubahan secara simultan dalam diri seorang murid menuju kemerdekaan yang hakiki yaitu bebas dari segala belenggu penghambaan/ perbudakan kepada dan terhadap apapun kecuali hanya kepada ALLAH.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mursyid akan senantiasa mendoakan, membimbing, mengingatkan, mengarahkan, menata perjalan murid menuju Allah yang sungguh sangat banyak tipu dayanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wali Mursyid Itu Perlu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seorang saudaraku bertanya:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;APAKAH ADA PERADABAN YG LEBIH BAIK DARI ISLAM? TIDAK!!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hmm..kadang aku berpikir, apa kunci Rasulullah hingga mampu membangun satu peradaban baru hanya dalam waktu 23 tahun…?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Barangkali kuncinya seperti tergambar dalam surat al-Jum’ah / 67:2. Beliau menjalankan tiga tugas utama:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Tilawah, membacakan ayat-ayat Allah. Memperkenalkan kepada orang-orang tentang adanya petunjuk ‘langit’, dan meyakinkan mereka tentang kebanaran ayat-ayat ‘langit’ itu.&lt;br /&gt;2. Tazkiyah, mensucikan jiwa pengikutnya. Tanpa kesucian jiwa maka makna ayat-ayat yang dibacakan tak akan terpahami dengan baik, tak juga ayat-ayat itu terasakan sebagai penggerak yang memotivasi orang untuk mengamalkannya.&lt;br /&gt;3. Taklim, mengajarkan ketentuan-ketentuan Allah (hukum, kitab) juga tujuan dan manfaat dari ketentuan-ketentuan tersebut (hikmah).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekarang ini fungsi tilawah telah banyak tergantikan oleh berbagai media. Kalau dulu hanya dibacakan oleh orang, sekarang ayat-ayat telah dibukukan, dikasetkan, di-CD/ VCD-kan, didigitalkan. Orang dapat mengaksesnya secara langsung. Untuk membacanya pun sudah banyak tersedia kursus-kursus yang dapat melatihkannya dengan berbagai metode yang sangat cepat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Fungsi taklim masih berjalan terus, bahkan makin banyak ustadz yang memimpin majlis-majlis taklim, baik langsung maupun menggunakan fasilitas distance learning melalui radio/tv dan internet.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Yang jadi masalah adalah fungsi tazkiyah. Rasulullah s.a.w. mentazkiyah jiwa para sahabat sebelum mentaklim mereka. Jiwa para sahabat sudah tersucikan lebih dulu sebelum mendapatkan taklim. Tapi siapa yang mentazkiyah diri kita saat ini? Untuk tilawah kita dapat menggunakan berbagai multi media ayat yang banyak tersebar dengan harga murah. Untuk taklim kita dapat mendatangi majlis taklim, halaqah, liqa’, dan mabit; menjumpai para ustadz dan murabbi. Tapi semua itu kita lakukan dengan qalbu yang kotor karena tidak mengalami tazkiyah lebih dulu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adakah para ustadz/kyai itu dapat mentazkiyah jiwa kita. Apakah para murabbi kita juga sudah tersucikan jiwanya sehingga mampu mentazkiyah kita? Kadang kita katakan, tak perlu tazkiyah secara formal, lakukan saja ibadah-ibadah yang ada dengan ikhlas dan tekun, nanti jiwa akan tertazkiyah sendiri. Betulkah? Bagaimana kita dapat ikhlas kalau belum tazkiyah. Bagaimana akan termotivasi dan tekun beribadah kalau masih banyak kototan jiwa? Jadi berputar-putar dong, untuk tazkiyah perlu ibadah, tapi untuk ikhlas dan tekun ibadah diperlukan tazkiyah lebih dulu…&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita katakan tak perlu ada tazkiyah secara formal, juga tak perlu ada orang yang mentazkiyah kita, karena kita memang belum mengetahui pentingnya dua hal itu. Rasulullah s.a.w. mendapatkan tilawah, tazkiyah, dan taklim dari malaikat Jibril. Para sahabat mendapatkannya dari Rasul s.a.w. Para tabi’in dari para sahabat… begitu seterusnya. Tapi lagi-lagi, siapa yang mentazkiyah kita saat ini? Kadang kita terlalu arogan dengan mengatakan tak perlu tazkiyah dan orang yang mentazkiyah, karena hubungan kita dengan Allh SWT bersifat langsung dan individual, tak memerlukan perantara. Tapi betulkah kita, dengan segala kekotoran kita dapat terhubung langsung dengan Allah? Bukankah Rasulullah s.a.w. sebelum mikraj pun ditazkiyah dulu qalbunya oleh Jibril?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masukilah rumah lewat pintunya. Pelajarilah agama melalui sumbernya. Seraplah cahaya ilahiah melalui salurannya. Mursyid itu perlu… Kita gak kan pandai tanpa guru (bukankah dikatakan, siapa yang belajar tanpa guru maka gurunya adalah setan…).&lt;br /&gt;Jiwa tak kan terbersihkan tanpa ada yang men-tazkiyah- nya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentu jangan sembarang orang kita jadikan mursyid. Bagaimana ia akan men-tazkiyah diri kita kalau dia pun belum tersucikan jiwanya. Carilah mursyid yang berkualifikasi wali. Bukan wali murid, atau wali nikah, tapi wali Allah… Tapi bagaimana kita mengetahui seseorang itu wali Allah, jangan-jangan kita malah terjebak oleh pengkultusan yang menyesatkan?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Eksistensi Seorang Mursyid&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dikutip dari www.sufinews. com oleh K.H. Wahid Zuhdi (pengasuh Ponpes al-Ma’ruf, Bandungsari, Ngaringan, Grobogan, Jateng; juga sebagai wakil Syuriyah NU wilayah Jateng dan sebagai anggota lajnah tashhih NU Pusat dan di persatuan thariqat se-Indonesia)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam setiap aktivitas rintangan itu akan selalu ada. Hal ini dikarenakan Tuhan menciptakan syetan tidak lain hanya untuk menggoda dan menghalangi setiap aktivitas manusia. Tidak hanya terhadap aktivitas yang mengarah kepada kebaikan, bahkan terhadap aktivitas yang sudah jelas mengarah menuju kejahatan pun, syetan masih juga ingin lebih menyesatkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada dasarnya kita diciptakan oleh Tuhan hanya untuk beribadah dan mencari ridla dari-Nya. Karena itu kita harus berusaha untuk berjalan sesuai dengan kehendak atau syari’at yang telah ditentukan. Hanya saja keberadaan syetan yang selalu memusuhi kita, membuat pengertian dan pelaksanaan kita terkadang tidak sesuai dengan kebenaran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan demikian, kebutuhan kita untuk mencari seorang pembimbing merupakan hal yang essensial. Karena dengan bimbingan orang tersebut, kita harapkan akan bisa menetralisir setiap perbuatan yang mengarah kepada kesesatan sehingga bisa mengantar kita pada tujuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Thariqah&lt;br /&gt;Thariqah adalah jalan. Maksudnya, salah satu jalan menuju ridla Allah atau salah satu jalan menuju wushul (sampai pada Tuhan). Dalam istilah lain orang sering juga menyebutnya dengan ilmu haqiqat. Jadi, thariqah merupakan sebuah aliran ajaran dalam pendekatan terhadap Tuhan. Rutinitas yang ditekankan dalam ajaran ini adalah memperbanyak dzikir terhadap Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam thariqat, kebanyakan orang yang terjun ke sana adalah orang-orang yang bisa dibilang sudah mencapai usia tua. Itu dikarenakan tuntutan atau pelajaran yang disampaikan adalah pengetahuan pokok atau inti yang berkaitan langsung dengan Tuhan dan aktifitas hati yang tidak banyak membutuhkan pengembangan analisa. Hal ini sesuai dengan keadaan seorang yang sudah berusia tua yang biasanya kurang ada respon dalam pengembangan analisa. Meskipun demikian, tidak berarti thariqah hanya boleh dijalankan oleh orang-orang tua saja.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lewat thariqah ini orang berharap bisa selalu mendapat ridla dari Allah, atau bahkan bisa sampai derajat wushul. Meskipun sebenarnya thariqah bukanlah jalan satu-satunya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Wushul&lt;br /&gt;Wushul adalah derajat tertinggi atau tujuan utama dalam ber-thariqah. Untuk mencapai derajat wushul (sampai pada Tuhan), orang bisa mencoba lewat bermacam-macam jalan. Jadi, orang bisa sampai ke derajat tersebut tidak hanya lewat satu jalan. Hanya saja kebanyakan orang menganggap thariqah adalah satu-satunya jalan atau bahkan jalan pintas menuju wushul.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seperti halnya thariqah, ibadah lain juga bisa mengantar sampai ke derajat wushul. Ada dua ibadah yang syetan sangat sungguh-sungguh dalam usaha menggagalkan atau menggoda, yaitu shalat dan dzikir. Hal ini dikarenakan shalat dan dzikir merupakan dua ibadah yang besar kemungkinannya bisa diharapkan akan membawa keselamatan atau bahkan mencapai derajat wushul. Sehingga didalam shalat dan dzikir orang akan merasakan kesulitan untuk dapat selalu mengingat Tuhan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam sebuah cerita, Imam Hanafi didatangi seorang yang sedang kehilangan barang. Oleh Imam Hanafi orang tersebut disuruh shalat sepanjang malam sehingga akan menemukan barangnya. Namun ketika baru setengah malam menjalankan shalat, syetan mengingatkan/ mengembalikan barangnya yang hilang sambil membisikkan agar tidak melanjutkan shalatnya. Namun oleh Imam Hanafi orang tersebut tetap disuruh untuk melanjutkan shalatnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seperti halnya shalat, dzikir adalah salah satu ibadah yang untuk mencapai hasil maksimal harus melewati jalur yang penuh godaan syetan. Dzikir dalam ilmu haqiqat atau thariqat, adalah mengingat atau menghadirkan Tuhan dalam hati. Sementara Tuhan adalah dzat yang tidak bisa diindera dan juga tiak ada yang menyerupai. Sehingga tidak boleh bagi kita untuk membayangkan keberadaan Tuhan dengan disamakan sesuatu. Maka dalam hal ini besar kemungkinan kita terpengaruh dan tergoda oleh syetan, mengingat kita adalah orang yang awam dalam bidang ini (ilmu haqiqat) dan masih jauh dari standar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu, untuk selalu bisa berjalan sesuai ajaran agama, menjaga kebenaran maupun terhindar dari kesalahan pengertian, kita harus mempunyai seorang guru. Karena tanpa seorang guru, syetanlah yang akan membimbing kita. Yang paling dikhawatirkan adalah kesalahan yang berdampak pada aqidah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mursyid&lt;br /&gt;Mursyid adalah seorang guru pembimbing dalam ilmu haqiqat atau ilmu thariqat. Mengingat pembahasan dalam ilmu haqiqat atau ilmu thariqat adalah tentang Tuhan yang merupakan dzat yang tidak bisa diindera, dan rutinitas thariqah adalah dzikir yang sangat dibenci syetan. Maka untuk menjaga kebenaran, kita perlu bimbingan seorang mursyid untuk mengarahkannya. Sebab penerapan Asma’ Allah atau pelaksanaan dzikir yang tidak sesuai bisa membahayakan secara ruhani maupun mental, baik terhadap pribadi yang bersangkutan maupun terhadap masyarakat sekitar. Bahkan bisa dikhawatirkan salah dalam beraqidah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seorang mursyid inilah yang akan membimbing kita untuk mengarahkannya pada bentuk pelaksanaan yang benar. Hanya saja bentuk ajaran dari masing-masing mursyid yang disampaikan pada kita berbeda-beda, tergantung aliran thariqah-nya. Namun pada dasarnya pelajaran dan tujuan yang diajarkannya adalah sama, yaitu al-wushul ila-Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Melihat begitu pentingnya peranan mursyid, maka tidak diragukan lagi tinggi derajat maupun kemampuan dan pengetahuan yang telah dicapai oleh mursyid tersebut. Karena ketika seorang mursyid memberi jalan keluar kepada muridnya dalam menghadapi kemungkinan godaan syetan, berarti beliau telah lolos dari perangkap syetan. Dan ketika beliau membina muridnya untuk mencapai derajat wushul, berarti beliau telah mencapai derajat tersebut. Paling tidak, seorang mursyid adalah orang yang tidak diragukan lagi kemampuan maupuan pengetahuannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Urgensi Mursyid Dalam Tarekat&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dikutip dari www.sufinews. com oleh K.H. Luqman Hakim, M.A. (Sufiolog, pemimpin redaksi majalah CAHAYA SUFI :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah Swt. berfirman:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Barangsiapa mendapatkan kesesatan, maka ia tidak akan menemukan (dalah hidupnya) seorang wali yang mursyid” (Al-Qur’an).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam tradisi tasawuf, peran seorang Mursyid (pembimbing atau guru ruhani) merupakan syarat mutlak untuk mencapai tahapan-tahapan puncak spiritual. Eksistensi dan fungsi Mursyid atau wilayah kemursyidan ini ditolak oleh sebagaian mereka yang memahami tasawuf dengan cara-cara individual. Mereka merasa mampu menembus jalan ruhani yang penuh dengan rahasia menurut metode dan cara mereka sendiri, bahkan dengan mengandalkan pengetahuan yang selama ini mereka dapatkan dari ajaran Al-Qur’an dan Sunnah. Namun karena pemahaman terhadap kedua sumber ajaran tersebut terbatas, mereka mengklaim bahwa dunia tasawuf bisa ditempuh tanpa bimbingan seorang Mursyid.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pandangan demikian hanya layak secara teoritis belaka. Tetapi dalam praktek sufisme, bisa dipastikan, bahwa mereka hanya meraih kegagalan spiritual. Bukti-bukti historis akan kegagalan spoiritual tersebut telah dibuktikan oleh para ulama sendiri yang mencoba menempuh jalan sufi tanpa menggunakan bimbingan Mursyid. Para ulama besar sufi, yang semula menolak tasawuf, seperti Ibnu Athaillah as-Sakandari, Sulthanul Ulama Izzuddin Ibnu Abdis Salam, Syeikh Abdul Wahab asy-Sya’rani, dan Hujjatul Islam Abu Hamid Al-Ghazali akhirnya harus menyerah pada pengembaraannya sendiri, bahwa dalam proses menuju kepada Allah tetap membutuhkan seorang Mursyid.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masing-masing ulama besar tersebut memberikan kesaksian, bahwa seorang dengan kehebatan ilmu agamanya, tidak akan mampu menempuh jalan sufi, kecuali atas bimbingan seorang Syekh atau Mursyid. Sebab dunia pengetahuan agama, seluas apa pun, hanyalah “dunia ilmu”, yang hakikatnya lahir dari amaliah. Sementara, yang diserap dari ilmu adalah produk dari amaliah ulama yang telah dibukakan jalan ma’rifat itu sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jalan ma’rifat itu tidak bisa begitu saja ditempuh begitu saja dengan mengandalkan pengetahuan akal rasional, kecuali hanya akan meraih Ilmul Yaqin belaka, belum sampai pada tahap Haqqul Yaqin. Alhasil mereka yang merasa sudah sampai kepada Allah (wushul) tanpa bimbingan seorang Mursyid, wushul-nya bisa dikategorikan sebagai wushul yang penuh dengan tipudaya. Sebab, dalam alam metafisika sufisme, mereka yang menempuh jalan sufi tanpa bimbingan ruhani seorang Mursyid, tidak akan mampu membedakan mana hawathif-hawathif (bisikan-bisikan lembut) yang datang dari Allah, dari malaikat atau dari syetan dan bahkan dari jin. Di sinilah jebakan-jebakan dan tipudaya penempuh jalan sufi muncul. Oleh sebab itu ada kalam sufi yang sangat terkenal: “Barangsiapa menempuh jalan Allah tanpa disertai seorang guru, maka gurunya adalah syetan”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Oleh sebab itu, seorang ulama sendiri, tetap membutuhkan seorang pembimbing ruhani, walaupun secara lahiriah pengetahuan yang dimiliki oleh sang ulama tadi lebih tinggi dibanding sang Mursyid. Tetapi, tentu saja, dalam soal-soal Ketuhanan, soal-soal bathiniyah, sang ulama tentu tidak menguasainya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagaimana ayat al-Qur’an di atas, seorang Syekh atau Mursyid Sufi, mesti memiliki prasyarat yang tidak ringan. Dari konteks ayat di atas menunjukkan bahwa kebutuhan akan bimbingan ruhani bagi mereka yang menempuh jalan sufi, seorang pembimbing ruhani mesti memiliki predikat seorang yang wali, dan seorang yang Mursyid. Dengan kata lain, seorang Mursyid yang bisa diandalkan adalah seorang Mursyid yang Kamil Mukammil, yaitu seorang yang telah mencapai keparipurnaan ma’rifatullah sebagai Insan yang Kamil, sekaligus bisa memberikan bimbingan jalan keparipurnaan bagi para pengikut thariqatnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tentu saja, untuk mencari model manusia paripurna setelah wafatnya Rasulullah saw. terutama hari ini, sangatlah sulit. Sebab ukuran-ukuran atau standarnya bukan lagi dengan menggunakan standar rasional-intelektua l, atau standar-standar empirisme, seperti kemasyhuran, kehebatan-kehebatan atau pengetahuan- pengetahuan ensiklopedis misalnya. Bukan demikian. Tetapi, adalah penguasaan wilayah spiritual yang sangat luhur, dimana, logika-logikanya, hanya bisa dicapai dengan mukasyafah kalbu atau akal hati.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karenanya, pada zaman ini, tidak jarang Mursyid Tarekat yang bermunculan, dengan mudah untuk menarik simpati massa, tetapi hakikatnya tidak memiliki standar sebagai seorang Mursyid yang wali sebagaimana di atas. Sehingga saat ini banyak Mursyid yang tidak memiliki derajat kewalian, lalu menyebarkan ajaran tarekatnya. Dalam banyak hal, akhirnya, proses tarekatnya banyak mengalami kendala yang luar biasa, dan akhirnya banyak yang berhenti di tengah jalan persimpangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lalu siapakah Wali itu? Wali adalah kekasih Allah Swt. Mereka adalah para kekasih Allah yang senanatiasa total dalam taat ubudiyahnya, dan tidak berkubang dalam kemaksiatan. Dalam al-Qur’an disebutkan:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Ingatlah, bahwa wali-wali Allah itu tidak pernah takut, juga tidak pernah susah.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagian tanda dari kewalian adalah tidak adanya rasa takut sedikit pun yang terpancar dalam dirinya, tetapi juga tidak sedikit pun merasa gelisah atau susah. Para Wali ini pun memiliki hirarki spiritual yang cukup banyak, sesuai dengan tahap atau maqam dimana mereka ditempatkan dalam Wilayah Ilahi di sana. Paduan antara kewalian dan kemursyidan inilah yang menjadi prasyarat bagi munculnya seorang Mursyid yang Kamil dan Mukammil di atas.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam kitab Al-Mafaakhirul ‘Aliyah, karya Ahmad bin Muhammad bin ‘Ayyad, ditegaskan, — dengan mengutip ungkapan Sulthanul Auliya’ Syekh Abul Hasan asy-Syadzily ra, — bahwa syarat-syarat seorang Syekh atau Mursyid yang layak – minimal –ada lima:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Memiliki sentuhan rasa ruhani yang jelas dan tegas.&lt;br /&gt;2. Memiliki pengetahuan yang benar.&lt;br /&gt;3. Memiliki cita (himmah) yang luhur.&lt;br /&gt;4. Memiliki perilaku ruhani yang diridhai.&lt;br /&gt;5. Memiliki matahati yang tajam untuk menunjukkan jalan Ilahi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebaliknya kemursyidan seseorang gugur manakala melakukan salah satu tindakan berikut:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Bodoh terhadap ajaran agama.&lt;br /&gt;2. Mengabaikan kehormatan ummat Islam.&lt;br /&gt;3. Melakukan hal-hal yang tidak berguna.&lt;br /&gt;4. Mengikuti selera hawa nafsu dalam segala tindakan.&lt;br /&gt;5. Berakhal buruk tanpa peduli dengan perilakunya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Syekh Abu Madyan – ra- menyatakan, siapa pun yang mengaku dirinya mencapai tahap ruhani dalam perilakunya di hadapan Allah Swt. lalu muncul salah satu dari lima karakter di bawah ini, maka, orang ini adalah seorang pendusta ruhani:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Membiarkan dirinya dalam kemaksiatan.&lt;br /&gt;2. Mempermainkan taat kepada Allah.&lt;br /&gt;3. Tamak terhadap sesama makhuk.&lt;br /&gt;4. Kontra terhadap Ahlullah&lt;br /&gt;5. Tidak menghormati sesama ummat Islam sebagaimana diperintahkan Allah Swt.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Syekh Abul Hasan Asy-Syadzili mengatakan, “Siapa yang menunjukkan dirimu kepada dunia, maka ia akan menghancurkan dirimu. Siapa yang menunjukkan dirimu pada amal, ia akan memayahkan dirimu. Dan barangsiapa menunjukkan dirimu kepada Allah Swt. maka, ia pasti menjadi penasehatmu.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam kitab Al-Hikam mengatakan, “Janganlah berguru pada seseorang yang yang tidak membangkitkan dirimu untuk menuju kepada Allah dan tidak pula menunjukkan wacananya kepadamu, jalan menuju Allah”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seorang Mursyid yang hakiki, menurut Asy-Syadzili adalah seorang Mursyid yang tidak memberikan beban berat kepada para muridnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari kalimat ini menunjukkan bahwa banyak para guru sufi yang tidak mengetahui kadar batin para muridnya, tidak pula mengetahui masa depan kalbu para muridnya, tidak pula mengetahui rahasia Ilahi di balik nurani para muridnya, sehingga guru ini, dengan mudahnya dan gegabahnya memberikan amaliyah atau tugas-tugas yang sangat membebani fisik dan jiwa muridnya. Jika seperti demikian, guru ini bukanlah guru yang hakiki dalam dunia sufi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika secara khusus, karakteristik para Mursyid sedemikian rupa itu, maka secara umum, mereka pun berpijak pada lima (5) prinsip thariqat itu sendiri:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. Taqwa kepada Allah swt. lahir dan batin.&lt;br /&gt;2. Mengikuti Sunnah Nabi Saw. baik dalam ucapan maupun tindakan.&lt;br /&gt;3. Berpaling dari makhluk (berkonsentrasi kepada Allah) ketika mereka datang dan pergi.&lt;br /&gt;4. Ridha kepada Allah, atas anugerah-Nya, baik sedikit maupun banyak.&lt;br /&gt;5. Dan kembali kepada Allah dalam suka maupun duka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Manifestasi Taqwa, melalaui sikap wara’ dan istiqamah.&lt;br /&gt;Perwujudan atas Ittiba’ sunnah Nabi melalui pemeliharaan dan budi pekerti yang baik. Sedangkan perwujudan berpaling dari makhluk melalui kesabaran dan tawakal. Sementara perwujudan ridha kepada Allah, melalui sikap qana’ah dan pasrah total. Dan perwujudan terhadap sikap kembali kepada Allah adalah dengan pujian dan rasa syukur dalam keadaan suka, dan mengembalikan kepada-Nya ketika mendapatkan bencana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Secara keseluruhan, prinsip yang mendasari di atas adalah:&lt;br /&gt;1) Himmah yang tinggi,&lt;br /&gt;2) Menjaga kehormatan,&lt;br /&gt;3) Bakti yang baik,&lt;br /&gt;4) Melaksanakan prinsip utama; dan&lt;br /&gt;5) Mengagungkan nikmat Allah Swt.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari sejumlah ilusttrasi di atas, maka bagi para penempuh jalan sufi hendaknya memilih seorang Mursyid yang benar-benar memenuhi standar di atas, sehingga mampu menghantar dirinya dalam penempuhan menuju kepada Allah Swt.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rasulullah saw. adalah teladan paling paripurna. Ketika hendak menuju kepada Allah dalam Isra’ dan Mi’raj, Rasulullah Saw. senantiasa dibimbing oleh Malaikat Jibril as. Fungsi Jibril di sini identik dengan Mursyid di mata kaum sufi. Hal yang sama, ketika Nabiyullah Musa as, yang merasa telah sampai kepada-Nya, ternyata harus diuji melalui bimbingan ruhani seorang Nabi Khidir as. Hubungan Musa dan Khidir adalah hubungan spiritual antara Murid dan Syekh. Maka dalam soal-soal rasional Musa as sangat progresif, tetapi beliau tidak sehebat Khidir dalam soal batiniyah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena itu lebih penting lagi, tentu menyangkut soal etika hubungan antara Murid dengan Mursyidnya, atau antara pelaku sufi dengan Syekhnya. Syekh Abdul Wahhab asy-Sya’rani, (W. 973 H) secara khusus menulis kitab yang berkaitan dengan etika hubungan antara Murid dengan Mursyid tersebut, dalam “Lawaqihul Anwaar al-Qudsiyah fi Ma’rifati Qawa’idus Shufiyah”.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-3362877580433838880?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/3362877580433838880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2008/12/jadilah-muslim-yang-sesungguhnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/3362877580433838880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/3362877580433838880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2008/12/jadilah-muslim-yang-sesungguhnya.html' title='Jadilah Muslim yang Sesungguhnya'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-827645171207785961</id><published>2008-12-10T23:29:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T23:34:04.705-08:00</updated><title type='text'>Allah Mengampuni Segala Dosa Orang Yang Tidak Berbuat Syirik</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;!--StartFragment --&gt; &lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 12pt 0pt; text-align: center;" class="MsoBodyText" align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Verdana;"&gt;HADITS KEEMPATPULUH DUA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 12pt 0pt; text-align: center;" class="MsoBodyText" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: rgb(255, 204, 153); font-family: Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 12pt 0pt; direction: rtl; unicode-bidi: embed; text-align: center;" dir="rtl" class="MsoBodyText" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: black; font-family: Arial;"&gt;عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : قَالَ اللهُ تَعَالَى : يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَاكَانَ مِنْكَ وَلاَ أُبَالِي، يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوْبُكَ عَنَانَ السَّماَءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ، يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ اْلأَرْضِ خَطاَياَ ثُمَّ لَقِيْتَنِي لاَ تُشْرِكْ بِي شَيْئاً لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 12pt 0pt; direction: rtl; unicode-bidi: embed; text-align: center;" dir="rtl" class="MsoBodyText" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; color: black; font-family: Arial;"&gt;[رواه الترمذي وقال حديث حسن صحيح ]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 12pt 0pt; text-align: center;" class="MsoBodyText" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(255, 204, 153); font-family: Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 12pt 0pt; text-align: center;" class="MsoBodyText" align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Verdana;"&gt;Terjemah Hadits / &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Arial;" dir="rtl"&gt;ترجمة الحديث&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Verdana;"&gt; :&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 12pt 0pt; text-align: center;" class="MsoBodyText" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Verdana;"&gt;Dari Anas Radhiallahuanhu dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Allah Ta’ala berfirman: “Wahai anak Adam, sesungguhnya Engkau berdoa kepada-Ku dan memohon kepada-Ku, maka akan aku ampuni engkau, Aku tidak peduli (berapapun banyaknya dan besarnya dosamu). Wahai anak Adam seandainya dosa-dosamu (sebanyak) awan di langit kemudian engkau minta ampun kepada-Ku niscaya akan Aku ampuni engkau. Wahai anak Adam sesungguhnya jika engkau datang kepadaku dengan kesalahan sepenuh bumi kemudian engkau menemuiku dengan tidak menyekutukan Aku sedikitpun maka akan Aku temui engkau dengan sepenuh itu pula ampunan “&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 12pt 0pt; text-align: center;" class="MsoBodyText" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Verdana;"&gt;(Riwayat Turmuzi dan dia berkata : haditsnya hasan shahih).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 12pt 0pt; text-align: center;" class="MsoBodyText" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: rgb(255, 204, 153); font-family: Verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 12pt 0pt;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Verdana;"&gt;Pelajaran yang terdapat dalam hadits / &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Arial;" dir="rtl"&gt;الفوائد من الحديث&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Verdana;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 12pt 0pt;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Verdana;"&gt;1.     Berdoa diperintahkan dan dijanjikan  untuk dikabulkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 12pt 0pt;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Verdana;"&gt;2.     &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Verdana;"&gt;Pemberian m&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Verdana;"&gt;aaf Allah dan ampunan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Verdana;"&gt;-N&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Verdana;"&gt;ya lebih luas dan lebih besar dari dosa seorang hamba jika dia minta ampun dan bertaubat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 12pt 0pt;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Verdana;"&gt;3.     Berbaik sangka kepada Allah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Verdana;"&gt;T&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Verdana;"&gt;a’ala, Dialah semata Yang Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat dan istighfar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 12pt 0pt;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Verdana;"&gt;4.     Tauhid adalah pokok ampunan dan sebab satu-satunya untuk meraihnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 12pt 0pt;" class="MsoBodyText"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Verdana;"&gt;5.     Membuka pintu harapan bagi ahli maksiat untuk segera bertaubat dan menyesal betapapun banyak dosanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-827645171207785961?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/827645171207785961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2008/12/allah-mengampuni-segala-dosa-orang-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/827645171207785961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/827645171207785961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2008/12/allah-mengampuni-segala-dosa-orang-yang.html' title='Allah Mengampuni Segala Dosa Orang Yang Tidak Berbuat Syirik'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-4273749835359843516</id><published>2008-12-09T15:42:00.001-08:00</published><updated>2008-12-09T15:42:31.900-08:00</updated><title type='text'>Kekuatan Cinta</title><content type='html'>&lt;table align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="95%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;em&gt;Oleh Aam Amirudin&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt; &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td class="text-content"&gt;                &lt;p align="justify"&gt;Andai di dunia ini tidak ada cinta, maka hidup akan serasa gersang, hampa dan tidak ada dinamika. Cinta bisa membuat sesuatu yang berat menjadi ringan, yang sulit menjadi sederhana, permusuhan menjadi perdamaian dan yang jauh menjadi dekat. Itulah gambaran kekuatan cinta. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Cinta, ditilik dari sudut manapun selalu menarik untuk dibahas. Sejarah mencatat, sejumlah seniman, teolog sampai filosop membicarakan cinta dari berbagai perspektifnya baik dalam bentuk roman, puisi, syair bahkan sampai dalam bentuk tulisan ilmiah yang bernuansa teologis, fenomenologis, psikologis ataupun sosiologis. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Filosop sekaliber Plato bahkan pernah mengatakan �Siapa yang tidak terharu oleh cinta, berarti berjalan dalam gelap gulita�. Pernyataan ini menggambarkan betapa besar perhatian Plato pada masalah cinta, sampai-sampai dia menyebut orang yang tidak tertarik untuk membicarakannya sebagai orang yang berjalan dalam kegelapan. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Peranan cinta dalam kehidupan tidak diragukan lagi pentingnya. Cinta diyakini sebagai dasar dari perdamaian, keharmonisan, ketentraman, kebahagiaan bahkan kebangkitan peradaban. Namun apa sesungguhnya cinta itu ?&lt;br /&gt;Diakui, problem yang dihadapi saat membicarakan cinta biasanya adalah persoalan definisi. Belum pernah ditemui suatu rumusan tentang cinta yang singkat, padat dan mewakili pemahaman akan hakikat cinta secara tepat. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Jalauddin Rumi pernah mengatakan bahwa cinta itu misteri, tidak ada kata-kata yang bisa mewakili kedalamannya.&lt;br /&gt;  Cinta tak dapat termuat dalam pembicaraan atau pendengaran kita,&lt;br /&gt;  Cinta adalah sebuah samudera yang kedalamannya tak terukur �&lt;br /&gt;  Cinta tak dapat ditemukan dalam belajar dan ilmu pengetahuan,&lt;br /&gt;  buku-buku dan lembaran-lembaran halaman.&lt;br /&gt;  Apapun yang orang bicarakan itu, bukanlah jalan para pecinta.&lt;br /&gt;  Apapun yang engkau katakan atau dengar adalah kulitnya;&lt;br /&gt;  Intisari cinta adalah misteri yang tak dapat kau buka !&lt;br /&gt;  Cukuplah ! Berapa banyak lagi kau akan lengketkan kata-kata di lidahmu ?&lt;br /&gt;Cinta memiliki banyak penyataan melampaui pembicaraan. . . &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Oleh sebab itu, disini kita tidak akan mendefinisikan cinta karena khawatir mereduksi kedalamannya. Biarlah cinta berbicara dalam perbuatan kita. Disini, kita akan mencoba mencermati unsur-unsur yang selalu ada dalam cinta. &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Erich fromm, murid kesayangannya Sigmund Freud menyebutkan empat unsur yang harus ada dalam cinta, yaitu : &lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt; Care (perhatian). Cinta harus melahirkan perhatian pada objek yang dicintai. Kalau kita mencintai diri sendiri, maka kita akan memperhatikan kesehatan dan kebersihan diri. Kalau kita mencintai orang lain, maka kita akan memperhatikan kesulitan yang dihadapi orang tersebut dan akan berusaha meringankan bebannya. Kalau kita mencintai Allah Swt., maka kita akan memperhatikan apa saja yang Allah ridhai dan yang dimurkai-Nya. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Responsibility (tanggung jawab). Cinta harus melahirkan sikap bertanggungjawab terhadap objek yang dicintai. Orang tua yang mencintai anaknya, akan bertanggung jawab akan kesejahteraan material, spiritual dan masa depan anaknya. Suami yang mencintai isterinya, akan bertanggung jawab akan kesejahteraan dan kebahagiaan rumah tangganya. Karyawan yang mencintai perusahaannya, akan bertanggung jawab akan kemajuan perusahaannya. Orang yang mencintai Tuhannya, akan bertanggung jawab untuk melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Itulah Responsibility. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Respect (hormat). Cinta harus melahirkan sikap menerima apa adanya objek yang dicintai, kelebihannya kita syukuri, kekurangannya kita terima dan perbaiki. Tidak bersikap sewenang-wenang dan selalu berikhtiar agar tidak mengecewakannya. Inilah yang disebut respect. &lt;/li&gt;&lt;li&gt;Knowledge (pengetahuan). Cinta harus melahirkan minat untuk memahami seluk beluk objek yang dicintai. Kalau kita mencintai seorang wanita atau pria untuk dijadikan isteri atau suami, maka kita harus berusaha memahami kepribadian, latar belakang keluarga, minat, dan ketaatan beragamanya. Kalau kita mencintai Tuhan, maka harus berusaha memahami ajaran-ajaran-Nya. &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p align="justify"&gt;Kalau empat unsur ini ada dalam kehidupan kita, Insya Allah hidup ini akan bermakna. Apapun yang kita lakukan, kalau berbasiskan cinta pasti akan terasa ringan. Karena itu nabi Saw pernah bersabda: �Tidak sempurna iman seseorang kalau dia belum mencintai orang lain sebagaimana dia mencintai dirinya sensiri�. � Cintai oleh mu mahluk yang ada di muka bumi, pasti Allah akan mencintaimu�. (HR. Muslim) &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Supremasi kebahagiaan tertinggi, kalau kita mampu mencintai orang lain dengan tulus tanpa pamrih, mencintai diri sendiri secara proporsional, mencintai Allah Swt dengan penuh loyalitas dan selalu merasa dincintai-Nya. Inginkah hidup kita bermakna ? Let Love be Your Energy ! Selamat bercinta ! &lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-4273749835359843516?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/4273749835359843516/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2008/12/kekuatan-cinta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/4273749835359843516'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/4273749835359843516'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2008/12/kekuatan-cinta.html' title='Kekuatan Cinta'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-6680780589014630202</id><published>2008-12-09T15:40:00.000-08:00</published><updated>2008-12-09T15:41:40.534-08:00</updated><title type='text'>Kekasih Standard vs Kekasih Sejati</title><content type='html'>&lt;p&gt;Kekasih standard selalu ingat senyum di wajahmu&lt;br /&gt;  Kekasih sejati juga mengingat wajahmu waktu sedih&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kekasih standard akan membawamu makan makanan yang enak-enak&lt;br /&gt;  Kekasih sejati akan mempersiapkan makanan yang kamu suka&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kekasih standard setiap detik selalu menunggu telpon dari kamu&lt;br /&gt;  Kekasih sejati setiap detik selalu teringat ingin menelponmu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kekasih standart selalu mendoakan mu kebahagiaan&lt;br /&gt;  Kekasih sejati selalu berusaha memberimu kebahagiaan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kekasih standard mengharapkan kamu berubah demi dia&lt;br /&gt;  Kekasih sejati mengharapkan dia bisa berubah untuk kamu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kekasih standard paling sebal kamu menelpon waktu dia tidur&lt;br /&gt;  Kekasih sejati akan menanyakan kenapa sekarang kamu baru telpon?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kekasih standard akan mencarimu untuk membahas kesulitanmu&lt;br /&gt;  Kekasih sejati akan mencarimu untuk memecahkan kesulitanmu&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kekasih standard selalu bertanya mengapa kamu selalu membuatnya sedih?&lt;br /&gt;  Kekasih sejati akan selalu mananyakan diri sendiri mengapa membuat kamu&lt;br /&gt;  sedih?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kekasih standard selalu memikirkan penyebab perpisahan&lt;br /&gt;  Kekasih sejati memecahkan penyebab perpisahan&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kekasih standard bisa melihat semua yang telah dia korbankan untukmu&lt;br /&gt;  Kekasih sejati bisa melihat semua yang telah kamu korbankan untuknya&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kekasih standard berpikir bahwa pertengkaran adalah akhir dari segalanya&lt;br /&gt;  Kekasih sejati berpikir, jika tidak pernah bertengkar tidak bisa disebut&lt;br /&gt;  cinta sejati&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kekasih standard selalu ingin kamu disampingnya menemaninya selamanya&lt;br /&gt;  Kekasih sejati selalu berharap selamanya bisa disampingmu menemanimu&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-6680780589014630202?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/6680780589014630202/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2008/12/kekasih-standard-vs-kekasih-sejati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/6680780589014630202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/6680780589014630202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2008/12/kekasih-standard-vs-kekasih-sejati.html' title='Kekasih Standard vs Kekasih Sejati'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-2799358370342504120</id><published>2008-12-09T15:39:00.000-08:00</published><updated>2008-12-09T15:40:09.517-08:00</updated><title type='text'>Kita bahagia Bila</title><content type='html'>&lt;p align="justify"&gt;Manusia bahagia bila ia bisa membuka mata. Untuk menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti. Manusia bisa bahagia bila ia mau membuka mata hati. Untuk menyadari, betapa ia dicintai. Manusia bisa bahagia, bila ia mau membuka diri. Agar orang lain bisa mencintainya dengan tulus.  &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati, berusaha meraih yang tidak dapat diraih, memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan, tidak mau menerima dan mensyukuri yang ada.  &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Manusia buta, karena egois dan hanya memikirkan diri, tidak sadar bahwa ia begitu dicintai, tidak sadar bahwa saat ini, apa yang ada adalah baik, selalu berusaha meraih lebih, dan tidak mau sadar karena serakah.  &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Ada teman yang begitu mencintai, namun tidak diindahkan, karena memilih, menilai dan menghakimi sendiri. Memilih teman dan mencari-cari, padahal di depan mata ada teman yang sejati. Telah memiliki segala yang terbaik, namun serakah, ingin dirinya yang paling diperhatikan, paling disayang, selalu menjadi pusat perhatian,   selalu dinomorsatukan.  &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Padahal, semua manusia memiliki peranan, hebat dan no. satu dalam satu hal, belum tentu dalam hal lain, dicintai oleh satu orang belum tentu oleh orang lain.  &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Kebahagiaan bersumber dari dalam diri sendiri, jikalau berharap dari orang lain, siaplah ditinggalkan, siaplah dikhianati. Kita akan bahagia bila bisa menerima diri apa adanya, mencintai dan menghargai diri sendiri, mau mencintai orang lain, dan mau menerima orang lain.  &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Percayalah kepada Tuhan, dan bersyukurlah kepadanya, bahwa kita selalu diberikan yang terbaik sesuai usaha kita, tak perlu berkeras hati, Ia akan memberi kita di saat yang tepat apa yang kita butuhkan, meskipun bukan hari ini, masih ada esok hari. Berusaha dan bahagialah karena kita dicintai begitu banyak orang. &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-2799358370342504120?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/2799358370342504120/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2008/12/kita-bahagia-bila.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/2799358370342504120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/2799358370342504120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2008/12/kita-bahagia-bila.html' title='Kita bahagia Bila'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-900424835552165458</id><published>2008-12-09T15:37:00.000-08:00</published><updated>2008-12-09T15:39:30.262-08:00</updated><title type='text'>Pesan Tuhan</title><content type='html'>&lt;p&gt;Ketika AKU menciptakan langit dan bumi, AKU berfirman dan jadilah.Ketika AKU menciptakan pria, AKU membentuknya dan meniupkan nafas ke lubang hidungnya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tetapi engkau, wanita, AKU menghiasmu setelah aku meniupkan nafas kehidupan ke pria karena lubang hidungmu terlalu lembut. AKU membiarkan pria tertidur dengan nyenyak sehingga AKU dapat dengan sabar dan sempurna membentuk engkau.Pria AKU buat tertidur supaya dia tidak dapat mencampuri. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari satu tulang, AKU menghiasmu. AKU memilih tulang yang melindungi pria. AKU memilih tulang rusuk, yang melindungi jantung dan paru-paru juga mendukungnya, sebagaimana yang harus kamu lakukan. Dari satu tulang ini, AKU membentukmu dengan sempurna dan cantik. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sifatmu adalah tulang rusuk, kuat tetapi lembut dan mudah patah. Engkau menyediakan perlindungan untuk organ paling lembut dari pria yaitu hati atau jantungnya. Jantungnya adalah pusat dari kehidupannya, paru-paru menggenggam nafas kehidupan. Tulang rusuk akan membiarkan dirinya patah sebelum ia mengijinkan kerusakan terjadi pada jantung. Dukunglah pria sebagaimana tulang rusuk melindungi tubuhnya. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Engkau tidak diambil dari kakinya untuk menjadi alasnya, tidak juga diambil dari kepalanya untuk menjadi atasannya. Engkau diambil dari sisinya, untuk berdiri disebelahnya dan dipeluk dengan erat. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Engkau adalah malaikat-KU yang sempurna. Engkau adalah gadis kecilku yang cantik. Engkau telah tumbuh menjadi wanita yang sempurna, dan mata-KU terpuaskan ketika aku melihat hatimu. Matamu...jangan mengubahnya. Bibirmu sangat cantik ketika mengucapkan doa. Hidungmu sangat sempurna dalam bentuk. Tanganmu sangat lembut untuk disentuh. AKU telah memberi perhatian pada wajahmu saat engkau tertidur. AKU menggengam hatimu dekat dengan hati-KU. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari semua yang hidup dan bernafas, engkau adalah yang paling mirip dengan AKU. ADAM berjalan bersamaku dihari dingin dan dia kesepian. Dia tidak dapat melihat ataupun menyentuh-KU. Dia hanya dapat merasakan-KU. Jadi semua yang AKU ingin Adam berbagi denganku, AKU membentuknya didalam kamu. Kekuatan-KU, kemurnian-KU, cinta-KU, perlindungan-KU dan dukungan-KU. Engkau adalah istimewa, karena engkau adalah perpanjangan tangan-KU. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pria melambangkan citra-KU, sedangkan wanita melambangkan perasaan-KU. Bersama-sama kalian melambangkan TUHAN yang sejati. Jadi pria, perlakukanlah wanita dengan baik, cintailah ia, hormatilah ia karena ia lembut. Menyakitinya, berarti engkau menyakiti-KU. Apa yang engkau lakukan kepadanya, engkau melakukan-nya kepada-KU. &lt;/p&gt; Wanita, dukunglah pria. Dalam kesederhanaan, tunjukkan kepadanya kekuatan perasaan yang telah AKU berikan kepadamu. Dalam kesunyian, tunjukkan kekuatanmu. Dalam cinta, tunjukkan kepadanya bahwa engkau adalah tulang rusuknya yang melindungi tubuhnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  &lt;em&gt;--------&lt;br /&gt;  sumber : femaleradio.com &lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-900424835552165458?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/900424835552165458/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2008/12/pesan-tuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/900424835552165458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/900424835552165458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2008/12/pesan-tuhan.html' title='Pesan Tuhan'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-8274671568607527120</id><published>2008-11-14T16:36:00.000-08:00</published><updated>2008-11-14T16:41:16.949-08:00</updated><title type='text'>Kumpulan Doa-doa Dalam Al-Qur'an</title><content type='html'>&lt;p&gt;Al-Quran sebagai kalam Allah dan pedoman hidup bagi setiap muslim, mengandung banyak doa-doa. Sebagian doa-doa tersebut adalah: &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;1. Doa Pembangunan &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/001AlQuran1.gif" alt="" width="400" height="103" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya: &lt;em&gt;"Ya Tuhan, terimalah kebaktian kami. Sungguh Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Ya Tuhan, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada-Mu, dan jadikanlah pula anak turunan kami umat yang tunduk patuh kepada-Mu. Tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, serta terimalah taubat kami. Sungguh Engkau Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang!." &lt;/em&gt;(QS. Al-Baqarah: 127-128). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelasan&lt;br /&gt;Doa ini baik sekali dibaca setelah selesainya membangun rumah, mesjid, pesantren, madrasah dan pembangunan yang lain.&lt;br /&gt;Dikisahkan dalam Al-Quran bahwa Nabi Ibrahim a.s. membaca doa ini setelah selesai membangun Baitul Haram (Kabah). Yang pada waktu itu ditimpa banjir besar (zaman Nabi Nuh as), kemudian Nabi Ibrahim dibantu puteranya Ismail as membangun kembali ka'bah tersebut. Setelah selesai mereka berdua mengangkat tangan seraya berdoa dengan lafazh doa di atas. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;2. Doa Sapu Jagad &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/003AlQuran1.gif" alt="" width="350" height="31" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya&lt;em&gt;: "Ya Tuhan, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta selamatkanlah kami dari siksa neraka." &lt;/em&gt;(QS. Al-Baqarah: 201). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelasan&lt;br /&gt;Dalarn Al-Quran dijelaskan bahwa doa ini dibaca oleh orang-orang muslim yang tulus setelah selesai melaksanakan haji.&lt;br /&gt;Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan pula bahwa doa ini mengandung seluruh kebaikan di dunia dan akhirat serta menghindarkan dari segala kejelekan. Oleh karena baik sekali doa ini dibaca pada setiap kesempatan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;3. Doa Tabah Menghadapi Lawan &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/005AlQuran1.gif" alt="" width="350" height="34" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya: &lt;em&gt;"Ya Tuhan, limpahkanlah kesabaran atas diri kami, kokohkanlah pendirian kami, serta tolonglah kami dalam mengalahkan orang-orang kafir."&lt;/em&gt; (QS. Al-Baqarah: 250). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelasan&lt;br /&gt;Dijelaskan dalam Al-Quran, bahwa doa ini dibaca oleh sekelompok mukmin yang bergabung dengan pasukan Thalut melawan jalut. Sehingga dengan doa tersebut dan izin Allah Swt. pasukan Thalut dapat mengalahkan Jalut, dan Dâud membunuh Jalut. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;4. Doa Keselamatan &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/007AlQuran1.gif" alt="" width="400" height="105" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya:&lt;em&gt; "Ya Tuhan, janganlah Engka siksa kami karena lupa atau bersalah. Ya Tuhan, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana telah Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kamj, dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami dalam mengalahkan orang-orang kafir." &lt;/em&gt;(QS. Al-Baqarah: 286). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;Ibnu Katsir dalarn kitab tafsirnya merangkum sepuluh hadis tentang keutamaan membaca doa diatas. Diantaranya hadis yang diriwayatkan dari sahabat 'Abdullah bin Mas'ûd, bahwa Nabi Saw. telah bersabda: "Barangsiapa yang membaca dua ayat yang akhir surah Al-Baqarah (ayat 285-286) setiap malam, maka dia akan mendapatkan keselamatan." (Tafsir Ibnu Katsîr Juz, I, hal.340). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;5. Doa Menghindari Kesesatan &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/009AlQuran1.gif" alt="" width="400" height="63" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya: &lt;em&gt;"Ya Tuhan, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sungguh hanya Engkaulah Yang Maha Pemberi karunia." &lt;/em&gt;(QS. Âli 'Imrân: 8). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelasan&lt;br /&gt;Dalam Al-Quran dijelaskan, baliwa doa ini dibaca oleh orang-orang ahli ilmu yang beriman kepada keagungan Al-Quran. Dan mereka berdoa kepada Allah Swt. agar tetap ada dalam jalan kebenaran, hatinya tidak condong kepada kesesatan setelah mendapatkan petunjuk, serta memohon curahan rahmat-Nya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;6. Doa Kekuatan Iman &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/011AlQuran1.gif" alt="" width="300" height="37" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya: &lt;em&gt;"Ya Tuhan, sungguh kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami, dan selamatkanlah kami dan siksa neraka:" &lt;/em&gt;(QS. Âli 'Imrân: 16). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;Dikisahkan dalam Al-Quran, bahwa doa ini dibaca oleh orang bertaqwa yang rajin melaksankan perintah Allah Swt., sehingga ia lupa pada kesenangan dunia.&lt;br /&gt;Baik sekali doa ini dibaca juga untuk memperkuat keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah Swt. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;7. Husnul Khâtimah (akhir yang baik) &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/013AlQuran1.gif" alt="" width="400" height="101" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya: &lt;em&gt;"Ya Tuhan sungguh kami telah mendengar seruan yang menyeru kepada iman: "Barimanlah kamu kepada Tuhanmu, maka kami pun beriman. Ya Tuhan, ampunilah dosa-dosa kami dan hapuskanlah kesalahan-kesalahan kami, serta matikanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbuat kebajikan. Ya Tuhan, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul-Mu, dan janganlah Engkau hinakan kami pada hari kiamat nanti. Sungguh Engkau sama sekali tidak akan pernah menyalahi janji." &lt;/em&gt;(QS. Âli Imrân: 193-294). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;Baik sekali doa di atas dibaca pada setiap kesempatan, tapi lebih utama pada waktu tengah malam (sepertiga malam) sampai menjelang shubuh. Karena ayat ini pula yang dibaca Nabi Saw. ketika bangun dari tidurnya sambil memandang langit. Demikian peielasan Al-Bukhârî dari Ibnu 'Abbâs. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;8. Doa Penyesalan &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/015AlQuran1.gif" alt="" width="400" height="38" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya:&lt;em&gt; "Ya Tuhan, kami telah menganiaya dm kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami serta memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi."&lt;/em&gt; (QS. Al-A'râf 23). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelasan :&lt;br /&gt;Doa ini merupakan doanya Nabi Adam a.s. dan isterinya Hawa, ketika keduanya terlanjur memakan buah khuldi yang dilarang oleh Allah Swt., sehingga mereka berdua dikeluarkan dari surga. Karena penyesalannya atas melanggar larangan Allah Swt., maka mereka berdoa agar diampuni dosanya. Lebih detailnya tentang Adam dan Hawa dapat dilihat dalam Al-Quran surah Al-A'râf ayat 11-25.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;9. Doa Tolak Neraka &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/017AlQuran1.gif" alt="" width="400" height="36" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya: &lt;em&gt;"Ya Tuhan, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama dengan orang-orang zhalim."&lt;/em&gt; (Al-A'râf 47). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;Doa dia atas dibaca oleh Ahl al-A'râf, yakni orang-orang yang amal kebajikan dan kejahatannya seimbang. Ketika mereka melihat ahli surga dengan berbagai kenikmatanya, mereka berkata: "Kesejahteraan semoga tercurah buat kalian, wahai ahli surga." Dan ketika mereka melihat ahli neraka dengan berbagai siksanya, mereka berkata: "Kami berlindung kepada Allah dari apa yang sedang kalian alami, Wahai ahli neraka." Lalu mereka berdoa dengan doa diatas, yaitu memohon agar tidak disatukan dengan orang-orang zhalim. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;10. Doa Mohon Keadilan &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/019AlQuran1.gif" alt="" width="300" height="34" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya: &lt;em&gt;"Ya Tuhan, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan haq (adil). Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya." &lt;/em&gt;(QS. Al-A'râf 89). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;Dikisahkan dalam Al-Quran bahwa doa ini dibaca oleh Nabi Syu'aib a.s. ketika beliau diusir oleh kaumnya lantaran inkar terhadap agama yang dibawanya dan menolak ajakan kaumnya untuk kembali kepada ajaran agama merekaketika itulah Nabi Syu'aib a.s. memohon kepada Allah agar diberi keadilan antara agama Allah dan agama kaumnya. Lebih detailnya kisah Nabi Syu'aib ini bisa dilihat dalam Surah Al-A'râf ayat 89-91, dan tafsir Kurtubi Juz, VII, hal.251.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;11. Doa Mohon Keselamatan &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/001AlQuran2.gif" alt="" width="350" height="30" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya: &lt;em&gt;"Ya Tuhan, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zhalim, dan selamatkanlah kami dengan curahan rahmat-Mu dari tipu daya orang- orang yang kafir." &lt;/em&gt;(Qs. Yûnus: 85-86). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;Doa ini dibaca oleh kelompok minoritas yang beriman kepada Nabi Musa a.s., setelah mereka menyaksikan kemukjizatannya dihadapan Fir'aun. Ketika itu, kaum Nabi Musa as yang terdiri dari pemuda-pemuda dalam keadaan takut, bahwa Fir'aun dan pemuka-pemukanya akan menyiksa mereka. Maka pada waktu itu pula Nabi Musa as memerintahkan kepada kaumnya agar tidak takut dan menyerahkan sepenuhnya kepada Allah Swt., seraya berdoa dengan lafazh doa diatas. Bisa dilihat dalam Surah Yûnus ayat 83-86. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;12. Doa Mohon Perlindungan &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/003AlQuran2.gif" alt="" width="400" height="67" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Artinya: &lt;em&gt;"Ya Tuhanku, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari memohon sesuatu yang aku tidak mengetahui hakikatnya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampunan serta tidak menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk golongan orang-orang yang merugi."&lt;/em&gt; (QS. Hûd: 47). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;Doa ini merupakan doanya Nabi Nuh a.s., yaitu ketika kaumnya termasuk anaknya (kan'an) ikut dihancurkan oleh Allah Swt. melalui banjir besar. Nabi Nuh a.s. perotes kepada Allah Swt., "kenapa anaknya (kan'an) ikut dihancurkan padahal dia adalah bagian dari keluargaku, dan Engkau sendiri berjanji akan menyelamatkan keluargaku dan menenggelamkan kaumku." (QS. Hûd ayat 45).&lt;br /&gt;Kemudian Allah memberikan jawaban: "bahwa dia (Kan'an) bukan termasuk keluargamu yang dijanjikan akan diselamatkan, karena dia tidak shalih dan beriman kepada Allah. Padahal yang akan diselamatkan dari banjir besar adalah mereka-mereka yang beriman kepada Allah.(Hûd ayat 46).&lt;br /&gt;Setelah diperingatkan Allah, Nabi Nuh a.s. berdoa dengan lafazh doa diatas. Kemudian Allah mengabulkan doanya. (QS. Hûd ayat 48). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;13. Doa Keluarga Maslahah &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/005AlQuran2.gif" alt="" width="400" height="68" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya: &lt;em&gt;"Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami perkenankanlah doaku. Ya Tuhan kami berikanlah ampunan kepadaku dan kepada kedua ibu bapakku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)." &lt;/em&gt;(QS. Ibrâhîm: 41-42). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;Doa diatas baik sekali dibaca dalam berbagai kesempatan, agar diri kita dan keluarga kita serta turunan kita senantiasa taat dan rajin beribadah kepada Allah Swt., khususnya ibadah shalat yang telah diwajibkan.&lt;br /&gt;Dalam Al-Quran dikisahkan, bahwa doa tersebut dibaca oleh Nabi Ibrahim a.s., ketika ia baru saja memohon agar kota Mekkah dijadikan kota tentram, aman dan anak turunannaya diselematkan dari menyembah berhala. Lebih detail tentang kisah nabi ibrahim bisa dilihat dalam Al-Ouran Surah Ibâhîm ayat 35-42. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;14. Doa Mohon Tempat yang Baik &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/007AlQuran2.gif" alt="" width="400" height="65" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya: &lt;em&gt;"Ya Tuhanku, masukkanlah aku secara masuk yang benar, dan keluarkanlah pula aku secara keluar yang benar. Dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan (pemimpin) yang menolong."&lt;/em&gt; (Al-Isrâ': 80). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;Doa di atas dibaca bukan hanya dikhususkan ketika kita akan pergi. Tetapi dalam berbagai keadaan yang sering kali berubah sangat dianjurkan untuk dibacanya seperti akan melaksanakan pemilihan umum untuk memilih pemimpin. Doa di atas dibaca agar kita mendapatkan pemimpin yang jujur dan bijaksana. Baik juga doa di atas dibaca ketika kita akan meninggalkan tempat yang kita huni (dunia), memohon agar ditempatkan pada tempat yang layak setelah meninggal. Demikian Al-Qurthubi menjelaskan dalam tafsirnya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;15. Doa Mohon diberi Kemudahan &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/009AlQuran2.gif" alt="" width="350" height="42" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya: &lt;em&gt;"Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ini."&lt;/em&gt; (QS. Al-Kahfi: 10). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;Doa diatas baik sekali dibaca oleh para pejuang muda yang menegakkan agama Allah agar mendapatkan keberhasilan dan kesuksesan. Karena doa tersebut adalah doa yang dibaca pemuda Ashhâb al-Kahfi, yakni sekelompok pemuda yang beriman kepada Allah Swt. hingga mendapatkan petunjuk yang sempurna dari sisi-Nya. Doa ini dibaca oleh mereka ketika akan masuk gua sebagai persembunyiannya untuk menyelamatkan agama yang hak, agama yang mereka pegangi dari fitnah-fitnah dan orang-orang zhalim. Dan Allah Swt. mengabulkan doa mereka Kisah Ashhâbu al-Kahfi dapat dibaca dalam Surah Al-Kahfi dari ayat 9-26. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;16. Doa Kelapangan hati &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/011AlQuran2.gif" alt="" width="380" height="32" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya:&lt;em&gt; "Ya Tuhan, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah segala urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, agar mereka mengerti perkataanku." &lt;/em&gt;(QS. Thâha: 27) &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;Doa di atas balk sekali dibaca ketika menghadapi kezhaliman seseorang, kelompok, dan penguasa. Juga dibaca agar mendapatkan kelancaran, kemudahan dalam berdakwah. Doa ini pula yang sering dibaca oleh para mubaligh.&lt;br /&gt;Al-Quran mengisahkan, bahwa doa tersebut dibaca oleh Nabi Musa a.s. ketika mendapat perintah dari Allah Swt. agar menyampaikan risalah kepada Fir'aun. Dan akhirnya Allah Swt. mengabulkan permintaan Nabi Musa a.s., bisa dilihat dalam Al-Quran Surah Al-kahfi dari ayat 24-36. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;17. Doa Mohon Jodoh dan Keturunan yang Baik &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/013AlQuran2.gif" alt="" width="220" height="35" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya: &lt;em&gt;"Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidupku seorang diri, dan Engkaulah pewaris yang paling baik."&lt;/em&gt; (QS. Al-Anbiyâi': 89). &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/015AlQuran2.gif" alt="" width="350" height="36" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya: &lt;em&gt;"Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi-Mu seorang anak yang baik. Sungguh Engkau Maha Pendengar doa." &lt;/em&gt;(QS. Âli 'Imrân: 38). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;Doa di atas baik sekali dibaca oleh orang-orang yang belum mempunyai keturunan dan pasangan hidup. Juga baik sekali dibaca oleh setiap muslim agar diberi keturunan yang shalih.&lt;br /&gt;Kedua ayat diatas merupakan doanya Nabi Zakariya a.s. agar diberi keturunan sebagai pelenjut perjuangannya menegakkan agama Allah. Kisah Nabi Zakaria bisa dilihat dalam Al-Our'an Surah Al-Anbiyâ' ayat, 89-90; Âli-'Imrân, 38-41. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;18. Doa Mohon Terlepas dari Musibah &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/017AlQuran2.gif" alt="" width="350" height="31" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya: &lt;em&gt;"Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung pula kepada-Mu, ya Tuhan kami dari kedatangan mereka kepadaku."&lt;/em&gt; (OS. Al-Mukminûn: 97-98). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;Doa di atas dibaca dalam berbagai keadaan agar selamat dari tipu daya syathan, baik dalam beramal maupun dalam pergaulan. Dan doa diatas merupakan perintah Allah agar kita memperbanyak membacanya ketika terjadi musibah. (QS. Al-Mukminûn ayat 93-94). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;19. Doa Mohon Kemuliaan &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/019AlQuran2.gif" alt="" width="300" height="37" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya: &lt;em&gt;"Ya Tuhan kami, jauhkanlah adzab Jahanam dari kami, Sungguh 'adzab itu adalah kebinasaan yang kekal." &lt;/em&gt;(QS. Al-Furqân: 65). &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/021AlQuran2.gif" alt="" width="350" height="33" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya: &lt;em&gt;"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami imam (pemimpin) bagi orang-orang yang bertakwa." &lt;/em&gt;(QS. Al-Furqân: 74). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;Dalam Al-Quran dikisahkan, bahwa doa tersebut dibaca oleh orang-orang yang senantiasa memuji dan menyucikannya. Mereka senantiasa berpegang teguh pada etika Islam, beramal shalih, memperbanyak dzikir dan doa dalam segala kesempatan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;20. Doa Mensyukuri Ni'mat &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/023AlQuran2.gif" alt="" width="400" height="67" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya: &lt;em&gt;"Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang ibu-bapakku dan untuk mengerjakan amal shalih yang Engkau ridhai, serta masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shalih." &lt;/em&gt;(QS. Al-Naml: 19). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;Doa di atas baik sekali dibaca agar kita mendapatkan ilham untuk mensyukuri nikmat serta dimasukkan ke dalam golongan orang-orang yang beramal shalih di dunia" hingga kemudian mendapatkan kebaghagiaan di dunia dan akhirat. Doa tersebut pula yang dibaca Nabi Sulaiman a.s. yang kaya raya tidak ada bandingannya. &lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/025AlQuran2.gif" alt="" width="400" height="69" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya: &lt;em&gt;"Ya Tuhanku, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang ibu-bapakku, dan untuk mengerjakan amal shalih yang Engkau ridhai, serta berilah kebaikan kepadaku dengan memberi kebaikan kepada anak cucuku. Sungguh aku bertaubat kepada-Mu, dan sungguh aku adalah termasuk golongan orang-orang yang berserah diri."&lt;/em&gt; (QS. Al-Ahqâf. 15). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;Doa diatas dibaca oleh orang-orang mukmin yang jujur agar mereka diberi ilham untuk tetap mensyukuri nikmat, berbakti kepada orang tua, beramal sahalih, diberi keturunan yang mulia dan tobatnya diterima.&lt;br /&gt;Ahli Tafsir yang lain menjelaskan bahwa doa tersebut berkati dengan Abu Bakar Shiddik, ketika kedua orangtuanya menyatakan masuk Islam.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Al-Qur'an sebagai kalam Allah dan pedoman hidup bagi setiap muslim, mengandung banyak doa-doa. Sebagian doa-doa tersebut adalah:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;21. Doa Mohon Keluasan Rahmat &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/001AlQuran3%20.gif" alt="" width="400" height="143" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;em&gt; "Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu-Mu meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan-Mu serta peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala Ya Tuhan kami, masukkanlah mereka ke dalam sorga yang telah Engkau janjikan kepada mereka dari orang-orang shalih di antara bapak-bapak mereka, istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua. Sungguh Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Dan peliharalah mereka dari balasan kejahatan. Sebab orang-orang yang Engkau pelihara dari pembalasan kejahatan pada hari itu, sungguh telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya, dan itulah kemenangan yang besar."&lt;/em&gt; (QS. Al-Mukmin: 7-9) &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;Doa di atas dibaca oleh para malaikat penjaga &lt;em&gt;'arasy &lt;/em&gt;Allah sebagai tasbih kepada-Nya. Mereka mendoakan kaum mukminin dengan doa di atas. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;22. Doa Selamat dari Kedengkian &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/003AlQuran3%20.gif" alt="" width="400" height="68" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya: &lt;em&gt;"Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan dosadosa saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dengan membawa iman, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang." &lt;/em&gt;(QS. Al-Hasyr: 10). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;Dalam Al-Quran dikisahkan, bahwa doa di atas dibaca oleh orang-orang beriman yang mengikuti perjuangan salaf as-Shalih dari kalangan Muhajirin dan Anshar. Mereka memohon agar tetap melanjutkan serta meneladani keshalihan, semangat jihad dan kesucian hati mereka. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;23. Doa Bertawakkal Kepada Allah &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/005AlQuran3%20.gif" alt="" width="400" height="69" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya:&lt;em&gt; "Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkaulah kami bertawakal, hanya kepada Engkaulah kami bertaubat, dan hanya kepada Engkaulah kami kembali. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi orang-orang kafir. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami. Sungguh hanya Engkau Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."&lt;/em&gt; (Al-Mumtahanah: 4-5). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;Doa di atas dibaca pada setiap kesempatan dan waktu. Dan menyerahkan sepenuhnya apa yang telah kita lakukan, usahakan kepada Allah Swt. semata karena hal ini pula yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim a.s., dan kaum-kaumnya yang beriman. Sehingga Allah menyebutnya Ibrahim dan kaumnya sebagai teladan yang baik bagi kita.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;24. Doa Diberi Pemimpin Agama &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/007AlQuran3%20.gif" alt="" width="400" height="71" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya: &lt;em&gt;"Ya Tuhan kami, utuslah kepada mereka seorang Rasul dari kalangan mereka yang akan membacakan ayat-ayat-Mu, dan mengajarkan kepada mereka Al-Quran dan hikmah serta menyucikan mereka. Sungguh Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."&lt;/em&gt; (QS. Al-Baqarah: 129). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;Doa ini pula yang dibaca Nabi Ibrahim a.s. sebelum diangkat menjadi rasul, ketika itu Ibrahim melihat kenyataan bahwa ummatnya telah dilanda krisis moral dan krisis tauhid. Sehingga Ibrahim mendambakan pemimpin yang dapat membimbing mereka kepada jalan yang benar. Kemudian Allah mengabulkan permohonan Ibrahim, hingga kemudian dirinya diangkat meniadi rasul bagi ummatnya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;25. Doa Melihat Keajaiban Alam &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/009AlQuran3%20.gif" alt="" width="300" height="33" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya: "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan alam ni dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka selamatkanlah kami dari siksa neraka." (QS. Âli 'Imrân: 191). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;Dalam Al-Quran dikisahkan, bahwa doa di atas dibaca oleh orang-orang berakal dan berpengatahuan, yang senantiasa menyeimbangkan antara dzikir dan fikir. Hasil kerja akal selalu dijadikan sebagai sarana bersyukur dan berdzikir kepada Allah Swt., bukan untuk mengkufuri nikmat dan anugerah yang telah diberikannya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;26. Doa Lingkungan yang baik &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/011AlQuran3%20.gif" alt="" width="400" height="68" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya:&lt;em&gt; "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negert yang zhalim penduduknya ini, dan berilah kami pelindung dari sisi-Mu serta berilah kami penolong dari sisi-Mu." &lt;/em&gt;(QS. Al-Nisâ': 75). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;Agar selamat dari kezhaliman dan ketertindasan suatu kelompok atau golongan, maka baca doa di atas setiap saat. Baik juga dibaca agar diberi ketentraman dan disatukan dengan orang-orang yang beriman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;27. Doa Curahan Rizqi &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/013AlQuran3%20.gif" alt="" width="400" height="69" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Artinya: &lt;em&gt;"Ya Allah Tuhan kami, turunkanlah kepada kami suatu hidangan dari langit yang pada hari turunnya hidangan itu akan menjadi hari raya bagi kami, bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, serta menjadi tanda bagi kekuasaan-Mu. Berilah kami rizki, dan Engkaulah Pemberi rizki yang paling utama." &lt;/em&gt;(OS. Al-Mâ'idah: 114). &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;Doa diatas merupakan doanya Nabi Isa a.s. ketika ditantang oleh para pengikutnya yang menginginkan bukti konkrit atas kemukjizatan yang dimiliki oleh seorang rasul.&lt;br /&gt;Bagi setiap muslim yang mendambakan limpahan rizqi dari sisi allah, sudah selayaknyalah memperbanyak membaca doa ini dalam setiap kesempatan. Kisah Nabi Isa tersebut dapat dilihat dalam Al-Quran surah Al-Mâ'idah ayat 111-115. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;28. Doa Menghadapi Kegagalan Berdakwah &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/015AlQuran3%20.gif" alt="" width="300" height="29" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Artinya: &lt;em&gt;"Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku serta masukkanlah kami ke dalam rahmat-Mu. Dan Engkau adalah Maha Penyayang di antara para penyayang." &lt;/em&gt;(QS. Al-A'râf 151). &lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;Dalam Al-Quran dikisahkan, bahwa doa di atas dibaca oleh Nabi Musa as ketika melihat kaumnya kembali kepada kekufuran setelah ditinggal bermunajat di gunung Sinai (Thurisina). Kisah Nabi Musa tersebut bisa dilihat dalam Al-Quran Surah Al-A'râf ayat 150-154. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;29. Doa Agar Dicintai Ummat &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/017AlQuran3%20.gif" alt="" width="400" height="105" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya: &lt;em&gt;"Ya Tuhan kami sungguh aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanaman di dekat rumah-Mu (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan kami, yang demikian itu agar mereka mendirikan shalat. Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung (cinta) kepada mereka, dan berilah mereka rizki dari buah-buahan. Mudah-mudahan mereka senantiasa bersyukur."&lt;/em&gt; (QS. Ibrâhîm: 37). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;Doa tersebut dibaca oleh Nabi Ibrahim a.s. la mendambakan keluarga yang senantiasa rajin mendirikan shalat sekalipun dihimpit permasalahan rizqi. Dengan ketabahan menghadapi realita hidup, pada akhirnya Allah mengabulkan doanya. Makkah menjadi kota yang makmur, dan keluarga Ibrahim senantiasa dicintai oleh setiap manusia. Kisah ini bisa dilihat dalam Al-Quran Surah Ibrahim ayat 35-41. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;30. Doa Agar Diberi Kedudukan yang Mulia &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/019AlQuran3%20.gif" alt="" width="250" height="37" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya:&lt;em&gt; "Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkati, dan Engkau adalah sebaik-baik pemberi tempat."&lt;/em&gt; (QS. Al-Mukminûn: 29). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;Baik sekali doa diatas dibaca bagi setiap orang yang menginginkan kedudukan, baik pangkat, jabatan, atau kedudikan lainnya. Karena doa tersebut merupakan doanya Nabi Nuh a.s. ketika berada dalam perahu. Ia memohon kepada Allah Swt. agar diberi kedudukan yang lebih mulia daripada kedudukan sebelumnya. Kemudian Allah Swt. mengabulkan doanya Nabi Nuh tersebut, dan menjadikannya ummat yang taat kepada Allah Swt. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;31. Doa Agar Diberi Hikmah &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/021AlQuran3%20.gif" alt="" width="400" height="68" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya:&lt;em&gt; "Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmah dan pertemukanlah aku dengan orang-orang yang shalih, serta jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang yang datang kemudian. Dan jadikanlah aku termasuk golongan orang-orang yang mewarisi sorga yang penuh nikmat." &lt;/em&gt;(QS. Al-Syu'ârâ': 83-85). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;Dikisahkan dalam Al-Quran bahwa doa tersebut dibaca oleh Nabi Ibrahim a.s. setelah berhasil mendakwahkan misi dasar Islam kepada kaumnya, yaitu ajakan meniadakan sesembahan selain Allah. Kisah Nabi Ibrahim dan kaumnya yang kafir dapat dibaca dalam Al-Quran Surah Al-Su'ârâ' ayat 69-85. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;32. Doa Agar Diberi Bangunan Indah di Surga &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/023AlQuran3%20.gif" alt="" width="400" height="67" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya: &lt;em&gt;"Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam sorga, dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, serta selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim."&lt;/em&gt; (OS. Al-Tahrîm: 11). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;Doa di atas baik sekali dibaca oleh para pejuang yang menegakkan kebenaran dan menjunjung tinggi kalimat Allah. Karena doa tersebut adalah doanya Asiyah binti Mujahim, isteri Fir'aun. Ia memohon kehadapan allah Swt. agar ditempatkan dalam surga dan selamat dari kezhaliman Fir'aun, suaminya. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;33. Doa Agar Dibinasakannya orang-orang Zhalim &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/025AlQuran3%20.gif" alt="" width="400" height="69" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya: &lt;em&gt;"Ya Tuhanku, ampunilah dosa-dosaku dan dosa kedua orang ibu-bapakku, serta dosa orang yang masuk ke rumahku dengan membawa iman, dan orang beriman laki-laki maupun perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zhalim itu selain kebinasaan."&lt;/em&gt; (QS. Nûh: 28). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;Doa di atas baik sekali oleh setiap muslim agar diberi kemenangan dalam berdakwah. Karena doa tersebut merupaka doanya Nabi Nuh a.s ketika selesai menghadapi banjir besar yang merupakan siksa dari Allah Swt. kepada kaumnya yang kafir. Kisah nabi Nuh as dapat dibaca dalam Al-Quran surah Nûh ayat 25-28. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;34. Doa Agar Terlepas dari Kesulitan &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/027AlQuran3.gif" alt="" width="400" height="44" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya: &lt;em&gt;"Tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sungguh aku adalah termasuk orang-orang yang zhalim." &lt;/em&gt;(QS. Al-Anbiyâ': 87). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;Doa diatas hendaknya dibaca pada setiap kesempatan dan waktu, agar dihindarkan dari rasa frustasi dalam menghadapi perjuangan. Karena doa tersebut merupakan doanyan Nabi Yunus as sebagai penyesalan atas kelancangannya meninggalkan dakwah. Ia merasa berat menghadapi kaumnya yang membangkang, hingga kemudian ia tinggalkan. Kisah ini dapat dilihat dalam Al-Ouran surah Al-Anbiyâ' ayat 87-88. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;35. Doa Agar Kesempurnaan Cahaya &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;img src="http://www.cybermq.com/gambarpustaka/029AlQuran3.gif" alt="" width="400" height="42" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Artinya: &lt;em&gt;"Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah dosa-dosa kami. Sungguh Engkau Maha Kuasa alas segala sesuatu." &lt;/em&gt;(Al-Tahrîm: 8). &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penjelasan:&lt;br /&gt;Doa di atas baik sekali dibaca dalarn berbagai kesempatan. Karena doa ini merupakan doanya orang mukmin yang memperoleh kebahagiaan sempurna, mendapatkan keridhaan Allah pada hari kiamat.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-8274671568607527120?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/8274671568607527120/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2008/11/kumpulan-doa-doa-dalam-al-quran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/8274671568607527120'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/8274671568607527120'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2008/11/kumpulan-doa-doa-dalam-al-quran.html' title='Kumpulan Doa-doa Dalam Al-Qur&apos;an'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-2470635393832663402</id><published>2008-11-10T16:14:00.000-08:00</published><updated>2008-11-10T16:16:44.412-08:00</updated><title type='text'>Konsep Jihad menurut Islam</title><content type='html'>&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:Arial, Verdana, Helvetica;font-size:-1;"&gt;JIHAD adalah salah satu kewajipan yang disyariatkan oleh Allah S.W.T. kepada umat Islam di dalam kehidupan dunia ini sebaris dengan kewajipan lain seperti solat, puasa, zakat, haji dan sebagainya. Apabila ditinjau di dalam al-Quran terdapat lebih dari 70 ayat yang membicarakan tentang jihad pada jalan Allah. Ini merupakan satu petanda yang mengisyaratkan kepada kepentingan jihad dan keutamaannya di sisi Islam sebagai salah satu paksi utama di dalam menegakkan agama Islam. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:Arial, Verdana, Helvetica;font-size:-1;"&gt;Firman Allah S.W.T. dari surah al-Hajj ayat 78 yang bermaksud: "Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan sebenar-benar jihad. Dialah (Allah) yang telah memilih kamu (untuk mengerjakan suruhan agamanya) dan dia tidak menjadikan kamu menanggung sesuatu keberatan dan kesusahan dalam perkara agama..." &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:Arial, Verdana, Helvetica;font-size:-1;"&gt;Walaupun jihad merupakan antara tuntutan yang fardhu (wajib) ke atas umat Islam, namun umat Islam kini hampir melupakan tuntutan jihad ini dalam kehidupan mereka seharian. Kalaupun ada segelintir yang melaung-laungkan slogan jihad namun mereka tersalah tafsir atau menyempitkan ruang lingkup pengertian jihad dari pandangan Islam yang sebenarnya. Kesemua ini berpunca dari kejahilan umat Islam sendiri yang semakin jauh dari ajaran Islam. Akibatnya berlakulah perpecahan, kemunduran, kemiskinan dan sebagainya di kalangan umat Islam yang akhirnya membawa kepada kejatuhan dan kelemahan umat Islam itu sendiri. Oleh itu, adalah menjadi kewajipan setiap individu muslim untuk kembali kepada ajaran Islam yang tulin sebagaimana yang disampaikan oleh baginda Rasulullah S.A.W. kepada umatnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:Arial, Verdana, Helvetica;font-size:-1;"&gt;Jihad menurut pengertian Syara’ ialah berjuang dan berusaha bersungguh-sungguh untuk mencapai sesuatu matlamat yang disasarkan dalam menegakkan agama Allah S.W.T. di atas muka bumi ini. Berdasarkan kepada pengertian tersebut jihad amat memerlukan pengorbanan daripada seseorang muslim sebagai bukti kepada keteguhan imannya dan kesungguhannya untuk merealisasikan cita-cita Islam. Perlu diingat pengorbanan tersebut bukan hanya sekadar mengorbankan nyawanya sahaja bahkan ianya juga merangkumi kesanggupan seorang muslim membelanjakan harta benda, menyerahkan tenaga, masa dan pemikirannya ke jalan Allah S.W.T. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:Arial, Verdana, Helvetica;font-size:-1;"&gt;Setengah ulama’ menggariskan lima jenis jihad seperti yang ditunjukkan oleh al-Quran dan al-Sunnah, iaitu: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:Arial, Verdana, Helvetica;font-size:-1;"&gt;1. Jihad dengan ucapan.&lt;br /&gt;2. Jihad dengan pendidikan.&lt;br /&gt;3. Jihad dengan kuasa pemerintahan.&lt;br /&gt;4. Jihad dengan politik.&lt;br /&gt;5. Jihad dengan harta benda. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:Arial, Verdana, Helvetica;font-size:-1;"&gt;Sehubungan dengan itu, konsep jihad di dalam Islam amat luas pengertiannya. Ianya bukan hanya sekadar berjuang di medan peperangan untuk menegakkan agama Allah semata-mata malah jihad juga merangkumi perjuangan menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar, jihad melawan nafsu, berjihad menyatakan kebenaran Islam, berjihad menghapuskan kezaliman dan penindasan, berjihad menentang musuh-musuh Islam dan sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:Arial, Verdana, Helvetica;font-size:-1;"&gt;Pendek kata jihad dalam Islam meliputi segala usaha dan perjuangan yang menjuruskan kepada tertegaknya agama Allah S.W.T. sebagai teras utama yang mendasari kehidupan umat manusia sejagat. Perlu difahami bahawa konsep jihad juga ialah bersungguh-sungguh dalam melaksanakan setiap perkara yang dapat meninggikan kalimat Allah S.W.T. dan agama-Nya. Ini bermakna kita mestilah membuktikan bahawa Islamlah yang paling mulia dan tinggi dari sekalian agama yang lain di dalam segala bidang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:Arial, Verdana, Helvetica;font-size:-1;"&gt;Usaha-usaha jihad ini adalah amat luas dan kemuncaknya ialah berdakwah dan berjuang di jalan Allah. Tidakkah Nabi Muhammad S.A.W. pernah bersabda yang bermaksud: "Sebaik-baik jihad adalah perkataan yang benar di hadapan pemerintah yang zalim". Melihat kepada keadaan umat Islam kini, sebenarnya umat Islam wajib menghidupkan kembali Roh jihad dalam jiwa dan sanubari mereka kerana memandangkan mereka kini begitu jauh ke belakang dan ketinggalan dalam arus persaingan dunia tanpa sempadan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:Arial, Verdana, Helvetica;font-size:-1;"&gt;Ini adalah kerana usaha untuk memartabatkan kembali keunggulan Islam dalam semua lapangan hidup tidak dapat tidak jihad dan usaha yang bersungguh-sungguh semestinya digembelingkan di kalangan umat Islam agar segala perancangan ke arah kecemerlangan akan dapat dicapai akhirnya. Justeru itu, umat Islam perlu menginsafi bahawa kesempatan berjihad pada jalan Allah amat luas berdasarkan kepada kemampuan dan kesediaan yang ada pada setiap individu muslim. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:Arial, Verdana, Helvetica;font-size:-1;"&gt;Sebagai contohnya, golongan yang berada dituntut mengorbankan harta bendanya. Golongan ulama’ dituntut berjihad dengan ilmu, tenaga dan masanya untuk kerja-kerja Islam di mana mereka sewajarnya aktif untuk berdakwah menyeru umat manusia ke arah menghayati dan beramal dengan Islam dalam kehidupan mereka. Bagi pihak yang berkuasa pula menyeru kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar serta berusaha untuk menyebarkan ajaran al-Quran dalam masyarakat, adalah termasuk juga di dalam erti kata jihad yang dituntut. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:Arial, Verdana, Helvetica;font-size:-1;"&gt;Untuk mereka yang berjihad dengan harta benda, masa, tenaga dan fikiran, Allah S.W.T. telah menjanjikan ganjaran pahala yang besar dan mendapat hidayat petunjuk yang menyuluhi hidupnya ke jalan yang benar. Selain dari itu dia akan dimurahkan rezeki di dalam hidupnya dan juga dijamin selamat sejahtera di bawah perlindungan Allah di dunia dan di akhirat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:Arial, Verdana, Helvetica;font-size:-1;"&gt;Di samping itu juga terdapat golongan mukmin yang bersedia untuk mengorbankan jiwanya iaitu sanggup menggadaikan nyawanya demi mempertahankan kedaulatan dan kesucian Islam dari ancaman musuh. Jihad jenis inilah yang telah dijamin oleh Allah S.W.T. dengan ganjaran yang amat istimewa sebagaimana termaktub di dalam al-Quranul Karim. Antaranya penganugerahan mati syahid kepada mana-mana mukmin yang terkorban dengan niat tulus ikhlas kerana Allah S.W.T. di akhirat kelak mereka akan mendapat keampunan Allah di samping memperolehi kedudukan yang istimewa lagi mulia di sisi Allah S.W.T. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:Arial, Verdana, Helvetica;font-size:-1;"&gt;Firman Allah dari surah at-Taubah ayat 111 yang bermaksud: "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang yang beriman akan diri dan harta benda mereka dengan balasan bahawa mereka akan beroleh syurga, disebabkan mereka berjihad di jalan Allah lalu mereka membunuh dan terbunuh, balasan syurga yang demikian itu sebagai janji benar yang ditetapkan oleh Allah di dalam kitab Taurat dan Injil serta al-Quran, siapakah lagi yang lebih benar janjinya daripada Allah, oleh itu bergembiralah dengan jual beli yang kamu lakukan itu dan ketahuilah bahawa yang demikian itu adalah kemenangan yang besar." &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:Arial, Verdana, Helvetica;font-size:-1;"&gt;Tidak ketinggalan juga baginda Rasulullah S.A.W. pernah ditanya, Adakah amalan lain yang boleh menyamai jihad? Baginda menjawab: "Kamu tidak akan mampu menyamakannya. Mereka terus bertanya dan bertanya namun baginda Rasulullah S.A.W. masih mengatakan kamu tidak akan mampu menyamakannya. Pada kali ketiga lantas baginda Rasulullah S.A.W. menjawab dengan sabdanya yang bermaksud: "Perumpamaan orang yang berjuang pada jalan Allah adalah seumpama orang yang berpuasa yang bersolat di malam hari, berdiri dengan penuh tulus ikhlas beribadat kepada Allah dengan membaca ayat-ayat al-Quran, dia tiada berhenti-henti bersolat dan berpuasa sehinggalah pejuang-pejuang kembali dari medan perjuangan." &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:Arial, Verdana, Helvetica;font-size:-1;"&gt;Perlu ditegaskan di sini bahawa jihad juga adalah bahan binaan kukuh yang mampu menjulang umat Islam ke arah keunggulan dan kecemerlangan dalam pelbagai lapangan hidup sebagaimana firman Allah dari Surah al-Ankabut ayat 69 yang bermaksud: "Dan orang-orang yang berusaha dengan bersungguh-sungguh kerana Kami (Allah), sesungguhnya Kami akan memimpin mereka ke jalan Kami (yang menjadikan mereka bergembira serta beroleh keredhaan) dan sesungguhnya Allah berserta orang-orang yang melakukan kebaikan." &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:Arial, Verdana, Helvetica;font-size:-1;"&gt;Generasi Rasulullah S.A.W. dan para sahabat merupakan tauladan terbaik dalam hal ini di mana semangat jihad di sanubari mereka sentiasa berkobar-kobar untuk berjuang di jalan Allah S.W.T. Mereka sentiasa mara ke hadapan menungkah arus yang merentangi mereka dan tidak berganjak ke belakang walaupun selangkah di dalam perjuangan. Dengan berbekalkan keimanan yang kental, semangat jihad yang membara dan kesatuan yang utuh, para sahabat mampu merentasi padang pasir yang kering kontang, mampu menggalas senjata menewaskan bilangan musuh yang jauh lebih ramai berbanding dengan bilangan mereka, dan akhirnya mereka mampu mencipta era kegemilangan Islam. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:Arial, Verdana, Helvetica;font-size:-1;"&gt;Rahsia kejayaan generasi silam tidak lain dan tidak bukan ialah kerana berbekalkan keimanan yang tulus, semangat jihad yang membara di jiwa di samping kesatuan erat yang terjalin di kalangan umat Islam. Mereka bersatu hati, bermuafakat, bertoleransi dan berdaya juang dalam kehidupan mereka. Oleh sebab itulah generasi terdahulu berupaya bangkit sebagai umat yang terbaik dalam sejarah peradaban manusia. Demikianlah Islam telah mensyariatkan jihad kepada umatnya agar mereka mampu melonjakkan diri mereka sebagai umat yang terbaik dan umat contoh dalam pelbagai lapangan kehidupan sejagat. Dengan jihad juga umat Islam akan dapat merealisasikan cita-cita Islam yang sebenarnya iaitu menegakkan khilafat Islamiyah di atas muka bumi ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;span style="font-family:Arial, Verdana, Helvetica;font-size:-1;"&gt;Firman Allah dari surah al-Baqarah ayat 216 yang bermaksud: "Kamu diwajibkan berperang (untuk menentang pencerobohan) sedangkan peperangan itu ialah perkara yang kamu benci, dan boleh jadi kamu benci kepada sesuatu pada hal ia baik bagi kamu, dan boleh jadi kamu suka kepada sesuatu pada hal ia buruk bagi kamu, dan (ingatlah) Allah jualah yang mengetahui (semuanya) sedang kamu tidak mengetahuinya." &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family:Arial, Verdana, Helvetica;font-size:-1;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-2470635393832663402?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/2470635393832663402/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2008/11/konsep-jihad-menurut-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/2470635393832663402'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/2470635393832663402'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2008/11/konsep-jihad-menurut-islam.html' title='Konsep Jihad menurut Islam'/><author><name>yusro</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05374194017762857457</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='http://bp0.blogger.com/_J7Rq4XgE4qw/SF5YcXQD4nI/AAAAAAAAAEI/pVG-QGw4BoU/S220/bermunajat.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7327496743156120308.post-629806133512779847</id><published>2008-10-27T15:07:00.000-07:00</published><updated>2008-10-27T15:12:38.881-07:00</updated><title type='text'>The True Power Of Water</title><content type='html'>&lt;em&gt;Dan Kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup." (Q.S. Al Anbiya:30)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab-kitab tafsir klasik, ayat tadi diartikan bahwa tanpa air semua akan mati kehausan. Tetapi di Jepang, Dr. Masaru Em oto dari Universitas Yokohama dengan tekun melakukan penelitian tentang perilaku air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Air murni dari mata air di Pulau Honshu didoakan secara agama Shinto, lalu didinginkan sampai -5oC di laboratorium, lantas difoto dengan mikroskop elektron dengan kamera kecepatan tinggi. Ternyata molekul air membentuk kristal segi enam yang indah. Percobaan diulangi dengan membacakan kata, "Arigato (terima kasih dalam bahasa Jepang)" di depan botol air tadi. Kristal kembali membentuk sangat indah. Lalu dicoba dengan menghadapkan tulisan huruf Jepang, "Arigato". Kristal membentuk dengan keindahan yang sama. Selanjutnya ditunjukkan kata "setan", kristal berbentuk buruk. Diputarkan musik Symphony Mozart, kristal muncul berbentuk bunga. Ketika musik heavy metal diperdengarkan, kristal hancur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika 500 orang berkonsentrasi memusatkan pesan "peace" di depan sebotol air, kristal air tadi mengembang bercabang-cabang dengan indahnya. Dan ketika dicoba dibacakan doa Islam, kristal bersegi enam dengan lima cabang daun muncul berkilauan. Subhanallah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Emoto akhirnya berkeliling dunia melakukan percobaan dengan air di Swiss, Berlin, Prancis, Palestina, dan ia kemudian diundang ke Markas Besar PBB di New York untuk mempresentasikan temuannya pada bulan Maret 2005 lalu. Ternyata air bisa "mendengar" kata-kata, bisa "membaca" tulisan, dan bisa "mengerti" pesan. Dalam bukunya The Hidden Message in Water, Dr. Masaru Emoto menguraikan bahwa air bersifat bisa merekam pesan, seperti pita magnetik atau compact disk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan, semakin dalam pesan tercetak di air. Air bisa mentransfer pesan tadi melalui molekul air yang lain. Barangkali temuan ini bisa menjelaskan, kenapa air putih yang didoakan bisa menyembuhkan si sakit. Dulu ini kita anggap musyrik, atau paling sedikit kita anggap sekadar sugesti, tetapi ternyata molekul air itu menangkap pesan doa kesembuhan, menyimpannya, lalu vibrasinya merambat kepada molekul air lain yang ada di tubuh si sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh manusia memang 75% terdiri atas air. Otak 74,5% air. Darah 82% air. Tulang yang keras pun mengandung 22% air. Air putih galon di rumah, bisa setiap hari didoakan dengan khusyu kepada Allah, agar anak yang meminumnya saleh, sehat, dan cerdas, dan agar suami yang meminum tetap setia. Air tadi akan berproses di tubuh meneruskan pesan kepada air di otak dan pembuluh darah. Dengan izin Allah, pesan tadi akan dilaksanakan tubuh tanpa kita sadari. Bila air minum di suatu kota didoakan dengan serius untuk kesalehan, insya Allah semua penduduk yang meminumnya akan menjadi baik dan tidak beringas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda,&lt;em&gt; "Zamzam lima syuriba lahu",&lt;/em&gt; "Air zamzam akan melaksanakan pesan dan niat yang meminumnya". Barangsiapa minum supaya kenyang, dia akan kenyang. Barangsiapa minum untuk menyembuhkan sakit, dia akan sembuh. Subhanallah ... Pantaslah air zamzam begitu berkhasiat karena dia menyimpan pesan doa jutaan manusia selama ribuan tahun sejak Nabi Ibrahim a.s.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita renungkan berpuluh ayat Al Quran tentang air, kita akan tersentak bahwa Allah rupanya selalu menarik perhatian kita kepada air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa air tidak sekadar benda mati. Dia menyimpan kekuatan, daya rekam, daya penyembuh, dan sifat-sifat aneh lagi yang menunggu disingkap manusia. Islam adalah agama yang paling melekat dengan air. Shalat wajib perlu air wudlu 5 kali sehari. Habis bercampur, suami istri wajib mandi. Mati pun wajib dimandikan. Tidak ada agama lain yang menyuruh memandikan jenazah, malahan ada yang dibakar. Tetapi kita belum melakukan zikir air. Kita masih perlakukan air tanpa respek. Kita buang secara mubazir, bahkan kita cemari. Astaghfirullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ilmuwan Jepang telah merintis. Ilmuwan muslim harus melanjutkan kajian kehidupan ini berdasarkan Al Quran dan hadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a'lam ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7327496743156120308-629806133512779847?l=yusro3d.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://yusro3d.blogspot.com/feeds/629806133512779847/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://yusro3d.blogspot.com/2008/10/true-power-of-water.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/629806133512779847'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7327496743156120308/posts/default/629806133512779847'/><link rel='alternate
